About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Saturday, 2 May 2015

Gerakan Petani Dalam Konteks masyarakat Sipil Indonesia (Studi Kasus Organisasi Petani Serikat Tani Merdeka(SeTAM))

Identitas Mahasiswa
Nama
: DITA DESIANA SAPUTRI
NIM
: 3101412060
Program Studi
: Pendidikan Sejarah
Rombel
: 5B

A.      Identitas Buku.

Judul Buku                   :Gerakan Petani Dalam Konteks masyarakat Sipil Indonesia (Studi Kasus Organisasi Petani Serikat Tani Merdeka(SeTAM))
Nama Penulis             : Desi Rahmawati
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Tahun Terbit                : 2002
Tebal Buku                  : 30 Halaman

B.       Sinopsis Buku.
Berkaitan dengan tema yang ditulis oleh Desi yaitu mengenai tentang Gerakan rakyat dalam sebuah bentuk gerakan petani bukan merupakan sebuah fenomena yang baru melainkan sering terjadi di Indonesia diberbagai daerah,gerakan petani ini mulai muncul di Indonesia sejak masa kolonial,gerakan petani pada saat itu bersifat Parsial. Parsial ini berarti gerakan yang mengedepankan gagasan – gagasan Mesianistik,berbeda dengan gerakan petani yang diselancarkan pada masa orde baru gerakan petani sudah digandrungi oleh beberapa organisasi masa salah satunya partai politik.
Dalam buku ini akan membahas tentang gerakan petani kontemporer sebagai suatu tanggapan terhadap kebijakan kebijakan negara dan pola polanya yang berkaitan dengan penguatan masyrakat sipil di Indonesia, selain itu juga akan membahas tentang dinamika gerakan petani pada masa kontamporer Indonesia.Pada masa itu gerakan petani Indonesia sudah digawangi oleh beberapa ormas dan partai politik,Serikat tani Merdeka atau juga disingkat SeTam adalah salah satu ormas yang muncul saat pemerintahan Soeharto berdiri.
Berkaitan dengan gerakan petani di Indonesia hingga saat ini terdapat beberapa fase fase dimana adanya perubahan pada pola gerakan petani. Fase yang pertama disebut dengan gerakan petani tradisional. Gerakan ini muncul pada masa kolonial Belanda,gerakan ini muncul akibat terjadi perbedaan status sosial yang mencolok antara raja dan keluarganya dengan masyarakat,disisi lain kekeuasaan ekonomi dan politik dipegang oleh penguasa kolonial seperti sistem leverensi dan kontingensi,sistem tanam paksa yang menempatkan masyarakat petani pada lapisan terbawah yang tidak memiliki hak untuk memperbaiki nasinbnya. Hal itu yang memicu gerakan petani sebagaiaksi protes sosial terhadap segala ketimpangan dan konflik kepentingan. Gerakan petani tradisional diperkuat dengan ide ide tradisional tanpa mempertimbangnkan rasionalitas melainkan dengan keyakinan – keyakinan pada mitos yang masih mewarnai kehidupan masyarakat pada saat itu.
Contohnya adalah pemberontakan petani Banten yang terjadi pada tahun1888, telah membuktikan bahwa latar belakang sosial ekonomi dan agama dari masyarakat kolonial ketika ketidakpuasan antara aspek aspek dari praktek keagamaan dan lembaga lembaga kolonial telah melahirkan gerakan yang dimotori oleh pada elit agama. Gerakan petani ini akhirnya merebak ke berbagai daerah selain itu juga dikenal adanya perbanditan sekalipun sudah dimulai ada pengorganisasian secara sederhana ini terjadi pada sekitar akhir abas XIX.
Fase kedua gerakan petani terjadi pada masa transisi antara zaman kemerdekaan menuju ke masa orde lama.Pada fase ini mulai tumbuh organisasi – organisasi,perserikatan,ataupun partai politik yang memberikan wadah bagi kepentingan petani. Kauum petani mulai memiliki kecenderungan untuk melakukan alisansi – aliansi politik. Ormas yang muncul pada masa itu adalah BTI dan PKI . bagi petani, PKI memberikan janji – janji untuk memperjuangkan nasib mereka dan bagi PKI sendiri Petani menjadi bassis massa utama disamping buruh. Massa itu digunakan untuk meraih kekuasaan karena pada masa itu seperti sedang terjadi perlombaan kekuasaan antar partai politik atau ormas.Namun antara petani dan partai politik ini mendapatkan keuntungan bagi masing masing pihak.
