About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Sunday, 3 May 2015

1965 (Orang-Orang Di Balik Tragedy)

Identitas Mahasiswa
Nama
: WAHYUNI
NIM
: 3101412081
Program Studi
: Pendidikan Sejarah
Rombel
: 5B

A.      Identitas Buku
Judul                    : 1965 (Orang-Orang Di Balik Tragedy)
Penulis                 : Asvi Warman Adam
Penerbit               : Galangpress (Anggota Ikapi) Yogyakarta
Cetakan               : Cetakan I, 2009
Halaman              : 270

B.      Isi Buku
APAKAH PRESIDEN SOEKARNO TERLIBAT G30S?
Peristiwa G3OS mungkin hanya merupakan secercah riak di lautan sejarah dunia dari masa ke masa. Tetapi bagi bangsa Indonesia, peristiwa ini menjadi watershed, pembatas antara rezim lama dengan rezim baru. Menandai perubahan besar antara drastic dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Revolusi secara total serempak itu hanya terjadi pada tahun 1965. Dengan seketika, pada bidang politik luar negeri, Indonesia yang menjadi ujung tombak gerakan non-blok berubah menjadi blok-barat. Ekonomi berdikari berubah menjadi ekonomi pasar dan mengandalkan modal asing serta pinjaman luar negeri. Soekarno dijatuhkan dan digannti Soeharto. Tetapi peralihan kekuasaan ini penuh intrik dan berlumuran darah. Sejuta orang menjadi korban menjelang pergantian tahun 1965/1966. Kejathan presiden soekarno dibakukan dalam sebuah TAP MPRS XXXIII/1967 yang bermasalah.
TAB MPRS no XXXIII/1967 mentebutkan “ada petunjuk-petunjuk, yang presiden soekarno telah melakukan kebijakan yang secara tidak langsung menguntungkan G30S/PKI.
Menurut Kerstin terdapat beberapa teori tentang dalang G30S yaitu 1)PKI, 2)Perwira progresif, 3)AD dan Soeharto 4)CIA,5)chaos atau dalangnya tidak tunggal, dan 6)Soekarno. Kenapa AD digabungkan dengan Soeharto? Kalau BK menjadi kategori tersendiri kenapa Soharto tidak diberlakukan sama. Bahkan belakangan ini “kudeta merangkak” soeharto semakin sering disebut. Disamping itu, bagian dari AD seperti kodam Diponegoro sebetulnya juga bisa dianggap sebagai kategori sendiri. Demikian pula unsur luar negeri, bukan hany CIA tetapi dinas rahasia inggris pun disebut-sebut andil dalam penghancuran komunis.
Menyangkut kejadiana selama kudeta dibahas kegiatan soekarno sebelum tiba di Halim, kronologi kejadian di Halim 1 oktober 1965, laporan soepardjo dan reaksi soekarno, soekarno dimata untung, pernyataaan-pernyataan yang dikeluarkan di Halim, pengangkatan pranoto, keberangkatan dari Halim.
Pada malam hari tangal 30 September 1965 bung karno tidak tahu secara persis tindakan yang dilakukan oleh prajurit Cakrabirawa terhadap beberapa jendral. Ia juga baru tahu tentang “adanya darah di rumah Yani” setelah mendengar laporan dari soepardjo pagi hari itu. Soekarno masih berada di Halim karena ia harus memutuskan tentang pergantian pimpinan AD yang lowong dan hilangnya para jendral itu.

SOEHARTO DAN G30S DALAM KARYA SASTRA
Tragedi 1965 telah banyak ditulis walaupun seperti yang dikatakan W.F Wertheim, kisah ini serupa dengan cerita detektif, banyak intriknya. Menurut Coen Holtzappelt ada missing link dalam kudeta itu terutama menyangkut keberadaan pasukan pringgodani yang ditugaskan di ;uabang buaaya. Kenapa jendral yang masih hidup diefakuasi di sana, bukanlah itu sama dengan bunug diri bagi gerakan ini, dengan kata lain merupakan ini kudeta yang sengaja untuk gagal. Massardi berupaya lebih jauh menyoriti G30S secara verulang dan mencurigakan. Pengumuman ini dikeluarkan oleh bagian penerangan G30S yang mengingatkan kepada bagian penerangan Angkatan Darat.
Kampanye militer yang dilakukan sejak 1 oktober 1965 dengan melarang semua media terbit kecuali angkatan bersenjata dan berita yudha. Baru seminggu kemudian media massa lain boleh terbit. Waktu itu sempat dimanfaatkan untuk menebarkan gossip bahwa kemaluan jendral disilet oleh perempuan gerwani di luabang buaya. Bulan maret 1966 dikeluarkan pengumuman bahwa berita politik khususnya mengenai peristiwa 1965 harus seiijin pusat penerangan angkatan darat.

