![]() |
Identitas Mahasiswa
|
|
|
Nama
|
: WAHYUNI
|
|
|
NIM
|
: 3101412081
|
|
|
Program Studi
|
: Pendidikan
Sejarah
|
|
|
Rombel
|
: 5B
|
|
A.
Identitas
Buku
Judul :
1965 (Orang-Orang Di Balik Tragedy)
Penulis :
Asvi Warman Adam
Penerbit : Galangpress (Anggota Ikapi) Yogyakarta
Cetakan : Cetakan I, 2009
Halaman : 270
B.
Isi Buku
APAKAH
PRESIDEN SOEKARNO TERLIBAT G30S?
Peristiwa G3OS mungkin hanya
merupakan secercah riak di lautan sejarah dunia dari masa ke masa. Tetapi bagi
bangsa Indonesia, peristiwa ini menjadi watershed,
pembatas antara rezim lama dengan rezim baru. Menandai perubahan besar antara
drastic dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Revolusi secara total
serempak itu hanya terjadi pada tahun 1965. Dengan seketika, pada bidang
politik luar negeri, Indonesia yang menjadi ujung tombak gerakan non-blok
berubah menjadi blok-barat. Ekonomi berdikari berubah menjadi ekonomi pasar dan
mengandalkan modal asing serta pinjaman luar negeri. Soekarno dijatuhkan dan
digannti Soeharto. Tetapi peralihan kekuasaan ini penuh intrik dan berlumuran
darah. Sejuta orang menjadi korban menjelang pergantian tahun 1965/1966.
Kejathan presiden soekarno dibakukan dalam sebuah TAP MPRS XXXIII/1967 yang
bermasalah.
TAB MPRS no XXXIII/1967 mentebutkan
“ada petunjuk-petunjuk, yang presiden soekarno telah melakukan kebijakan yang
secara tidak langsung menguntungkan G30S/PKI.
Menurut Kerstin terdapat beberapa
teori tentang dalang G30S yaitu 1)PKI, 2)Perwira progresif, 3)AD dan Soeharto
4)CIA,5)chaos atau dalangnya tidak tunggal, dan 6)Soekarno. Kenapa AD
digabungkan dengan Soeharto? Kalau BK menjadi kategori tersendiri kenapa Soharto
tidak diberlakukan sama. Bahkan belakangan ini “kudeta merangkak” soeharto
semakin sering disebut. Disamping itu, bagian dari AD seperti kodam Diponegoro
sebetulnya juga bisa dianggap sebagai kategori sendiri. Demikian pula unsur
luar negeri, bukan hany CIA tetapi dinas rahasia inggris pun disebut-sebut
andil dalam penghancuran komunis.
Menyangkut kejadiana selama kudeta
dibahas kegiatan soekarno sebelum tiba di Halim, kronologi kejadian di Halim 1
oktober 1965, laporan soepardjo dan reaksi soekarno, soekarno dimata untung,
pernyataaan-pernyataan yang dikeluarkan di Halim, pengangkatan pranoto,
keberangkatan dari Halim.
Pada malam hari tangal 30 September
1965 bung karno tidak tahu secara persis tindakan yang dilakukan oleh prajurit
Cakrabirawa terhadap beberapa jendral. Ia juga baru tahu tentang “adanya darah
di rumah Yani” setelah mendengar laporan dari soepardjo pagi hari itu. Soekarno
masih berada di Halim karena ia harus memutuskan tentang pergantian pimpinan AD
yang lowong dan hilangnya para jendral itu.
SOEHARTO
DAN G30S DALAM KARYA SASTRA
Tragedi 1965 telah banyak ditulis
walaupun seperti yang dikatakan W.F Wertheim, kisah ini serupa dengan cerita
detektif, banyak intriknya. Menurut Coen Holtzappelt ada missing link dalam kudeta itu terutama menyangkut keberadaan
pasukan pringgodani yang ditugaskan di ;uabang buaaya. Kenapa jendral yang
masih hidup diefakuasi di sana, bukanlah itu sama dengan bunug diri bagi
gerakan ini, dengan kata lain merupakan ini kudeta yang sengaja untuk gagal.