Setelah tumbangnya orde lama dan bergantinya kekuasaan orde baru, perjuangan petani dalam gerakannya ini mulai mengalami kemunduran, hal ini karenaditerapkannya kebijakan massa mengambang dan korporatisme negara.Kekuatan petani hanya diberi satu wadah yaitu HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) didalamnya adanya permainan kepentingan kepentingan politik.
Dalam kekuasaan Soeharto ini,petani memperjuangkan nasibnya sudah mengalami perkembangan yaitu melalui terbentuknya organisasi petani,dengan demikian kondisi ini melahirkan gerakan petani pada fase ke tiga,ini yang ditandai dengan perubahan besar pada pola gerakan petani setalah masuknya ide ide pemberdayaan masyarakat dan demokratisasi yang diusung oleh LSM. metode pemberdayaan masyarakat tidak sebatas menyuarakan kepentingan mereka kepada masayakat atau pemerintahan melainkan mengupayakan terciptanya organisasi dai rakyat oleh rakyat dan untuk kepentingam rakyat.Cara ini dipakai setelah melihat kegagalan metode lama dalam advokasi masyarakat berkasus.
Pada bab selanjutnya ini akan membahas mengenai Gerakan Petani Kontamporer sebagai respon terhadap kebijakan negara.
Dalam konteks Indonesia,stuktur argaria yang rapuh ini dapat dilihat dari dampak penerapan kebijakan politik ekonomi yang diwujudkan dalam pertumbuhan ekonomi yang cepat. Secara politis metode ini dipilih oleh pemerintahan orde baru .Metode ini dengan mengadopsi skema 5 tahap dari Rostoow yaitu : masyarakat tadisional, prakondisi lepas landas, lepas landas,bergerak untuk kedewasaan , dan zaman komsumsi massal yang tinggi , pemerintahan juga menerapkan tiga prasyarak dicapainya tahap pembangunan lepas landas yaitu : meningkatnya investasi disektor produktif dari pendapatan nasional, tumbuhnya satu atau lebih sektor industri manufaktur yang penting dengan tingkat pertumbuhan tinggi , menculnya lembaga lembaga politik dan sosial secara cepat yang bisa memanfaatkan berbagai dorongan gerak ekspansi dari sektor ekonomi modern.
Pertanian model ini lebih menekankan pada industrilisasi yang berorientasi ekspor melalui pengembangan industri pertanian revolusi hijau antara lain dituangkan dalam beberapa program seperti bimbingan massa, Intenvikasi massal yang dilakukan kerangkan komando,industrilisasi kehutanan model hutan tanaman Industri,serta pembangunan prasarana pendukung pertanian seperti waduk dan bendungan.
Ada tingkatan proses perkembangan Kapitalisme di Indonesia. Pertama proses eksploitasi dalam proses ini dibutuhkan dua faktor yaitu produksi bahan pangan yang melimpah dan cadangan tenaga kerja yang murah. Kedua hal hal diatas harus ditunjang dengan faktor lain yang juga menentukan industri yang murah bagi kepentingan Kapitalisme.
Gerakan petani pada masa orde baru muncul sebagai respon dari kebijakan yang sebelumnya mengubah keadaan lebih baik namun malah terjadinya perubahan dalam stuktur masyarakat tanpa sebab. Struktur agraria yang rapuh ini telah melahirkan beberapa konflik antara rakyat dengan negara. Konflik pertanahan masa orde baru memiliki beberapa corak antara lain :
1.      Konflik karena penetapan fungsi tanah dan kandungan hasil bumi serta beragam tanaman dan hasilnya sebagai sumber yang dieksploitasi secara massif.
2.      Konflik akibat program swasembada beras yang berakibat pada penguasaan tanah di satu tangan
3.      Konflik tanah di areal perkebunan karena pengalihan penerbitan HGU maupun karena program program
4.      Konflik karena penggusuran untuk industri industri pariwisata, real estante,dsb
5.      Konflik akibat penggusuran dan pengambilan tanah rakyat untuk pembangunan sarana sarana atas nama kepentingan umum
6.      Konflik akibat pencabutan hak atas rakyat atas tanah karena pembangunan atas nama pembangunan mengatasnamakan kelestarian lingkungan.
