Museum Mahameru berada di Jalan Reksodiputro yang berada di kompleks objek wisata tirtonadi, sehingga cukup mudah dijangkau wisatawan karena cukup dekat dengan Alun-alun Blora.
Meskipun kesan pertama ketika melihat bangunannya, tidak nampak sebagai sebuah museum, ketika masuk akan terkagum-kagum karena begitu banyaknya koleksi benda cagar budaya maupun fosil hasil temuan dari sejumlah lokasi di Blora. Koleksi yang ada di bangunan berlantai dua itu, mencapai ratusan buah.
Di antaranya, fosil kepala kerbau purba yang ditempatkan di depan pintu masuk, kemucuk canda batu, tulang belakang gajah, gigi gajah, arca gansesa, arca unfinish, prasasti kayu, serta koleksi bersejarah lainnya. Museum tersebut juga menyimpan replika wayang krucil yang cukup dikeramatkan, sehingga tidak semua orang bisa melihatnya secara langsung. Pengunjung yang ingin memperdalam pengetahuan tentang arkeologi maupun benda-benda bersejarah lainnya, bisa datang ke museum tersebut. Bahkan, museum yang berkuran tidak terlalu luas tersebut juga memiliki koleksi pecahan keramik yang diperkirakan peninggalan zaman Dinasti Ming, sebagian peninggalan Dinasti Tsung dan Dinasti Tsing.
Berdasarkan informasi dari pengelola museum, peninggalan benda arkeologi di wilayah Blora cukup banyak jenis maupun kuantitasnya yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Blora.
Potensi benda arkeologi di Blora, mencakup masa prasejarah, masa klasik, masa pengaruh Islam, masa kolonial dan pascakemerdekaan. Namun, rendahnya frekuensi penelitian di wilayah ini menyebabkan belum semua potensi dapat dieksploitasi.
Kota Blora memiliki berbagai macam sejarah yang besar dan sering kali ditemui benda benda pra sejarah yang berasal dari zaman purbakala atau pra sejarah.Museum ini memiliki berbagai macam peninggalan yang besar seperti arca arca dari zaman dahulu sampai benda benda pusaka yang juga berasal dari zaman pra sejarah dan banyak orang yang mengunjungi museum ini sebagai tempat untuk mencari referensi belajar.
Museum Mahameru memiliki 2 lantai yakni lantai atas yang berisikan aneka jenis fosil, dan sisa-sisa kehidupan biota purba sedangkan di lantau bawah berisikan koleksi lukisan-lukisan, gerabah-gerabah kuno, hasil seni kuno, dan beberapa koleksi zaman kolonial belanda, beserta foto-foto zaman kolonial Belanda pada masa itu.Temuan temuan itu ditemukan dan ditatangkan oleh penambang pasir masayarak Blora sendiri dan adapula beberapa orang yang menyumbangkan benda bersejarah kepada pihak museum sendiri.
Blora sendiri merupakan pusat dari kebudayaan karena banyak sekali arca arca yang ditemukan di wilayah itu,pernah sekali ditemukan sebuah kerangka dari Gajah Purba atau Mamoth yang msaih utuh kemudian dikirim ke Museum Nasional Bandung yang dijadikan Aset Nasional.Sebagian besar fosil fosil hewan yang ada di museum tersebut ditemukan oleh penambang pasir di pinggir atau tepi sungai,karena banyak hewan yang encari makan dan minum di tepi tepi sungai.Sama seperti fosil,keramik dan perhiasan yang ada disitu pun juga ditemukan di aliran sungai,diduga karena dulu terjadi bencana besar dan menghanyutkan benda benda seperti keramik,perhiasan dan lainnya sampai ke sungai sungai yang ada di Blora.
Di lantai bawah terdapat beberapa lukisan lukisan yang menggambarkan zaman kolonial Belanda,dan disit juga terdapat kantor untuk membuat dan menerbitkan kabar kabar terbaru dari Museum Mahameru sendiri.
Seharusnya warga Kota Blora merasa bangga karena memiliki Museum Mahameru yang besar dan kaya sekali akan pengetahuan ini,dan memilii nilai filosofis yang sangat tinggi,maka dari itu jika anda belum pernah mengujungi Museum ini silahkan anda kunjungi museum ini.
Sekian ulasan yang dapat saya sampaikan,Terima Kasih sudah membaca ulasan saya kali ini,semoga bermanfaat dan jangan lupaka sejarah karena sejarah merupakan titik tolakan kita untuk meraih masa depan yang gemilang.
Sumber: http://www.promojateng-pemprovjateng.com/detail.php?id=2623 dan http://pecelewongblora.blogspot.com/2014/01/museum-mahameru-blora.html

No comments:
Post a Comment