About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Monday, 21 December 2015

Membangun Kesadaran Sejarah (subagyo)

IDENTITAS BUKU
Penulis : Drs. Subagyo, M.Pd
Judul    : Membangun Kesadaran Sejarah
Kota    : Semarang
Penerbit : Widya Karya Semarang
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman: ii-v dan 300+cover

SUBSTANSI BUKU
BAB I             : PENGERTIAN SEJARAH
A.    Hakikat Sejarah
Sejarah adalah ilmu tentang manusia yang mengkaji manusia dalam lingkup ruang dan waktu. Sejarah merupakan dialog antara peristiwa masa lampau dan perkembangan kemasa depan dan sejarah juga merupakan cerita tentang perkembangan kesadaran manusia, baik dalam aspek individual maupun kolektif.
B.     Konsep Sejarah Dewasa ini
Konsep sejarah dewasa ini menekankan pada hubungan dan kesatuan yang positif antara sejarah suatu Negara dan sejarah dunia.
1. Pengertian Sejarah
Sejarah adalah cabang ilmu yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi dimasa lampau.



2.  Konsep dan Unsur-unsur Sejarah
 Di dalam kajian sejarah ada tiga konsep yang utama yaitu perubahan, waktu dan konsep kontinuitas dan diskontinuitas. Di dalam sejarah jugaada tiga unsur penting, yakni: manusia, ruang dan waktu.
3. Karakteristik Sejarah
Karakteristik atau ciri sejarah sebagai ilmu adalah bersifat empiris memiliki objek, teori, generalisasi dan metode.
C.    Masalah Kebenaran dalam Sejarah
Kebenaran sejarah akan selalu bersyarat dan terbuka bagi usaha –usaha perbaikan (penulisan kembali), demikian juga dengan “kebenaran-kebenaran” di dalam semua disiplin ilmu pengetahuan lainnya.

  BAB II : KEGUNAAN  SEJARAH
A.    Guna Sejarah
Sejarah berguna untuk membantu menjadi obat pencegah bagi pemikiran-pemikiran masa sekarang yang berorientasi sempit.
B.     Sifat Sejarah
Semua cerita sejarah mempunyai unsure subjektifitas. Apakah itu tertulis ataupun lisan, setiap bagian cerita sejarah adalah pandangan perseorangan tentang suatu bagian dari kenyataan masa lampau, suatu gambaran yang khusus, suatu gambaran dari seseorang.
C.    Proses Sejarah
Sebelum masa lalu dapat ditetapkan dengan kepastian oleh sejarawan, maka harus melalui delapan tahapan yang terpisah yang pada masing-masing tahapan itu, beberapa dari catatan itu telah lenyap; dan tidak ada jaminan bahwa apa yang masih tinggal adalah yang paling penting, yang paling besar, yang paling bernilai, yang paling mewakili  yang lainnya, atau bagian yang paling tahan lama.
D.    Sejarah dan Perumusan Suatu Kebijakan Umum
Kita dapat meunjukan dengan mudah bahwa pembicaraan tentang “guna dari sejarah” bukanlah suatu pembicaraan yang kosong. Kadang-kadang sejarah telah digunakan oleh pejabat-pejabat tinggi pemerintahan untuk menjadi petunjuk dan pertimbangan pertimbangan dalam menentukan suatu kebijakan umum.

BAB III : SUMBER SEJARAH
A.    Pengetahuan sumber
Sumber sejarah menurut bentuk dan dan sifatnya dapat dibagi menjadi tiga yaitu lisan, tulisan dan visual.
1.      Sumber Lisan
Dalam penulisan  sejarah metode ilmiah, sumber lisan masih tetap dipakai sebagai bahan-bahan pelengkap, bahan-bahan dari mana ditarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah berlalu.
2.      Sumber Tulisan
Bahan-bahan tertulis dari masa lalu ada yang sengaja dimaksudkan untuk bahan-bahan sejarah dan ada pula yang tidak. Sengaja untuk bahan-bahan sejarah itu adalah buku-buku sejarah, annal, kronik, catatan peristiwa buku –buku harian, notulen, resolusi, daftar kepegawaian dan lain-lain.
3.      Sumber Visual
Termasuk golongan ini ialah semua sumber masa lalu yang berbentuk dan berupa barang-barang
B.     Pencarian Informasi (Penelusuran Sumber) Perpustakaan
    Anda akan belajar bagaimana menggunakan sumber informasi perpustakaan.  Bagian ini bertujuan untuk membantu anda mendapatkan semacam panduan agar anda dapat bertindak sebagai seorang pemula yang berpendidikan. Tiga hal pokok yang harus mulai anda ketahui, yaitu:
1.      Bagaimana Perpustakaan Perguruan Tinggi anda diatur, dan bagaimana buku-bukunya digolong-golongkan    
2.      Bagaimana mulai melakukan pencarian informasi yang anda perlukan.
3.      Kepada siapa anda bisa meminta pertolongan jika anda menemui jalan buntu.



