About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Tuesday, 1 July 2014

Materi Pokok Pembelajaran Sejarah Indonesia Baru II


MATERI POKOK PEMBELAJARAN SEJARAH
INDONESIA BARU II


A.    kondisi berbagai kerajaan di Nusantara akibat penetrasi VOC (1701 1800)

PENYEBAB:

·         Penetrasi terhadap berbagai kerajaan di nusantara dilakukan karena yang menguasai perdagangan dan pelabuhan dagang adalah pihak kerajaan.
·         Ingin memonopoli perdagangan di wilayah nusantara.

Kondisi berbagai kerajaan di nusantara akibat penetrasi VOC adalah daerah kekuasaan semakin sempit. Hal ini terjadi karena adanya perjanjian yang terjadi antara VOC dengan berbagai kerajaan di nusantara. Sebagai contoh adalah Kerajaan Banten yang harus melepaskan haknya atas Cirebon dan penguasa Banten yang sesungguhnya adalah VOC. Daerah kekuasaan Kerajaan Gowa juga hanya Gowa, wilayah Bone dikembalikan pada Aru Palaka. Diserahkannya daerah Kerawang, Priangan, Semarang dan sekitarnya kepada VOC juga membuat wilayah Mataram semakin menyempit. Selain itu kerajaan juga mengalami kerugian karena mereka harus mengganti biaya perang seperti yang dialami oleh Kerajan Mataram sebagai konsekuensi dari perjanjian yang ditanda tangani oleh Amangkurat II. Kerajaan Gowa juga bernasib sama. Kerajaan tersebut harus mengganti kerugian perang sebesar 250.000 ringgit seperti yang tertuang dalam Perjanjian Bongaya yang terpaksa harus ditanda tangani oleh Suiltan Hasanudin. Selain karena harus mengganti kerugian perang, kerajaan juga mengalami kerugian karena pendapatan mereka juga menurun sebagai akibat dimonopolinya perdagangan oleh pihak VOC.

B.     Perkembangan Politik VOC di Nusantara & Perpecahan Mataram


            Dalam perkembangannya politik VOC di nusantara yaitu dengan adanya hal istimewa yang diberikan pemerintah Belanda terhadap VOC yaitu hak oktroi, dengan adanya hak tersebut VOC dapat mengatur dengan baik kongsi dagang di daerah kekuasaannya termasuk Mataram, Perpecahan Mataram juga di dalangi VOC dengan cara mengadu domba diantara penguasa mataram, dan puncaknya yaitu perebutan tahta raja di mataram, dengan adanaya perpecahan tersebut maka mataram dapat dikuasai oleh VOC dan dibagi menjadi dua wilayah yaitu kesultanan Surakarta dan Yogyakarta.

C.    Terbentuknya pemerintahan Hindia Belanda tahun  1800 – 1830

            Pada intinya terbentuknya pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1800-1830 hal ini disebabkan oleh gagalnya atau bangkrutnya VOC yang disebabkan oleh beberapa faktor. Dengan adanya hal tersebut maka pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk mengambil alih kekuasaan dan memimpin langsung roda pemerintahan di Nusantara.

D.    Berbagai bentuk perlawanan di Nusantara

Sikap Belanda yang sewenang-wenang dan memonopoli perdagangan di setiap daerah hal ini menimbulkan bentuk perlawanan di berbagai nusantara seperti Perang padri yang semula hanya perseteruan antara kaum adat dan kaum paderi malah kemudian melebar menjadi perlawanan kaum padri melawan belanda yang akhirnya mebuat imam bonjol gugur di medan perang, lalu perang diponegoro yang dipimpin langsung oleh pangeran diponegoro pun tak mampu menahan gempuran belanda sehingga pangeran diponegoro pun ikut gugur. Begitu pula pattimura dan juga sisingamangaraja yang juga gugur di medan perang. Walaupun mereka gugur di medan perang tetapi semangat mereka pantang menyerah dan berpesan agar dapat melanjutkan perjuangan mereka, walaupun mereka gugur dalam peperangan tetapi merekalah pahlawan kita, menurut saya kekalahan dari semua perlawanan di berbagai daerah di Indonesia itu disebabkan oleh belum adanya persatuan di antara daerah-daerah lainnya, mereka hanya melindungi daerhnya sendiri sendiri.

E.     Politik  Tanam Paksa dan pelaksanaannya di Indonesia

Latar belakang tanam paksa dikarenakan negara Belanda mengalami kebangkrutan dan banyak hutang oleh karena itu pemerintah Belanda mengerahkan tenaga rakyat jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasil-hasilnya dapat laku di pasaran dunia secara paksa. Dalam pelaksanaannya tanam paksa sangat merugikan rakyat Indonesia sendiri. Melihat aturannya tanam paksa tidak terlalu memberatkan, namun pelaksanaannya sangat menekan dan memberatkan rakyat.Adanya cultuur procent menyangkut upah yang diberikan kepada penguasa pribumi berdasarkan besar kecilnya setoran, ternyata sangat memberatkan rakyat. Akhir tanam paksa diakibatkan karena ada reaksi protes dari berbagai golongan.Akibat adanya reaksi tersebut, pemerintah Belanda secara berangsur-angsur menghapuskan sistem tanam paksa. Nila, teh, kayu manis dihapuskan pada tahun 1865, tembakau tahun 1866, kemudian menyusul tebu tahun 1884. Tanaman terakhir yang dihapus adalah kopi pada tahun 1917 karena paling banyak memberikan keuntungan