NASUTION KONSEPTOR ORDE BARU
Abdul Haris Nasution lahir di kampong Huta-Pungkut, Mandailaing, 3 September 1918. Ia menamatkan pendidikan dasar HIS di Kotanopan. Ayahnya adlah pedagang yang semasa mudanya pengikut sarikat Islam. Semasa kecil Nasution menyenagi pelajaran ilmu bumi dan sejarah. Awalnya ia bercita cita menjadi seorang guru. Namun kemudian mulai sirna dan ia tertarik dengan politik. Tahun 1937 Nasution tamat sekoah dan ia mengajar di Bengkulu, kota pengasingan Soekarno. Disinilah Nasution pertama kali secara fisik bertemu dengan Soekarno. Tanggal 17 oktober 1952 merupakan salah satu tonggak sejarah yang sangat penting bagi kehidupan karir Nasution maupun bagi sejarah militer Indonesia. Militer meminta kepada presiden Soekarno untuk membubarkan perlemen. Setelah peristiwa ini Nasution sebagai KASAD dinonaktifkan sampai tahun 1955. Selama tiga tahun digunakannya untuk menulis sejarah dan merenungkan posisi yang pas bagi ABRI. Periode ini bisa dilihat sebagai moratorium, masa yang penting untuk pematang identitas, ia keluar dari era ini dengan presepsi tentang politik, konstitusi dan cara menghadapi bung karno yang berbeda.
Nasution melihat bahwa peran militer dalam perpolitikan nasution harus memiliki dasar hukum yang kuat dan ia melihat bahwa itu terdapat dalam konstitusi yaitu diakuuinya golongan fungsional. Militer termasuk golongan fungsional tersebut pada undang-undang dasar 1945. Oleh sebab itu Nasution paling gigih mengusahakan agar dapat dilakukan pemberlakuan konstitusi tersebut yang akhirnya memang diputuskan dalam dekrit presiden 5 juli 1959. Nasution juga melakukan serangkaian tindakan strategis lainya seperti merumuskan konsep politik tentara yang debutnya sebagai konsep jalan tengah. Nasution juga mendukung dewan nasional, memberlakukan keadaan darurat perang (SOB) dan dalam nasionalisasi perusahaan asing memasukan personil militer pada manajemen perusahaan tersebut. Nasution telah mengawali pekerjaan yang kemudian dilaksanakan oleh nugroho notosusanto. Walaupun pekerjaan nugroho lebih sistematis dalam melakukan militerisasiu, pendidikan sejarah di sekolah pada masa orde baru namun dasar-dasarnya sebetulnya telah diletakkan oleh jendral nasution. Bukan hanya sekedar merumuskan legitimasi historis peran militer tetapi juga berhasil merumuskan dan mewujudkan konsep yang merupakan legimitasi konstitusional tentara dalam politik nasional. Bagi nasution, sejarah merupakan bagian tak terpisahkan atau paket dari “desain besar” militer dalam meraih kekuasaan.
Menurut nugroho notosusanto, “lahirnya orde baru dianggap bertepatan dengan dikeluarkanya surat perintah 11 maret 1966 kepada pak harto oleh bung karno. Mulai tanggal 11 maret 1966 itulah kita mengambil langkah-langkah untuk menegakkan orde baru yakni tatanan seluruh peri kehidupan rakyat, bangsa dan Negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan undang-undang dasar 1945 dan kemurnian pancasila.
Kemudian muncul pandangan lain bahwa orde baru sudah ada sejak 1 oktober 1965 dengan alasan, bahwa sejak itu telah terjadi pembangkanagan dari Suharto terhadap presiden sukarno dengan kata lain “kudeta merangkak” telah diawali pada tangal tersebut. Pertimbangan lain, kalau 11 maret 1966 dijadikan awal orde baru, berarti rezim ini tidak bertanggung jawab atas pembunuhan masal yang terjadi sejak oktober 1965/awal 1966. Namun pemeriksaan yang lebih jauh terhadap pemikiran Nasution sejak tahun 1950-an.