Massardi berupaya lebih jauh menyoriti G30S secara verulang dan mencurigakan.
Pengumuman ini dikeluarkan oleh bagian penerangan G30S yang mengingatkan kepada
bagian penerangan Angkatan Darat.
Kampanye militer yang dilakukan
sejak 1 oktober 1965 dengan melarang semua media terbit kecuali angkatan
bersenjata dan berita yudha. Baru seminggu kemudian media massa lain boleh
terbit. Waktu itu sempat dimanfaatkan untuk menebarkan gossip bahwa kemaluan
jendral disilet oleh perempuan gerwani di luabang buaya. Bulan maret 1966 dikeluarkan
pengumuman bahwa berita politik khususnya mengenai peristiwa 1965 harus seiijin
pusat penerangan angkatan darat.
NASUTION
KONSEPTOR ORDE BARU
Abdul Haris Nasution lahir di
kampong Huta-Pungkut, Mandailaing, 3 September 1918. Ia menamatkan pendidikan
dasar HIS di Kotanopan. Ayahnya adlah pedagang yang semasa mudanya pengikut
sarikat Islam. Semasa kecil Nasution menyenagi pelajaran ilmu bumi dan sejarah.
Awalnya ia bercita cita menjadi seorang guru. Namun kemudian mulai sirna dan ia
tertarik dengan politik. Tahun 1937 Nasution tamat sekoah dan ia mengajar di
Bengkulu, kota pengasingan Soekarno. Disinilah Nasution pertama kali secara
fisik bertemu dengan Soekarno. Tanggal 17 oktober 1952 merupakan salah satu
tonggak sejarah yang sangat penting bagi kehidupan karir Nasution maupun bagi
sejarah militer Indonesia. Militer meminta kepada presiden Soekarno untuk
membubarkan perlemen. Setelah peristiwa ini Nasution sebagai KASAD
dinonaktifkan sampai tahun 1955. Selama tiga tahun digunakannya untuk menulis sejarah
dan merenungkan posisi yang pas bagi ABRI. Periode ini bisa dilihat sebagai moratorium, masa yang penting untuk
pematang identitas, ia keluar dari era ini dengan presepsi tentang politik,
konstitusi dan cara menghadapi bung karno yang berbeda.
Nasution melihat bahwa peran
militer dalam perpolitikan nasution harus memiliki dasar hukum yang kuat dan ia
melihat bahwa itu terdapat dalam konstitusi yaitu diakuuinya golongan
fungsional. Militer termasuk golongan fungsional tersebut pada undang-undang dasar
1945. Oleh sebab itu Nasution paling gigih mengusahakan agar dapat dilakukan
pemberlakuan konstitusi tersebut yang akhirnya memang diputuskan dalam dekrit
presiden 5 juli 1959. Nasution juga melakukan serangkaian tindakan strategis
lainya seperti merumuskan konsep politik tentara yang debutnya sebagai konsep
jalan tengah. Nasution juga mendukung dewan nasional, memberlakukan keadaan
darurat perang (SOB) dan dalam nasionalisasi perusahaan asing memasukan
personil militer pada manajemen perusahaan tersebut. Nasution telah mengawali
pekerjaan yang kemudian dilaksanakan oleh nugroho notosusanto. Walaupun
pekerjaan nugroho lebih sistematis dalam melakukan militerisasiu, pendidikan
sejarah di sekolah pada masa orde baru namun dasar-dasarnya sebetulnya telah diletakkan
oleh jendral nasution. Bukan hanya sekedar merumuskan legitimasi historis peran
militer tetapi juga berhasil merumuskan dan mewujudkan konsep yang merupakan
legimitasi konstitusional tentara dalam politik nasional. Bagi nasution,
sejarah merupakan bagian tak terpisahkan atau paket dari “desain besar” militer
dalam meraih kekuasaan.