Adapun bentuk penindasan karena kasus tanah antara lain : intimidasi,teror,kekerasan,pematokan,pembongkaran,penangkapan,pemindahan massal,pem=nggunaan kekerasan di ranah hukum. Fakta – fakta diatas ditambah dengan iklim sosial politik yang sedang kondusif sekitar tahun 1998 – 1999 kemudian menjadi alasan utama berdirinya organisasi organisasi petanidi luar HKTI seperti : Federasi Serikat Petani Indonesia, Serikat Tani Internasional, Kelompok Kerja nasional Petani Mandiri.
Kemudian pada bab selanjutnya akan membahas mengenai Organisasi Petani Serikat Merdeka (SeTAM)
Gerakan petani pasca masa orde baru telah mengambil strategi dan pola yang terorganisir. ini merupakan gerakan petani pada Fase ketiga. Munculnya Organisasi SeTAM yang lahir dalam sebuah kongres petani di Kedung Ombo Jawa Tengah pada tanggal 29 Agustus 1999. Lahirnya organisasi ini tidak terlepas dari dampak kebijakan ekonomi politik masa orde baru yang diwujudkan dalam pertumbuhan ekonomi yang cepat.SeTam memiliki 13 cabang di babarapa kabupaten diantaranya yaitu : Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Cilacap, Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Magelang, dan Boyolali.
Dalam konsepnya SeTAM memiliki struktur yang cukup rapi dengan mekanisme kritik dan penanggungjawab ke tingkat basis pendukung sebagaimana tertera  dalam anggaran dasarnya ini memiliki perlengkapan organisasi seperti : kongres, Majelis pertimbangan, organisasi dan pengurus pusat disamping rapat rapat kerja dan musyawarah cabang. Pada prinsipnya divisi divisi ini dibentuk untuk memudahkan kerja kerja organisasi cabang dalam struktur organisasi SeTAM juga berfungsi sebagai koordinator yang mengorganisir basis massa SeTAM secara langsung. Dalam kinerjanya pengurus pokok tidak dibantu oleh divisi advokasi melainkan dibantu oleh ranting – ranting di tingkat kecamatan yang kemudian membawahi OTL OTL di tingkat desa. Oleh karena itu pengurus cabang diberi leluasa untuk membuat jaringan kerja organisasi di tingkat lokal untuk memperlancar program program advokasinya.
Dalam pembagian kerja untuk mempermudah koordinasi antar cabang ada dua pola yang dianut. Yang pertama adalah pembagian kerja secara struktural dan yang kedua adalah pembagian kerja berdasarkan tanggung jawab yang diberikan beberapa orang pengurus pusat untuk mengkordinasikan beberapa cabang yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggal pengurus.
SeTAM ini memiliki visi misi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan para petani untuk mengatasi permasalahan permasalahan secara mandiri,tanpa tergantung pada pihak manapun \,untuk memperkuat memperkuat posisi tawar petani dalam menentukan kebijakan yang menguntungkan petani dan yang ketiga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.Visi dan misi ini kemudian dituangkan dalam program kerja.
Program Kerja SeTAM antara lain :
1.         Pendidikan kritisuntuk kesadaran kolektif petani bersatu untuk mengatasi persoalan distribusi dan pengadaan saprodi (sarana produksi produksi petani)
2.         Pelatihan pra panen dan pasca panen
3.         Pelatihan atau pendidikan manajemen distribusi
4.         Perumusan badan usaha / koperasi versi petani untuk peningkatan basis perekonomian petani
Padaprinsipnya SeTAM membawa dua macam gerakan yaitu gerakan ekonomi yang ditunjukan untuk penggalangan solidaritas antar  anggota sebagai logistik gerakan disamping untuk meningkatkan kesejahteraan nasib petani dan gerakan reklaming. Gerakan reklaming diartikan sebagai sebuah tindakan perlawananyang dilakukan oleh rakyat tertindas untuk memperoleh kembali hak haknya seperti tanah, air, dan sumber daya alam serta alat alat produksi lainnya secara adil demi terciptanya kemakmuran rakyat semesta.
Beberapa yang dijadikan alasan pembenaran Reklaming adalah :
1.        Alasan moralitas yaitu adanya penindasan sistematik yang dilakukan oleh penguasa dimana apabila rakyat berhasil mendapatkan kembali hak haknya atas tanah dan sumber daya alam lainnya
2.        Alasan ketidakadilan struktur yang menindas merupakan konsekuensi logis dari kebijakan kebijakan ekonomi politik negara.
