BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sejarah penanaman modal
asing tidak terlalu diangkat dalam panggung sejarah nasional Indonesia, meskipun
penanaman modal asing di Indonesia memiliki peran dalam pembangunan ekonomi
nasional pada era Soeharto. Salah satu faktor yang menyebabkannya yaitu
pengaruh dari penanaman modal asing di Indonesia tidak langsung dirasakan oleh
masyarakat Indonesia namun demikian pananaman modal asing memiliki dampak yang
sangat besar bagi Indonesia guna mengejar laju pertumbuhan maksimal.
Masuknya penanam modal asing
ke Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi, karena
ikut memacu pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, transfer of technology, serta masuknya capital inflow dan devisa hasil ekspor. Namun demikian tetap saja
adanya penanaman modal asing di Indonesia menimbulkan dampak lain dari segi
bagi Indonesia hal ini yang menyebabkan luputnya pengawasan terhadap
pembangunan di Indonesia yang menyebabkan beberapa sektor terabaikan misalnya
pertanian.
Selama
periode orde lama perekonomian Indonesia tidak berjalan mulus, bahkan sangat
buruk yang disebabkan juga oleh ketidakstabilan politik di dalam negeri yang
dicerminkan oleh beberapa pemberontakan di daerah-daerah yang menyebabkan
nyaris hancurnya ekonomi nasional. Ketidakstabilan politik di dalam negeri pada
masa Soekarno juga yang membuat perekonomian pada saat itu menjadi tidak stabil
atau hampir hancur, itu terjadi karena pada masa Soekarno sering terjadi
pergantian kabinet sampai 8 kali perubahan selama demokrasi parlementer.
Pada tahun 1957, Soekarno
mencanangkan “ Ekonomi Terpimpin” yang lebih memperkuat lagi sistem ekonomi
komando, dan selama tahun 1957-1958 terjadi nasionalisasi perusahaan-perusahaan
Belanda. Dengan pencanangan Ekonomi Terpimpin, sistem politik dan sistem
ekonomi Indonesia semakin dekat dengan haluan/pemikiran sosialis/komunis.
Walaupun ideologi Indonesia adalah Pancasila, pengaruh ideologi komunis dari
negara bekas Uni Soviet dan Cina sangat kuat. Sebenarnya pemerintah pada
khususnya dan masyarakat Indonesia pada umunya memilih haluan politik yang
berbau komunis hanya merupakan suatu refleksi dari perasaan anti kapitalisasi pada sat itu. Seperti
telah dijelaskan Soekarno percaya bahwa pemikiran Marxisme merupakan
satu-satunya senjata yang ampuh untuk melawan kapitalisme. Pada saat itu
prinsip-prinsip individualisme, persaingan bebas dan perusahaan swata/pribadi
sangat ditentang karena oleh pemerintah dan masyarakat pada umunya
prinsip-prinsip tersebut sering dikaitkan dengan pemikiran kapitalisme. Keadaan
ini semakin membuat Indonesia semakin sulit mendapat dan dari negara-negara
barat baik dalam bentuk pinjaman maupun penanaman modal asing (PMA), sedangkan untuk
rekontruksi ekonomi dan pembangunan selanjutnya Indonesia sangat membutuhkan
dana sangat besar ( Hiil, 1989). Hingga akhir tahun 1950-an, tepatnya
menasionalisasikan perusahaan-perusahaan Belanda, sumber utama penanaman modal
asing di Indonesia berasal dari Belanda yang sebagian besar untuk kegiatan
ekspor hasil-hasil perkebunan dan pertambangan serta untuk kegiatan
ekonomi-ekonomi terkait.
Pada
masa orde baru sitem ekonomi berubah total. Berbeda dengan pemerintahan orde
lama, dalam era Soeharto paradigma pembangunan ekonomi mengarah pada persiapan
ekonomi pasar dan politik ekonomi diarahkan pada upaya-upaya dan cara-cara
menggerakan kembali roda ekonomi. Pemerintahan orde baru menjalin kembali
hubungan dengan pihak barat, dan menjauhi ideologi komunis. Indonesia juga
kembali masuk menjadi anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dan menjalin
hubungan dengan lembaga-lembaga dunia lainnya seperti Bank Dunia dan Dana
Moneter Internasional (IMF) yang putus pada zaman Soekarno. Dengan membaiknya
hubungan Indonesia dengan kedua lembaga tersebut, pemerintah Indonesia mendapat
pinjaman untuk membiayai defisit anggaran belanjanya, yang sumber dananya
berasal dari pinjaman bilateral dari sejumlah negara barat seperti AS, Inggris
dan Belanda.