NASUTION DAN “ KUDETA MERANGKAK” MPRS
Selama ini perdebatan tentang surat perintah 11 maret (sumpersemar) 1966 yang lebih banyak tentang makna surat “delegation of authority” atau “transfert of authority”. Kelompok pertama beranggapan dengan dokumen tersebut kekuasaan telah dialihkan kepada letnal jendral soeharto. Namun presiden soekarno sendiri berpendapat bahwa surat ini bukanlah penyerahan kekuaasaan. Hanya tugas untuk memulihkan keamanan.
“kudeta merangkak” MPRS
Ternyata kudeta merangkak itu bukan saja dilakukkan oleh soeharto dan kelompoknya tetapi dilaksanakan dengan apa yang saya sebut “kudeta merangkak” MPRS. MPRS berperan sangat yuridis untuk mengalihkan kekuasaan soekarno kepada soeharto. Walaupun ironisnya setelah kekusaan itu diperoleh, maka MPRS pun “dimatikan” secara perlahan.
Tahap-tahap kudeta merangkak MPRS dilaksanakan secera berikut:
1.         Supersemar yang dikeluarkan 11 maret 1966 dukukuhkan menjadi TAB IX/MPRS/1966 tanggal 21 juni 1966.
2.         Tanggal 5 juli 1966 dikeluarkan ketetapan MPRS no XV/MPRS/1966 yang berisi antara lain: penetapan tidak perlunya jabatan wakil presiden, apabila presiden berhalangan, pemegang SP 11 maret 1966 memegang jabatan presiden
3.         Tanggal 10 januari 1967 presiden soekarno menyerahkan pidato pelengkap nawaksara kepada pimpinan MPRS. Pimpinan MPRS mengeluarkan keputusan pimpinan MPRS no 13/no/1967 tentang penolakan pidato nawaksara. Keputusan MPRS karena keputusan MPRS berbeda dengan ketetapan MPRS karena keputusan MPRS itu hanya bersifat intenal MPRS.
4.         Tanggal 20 februari 1967, presiden soekarno/mandataris MPRS mengeluarkan pengumuman tentang penyerahan kekuasaan kepada pengemban TAP MPRS no IX/MPRS/1966. Penyerahan semacam ini tidak ada dasarnya dalamUUD 1945.
5.         Tanggal 12 maret 1967 MPRS mengeluarkan ketetapan MPRS no XXXIII/1967 tentang pencabutan kekuasaan pemerintah Negara dari presiden soekarno.
6.         Bersamaan dengan pencabutan kekuasaan presiden soekarno, jendral soeharto selaku pemegang supersemar diangkat sebagai “pejabat presiden”. Lembaga pejabat presiden adalah lembaga “ekstra konstitusional” karena tidak dikenal dalam UUD 1945.
7.         Tanggal 28 februari 1968 muncul pernyataan pendapat DPRGR no 12/DPRGR/III/1966 untuk melakukan penyegaran keanggotaan MPRS dan mendesak agar jendral soeharto diangkat sebagai presiden republic Indonesia. Anggota MPRS yang loyal kepada soekarno dikeluarkan dan diganti dengan pendukun soeharto.
8.         Tanggal 27 maret 1968 soeharto diangakat sebagai presiden sampai terpilihnya presiden pada pemilihan umum.
Menjelang akhir tugasnya Nasution dkk masih sepat menulis laporan pimpinan MPRS tahun 1966-1972. Buku itu memuat kritik tajam terhadap berbagai kekurangan pada awal orde baru dan hal-hal yang seharuhnya dilaksanakan. Namun laporan itu tidak boleh beredar dan konon kabarnya ribuan eksemplar yang dapat diselamatkan itulah yang diulah secara khusus oleh majalah tempo edisi 22-28 juli 2002.
Namun nasution telah berjasa mengantarkan soegarto ke kursi kepresidenan, namun setelah itu ia diasingkan. Habis manis sepah dibuang. Tujuan menghalalkan segala cara.
“ kudeta merangkak” MPRS adalah kisah tragis dan ironi tentang ketatanagaraan di Indonesia.