C.    Pengaturan Perpustakaan
    Anda harus menemukan system klasifikasi apa yang digunakan perpustakaan di tempat anda dan berusaha untuk memahami bagian-bagian pokok system itu. Dua system klasifikasi yang terpenting adalah system decimal dan system perpustakaan kongres
1.      Bagian Referensi
Buku petunjuk, buku index dan bibliografi biasanya ditemukan dalam ruangan referensi di dalam perpustakaan. Diperlukan beratus-ratus halaman hanya lebih lengkap. Dengan munculnya penggunaan jasa index dan data yang sudah menggunakan computer.
2.      Human dan Humanities Index
Buku-buku index dan referensi selalu mempunyai kata pengantar yang menerangkan cara penggunaannya. System ini patut dikuasai, sebab buku-buku index ini adalah sumber yang tak ternilai harganya untuk mencari topic-topik yang tak terhitung jumlahnya.

 BAB IV : AZAS-AZAS METODE SEJARAH
Azas-azas metode sejarah merupakan serangkaian langkah yang harus ditempuh agar memperoleh derajat keilmuan sebagaimana berlaku pada ilmu lain.
A.    Metode Sejarah
        Proses untuk mengkaji dan menguji kebenaran rekaman dan peninggalan masa lampau dan menganalisa secara kritis  disebut metode sejarah. Istilah metode dalam sejarah tidak hanya mengenai pelajaran analisis kritis saja, melainkan juga meliputi usaha sintesa dari data sehingga menjadi penyajian dan kisah sejarah yang dapat dipercaya. Cara kerja sejarawan bertumpu pada empat kegiatan pokok, yaitu: heuristic, kritik, interpretasi dan penyajian.
B.     Heuristic ( mencari sumber-sumber)
        Jejak-jejak dari sejarah sebagai peristiwa merupakan sumber-sumber bagi sejarah sebagai kisah dan disebut heuristic dari kata Yunani Heuriskein yakni menemukan.

C.    Kritik atau Analisis (Menilai Sumber)
        Kritik terhadap sumber dibagi menjadi dua yaitu kritik ekstern dan kritik intern. Kritik ekstern bertugas menjawab pertanyaan “apakah sumber itu memang sumber yang kita kehendaki, apakah asli atau turunan, apakah utuh atau telah diubah-ubah. Kritik intern mulai bekerja setelah kritik ekstern selesai menentukan bahwa dokumen yang dihadapi memang dokumen yang kita cari. Kritik intern harus membuktikan bahwa kesaksian yang diberikan oleh sesuatu sumber itu memang dapat dipercaya.
D.    Interpretasi atau Sintesis (Menafsirkan Keterangan Sumber-sumber) 
        Proses menafsirkan fakta-fakta sejarah serta proses penyusunannya menjadi suatu kisah sejarah yang integral menyangkut proses seleksi sejarah. Sudah barang tentu tidak semua  fakta dapat dimasukkan. Kita harus memilih yang relevan. Pemilihan itu tergantung kepada anggapan-anggapan peneliti. Hal ini ada hubungannya dengan subjektifitas sejarah.  
E.     Historiografi (Penulisan Sejarah)
Dengan ini kita telah sampai pada klimaks penelitian yang dilakukan dan sampai kepada bagian terakhir dari metode penelitian sejarah. Hasil penafsiran atas fakta-fakta sejarah itu kita tuliskan menjadi suatu kisah yang selaras dengan menggunakan bahasa baik dan benar.
F.     Penyelidikan Subjek
Seorang sejarawan berusaha mencari suatu subjek yang menarik minatnya. Subjek itu perlu diselidiki. Menyelidiki subjek sejarah memerlukan empat pertanyaan,yaitu: “Di mana ? ; Siapa ?; Bilamana ?; dan Apa ?”
G.    Membatasi dan Memperluas Ruang Lingkup
Ruang lingkup merupakan sasaran subjek yang akan dijadikan pusat perhatian  penyelidikan sejarawan. Suatu subjek dapat dibatasi ruang lingkupnya, jika bahan-bahannya terlalu banyak dapat dikurangi agar dipergunakan secara pantas dan layak.