3.        Alasan Normatif dimana negara dinilai telah gagal dalam mengemban amanat rakyat yang tertuang dalam pasal 33ayat 3 UUD 1945 selain itu juga kegagalan MPR / DPR dalam menjembatani kepentingan rakyat
4.        Alasan hubungan sejarah dan nilai nilai lokal yang melekat pada obyek reklaming yang seringkali dinafikan demi kepentingan penguasa
5.        Alasan kewajiban negara dalam pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.
Pada dasarnya konsep ini merupakan hasil penggodogan dari fenomene fenomena dan analisis sosial dari struktur ketidakadilan yang telah menimbulkan gejolak ditingkat masyarakat,yang dipadukan dengan metode advokasi LSM untuk menciptakan cara yang efektif guna memperjuangkan hak hak masyarakat korban kebijakan negara dengan cara demokratis .
ada tahapan dalam reklaming dibagi menjadi 3 tahapan yaitu :
1.         Tahapan pra reklaming yang pada dasarnya merupakan tahapan persiapan , pengumpulan data, penguatan organisasi, penyadaran akan nilai nilai demokrati sampai dengan pembentukan tim negoisasi
2.         pelaksanann dimana proses proses negoisasi dimulai dilakukan dengan semua pihak terkait. Pada tahap ini mulai dilakukan berbagai macam aksi yang bertujuan untuk menunjukan atau memberikan batas pada objek sengketa.
3.         Melakukan upaya untuk mempertahankan apa yang telah dicapai dengan cara penataan dan pengelolaan objek reklaming termasuk mengupayakan pengakuan hukum.
Studi kasus tentang SeTAM di Cilacap ini bisa dijadikan contoh bagaimana potert gerakan petani Kontemporer ini. Kemunculan gerakan petani di Cilacap ini diawali dengan adanya kasus pertanahan antara negara dan masyarakat akibat penyerobotan tanah rakyat secara besar besaran sekita tahun 1965 – 1967 oleh rezim orde baru. Tanah tanah yang dibuka masyarakat di daerah pengunungan Cilacap Utara dengan cara membuka hutan telah mendapatkan legiminati dari negara denga diberikannya kartu kuning sebagai tanda hak garap sebelum diberikan pada hak milik.
Atas dasar itu muncul usaha masyarakat untuk mempertanyakan status tanah mereka melalui jalur jalur formal mulai dirintis sejak tahun 1984ketika kelompok Tani Korban Ciseru Cipari dari desa Mulyadadi,Cipari mulai mengirimkan surat ke pemerintah desa hingga kabupaten. Di beberapa desa banyak upaya yang dilakukan mulai dari yang diajukan oleh kepala desa ke pemerintah diatasnya hingga lobi – lobi pribadi samapi ke Cendana. Namun usaha ini tidak berhasil ketika aksi tuntutan masyarakat melalui jalur formal denga negoisasi yang dibarengi dengan aksi pemberian batas sengketa direspon secara represif oleh negara dan perkebunan..
Pada perkembangannya aliansi OTL yang mulai terbangun dengan menempatkan Kelompok Tani Korban Ciseru Cipari sebagai pionirnya ini membutuhkan suatu wadah organisasi. Pada bulan April 2001 melalui pendidikna kritis dan resolusi konflik terbentuklah SeTAM Cilacap yang saat ini telah mengembangkan sayapnya dibeberapa kecamatan didaerah cilacap utara seperti : Cipari, Wanareja, Mejenang, dan Gadrungmangu. Dengan melakukan pengorganisasian dan menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi ini menjadikan penyelesaian konflik pertanahan sebagai pintu masuk bagi penguatan masyarakat sipil. SeTAM Cilacap pada saat itu mengusahakan pelepasan 355, 16 Hektar tanah rakyat yang dikuasai oleh PT.Rumpun Sari Antan denga Jalur jalur negoisasi.
Berdasarkan hasil negoisasi dengan pihak diantaranya DPRD, perkebunan, dan pemerintah kabupaten pada bulan April 2002 pihak BPN memang bermaksud untuk melepaskan tanah tanah karena berupa genangan periodik,perkampungan,dan area tegalan.
Hasil dari sepak terjang selama ini dalam waktu yang singkat antara 1999 – 2002, SeTAM Cilacap yang memiliki basis anatar kurang lebih 5000 orang petani telah berhasil menarik perhatian partai politik dan politisi lokal yang ingin memperrebutkan massanya untuk dukungan – dukungan politik dalam pilkada dan pemilu tahun 2004 dengan cara pendekatan pendekatan kepada pengurus maupun anggota SeTAM.