Menurut nugroho notosusanto,
“lahirnya orde baru dianggap bertepatan dengan dikeluarkanya surat perintah 11
maret 1966 kepada pak harto oleh bung karno. Mulai tanggal 11 maret 1966 itulah
kita mengambil langkah-langkah untuk menegakkan orde baru yakni tatanan seluruh
peri kehidupan rakyat, bangsa dan Negara yang diletakkan kembali kepada
pelaksanaan undang-undang dasar 1945 dan kemurnian pancasila.
Kemudian muncul pandangan lain
bahwa orde baru sudah ada sejak 1 oktober 1965 dengan alasan, bahwa sejak itu
telah terjadi pembangkanagan dari Suharto terhadap presiden sukarno dengan kata
lain “kudeta merangkak” telah diawali pada tangal tersebut. Pertimbangan lain,
kalau 11 maret 1966 dijadikan awal orde baru, berarti rezim ini tidak
bertanggung jawab atas pembunuhan masal yang terjadi sejak oktober 1965/awal
1966. Namun pemeriksaan yang lebih jauh terhadap pemikiran Nasution sejak tahun
1950-an.
NASUTION
DAN “ KUDETA MERANGKAK” MPRS
Selama ini perdebatan tentang surat
perintah 11 maret (sumpersemar) 1966 yang lebih banyak tentang makna surat
“delegation of authority” atau “transfert of authority”. Kelompok pertama
beranggapan dengan dokumen tersebut kekuasaan telah dialihkan kepada letnal
jendral soeharto. Namun presiden soekarno sendiri berpendapat bahwa surat ini
bukanlah penyerahan kekuaasaan. Hanya tugas untuk memulihkan keamanan.
“kudeta
merangkak” MPRS
Ternyata kudeta merangkak itu bukan
saja dilakukkan oleh soeharto dan kelompoknya tetapi dilaksanakan dengan apa
yang saya sebut “kudeta merangkak” MPRS. MPRS berperan sangat yuridis untuk
mengalihkan kekuasaan soekarno kepada soeharto. Walaupun ironisnya setelah
kekusaan itu diperoleh, maka MPRS pun “dimatikan” secara perlahan.
Tahap-tahap kudeta merangkak MPRS
dilaksanakan secera berikut:
1.
Supersemar yang
dikeluarkan 11 maret 1966 dukukuhkan menjadi TAB IX/MPRS/1966 tanggal 21 juni
1966.
2.
Tanggal 5 juli 1966
dikeluarkan ketetapan MPRS no XV/MPRS/1966 yang berisi antara lain: penetapan
tidak perlunya jabatan wakil presiden, apabila presiden berhalangan, pemegang
SP 11 maret 1966 memegang jabatan presiden
3.
Tanggal 10 januari 1967
presiden soekarno menyerahkan pidato pelengkap nawaksara kepada pimpinan MPRS.
Pimpinan MPRS mengeluarkan keputusan pimpinan MPRS no 13/no/1967 tentang
penolakan pidato nawaksara. Keputusan MPRS karena keputusan MPRS berbeda dengan
ketetapan MPRS karena keputusan MPRS itu hanya bersifat intenal MPRS.
4.
Tanggal 20 februari
1967, presiden soekarno/mandataris MPRS mengeluarkan pengumuman tentang
penyerahan kekuasaan kepada pengemban TAP MPRS no IX/MPRS/1966. Penyerahan
semacam ini tidak ada dasarnya dalamUUD 1945.
5.
Tanggal 12 maret 1967
MPRS mengeluarkan ketetapan MPRS no XXXIII/1967 tentang pencabutan kekuasaan
pemerintah Negara dari presiden soekarno.
6.
Bersamaan dengan
pencabutan kekuasaan presiden soekarno, jendral soeharto selaku pemegang
supersemar diangkat sebagai “pejabat presiden”. Lembaga pejabat presiden adalah
lembaga “ekstra konstitusional” karena tidak dikenal dalam UUD 1945.
7.