BAB V : HUBUNGAN SEJARAH DENGAN ILMU-ILMU LAIN
A.    Geografi
Kajian geografi dapat menjadi latar bagi sejarah dalam memahami kehidupan manusia dimasa lampau. Relasi manusia dengan alam sekitar sesuai zamannya memberikan kekuatan bagi generasi berikutnya untuk berusaha memanfaatkan alam secara baik.
B.     Ekonomi
Belajar dari aktivitas ekonomi yang berlaku pada masa tertentu secara kolektif memberikan sumbangan berharga untuk mengetahui tingkat perekonomian yang berlaku pada masanya dan mengambil hikmah dari setiap perubahan yang terjadi.
C.    Sosiologi     
Dari kajian sosiologi, sejarah memperoleh latar gambar kehidupan masyarakat dalam kelompoknya. Kemungkinan yang pernah terjadi atas interaksi-interaksi yang pernah berlaku. Sudah barang tentu harus dipahami bahwa perkembangan masyarakat telah berproses dari yang sederhana menuju yang kompleksitas.
D.    Antropologi
Para sarjana di Inggris dan negeri-negeri commenwealth berpendapat bahwa antropologi dan cabang-cabangnya memiliki kaitan yang banyak dengan sejarah.
E.     Psikologi social
Dalam gejala gerakan social, pendekatan social sangatlah relevan karena pada hakikatnya gejala itu adalah manifestasi konkret dari kelakuan kolektif rakyat. Konsep-konsep psikologi social dapat mempertajam analisis sehingga dapat menghasilkan michrohistory sampai pada tingkat kelakuan individual dan kolektif dalam komunitas kecil.
F.     Ilmu Politik
Sejarah identik dengan politik, sejauh keduanya menunjukan proses yang mencakup keterlibatan para actor dalam interaksinya serta peranannya dalam usaha memperoleh “apa, kapan, dan bagaimana”
G.    Kegunaan Sejarah untuk Ilmu-ilmu Sosial
-          Sebagai kritik terhadap generalisasi ilmu-ilmu social
-          Permasalahan sejarah dapat menjadi permasalahan ilmu social
-          Pendekatan sejarah yang bersifat diakronis menambah dimensi baru pada ilmu-ilmu social yang kronis.

 BAB VI : ILMU-ILMU BANTU SEJARAH
A.    Ilmu Purbakala (Archaelogi)
Ilmu purbakala bertugas dalam lapangan warisan visual, maka ia merupakan ilmu bantu dalam sumber sejarah yang bersifat visual.
B.     Ilmu Piagam (Diplomatik)
Ilmu piagam memungkinkan kita untuk membaca, mengartikan, dan menguji kesejatian piagam masa lalu guna digunakan bagi bahan sejarah. Terutama ia membantu sejarah Negara dan sejarah hukum.
C.    Filologi
Pendapat-pendapat filologi tentang isi naskah warisan masa lalu merupakan bahan-bahan sejarah  berharga, diatas nama sejarawan menyusun ceritanya tentang masa lalu tersebut.
D.    Ilmu Tulisan Kuno (Paleografi)
Paleografi ialah ilmu yang memungkinkan kita membaca tulisan kuno dengan betul. Tulisan berfungsi untuk mengatasi ruang dan waktu. Hitungan waktu sangat penting bagi sejarah.
E.     Ilmu Hitungan Waktu (Chronologie)
Ilmu hitungan waktu mempunyai tujuan mendapatkan bahan-bahan tentang waktu kejadian sejarah.
F.     Ilmu Mata Uang (Numesmatik)
Mata uang biasanya memuat tanggal dengan seksama. Apabila terdapat mata uang diantara benda-benda purbakala, tanggal mata uang memberikan pula tanggal dari a
G.    Ilmu Keturunan (Geneologie)
Pengetahuan tentang hubungan family dari raja-raja atau tokoh-tokoh sejarah dapat memberikan arti peristiwa penting masa lalu yang digerakkan oleh hubungan keturunan.