Pada
awal era Soeharto, pemerintah mengambil beberapa langkah drastis yang bersifat
strategis yang menandakan sedang berlangsungnya suatu perubahan yang cepat
dalam sistem ekonomi Indonesia yang dari sistem ekonmi komando ke ekonomi
pasar, diantaranya dikeluarkannya sejumlah paket kebijakan liberalisasi dalam
perdagangan dan investasi. Paket-paket kebijakan jangka pendek tersebut adalah
tindak lanjut dari diterbitkannya TAP MPRS No. XXIII Tahun 1966 tentang pembaruan Landasan Kebijakan
Ekonomi, Keuangan dan pembangunan yang
bertujuan untuk mentimulir swasta masuk ke sektor-sektor strategis
(Chaniago,2001). Salah satu paket kebijakan yang sangat penting dalam arti
sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia selama
pemerintahan orde baru adalah UU Penanaman Modal Asing yang dikeluarkan pada
tahun 1967 dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri pada tahun 1968. Untuk mendukung
pelaksanaan kedua UU tersebut, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan
deregulasi yang berkaitan dengan
perekonomian pada umunya dan investasi pada khususnya (Salim, 2000). Selain
itu, pada masa yang sama perusahaan-perusahaan yangdinasionalisasikan pada masa
orde lam dikembalikan ke pemiliknya.
B.
Rumusan
Masalah :
1.
Apa
yang melatar belakangi masuknya modal asing ke Indonesia?
2.
Bagaimana
perkembangan penanaman modal asing di Indonesia?
3.
Apa
dampak dari masuknya modal asing bagi Indonesia ?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui
melatar belakangi masuknya modal asing ke Indonesia.
2.
Mengetahui
perkembangan penanaman modal asing di Indonesia.
3.
Mengetahui
dampak dari masuknya modal asing bagi Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
LATAR BELAKANG MASUKNYA MODAL ASING KE INDONESIA
A. Campur
Tangan Amerika Serikat dan Kembalinya Irian Barat
Penjarahan Freeport atas gunung emas di
Papua sudah dimulai sejak tahun 1967. Namun, kiprah Freeport sendiri di
Indonesia sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.
Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan
itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian
kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan
rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu
dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan
nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Berkali-kali
CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun
selalu pula menemui kegagalan.[1]
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian,
pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport
Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan
van Gruisen.
Pada saat itu, Gruisen bercerita bahwa
dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Mountain Ersberg (Gunung
Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya,
laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama
bertahun-tahun begitu saja di Perpusatakaan Belanda. Van Gruisen tertarik
dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.
Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita
kepada pimpinan Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan
alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu
melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia. Kandungan biji
tembaga yang ada di Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi
tidak tersembunyi di dalam tanah.
Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias
dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita
itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan
bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.
Selama beberapa bulan, Forbes Wilson
melakukan survei dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah
sekitarnya. Penelitiannya ini ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The
Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta
karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi. Karena semua
harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.[2]
Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut
berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris
membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata
juga dipenuhi bijih emas dan perak.[3]
Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut
diberi nama Gold Mountain, bukan Ersberg Mountain atau Gunung Tembaga. Sebagai
seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung
besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal.
Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak
dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur menekan kerjasama dengan
East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.
Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami
kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan
eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia
dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di
Irian Barat.
Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada
Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun
ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda
akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.
Belanda yang saat itu memerlukan bantuan
dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat
Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.
Ketika itu, sepertinya Belanda tidak tahu
jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab
jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall
Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang
ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari
Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah
kembali. Para pimpinan Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy
akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS
dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan.
Segalanya berubah seratus delapan puluh
derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak
kalangan menyatakan penembakan Kenndey merupakan sebuah konspirasi besar
menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya
atas kebijakan politik di Amerika.
Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy
mengambil siap yang bertolak-belakang dengan pendahulunya. Johnson malah
mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya.
Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan
Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah
Augustus C Long. Ia juga salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh
yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.
Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga
memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of
California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak
perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah
Indonesia.
Caltex, sebagai salah satu dari tiga
operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno
ini.
Augustus C Long amat marah terhadap Soekarno
dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu
kebetulan yang ajaib. Augustus C Long juga aktif di Presbysterian Hospital, New
York di mana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan
rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh
CIA.
Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat
kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara
sebagai pimpinan Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang
di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.[4]
Lisa mendapakan data jika pada Maret 1965,
Augustus C Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan
Rockefeller. Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat
intelijen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.
Badan ini memiliki pengaruh sangat besar
untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini
salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS
dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai
“our local army friend”.
Salah satu bukti adalah sebuah telegram
rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada kelompok
Jenderal Suharto yang akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih
kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc
Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.
Setelah Soeharto berkuasa, maka Freeport
dengan leluasa menjarah Gunung Ersberg yang disamping terkandung tembaga juga
terdapat kandungan emas dan perak, bahkan terdapat kandungan uranium.
Skenario Pesta Kenduri
Bancakan SDA Indonesia di Genewa-Swiss Tahun 1967:
Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal
Suharto disambut gembira Washingon. Presiden AS Richard M. Nixon sendiri
menyebut hal itu sebagai “Terbukanya upeti besar dari Asia”. Indonesia memang
laksana peti harta karun yang berisi segala kekayaan alam yang luar biasa. Jika
oleh Soekarno kunci peti harta karun ini dijaga baik-baik bahkan dilindungi
dengan segenap kekuatan yang ada, maka oleh Jenderal Suharto, kunci peti harta
karun ini malah digadaikan dengan harga murah kepada Amerika Serikat.[5]
Sejak akhir 1940-an, AS sesungguhnya sudah
mengamati gerak-gerik dua tokoh PSI bernama Soemitro Djojohadikusumo dan
Soedjatmoko yang berasal dari kalangan elit. AS mengetahui jika keduanya
menentang sikap Soekarno. Baik Soedjatmoko maupun Soemitro diketahui menyambut
baik Marshall Plan. Bahkan Soedjatmoko berkata, “Strategi Marshall Plan untuk
Eropa tergantung pada dapat dipergunakannya sumber-sumber alam Asia.” Koko,
demikian panggilan Soedjatmoko, bahkan menawarkan suatu model Indonesia yang
terbuka untuk bersekutu dengan Barat. Awal 1949, Soemitro di School of Advanced
International Studies yang dibiayai Ford Foundation menerangkan jika pihaknya
memiliki model sosialisme yang membolehkan dieksploitasinya kekayaan alam
Indonesia oleh Barat ditambah dengan sejumlah insentif bagi modal asing.
Prosesi digadaikannya seluruh kekayaan alam
negeri ini kepada jaringan imperialisme dan kolonialisme Barat terjadi di
Swiss, November 1967. Jenderal Suharto mengirim sat tim ekonomi dipimpin Sultan
Hamengkubuwono IX, Adam Malik, dan Soemitro Djojohadikusumo. Tim ini kelak
disebut sebagai Mafia Berkeley, menemui para CEO korporasi multinasional yang
dipimpin Rockefeller. Dalam pertemuan inilah tanah Indonesia yang kaya raya
dengan bahan tambang dikapling-kapling seenaknya oleh mereka dan dibagikan
kepada korporasi-korporasi asing, Freeport antara lain mendapat gunung emas di
Irian Barat, demikian pula yang lainnya. Bahkan landasan legal formal untuk
mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia pun dirancang di Swiss ini yang
kemudian dikenal sebagai UU Penanaman Modal Asing tahun 1967 (John Pilger; The
NewRulers of the World). Dan jangan lupa, semua COE korporasi asing tersebut
dikuasai oleh jaringan Yahudi Internasional.
oleh John Pilger dalam bukunya yang berjudul
“The New Rulers of the World.” Yang di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
sebagai berikut :
“Dalam bulan November 1967, menyusul
tertangkapnya ‘hadiah terbesar’, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life
Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga
hari merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para
kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller.