Tanggal 28 februari
1968 muncul pernyataan pendapat DPRGR no 12/DPRGR/III/1966 untuk melakukan
penyegaran keanggotaan MPRS dan mendesak agar jendral soeharto diangkat sebagai
presiden republic Indonesia. Anggota MPRS yang loyal kepada soekarno
dikeluarkan dan diganti dengan pendukun soeharto.
8.
Tanggal 27 maret 1968
soeharto diangakat sebagai presiden sampai terpilihnya presiden pada pemilihan
umum.
Menjelang akhir tugasnya Nasution
dkk masih sepat menulis laporan pimpinan MPRS tahun 1966-1972. Buku itu memuat
kritik tajam terhadap berbagai kekurangan pada awal orde baru dan hal-hal yang
seharuhnya dilaksanakan. Namun laporan itu tidak boleh beredar dan konon
kabarnya ribuan eksemplar yang dapat diselamatkan itulah yang diulah secara
khusus oleh majalah tempo edisi 22-28 juli 2002.
Namun nasution telah berjasa
mengantarkan soegarto ke kursi kepresidenan, namun setelah itu ia diasingkan.
Habis manis sepah dibuang. Tujuan menghalalkan segala cara.
“ kudeta merangkak” MPRS adalah
kisah tragis dan ironi tentang ketatanagaraan di Indonesia.
PRANOTO
REKSOSAMUDRA,JENDRAL SUKARNOIS
Pranoto Reksosamudra lulus
pendidikan guru tetapi berjuang di medan tempur. Di percaya penuh oleh bung
karno, karier militernya berakhir dalam tahanan.
Pranoto dan
peristiwa G30S
Setelah peristiwa G30S yang
menyebabkanterbunuhnya 6 jendral terdapat kekosongan dalam pimpinan TNI AD. Ada
4 nama yang diajukan kepada presiden yaitu soeharto, mursyid, basuki rachmad
dan pranoto. Soeharto ditolak karena dianggap terlalu keras kepala. Pranoto
terpilih karena munurut Harold crouch ia diterima oleh angkatan darat dan
kelompok yang melakukan kudeta. Pranoto memiliki kaitan khusus dengan presiden
soekarno. Sebagai perwira senior yang merupakan mantan panglima devisi
diponegoro ia diharapkan dapat mengendalikan anggota devisi yang terlibat dalam
gerakan ini.
Dalam surat kepada Dewi Soekarno 3
oktober 1965 terdapat alasan presiden memilih pranoto. Anggota MBAD Pranoto
agak lemah, tetapi ia satu-satunya orang yang dapat bergaul dengan golongan
kiri dan kanan.
Tanggal 14 oktober 1965 soeharto
diangkat sebagai kasad. Tanggal 16 February 1966 atas perintah dari kasad
mayjen soeharto, pranoto ditangkap dengan tuduhan terlibat G30S. konon kabarnya
dulu pranoto membeberkan kasus korupsi pada divisi diponegoro sehingga soeharto
kemudian “disekolahkan” ke bandung.
SOEBANDRIO BUKAN DURNO (1914-2004)
Tanggal 3 juli 2004 malam,
soebandrio meninggal. Soebandrio adalah ujung tombak politik luar negeri ketika
Indonesia menerjang badai. Setelah sukses menyelenggarakan konferensi
asia-afrika di bandung pada tahun 1955, soekarno bergerak lebih jauh. Indonesia
berjuang mendapatkan kembali irian barat yang baru terwujud tahun 1963.
Terdapat berbagai alasan timbulnya kofrontasi dengan Malaysia. Namun hal itu
pula yang memicu Indonesia keluar dari PBB dan mencoba membentuk organisasi
dunia tandingan.
Tahun 1965
sebagai watersed
Peristiwa G30S dapat dianggap
sebagai watersed atau pembatasan antara dua zaman dan dua razim. Politik luar
negeri yang progresif revolusioner itu berubah jadi politik bebas aktif. Yang
lebih condong ke blok barat. Kekuasaan pun secara berangsur-angsur beralih ke
tangan soharto.