PRANOTO REKSOSAMUDRA,JENDRAL SUKARNOIS
Pranoto Reksosamudra lulus pendidikan guru tetapi berjuang di medan tempur. Di percaya penuh oleh bung karno, karier militernya berakhir dalam tahanan.
Pranoto dan peristiwa G30S
Setelah peristiwa G30S yang menyebabkanterbunuhnya 6 jendral terdapat kekosongan dalam pimpinan TNI AD. Ada 4 nama yang diajukan kepada presiden yaitu soeharto, mursyid, basuki rachmad dan pranoto. Soeharto ditolak karena dianggap terlalu keras kepala. Pranoto terpilih karena munurut Harold crouch ia diterima oleh angkatan darat dan kelompok yang melakukan kudeta. Pranoto memiliki kaitan khusus dengan presiden soekarno. Sebagai perwira senior yang merupakan mantan panglima devisi diponegoro ia diharapkan dapat mengendalikan anggota devisi yang terlibat dalam gerakan ini.
Dalam surat kepada Dewi Soekarno 3 oktober 1965 terdapat alasan presiden memilih pranoto. Anggota MBAD Pranoto agak lemah, tetapi ia satu-satunya orang yang dapat bergaul dengan golongan kiri dan kanan.
Tanggal 14 oktober 1965 soeharto diangkat sebagai kasad. Tanggal 16 February 1966 atas perintah dari kasad mayjen soeharto, pranoto ditangkap dengan tuduhan terlibat G30S. konon kabarnya dulu pranoto membeberkan kasus korupsi pada divisi diponegoro sehingga soeharto kemudian “disekolahkan” ke bandung.

SOEBANDRIO BUKAN DURNO (1914-2004)
Tanggal 3 juli 2004 malam, soebandrio meninggal. Soebandrio adalah ujung tombak politik luar negeri ketika Indonesia menerjang badai. Setelah sukses menyelenggarakan konferensi asia-afrika di bandung pada tahun 1955, soekarno bergerak lebih jauh. Indonesia berjuang mendapatkan kembali irian barat yang baru terwujud tahun 1963. Terdapat berbagai alasan timbulnya kofrontasi dengan Malaysia. Namun hal itu pula yang memicu Indonesia keluar dari PBB dan mencoba membentuk organisasi dunia tandingan.
Tahun 1965 sebagai watersed
Peristiwa G30S dapat dianggap sebagai watersed atau pembatasan antara dua zaman dan dua razim. Politik luar negeri yang progresif revolusioner itu berubah jadi politik bebas aktif. Yang lebih condong ke blok barat. Kekuasaan pun secara berangsur-angsur beralih ke tangan soharto.
Ia mengaitkan keterlibatan soeharto ini melalui dua kategori (bekas) anak buahnya di kodam dipenonegoro. Pertama, letkol untung dan latief yang akan menghadapkan dewan jendral kepada presiden soekarno. Kedua, yoga sugomo dan ali murtopo, yang dulunya merjasa untuk menjadikan soeharto sebagai panglima kodam dipenegoro. Yoga sugomo ditarik oleh soeharto ke Jakarta untuk menjadi kepala intel konstrad pada bulan January 1965 ketika sedang bertugas sebagai atase militer di Yugoslavia.
Mengenai tanggal 11 maret 1966 subandrio juga mengungkapkan keganjilan tingkah soeharto yang tidak hadir dalam rapat cabinet hari itu dengan alasan sakit.Padahal sore harinya ia memimpin rapat di markas konstrad. Soebandrio menyimpulkan rangkaian peristiwa dari 1 oktober 1965 sampai 11 maret 1966 sebagai kudeta merangkak yang dilakukan melalui 4 tahap. Tahap pertama, menyingkirkan sainganya di angkatan darat darat seperti yani dll. Tahap kedua, membubarkan PKI yang merupaka rival terberat tentara sampai saat itu. Tahap ketiga, melemahkan kekuatan pendukung bung karno dengan menangkap 15 menteri yang surkarois, termasuk subandrio. Tahap keampat, mengambil alih kekuasaan dari presiden sukarno.
Dalam pembelaan subandrio, subandrio disebutkan pernah berjasa mengurus pampasan perang dari jepang sebanyak 420 juta dollar AS. Juga ia berperan dalam penetapan peraturan tentang dwikenegaraan RI-RRC. Namun semuanya itu tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim. Sesuai dengan target persidangan pada hari minggu, tanggal 23 oktober 1966 subandrio diputuskan dijatuhi hukuman mati. Hukuman itu diperingan dan 16 agustus 1995 ia dibebaskan.