F.     Politik Pintu Terbuka (Open Door Politic ) dan pelaksanaan  Politik Kolonial Liberal Tahun 1870

Pelaksanaan politik kolonial liberal di Indonesia tidak terlepas dari perubahan politik Belanda. Pada tahun 1850, golongan liberal di negeri Belanda mulai memperoleh kemenangan dalam pemerintahan. Kemenangan itu diperoleh secara mutlak pada tahun 1870, sehingga tanam paksa dapat dihapuskan.
Sistem politik pintu terbuka memberikan dampak positip dan negatip bagi kedua belah pihak Di pihak belanda Memberikan keuntungan yang sangat besar kepada kaum swasta Belanda dan pemerintah kolonial Belanda
Hasil-hasil produksi perkebunan dan pertambangan mengalir ke negeri Belanda
Negeri Belanda menjadi pusat perdagangan hasil dari tanah jajahan.
Di pihak Indonesia:
Ø  Sistem tanam paksa di Indonesia dihapuskan.
Ø  Modal swasta asing mulai masuk dan ditanam di Indonesia.
Ø  Menurunnya konsumsi bahan makanan, terutama beras, sementara
Ø  pertumbuhan penduduk Jawa meningkat cukup pesat.
Ø  Menurunnya usaha kerajinan rakyat karena kalah bersaing dengan banyaknya barang-barang impor dari Eropa.


G.    Politik Snouck Hurgronye dlm Perlawanan rakyat Aceh  terhadap kolonial Belanda

Kegagalan belanda dalam menaklukkan Aceh melalui peperangan membuat belanda menyusun strategi baru untuk menaklukkan Aceh .Belanda akhirnya menempuh cara lain yaitu dengan jalan mengetahui rahasia kekuatan Aceh terurtama yang menyangkut kehidupan sosial budayanya. Dr snouck Hurgronjae yang paham tentang agama Islam dan pernah mempunyai pengalaman bergaul dengan orang-orang Aceh yang naik haji di Mekkah, oleh Pemerintah Hindia Belanda dipandang sebagai seorang yang tepat untuk diberi tugas memecahkan kesulitan-kesulitan yang menyangkut masalah penaklukan Aceh. karenaBelanda tak mungkin bisa mengalahkan Aceh jika dengan kekuatan senjata saja Christian Snouck Hurgronje merupakan tokoh peletak dasar kebijakan “Islam Politiek” yang merupakan garis kebijakan “Inlandsh Politiek” yang dijalankan pemerintah kolonial Belanda terhadap pribumi Hindia Belanda. Konsep strategi kebijakan yang diciptakan Snouck Hurgronje terasa lebih lunak dibanding dengan konsep strategi kebijakan para orientalis lainnya, namun dampaknya terhadap umat Islam terus berkepanjangan bahkan berkelanjutan. Dr snouck Hurgronjae yang paham tentang agama Islam dan pernah mempunyai pengalaman bergaul dengan orang-orang Aceh yang naik haji di Mekkah, oleh Pemerintah Hindia Belanda dipandang sebagai seorang yang tepat untuk diberi tugas memecahkan kesulitan-kesulitan yang menyangkut masalah penaklukan Aceh. Dari tahun 1891 sampai denagn 1906 dia menjadi penasihat utama dari pemerintah Kolonial Belanda dalam masalah Islam dan masalah penduduk asli Indonesia.Dengan nama samaran Abdul Gafar ia bertempat tinggal ditegah-tengah rakyat Aceh di Peukan Aceh. Dari hasil penelitian Snouck Hurgronje dapat diketahui bahwa Sultan Aceh tidak dapat berbuat apa-apa apabila tidak mendapat persetujuan dari kepala-kepala bawahannya. Dari itulah maka pemimpin  aceh bisa ditaklukkan oleh belanda tetapi perlawanan rakyat terus hidup dan tak pernah padam.


H.    Politik Etis  dan pelaksanaannya 1901.

Politik etis sebagai politik balas budi atau hutang kehormatan yang di buat oleh pemerintah kolonial Belanda ternyata menimbulkan suatu kemajuan dan abad pencerahan bagi Bangsa Indonesia yang mendapat pendidikan, selain itu pula sebagai suatu politik boomerang bagi Bangsa Belanda karena telah menelurkan para golongan terpejar yang kemudian menjadi suatu bola salju yang menghantam pemerintahan Belanda. Hal itu bisa kita lihat dalam dinamika dan perkembangan sekolah yang semakin tahun semakin banyak bidang dan kuantitas jumlahnya bagi penduduk pribumi.

Logo_Unnes.png

SEJARAH INDONESIA BARU II



MATERI POKOK PEMBELAJARAN SEJARAH
INDONESIA BARU II



NAMA : Riwan Sutandi
NIM : 3101412084
Pengampu : Bapak Jayusman





FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014









DAFTAR PUSTAKA

Notosusanto, Nugroho.Dkk.1983. Sejarah Nasional Indonesia III.Jakarta: Balai Pustaka



No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...