H.    Silsilah atau Kwartierstaat
Silsilah memberikan kita ikhtisar nenek moyang dari seseorang. Keturunan memainkan peranan penting dalam kehidupan social.
I.       Kombinasi Randji dan Silsilah
Kombinasi randji dan silsilah memperlihatkan pertalian darah antara seseorang dengan angkatan-angkatan sebelum dan sesudahnya. Demikian juga dengan ilmu keturunan yang memberikan bahan-bahan tentang tokoh sejarah. Dengan mengetahui hubungan tokoh sejarah dari suatu peristiwa dengan tokoh peristiwa lain.
J.      Ilmu Materai dan Lambang
Pengetahuan tentang ini memungkinkan seseorang untuk memperbaiki secara kasar, sebuah setelah perbatasan untuk penanggalan sebuah dokumen masa pertengahan, yang dinyatakan tak  bertanggal, tapi dilengkapi dengan materai independen.
K.    Epigrafi
Epigrafi adalah ilmu tentang prasasti yang berguna  untuk mengedit teks dalam prasasti dan mengumpulkan prasasti dalam kumpulan dengan dasar bahasa, Negara atau periode.
L.     Demografi
Letak pentingnya studi ini dalam sejarah adalah bila hendak mengakaji sejarah migrasi penduduk dan perkembangan social masyarakat.
M.   Etnografi
Etnisitas adalah suatu penggolongan dasar dari suatu organisasi social yang keanggotaannya didasarkan pada kesamaan asal, sejarah, budaya agama, atau bahasa.
N.    Ilmu Hukum
Konsepsi tantang hokum dalam kerangka sejarah dan budaya bersifat spesifik.
O.    Geografi
Persentuhan antara geografi dan sejarah melahirkan studi geografi sejarah.  Terminology ini biasa dipakai berkenaan dengan sejarah eksplorasi dan penemuan, pembuktian peta dunia dan perubahan batas-batas politik dan administrasi.


BAB VII : MASALAH KAUSAL dan GERAK SEJARAH
A.    Kausalitas dalam Sejarah
1.      Multikausalitas
Berbicara tentang multikausalitas, sebenarnya relevansinya lebih erat terhadap gejala, situasi, permasalahan terhadap objek manapun yang kompleks.
2.      Kausalitas dan Perubahan Sosial
Gejala sejarah hendaknya melihat hubungan kausalnya dengan gejala sejarah yang lain. Konsep perubahan social dalam sejarah jauh lebih kompleks dari pada historisitas perkembangan masyarakat yang lazimnya menunnjukan variasi yang lebih banyak.
3.      Penafsiran yang Beraneka Ragam
Gottschalk (1975) memberikan penjelasan tentang penafsiran yang beraneka ragam dengan mengibaratkan sejarawan dengan musikus. Komposisi music lebih cermat daripada kata-kata yang dituliskan atau diucapkan.
4.      Masalah Sebab, Motif dan Pengaruh
Sejarawan cenderung berbicara tentang sebab langsung dan sebab tak langsung. Para sejarawan harus berhati-hati terhadap validitas motif. Pengertian pengaruh bersifat abstrak dan kadang menghasilkan kekeliruan atau setidaknya  terdapat ketidak sepakatan diantara sejarawan.
B.     Gerak Sejarah
Masalah pokok gerak sejarah harus dipandang sebagai masalah khusus mengenai manusia. Tujuan gerak sejarah menurut paham indeterminisme  adalah mewujudkan masyarakat tanpa pertentangan kelas.
C.    Manusia dan Sejarah
Manusia dan sejarah adalah dwitunggal, manusia adalah subjek dan objek sejarah. Apabila manusia dipisahkan dari sejarah maka manusia itu bukan manusia lagi, akan tetapi sebagai makhluk biasa, seperti binatang.
1.      Gerak Sejarah Menurut Hukum Fatum
Nasib adalah kekuatan tunggal yang menentukan gerak sejarah, dalam hal ini manusia hanya menjalani saja.