LATIEF VERSUS SOEHARTO
Menurut latief dalam serangan umum 1 maret 1949, pasukan yang terdiri dari tentara dan pemuda gerilyawan menderita kerugian berat. Ketika mengudurkan diri ke pangkalan mereka di kuncen, Yogyakarta, latief hanya berhasil mengumpulkan tag lebih dari 10 oang sisa anak buahnya. Dalam pembelaannya latief juga mengungkapkan tentang pertemuanya dengan soeharto di RSPAD gatot subroto tanggal 30 September 1965 untuk menjenguk tommy soeharto yang ketumpahan sup panas.
Pada intinya latief  hendak mengatakan bahwa soeharto terlibat G30S. apa yang dikemukakanya itu hanya melengkapi salah satu dari paling sedikit lima versi tentang dalang G30S dan peristiwa pembantaian yang terjadi sesudah itu. 1)PKI 2) klik angakatan barat 3)soekarno 4)soeharto 5) unsur asing (CIA,dinas rasia inggris).

KETIKA REZIM POLITIK BERGANTI RIWATAT OMAR DANI.
Peristiwa oktobrt 1965 memberi kesempatan bagi AD untuk tampil ke depan dengan tanpa saingan. Bila menjelang tahun 1965 dikenal ada tiga pilar politik utama di Indonesia: soekarno, PKI dan tentara, maka sesudah itu yang tinggal hanya tentara (yang dipimpin oleh jendral soeharto)
Seperti yang dikemukakan oleh Stanley mengenai gerwai, maka pers AD yang pertama mengungkapkan “kebiadaban aktivis PKI dan gerwani yang di luar peri kemanusiaan. Rezim itu sangat getol membuat diorama pada berbagai monumen sejarah di tanah air yang pada umumnya menggambarkan kepahlawanan tentara dengan melecehkan berbagai kelompok masyarakat lainya.
Pada awal masa orde baru strategi pengendalian sejarah mencakup dua hal: pertama, mereduksi peran soekarno dan kedua, membesar-besarkan peran soeharto. Tindakan yang membesarkan peran soeharto dilakukan melakukan buku sejarah dan media lainnya seperti film. Salah satu contoh adalah serangan umum 1 maret 1919 yang debesar-besarkan bahkan dibuatkan monumen untuk mengenang peristiwa itu.
Selepas era orde baru banyak disoroti ABRI secara keseluruhan yang melakukan dwifungsi. Namun jaranag perhatian ditujujan kepada hubungan antara angkatan. Semasa rezim orde baru, hubungan antara presiden soeharto dengan AURI sebagai sebuah lembaga tampaknya tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani terlibat G30S karena berpihak dan melindungi presiden soekarno masih bersifat kontroversional. Dibawah kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa,oeharto dengan AURI sebagai sebuah lembaga tampaknya tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani terlibat G30S karena berpihak dan melindungi presiden soekarno masih bersifat kontroversional. Dibawah kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa,oeharto dengan AURI sebagai sebuah lembaga tampaknya tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani terlibat G30S karena berpihak dan melindungi presiden soekarno masih bersifat kontroversional. Dibawah kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa, tiba-tiba menulik turun dan diparkir di dalam hangar serta tidak pernah terbang lagi.
AIDIT DALAM BINGKAI  NAWAKSARA
Pernyataan seberapa besar atau seberapa kecilo peran Aidit dalam gerkaran 30 September mengimpikasikan bahwa ia terlibat dalam maneuver pilitik tinggi tahun 1965. Versi-versi dalang peristiwa tersebut selama ini bersifat tunggal. Dalang peristiwa itu lebih dari satu sehingga analisis bung karno sebagaimana disampaikan dalam pidato nawaksara tahun 1957 dianggap lebih tepat. Menurut sukarno, peristiwa itu merupakan peremuan tiga sebab. 1) keblingernya pimpinan PKI, 2)subversi nekolim dan 3) adanya oknum-oknum yang tidak benar. Rumusan “oknum yang tidak benar” itu konon penghalusan dari “jendral yang tidak benar”. Proses penulisan pidato nawaksara itu sendiri perlu diteliti karena soekarno meminta memasukan beberapa tokoh.
“keblingernya” biro khusus PKI disebabkan situasi yang sangat meruncing saat itu. Menjelang peristiwa itu kekuasaan terpusat pada tiga yakni soekarno, PKI dan AD. AD menguasai senjata sedangkan PKI mendominasi dukungan masa. Kondisi perekonomian yang terpuruk, suasana politik yang kian memanas kerena konflik tanah dan kebudayaan, konfrontasi dengan Malaysia dan agatasi terhadap pihak asing (AS dan Inggris).
Konsep culik sudah dipraktekan sejak desember 1945 ketika terjadi penculikan dan pembunuhan menteri Negara, Otto Iskandar di Nata. Bahkan hakikatnya soekarno dan hatta pernah diculik oleh pemuda sehari sebelum proklamasi. Tahun 1980 soeharto berpidato bahwa ia tidak segan memerintahkan culik seorang anggota MPRS bila merekan mencoba menguabah UUD 1945.


