Menikmati
bangunan candi besejarah tidak perlu harus berpanas ria dibawah terik matahari
yang menyegat. Baik Istana Ratu Boko,
Prambanan, Candi Plaosan dan
kebanyakan candi lain Petualang harus ekstra berjemur di siang panas, dan waktu
yang paling pas adalah sore hari ketika matahari mulai meredup. Namun, berdeda
dengan salah satu komplek candi ini, yaitu candi Sambisari. Petualang bisa
menikmati keindahan dan kemegahan candi yang indah tanpa harus berpeluh
keringat. Taman yang indah nampaknya jadi pilihan yang cocok untuk duduk dan
berseda gurau bersama kawan-kawan. Patualang bisa menikmati Candi Sambisari
dari ketinggian sehingga akan nampak seluruh komplek candi.
Candi Sambisari menyediakan taman yang
luas dan tempat duduk untuk memandang dari kejauhan peninggalan sejarah yang
dibuat sekitar abad ke- 9 Masehi. Secara adminstratif, candi Sambisari terletak
di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman
Jogjakarta. Nama Sambisari sendiri disematkan pada komplek candi tersebut
karena berada di Desa Sambisari. Secara astronomis, Candi Sambirsari terletak
di 7° 45’48.13” LS dan 110° 26’46.43” BT. Candi Sambisari ditemukan pada tahun
1966 oleh seorang petani yang sedang mencangkul sawah, dan menemukan bongkahan
batu yang mempunyai ukiran. Setelah dilakukan penelitian oleh Dinas Purbalaka,
ternyata batu tersebut adalah secuil batu kecil dari komplek candi yang sangat
besar seperti yang terlihat saat ini.
Candi Sambisari sendiri berada dibawah
tanah sekitar 6.5 meter, yang ketika pertama kali ditemukan terpendam oleh
material vulkanik Gunung Merapi yang ada berada di sebelah utara candi berjarak
sekitar 40 kilometer. Maka jangan heran ketika Petualang mengunjungi candi
Sambisari letaknya dibawah permukaan tanah. Ekskavasi candi Sambisari pertama
dilakukan pada tahun 1966 oleh Kantor cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala
Nasional di Prambanan. Pada tahun 1975 hingga 1977 sudah mulai nampak satu
bagunan candi induk dan tiga buah candi perwara (pengawal). Ketika ditemukan
candi-candi tersebut sudah dalam keadaan runtuh kecuali pada bagian kaki candi.
Sebagian pagar dan tubuh candi masih utuh dan bagus. Pada tahun 1986
pemugaran secara keselurhan candi sudah usai, namun belum dilakukan penataan
taman dan lain sebagainya.
Dilihat dari bentuknya, candi Sambisari
merupakan candi Hindu yang dibangun oleh kerajaan jawa kuno Wangsa Sanjaya.
Candi Sambisari sendiri terdiri dari 1 (satu) candi utama dan 3 (tiga) candi
perwara yang berada persis di depannya. Candi Induk menghadap ke arah barat,
mempunyai bentuk bujur sangkar berukuran 13.65 meter x 13.65 meter
berketinggian 7.5 meter. Yang menarik di candi induk adalah adanya
batu-batu pipih seperti umpak yang berada selasarnya. Batu-batu tersebut
mempunyai tonjolan berbentuk bulan dan persegi. Pada sisi luar candi utama
Sambisari terdapat relung-relung yang di tempati oleh beberapa arca, seperti
Durga disebelah utara, arca ganesa di sisi timur dan arca Agyasta di sisi
sebelah selatan. Yang delematis adalah arca Mahakala dan Nandiswara yang berada
di pintu masuk Candi Sambisari hilang dicuri pada tahun 1971.
Disisi
depan candi Utama Sambisari terdapat 3 (tiga) buah candi perwara (candi
pengawal atau penjaga). Candi perwara disebelah utara dan selatan berukuran
4,8m x 4,8m, sementara Candi Perwara di sisi tengah berukuran 4,9m x4,8m.
Komplek candi Sambisari ini sangat besar walau tidak sebesar candi Plaosan yang
berukuran 460 meter dan 290 meter, candi Sambisari dikelilingi pagar yang
berbentuk mirip persegi berukuran 50 meter dan 48 meter. Selain menemukan
komplek candi yang sangat mengah, para peneliti juga menemukan sebuah prasasti
yang terbuat dari emas yang berukuran 1 x 2 cm. Selain itu juga ditemukan arca
perunggu berukuran 29cm dan 12cm, cawan dari perunggu dan beberapa gerabah
kuno.
Untuk mencapai Komplek candi Sambisari
sangat mudah. Letaknya hampir berdekatan dengan Candi Sari Kalasan dan candi
Prambanan. Petualang hanya tinggal melangkah ke arah barat menuju kota Jogja
melewati Kalasan, sekitar 6km atau sekitar 6 menit silakan berbelok ke arah
kanan (Balai Diklat Keuangan Jogja). Sekitar 7 menit perjalanan ke arah utara
akan didapati candi Sambisari di sebelah kiri jalan. Walaupun bukan merupakan
obyek andalan utama di Jogjakarta, namun candi Sambisari juga bisa jadi
alternatif berpetualang yang menyenangkan bersama kawan.
Untuk tiket masuk ke area komplek candi
Sambisari cukup terjangkau, hanya membayar sebesar Rp. 3.000,-. per orang belum
termasuk biaya parkir. Kendaraan bisa parkir di depan loket karcis atau masuk
ke dalam bersebelahan dengan museum mini candi Sambisari. Museum ini
menceritakan bagaimana proses dan alur ekskavasi, dimulai dari penemuan,
pemugaran hingga jadi seperti saat ini yang terlihat. Juga ada peta sederhana
tentang situs-situs candi yang menyebar di seluruh Jogja, baik yang kecil atau
besar.
Sumber: https://coretanpetualang.wordpress.com/petualangan-candi/jelajah-candi/candi-sambisari-ratusan-tahun-berselimut-vulkanik-merapi/
Sumber: https://coretanpetualang.wordpress.com/petualangan-candi/jelajah-candi/candi-sambisari-ratusan-tahun-berselimut-vulkanik-merapi/



.jpg)
No comments:
Post a Comment