2.      Paham Santo Agustinus
Santo Agustinus menghimpun suatu teori sejarah berdasarkan kehendak tuhan. Gerak sejarah bersumber dan bermuara pada kodrat illahi.
3.      Pendapat Ibnu Khaldun Tentang Sejarah
Gerak sejarah ditentukan oleh tuhan dan sejarah ilmu yang berdasarkan kenyataan.
4.      Gerak Sejarah atas Dasar Paham Masa Renassaince
Gerak sejarah harus dicari dalam diri manusia sendiri dan manusia diharuskan maju.
5.  Gerak Sejarah Menurut Teori Oswald Spengler
Gerak sejarah ditentukan oleh hokum fatum dan gerak sejarah manusia mengalami perjalanan.
6.  Teori Toynbee tentang Sejarah
Kebudayaan adalah wujud dari kehidupan suatu golongan masyarakat yang meliputi kultur dan civilization.
7. Teori Pitirim Sorokin
Gerak kebudayaan berupa perkembangan naik turun, pasang surut, timbul tenggelam.

BAB VIII : OBJEKTIVITAS DAN SUBJEKTIVITAS SEJARAH
A.    Objektivitas Sejarah
Sejarah sebagai ilmu dituntut objektif. Ilmu tanpa objektivitas tidak mempunyai nilai dan akan berhenti sebagai ilmu. Sejarawan berusaha objektif tetapi tetap saja akan timbul subjektivitas.
B.     Masalah Subjektivitas
Dalam karya sejarah subjektivitas zaman disebut Zeitgeist. Subjektivitas cultural maupun subjektivitas waktu paling sulit diatasi. Subjektivitas masa kini. Setiap penulisan sejarah dilakukan oleh sejarawan yang menghayati hidup pada suatu masa tertentu yang bagiatnya senantiasa merupakan masa kini.

  
C.    Subjektivitas dan Objektivitas : Nilai-nilai dalam Pengkajian Sejarah
Penulisan sejarah diresapi oleh sifat yang subjektif oleh nilai-nilai. Penulisan sejarah yang objektif sedapat mungkin diusahakan, tetapi jarang terlaksana. Kenyataan ini mempunyai konsekuensi-konsekuensi penting bagi sifat diskusi-diskusi seputar objektivitas dan subjektivitas dalam penulisan sejarah.
D.    Alasan yang Mendukung Subjektivisme
Alasan-alasan yang mendukung subjektivisme dalam sejarah adalah alasan induksi, relativisme, bahasa, idealistis dan alasan marxis.
E.     Alasanyang Mendukung Objektivisme
Alasan yang maendukung objektivisme dalam sejarah adalah alasan seleksi, antiskeptisisme dan antirelativisme, sebab manusia, propaganda dan alasan analogi.
F.     Jalan Tengah
Dalam  tengah ini terdapat pendapat Walsh dan Danto serta alasan bahasa sehari-hari.

BAB IX: BABAKAN WAKTU SEJARAH
A.       Arti Babakan Waktu
Babakan waktu atau pembagian waktu dalam sejarah adalah waktu sejarah dibagi, dihimpun dan disusun dalam beberapa babak.
B.       Tujuan Babakan Waktu
Tujuan babakan waktu adalah memudahkan pengertian, melakukan penyederhanaan, memenuhi persyaratan sistematika ilmu dan klasifikasi dalam ilmu sejarah.
C.       Criteria Babakan Waktu
Babakan waktu memberi bentuk dan corak cerita sejarah. Dalam babakan waktu itu harus mempunyai criteria atas dasar motif-motif atau pengaruh tertentu.
D.       Babakan Waktu Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia melalui beberapa zaman dibagi atas tiga bagian waktu yaitu zaman pre hestoria, proto historia (mula sejarah) dan yang ketiga adalah historia.
E.       Konsep Waktu dan Ruang dalam Sejarah
Dalam sejarah ada tiga konsep mengenai waktu yaitu : berdasarkan ruang, berdasarkan matematika,dan berdasarkan asosiasi. Disamping ketiga konsep waktu tersebut, masih ada ekspresi waktu yang tidak menentu (indefinity time). Konsep waktu yang tidak menentu itu ternyata  memiliki pertumbuhannya pada siswa.
F.        Mengajarkan Konsep Waktu, Relasi Waktu dan Tempat
Dalam mengajarkan kronologi perlu dikembangkan pengertian secara jelas. Pengertian abad dan generasi perlu diterangkan melalui banyak contoh secara praktis.