Ia mengaitkan keterlibatan soeharto
ini melalui dua kategori (bekas) anak buahnya di kodam dipenonegoro. Pertama,
letkol untung dan latief yang akan menghadapkan dewan jendral kepada presiden
soekarno. Kedua, yoga sugomo dan ali murtopo, yang dulunya merjasa untuk
menjadikan soeharto sebagai panglima kodam dipenegoro. Yoga sugomo ditarik oleh
soeharto ke Jakarta untuk menjadi kepala intel konstrad pada bulan January 1965
ketika sedang bertugas sebagai atase militer di Yugoslavia.
Mengenai tanggal 11 maret 1966
subandrio juga mengungkapkan keganjilan tingkah soeharto yang tidak hadir dalam
rapat cabinet hari itu dengan alasan sakit.Padahal sore harinya ia memimpin
rapat di markas konstrad. Soebandrio menyimpulkan rangkaian peristiwa dari 1
oktober 1965 sampai 11 maret 1966 sebagai kudeta merangkak yang dilakukan
melalui 4 tahap. Tahap pertama, menyingkirkan sainganya di angkatan darat darat
seperti yani dll. Tahap kedua, membubarkan PKI yang merupaka rival terberat
tentara sampai saat itu. Tahap ketiga, melemahkan kekuatan pendukung bung karno
dengan menangkap 15 menteri yang surkarois, termasuk subandrio. Tahap keampat,
mengambil alih kekuasaan dari presiden sukarno.
Dalam pembelaan subandrio,
subandrio disebutkan pernah berjasa mengurus pampasan perang dari jepang
sebanyak 420 juta dollar AS. Juga ia berperan dalam penetapan peraturan tentang
dwikenegaraan RI-RRC. Namun semuanya itu tidak dipertimbangkan oleh majelis
hakim. Sesuai dengan target persidangan pada hari minggu, tanggal 23 oktober
1966 subandrio diputuskan dijatuhi hukuman mati. Hukuman itu diperingan dan 16
agustus 1995 ia dibebaskan.
LATIEF
VERSUS SOEHARTO
Menurut latief dalam serangan umum
1 maret 1949, pasukan yang terdiri dari tentara dan pemuda gerilyawan menderita
kerugian berat. Ketika mengudurkan diri ke pangkalan mereka di kuncen,
Yogyakarta, latief hanya berhasil mengumpulkan tag lebih dari 10 oang sisa anak
buahnya. Dalam pembelaannya latief juga mengungkapkan tentang pertemuanya
dengan soeharto di RSPAD gatot subroto tanggal 30 September 1965 untuk
menjenguk tommy soeharto yang ketumpahan sup panas.
Pada intinya latief hendak mengatakan bahwa soeharto terlibat
G30S. apa yang dikemukakanya itu hanya melengkapi salah satu dari paling
sedikit lima versi tentang dalang G30S dan peristiwa pembantaian yang terjadi
sesudah itu. 1)PKI 2) klik angakatan barat 3)soekarno 4)soeharto 5) unsur asing
(CIA,dinas rasia inggris).
KETIKA
REZIM POLITIK BERGANTI RIWATAT OMAR DANI.
Peristiwa oktobrt 1965 memberi
kesempatan bagi AD untuk tampil ke depan dengan tanpa saingan. Bila menjelang
tahun 1965 dikenal ada tiga pilar politik utama di Indonesia: soekarno, PKI dan
tentara, maka sesudah itu yang tinggal hanya tentara (yang dipimpin oleh
jendral soeharto)
Seperti yang dikemukakan oleh
Stanley mengenai gerwai, maka pers AD yang pertama mengungkapkan “kebiadaban
aktivis PKI dan gerwani yang di luar peri kemanusiaan. Rezim itu sangat getol membuat
diorama pada berbagai monumen sejarah di tanah air yang pada umumnya
menggambarkan kepahlawanan tentara dengan melecehkan berbagai kelompok
masyarakat lainya.