Semua raksasa korporasi Barat diwakili : perusahaan-perusahaan minyak dan bank,
General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American
Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper
Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto (Sultan
Hamengkubuwono IX, Adam Malik, dan Soemitro Djojohadikusumo) yang oleh
Rockefeller disebut “ekonom-ekonom Indonesia yang top”.
Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan
tembaga di Papua Barat . Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat.
Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok
perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Perancis mendapat hutan-hutan tropis
di Sumatra, Papua Barat dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman
modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan
ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali
dari ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI),
yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Canada, Eropa, Australia
dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.”
Demikian gambaran yang diberikan oleh Brad
Simpson, Jeffrey Winters dan John Pilger tentang suasana,
kesepakatan-kesepakatan dan jalannya sebuah konferensi yang merupakan titik
balik masuknya kembali bangsa Indonesia kepada penjajahan ekonomi gaya baru,
Neo-Liberalism.
Bidang-bidang ini adalah pertambangan dan
infra struktur seperti listrik dan jalan tol yang dari tarif tinggi yang
dikenakan pada rakyat Indonesia mendatangkan laba baginya. Bidang lain adalah
memberikan kredit yang sebesar-besarnya dengan tiga sasaran : pertama,
memperoleh pendapatan bunga, kedua, proyek yang dikaitkan dengan hutang yang
diberikan di mark up (korupsi), dan dengan hutang kebijakan Indonesia dikendalikan
melalui anak bangsa sendiri, terutama yang termasuk kelompok Mafia Berkeley
untuk ekonomi dan kelompok The Ohio Boys untuk bidang politik.
Keseluruhan ini sendiri merupakan cerita
yang menarik dan bermanfaat sebagai bahan renungan introspeksi betapa kita
sejak tahun 1967 sudah dijajah kembali dengan cara dan teknologi yang lebih
dahsyat.
Sejak tahun 1967, pengerukan dan penyedotan
kekayaan alam Indonesia oleh kekuatan asing, terutama mineral yang sangat mahal
harganya dan sangat vital itu dilakukan secara besar-besaran dengan modal besar
dan teknologi tinggi. Para pembantunya adalah bangsa sendiri yang berhasil
dijadikan kroni-kroninya.
B. Peristiwa G30S pada tahun
1965
Gerakan 30 September adalah sebuah misteri
pembunuhan yang pemecahannya akan membawa implikasi sangat luas bagi sejarah
nasional Indonesia. Hal-hal yang dipertaruhkan dalam “kontroversi tentang
dalang” sungguh besar. Rezim Suharto membenarkan tindakan represi berdarahnya
terhadap PKI dengan menekankan bahwa partai itulah yang memulai dan
mengorganisasi G-30-S. Walaupun aksi-aksi pada 1 Oktober tersebut tak lebih
dari pemberontakan berskala kecil dan terbatas oleh pasukan Angkatan Darat dan
demonstrasi oleh kalangan sipil, rezim Suharto menggambarkannya sebagai awal
dari serangan PKI yang masif dan keji terhadap semua kekuatan nonkomunis.