TIGA JENDRAL PANGLIMA SUPERSEMAR
Tanggal 11 maret 1966 tiga jendral (basoeki rachmat, jusuf dan amir machmud) setelah menemui soeharto di rumahnya berangkat ke bogor menemui presiden soekarno. Hasil pertemuan itu membuahkan surat perintah yan kemudian lebih dikenal sebagai supersemar. Ada beberapa hal uyang perlu diklarifikasi dari tiga perwira tinggi itu. Jendral jusuf dan basoeki rachmat jelas dipercayai bung karno menjadi menteri sebelum keluarnya supersemar. Basoeki rachmat menjadi menteri urusan veteran dan jusuf menteri perindustrian ringan.
Tanggal 27 September 1965 terjadi demontrasi yang dilakukan gabungan organisasi wanita termasuk gerwani terhadap gubernur jawa timur. Pada tanggal 1 oktober 1965 dengan berpakaian preman basoeki rachmat bergabung ke markas konstrad. Disana mereka mendapat jatah makanan. Basoeki rachmat baru pulang ke Surabaya tanggal 4 oktober 1965. Setelah diangkat menjadi staf khusus menpangad soeharto.

DALANG G30S YANG TERSISA
1.    PKI
PKI merupakan versi dalang pertama yang muncul langsung setelah diumumkan gerakan 30 September 1965. Partai komunis terbesar di uni soviet dan tiongkok yang mengkallaim memiliki 4 juta anggota itu rontok dalam waktu satu-dua hari. Tanggal 12 maret 1966 partai tersebut dibubarkan. Ribuan orang dicuriagai anggota PKI atau ormas-ormasnya ditahan tanpa proses pengadilan.
2.    AD
Pelaku gerakan 30 September adalah perwira tinggi angakatan darat ditambah satu-dua orang dari angkatan lain. Mereka bersekongkol dengan segelintir anggota biro khusus PKI untuk menculik beberapa perwira tinggi yang ditengarai anggota dewan jendral yang akan melakukan kudeta 5 oktober 1965.
3.    Presiden Soekarno
Untuk meraih kekuasaan dari presiden soekarno, legitimasi dan karismnya harus dolenyapkan. Oleh sebab itu, diciptakan kondisi yang mengiring bung karno terseret dalam gerakan 30 september. Soekarno tidak mengutuk PKI dan kerena itu diartikan mendukung pelaku kudeta.
4.    Jendral Soeharto
Dia adalag figure yang palif diuntungkan dalam gerakan 30 september. Para seniornya telah meninggal dalam marah berdarah itu. Setelah MPRS yang diketuai nasution berjasa menjungkirbalikan kursi kepresidenan soekarno, soeharto membalas jasa tersebut dengan air tuba. Nasution dilengserkan dari jabatan ketua MPRS pada 1972. Soeharto merupakan pembangun sekaligus perusak terhebat di Indonesia. 30 tahun dia membangun infrakstruktur fisik yang terhitung jumlahnya. Namun, bukan main pula besarnya kerusakan yang ditinggalkanya.
5.    Amerika serikat
Berdasarkan arsip departemen luar negeri AS yang telah bisa diakses, keterlibatan Negara adidaya ini dalam menghancurkan komunisnya di Indonesia memamang terbukti. Diantara beberapa dalang gerakan 30 september yang melahirkan tragedy nasional 1965, semuannya telah rontok kecuali AS.

v KELEBIHAN BUKU
Pada buku yang berjudul 1965 (orang-orang di balik tragedy) ada beberapa kelebihan, dalam buku ini penulis memberikan data yang dilengkapi fakta yang mendukung. Dalam buku ini pembaca dapat mengetahui fakta tentang kejadian pada tahun 1965 yang pembaca belum kwtahui sebelumnya
v KEKURANGAN BUKU
Dalam buku yang berjudul 1965 (orang-orang di balik tragedy)   dalam penggunaan bahasa yang kaku dan sedikit sulit dipahami oleh semua kalangan. Dalam buku ini banyak istilah yang susah untuk dimengerti.

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...