Pada awal masa orde baru strategi
pengendalian sejarah mencakup dua hal: pertama, mereduksi peran soekarno dan
kedua, membesar-besarkan peran soeharto. Tindakan yang membesarkan peran
soeharto dilakukan melakukan buku sejarah dan media lainnya seperti film. Salah
satu contoh adalah serangan umum 1 maret 1919 yang debesar-besarkan bahkan
dibuatkan monumen untuk mengenang peristiwa itu.
Selepas era orde baru banyak
disoroti ABRI secara keseluruhan yang melakukan dwifungsi. Namun jaranag
perhatian ditujujan kepada hubungan antara angkatan. Semasa rezim orde baru,
hubungan antara presiden soeharto dengan AURI sebagai sebuah lembaga tampaknya
tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani terlibat G30S karena berpihak dan
melindungi presiden soekarno masih bersifat kontroversional. Dibawah
kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana
kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya
ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa,oeharto dengan AURI
sebagai sebuah lembaga tampaknya tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani
terlibat G30S karena berpihak dan melindungi presiden soekarno masih bersifat
kontroversional. Dibawah kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI
tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana
kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya
ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa,oeharto dengan AURI
sebagai sebuah lembaga tampaknya tidak baik. sementara tuduhan bahwa omar dani
terlibat G30S karena berpihak dan melindungi presiden soekarno masih bersifat
kontroversional. Dibawah kepemimpinan soerjadi soerjadarma selama 16 tahun AURI
tidak berpolitik.
Omar dani adalah pelaksana
kebijakan rezim politik di masa presiden soekarno. Omar dani dan kariernya
ibarat pesawat jet yang sedang melayang tinggi di angakasa, tiba-tiba menulik
turun dan diparkir di dalam hangar serta tidak pernah terbang lagi.
AIDIT
DALAM BINGKAI NAWAKSARA
Pernyataan seberapa besar atau
seberapa kecilo peran Aidit dalam gerkaran 30 September mengimpikasikan bahwa
ia terlibat dalam maneuver pilitik tinggi tahun 1965. Versi-versi dalang
peristiwa tersebut selama ini bersifat tunggal. Dalang peristiwa itu lebih dari
satu sehingga analisis bung karno sebagaimana disampaikan dalam pidato
nawaksara tahun 1957 dianggap lebih tepat. Menurut sukarno, peristiwa itu
merupakan peremuan tiga sebab. 1) keblingernya pimpinan PKI, 2)subversi nekolim
dan 3) adanya oknum-oknum yang tidak benar. Rumusan “oknum yang tidak benar”
itu konon penghalusan dari “jendral yang tidak benar”. Proses penulisan pidato
nawaksara itu sendiri perlu diteliti karena soekarno meminta memasukan beberapa
tokoh.
“keblingernya” biro khusus PKI
disebabkan situasi yang sangat meruncing saat itu. Menjelang peristiwa itu
kekuasaan terpusat pada tiga yakni soekarno, PKI dan AD. AD menguasai senjata
sedangkan PKI mendominasi dukungan masa. Kondisi perekonomian yang terpuruk,
suasana politik yang kian memanas kerena konflik tanah dan kebudayaan,
konfrontasi dengan Malaysia dan agatasi terhadap pihak asing (AS dan Inggris).
Konsep culik sudah dipraktekan
sejak desember 1945 ketika terjadi penculikan dan pembunuhan menteri Negara,
Otto Iskandar di Nata. Bahkan hakikatnya soekarno dan hatta pernah diculik oleh
pemuda sehari sebelum proklamasi. Tahun 1980 soeharto berpidato bahwa ia tidak
segan memerintahkan culik seorang anggota MPRS bila merekan mencoba menguabah
UUD 1945.