Gerakan 30 September dilihatnya sebagai tembakan salvo pembuka dari PKI untuk
sebuah revolusi sosial. Dalam membangun ideologi pembenaran bagi
kediktatorannya, Suharto menampilkan diri sebagai juru selamat bangsa dengan
menumpas G-30-S. Rezim Suharto terus-menerus menanamkan peristiwa itu dalam
pikiran masyarakat melalui semua alat propaganda negara: buku teks, monumen,
nama jalan, fi lm, museum, upacara peringatan, dan hari raya nasional. Rezim Suharto
memberi dasar pembenaran keberadaannya dengan menempatkan G-30-S tepat pada
jantung narasi historisnya dan menggambarkan PKI sebagai kekuatan jahat tak
terperikan. Pernyataan bahwa PKI mengorganisasi G-30-S, bagi rezim Suharto,
bukan sekadar fakta biasa; tetapi sang fakta sejarah mahabesar, yang
menjadi sumber pokok keabsahan rezimnya.[6]
G-30-S dan pembasmiannya merupakan tindakan – tindakan yang dirancang secara
rahasia oleh para perwira militer, agen intelijen, dan agen ganda,
sumber-sumber informasi yang lazim dipakai sejarawan, surat kabar, majalah, dokumen
pemerintah, dan pamflet tidak banyak
membantu. Dalam buku teksnya tentang sejarah Indonesia, Merle Ricklefs menulis
bahwa “ruwetnya panggung politik” pada 1965 dan “banyaknya bukti-bukti yang
mencurigakan” menyebabkan penyimpulan tegas mengenai G-30-S hampir tidak
mungkin. Rekan-rekannya sesama sejarawan asal Australia, Robert Cribb dan Colin
Brown, berpendapat bahwa “alur kejadian yang tepat” itu “diselubungi
ketidakpastian.” Menjelang G-30-S terjadi, “desas-desus, kabar burung,dan
penyesatan berita yang disengaja menyesaki udara. Gerakan 30 September
merupakan peristiwa signifi kan dan bukan hanya bagi Indonesia. Duta Besar
Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia pada 1965, Marshall Green, berpendapat
bahwa G-30-S merupakan salah satu saat paling berbahaya bagi AS semasa perang
dingin.
1)
Indikasi keterlibatan PKI
Pernyataan paling penting oleh pimpinan PKI tentang
G-30-S ialah pernyataan Sudisman, Sekretaris Jenderal partai yang berhasil lolos
dari pembantaian besar-besaran. Ia ditangkap pada Desember 1966 dan dibawa ke
depan Mahmilub pada Juli 1967. Ia salah seorang dari kelompok lima tokoh muda
yang mengambil alih pimpinan partai pada 1951. Kelima tokoh itu – Aidit,
Lukman, Njoto, Sakirman, dan Sudisman sendiri memperoleh sukses besar dalam
membangun kembali partai. Sudisman mengakui, dengan cara yang tidak terinci,
bahwa ia “terlibat” dalam G-30-S dan bahwa pimpinan-pimpinan PKI lainnya, tanpa
menyebut nama, juga “terlibat langsung” di dalamnya.[7]
Penyerahan soal-soal militer kepada D.N. Aidit
adalah, menurut pengalaman saya, soal yang biasa, yang sehari-hari. Karena soal
militer, artinya soal-soal yang dengan
kerjasama atau sikap-sikap tertentu yang harus diambil oleh Partai terhadap
ABRI merupakan hal-hal yang harus dilakukan dengan hati-hati maka ini
diserahkan kepada Ketua CC, D.N. Aidit. Dalam praktek sehari-harinya hal ini
terwujud dalam misalnya ceramah-ceramah, penulisan-penulisan, atau penjelasan-
penjelasan dari sikap Partai terhadap ABRI yang dituangkan dalam
editorial-editorial Harian Rakjat. Yang boleh menulis tentang ini hanya
Ketua CC, D.N. Aidit, tidak boleh orang lain, redaksi Harian Rakjat sekalipun
tidak boleh.[8]
G-30-S bukan buatan atau ciptaan PKI. Maka
seandainya ia merupakan gerakan dari PKI, atau gerakan yang “didalangi” PKI,
semestinya ia dibicarakan dan diputuskan oleh badan pimpinan partai yang
tertinggi yaitu Comite Central. Tetapi hal ini tidak pernah dibicarakan,
apalagi diputuskan di dalam dan oleh Comite Central yang anggotanya berjumlah
85 orang itu. Bahkan ada anggota Politbiro atau calon anggota Politbiro yang
tidak mengetahui sama sekali. Manakala ada anggota-anggota CC atau PB
[Politbiro] yang tersangkut dalam gerakan ini, maka mayoritas dari mereka hanya
merupakan pelaksana saja, bukan pemikir yang ikut memutuskan, membicarakan atau
merencanakan gerakan ini.[9]
Pada prinsipnya, G-30-S bisa dibenarkan dipandang
dari sudutkepentingan PKI sendiri. Kontak-kontak partai dalam angkatan
bersenjata bisa digunakan dengan baik untuk membersihkan pimpinan tertinggi
Angkatan Darat yang antikomunis. G-30-S berbuah kegagalan telak oleh
alasan-alasan yang tidak diperhitungkan Aidit sebelumnya. Pertama, ia buta
terhadap kesalahan-kesalahan Sjam. Ia menguasakan Sjam untuk memulai aksi
militer tanpa mempunyai sarana yang cukup untuk memeriksa kata-kata Sjam. Saya
menduga Aidit tidak menyadari bahwa Sjam telah memaksa para perwira militer
untuk bergabung dan mengelabui mereka agar berpikir bahwa PKI akan menjamin
keberhasilan aksi. Saat menghubungkan Aidit dengan para perwira, Sjam
merancukan pemahaman mereka akan satu sama lain.