BAB X : MAMBANGUN KESADARAN SEJARAH
A.    Kesadaran Sejarah
Kesadaran sejarah ialah cara bagaimana pikiran sejarawan bekerja bilamana menganalisa masa lampau.
B.     Unsur-unsur Kesadaran Sejarah
-          Kepekaan terhadap bagaimana waktu dan tempat lain berbeda dengan waktu dan tempat kita sendiri.
-          Kesadaran akan kesinambungan dasar di dalam kejadian-kejadian sejarah manusia sepanjang masa.
-          Kemampuan untuk mencatat dan menjelaskan perubahan-perubahan yang berarti.
-           Kepekaan terhadap sebab musabab yang beraneka macam.
-          Kesadaran bahwa semua sejarah tertulis adalah suatu rekonstruksi yang tidak sempurna dalam mencerminkan masa lampau.
C.    Tahap-tahap Kesadaran Sejarah
-          Tahap I : Sejarah Sebagai Fakta
-          Tahap II : Sejarah sebagai Rangkain Sebab-Akibat
-          Tahap III : Sejarah sebagai Kompleksitas
-         Tahap IV : Sejarah sebagai Penafsiran



D.    Fungsi Sejarah dan Kesadaran Sejarah dalam Pembangunan Bangsa
1.      Kesadaran Sejarah Bangsa Indonesia
2.      Kesadaran Sejarah Masyarakat Tradisional
3.      Kesadaran Sejarah dan Kebangkitan Nasional
4.      Kesadaran Sejarah dan Identitas Nasional
5.      Kesadaran Sejarah dan Kepribadian Nasional
E.     Fungsi Pengajaran Sejarah dalam Pembangunan Bangsa
Fungsinya adalah untuk :
1.      Solidaritas, Kebanggaan Nasional dan Aspirasi Masa Depan
2.      Kesadaran Sejarah, Sikap Mawas Diri, dan Menarik Pelajaran dari Pengalaman
3.      Diperlukan Kesadaran Sejarah.





















ANALISIS dan PEMBANDING  
              Menurut saya buku ini memiliki materi yang lengkap. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bab yang tercantum di dalamnya. Penyampaian materi dan bahasa yang digunakan oleh penulis terlalu tinggi dan berputar-putar serta tidak dijelaskan secara langsung sehingga sulit dipahami oleh pembaca dikalangan mahasiswa seperti saya. Hal itu dapat dibuktikan pada bab 3 yang membicarakan kegunaan sejarah. Pada sub bab “Guna Sejarah” tidak dijelaskan guna dari sejarah, tetapi  diterangkan pada sub bab lain pada bab ini. Menurut saya ini merupakan salah satu kelemahan dari buku ini yang membuat buku ini sulit dipahami.
              Buku ini jika dibandingkan dengan  buku lain tentu akan sangat menarik, misalnya dengan buku karangan D.R. Kuntowijoyo yang berjudul “Pengantar Ilmu Sejarah”. Buku ini penjelasannya membingungkan dan bahasa yang digunakan dalam penyampain materi juga sulit dipahami. Berbeda dengan buku karangan Kuntowijoyo yang dalam penyampaiannya cukup mudah diterima. Penjelasan dalam buku karangan Kuntowijoyo juga mudah dipahami karena dijelaskan secara langsung dan tidak berputar-putar.

KESIMPULAN
              Dari hasil penilaian saya, buku ini sebenarnya sangat cocok untuk dijadikan sebagai panduan belajar mahasiswa. Selain itu, buku ini juga sangat bagus dibaca oleh masyarakat sebagai bahan umtuk membangun kesadaran sejarah dalam masyarakat. Akan tetapi cara penyampaian materi dan bahasa yang digunakan dalam penyampaian materi masih sulit dipahami. Hal tersebut tentu akan sangat mengurangi minat membaca dan mengurangi nilai positif yang terdapat dalam buku ini. Masalah ini tentunya harus segera diatasi supaya buku ini bisa digunakan oleh para mahasiswa ataupun masyarakat secara luas.
              Langkah yang bisa diambil untuk mengatasi hal itu mungkin dengan memperbaiki bahasa dan cara penyampaian. Bahasa yang digunakan mungkin bisa bahasa sehari-hari tanpa meninggalkah kaidah yang ada. Cara penyampaian mungkin bisa diperjelas dan tidak berputar-putar ataupun terlalu panjang lebar. Hal yang terpemting adalah mudah dipahami oleh pembaca.




No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...