TIGA
JENDRAL PANGLIMA SUPERSEMAR
Tanggal 11 maret 1966 tiga jendral
(basoeki rachmat, jusuf dan amir machmud) setelah menemui soeharto di rumahnya
berangkat ke bogor menemui presiden soekarno. Hasil pertemuan itu membuahkan
surat perintah yan kemudian lebih dikenal sebagai supersemar. Ada beberapa hal
uyang perlu diklarifikasi dari tiga perwira tinggi itu. Jendral jusuf dan
basoeki rachmat jelas dipercayai bung karno menjadi menteri sebelum keluarnya
supersemar. Basoeki rachmat menjadi menteri urusan veteran dan jusuf menteri
perindustrian ringan.
Tanggal 27 September 1965 terjadi
demontrasi yang dilakukan gabungan organisasi wanita termasuk gerwani terhadap
gubernur jawa timur. Pada tanggal 1 oktober 1965 dengan berpakaian preman
basoeki rachmat bergabung ke markas konstrad. Disana mereka mendapat jatah
makanan. Basoeki rachmat baru pulang ke Surabaya tanggal 4 oktober 1965.
Setelah diangkat menjadi staf khusus menpangad soeharto.
DALANG
G30S YANG TERSISA
1.
PKI
PKI
merupakan versi dalang pertama yang muncul langsung setelah diumumkan gerakan
30 September 1965. Partai komunis terbesar di uni soviet dan tiongkok yang
mengkallaim memiliki 4 juta anggota itu rontok dalam waktu satu-dua hari.
Tanggal 12 maret 1966 partai tersebut dibubarkan. Ribuan orang dicuriagai
anggota PKI atau ormas-ormasnya ditahan tanpa proses pengadilan.
2.
AD
Pelaku
gerakan 30 September adalah perwira tinggi angakatan darat ditambah satu-dua
orang dari angkatan lain. Mereka bersekongkol dengan segelintir anggota biro
khusus PKI untuk menculik beberapa perwira tinggi yang ditengarai anggota dewan
jendral yang akan melakukan kudeta 5 oktober 1965.
3.
Presiden
Soekarno
Untuk
meraih kekuasaan dari presiden soekarno, legitimasi dan karismnya harus
dolenyapkan. Oleh sebab itu, diciptakan kondisi yang mengiring bung karno
terseret dalam gerakan 30 september. Soekarno tidak mengutuk PKI dan kerena itu
diartikan mendukung pelaku kudeta.
4.
Jendral
Soeharto
Dia
adalag figure yang palif diuntungkan dalam gerakan 30 september. Para seniornya
telah meninggal dalam marah berdarah itu. Setelah MPRS yang diketuai nasution
berjasa menjungkirbalikan kursi kepresidenan soekarno, soeharto membalas jasa
tersebut dengan air tuba. Nasution dilengserkan dari jabatan ketua MPRS pada
1972. Soeharto merupakan pembangun sekaligus perusak terhebat di Indonesia. 30
tahun dia membangun infrakstruktur fisik yang terhitung jumlahnya. Namun, bukan
main pula besarnya kerusakan yang ditinggalkanya.
5.
Amerika
serikat
Berdasarkan
arsip departemen luar negeri AS yang telah bisa diakses, keterlibatan Negara
adidaya ini dalam menghancurkan komunisnya di Indonesia memamang terbukti.
Diantara beberapa dalang gerakan 30 september yang melahirkan tragedy nasional
1965, semuannya telah rontok kecuali AS.
v KELEBIHAN BUKU
Pada buku yang berjudul 1965 (orang-orang di
balik tragedy) ada
beberapa kelebihan, dalam buku ini penulis memberikan data yang dilengkapi
fakta yang mendukung. Dalam buku ini
pembaca dapat mengetahui fakta tentang kejadian pada tahun 1965 yang pembaca
belum kwtahui sebelumnya
v KEKURANGAN BUKU
Dalam buku yang berjudul 1965 (orang-orang di balik tragedy) dalam
penggunaan bahasa yang kaku dan sedikit sulit dipahami oleh semua kalangan.
Dalam buku ini banyak istilah yang susah untuk dimengerti.


No comments:
Post a Comment