Pada Bab ini akan dijelaskan SeTAM dalam konteks Masyarakat Sipil
Hal yang membedakan antara pola dan strategi gerakan petani kontemporer dengan gerakan gerakan petani yang muncul sekarang ini telah mengubah dirinya untuk menjadi bagian dari Trend penguatan masyarakat sipil setelah selama lebih dari tiga dasawarsa hagemoni negara berhasil dalam mematikan iklim demokrasi dan kebebasan berpartisipasi di tingkat masyarakat.
Eisenstadt mendefinisikan Civil Society ini sebuah bentuk hubungan negara dengan sejumlah kelompok sosial seperti keluarga,kalangan bisnis,asosiasi masyarakat, dan gerakan gerakan sosial yang ada dalam negara tapi sifatnya independen terhadap negara.Ia juga mensyaratkan empat hal yang menjadi komponen utamanya yaitu :otonomi, akses masyarakat terhadap lembaga negara,arena publik yang otonom, dan arena publik tersebut bersifat terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Di Indonesia pada awalnya kehadiran konsep ini diwakili oleh organisasi organisasi sosial seperti organisasi keagamaan dan lembaga lembaga swadaya masyarakat. Kemudian terjadi penggeseran metode pemberdayaan masyarakat. dengan mengamati prinsip prinsip[ yang dianut oleh SeTAM dan dinamikanya dalam usaha mempertinggi posisi tawarnya, maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan berkaitan dengan konteks penguatan masyarakat sipil Indonesia Indonesia yang didasarkan pada beberapa prasyarat.
Dalam hal tingkat otonomi masyrakat. Dalam masyrakat sipil segala bentuk kegiatan yang dilakukan masyarakat harus bersumber dari masyarakat sendiri tanpa campur tangan negara. Berdirinya SeTAm bukan atas inisiatif negara namun datang dari kelompok masyarakat petani yang dipertemukan dalam diskusi dengan LSM sebagai fasilitatornya. Dalam perkembangannya SeTAM mulai merancang sebuah bangunan ekonomi untuk melepaskan ketergantungan dengan LSM yang selama ini membantu pembentukan dan perkembangan namun dalam jangka panjang bertujuan untuk semakin memperkokoh organisasi secara ekonomi  maupun politis. Akses masyarakat terhadap lembaga negara bisa dilihat dari dua indikator yaitu partisipasi politik dan komitmen pemerintah untuk menerima aspirasi masyarakat.
SeTAM Cilacap memiliki akses terhadap lembaga negara   bahkan kepada para politisi lokal . Namun hal ini tidak terlepas dari sejarah kriminalisasi pada tahun 1999 yane menerima OTL Ketan Banci karena disana aktivis aktivis petani kemudian menjadi bagian penting SeTAM Cilacap memiliki saluran interaksi yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan organisasi. SeTAM Cilacap mulai menunjuka keberhasilannya dalam membuat terobosan terobosan politik ditingkat lokal. Hal ini tampak dilibatkan SeTAM dalam banyak moment lokal,hingga kemampuananya dalam mempengaruhi proses pembuatan kebijakan untuk melepaskan beberapa tanah perkebunan untuk petani menunjukan potensi organisasi untuk menjadi sebuah kelompok kepentingan petani.
Dengan melihat lagkah langkah yang dilakukan SeTAM maka dapat dikatakan bahwa gerakan ini dimaksudkan untuk mengupayakan sebuah posisi tawar masyarakat petani dengan negara sebagai pembuat keputusan.
·         Kelebihan Dan Kekurangan Buku
Ø  Kelebihan
-          Buku menggunakan penulisan dengan bahasa yang kata katanya tidak terlalu tinggi    sehingga mudah dimengerti dan memahami
-          Terdapat pengantar dari sumber buku-buku lainnya sehingga dapat menguatkan kebenaran peristiwa Gerakan Petani Dalam Konteks masyarakat Sipil Indonesia.
Kekurangan
-          Cara penulisan yang digunakan penulis kurang sistematis karena kurang terdapat ilustrasi gambar dalam memaparkan peristiwa yang terkait.
-          Terdapat bahasa yang kurang dimengerti oleh pembaca


No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...