2) Indikasi
Keterlibatan Amerika dan CIA
Sampai akhir 1950-an tidak terlihat bahwa pemerintah
AS dan Angkatan Darat Indonesia akan mempunyai masa depan bersama yang
gilanggemilang. Para pejabat penting dalam pemerintahan Eisenhower (1952- 1960)
berpikir tentang bagaimana memecah-belah Indonesia menjadi negara-negara kecil.
Bagi mereka, Presiden Sukarno merupakan sebuah kutukan. Politik luar negerinya
yang bebas aktif (yang tegas dipamerkan pada Konferensi Asia Afrika 1955),
hujatan berulangnya terhadap imperialisme Barat, dan kesediaannya merangkul PKI
sebagai bagian integral dalam politik Indonesia ditafsirkan di Washington
sebagai bukti kesetiaan Sukarno kepada Moskow dan Beijing. Eisenhower dan
Dulles bersaudara – Allen sebagai kepala CIA dan John Foster sebagai kepala
Departemen Luar Negeri – memandang semua pemimpin nasionalis Dunia Ketiga yang
ingin tetap netral di tengah-tengah perang dingin sebagai antek-antek komunis.
Dengan penuh keyakinan akan hak mereka untuk memilih-milih pemimpin di
negara-negara asing, Eisenhower dan dua bersaudara Dulles berulang kali
menggunakan operasi rahasia CIA untuk menumbangkan pemimpin-pemimpin
nasionalis: Mossadegh di Iran pada 1953, Arbenz di Guatemala pada 1954, dan
Souvanna Phouma di Laos pada 1960. Dulles bersaudara melihat Sukarno pun
sebagai tokoh lain yang menjengkelkan, yang harus disingkirkan dari panggung
dunia.[10]
Dulles bersaudara menjadi yakin bahwa Jawa telah jatuh
ke tangan kaum komunis dan lebih baik memisahkannya dari daerah lain di
Indonesia. Dalam menghadapi kaum komunis di Asia, prinsip yang menjadi pedoman
pemerintah Eisenhower ialah membagi negara-negara menjadi kawasan-kawasan
komunis dan nonkomunis. Pelajaran dari lepasnya Tiongkok pada 1949 ialah lebih
baik merelakan yang sudah lepas dan membiarkan sesuatu wilayah jatuh ke tangan
komunis, ketimbang memperpanjang perang berlarut-larut di seluruh negeri. Oleh
karena itu Amerika Serikat mau membagi Korea dan Vietnam menjadi paro utara dan
paro selatan. Pada akhir 1957 pemerintah Eisenhower berpendapat bahwa
kebangkitan PKI, khususnya di Jawa, berarti telah datang saatnya untuk
memecah-belah kepulauan Indonesia menjadi satuan-satuan yang lebih kecil.[11]
Dukungan AS kepada para pemberontak berarti mengadu
perwira perwira antikomunis satu sama lain. PKI tampil dengan popularitas lebih
besar karena kebijakannya tentang imperialisme AS menjadi dikukuhkan oleh
pengalaman. Dengan persenjataan AS ditemukan di Sumatra dan pilot AS ditembak
jatuh di atas Ambon, bangsa Indonesia bisa melihat langsung bahwa Amerika
Serikat memang benar-benar berusaha untuk mencerai-beraikan tanah air mereka.
Strategi baru AS untuk memerangi PKI ini sungguh
canggih, terutama jika dibandingkan dengan kekasaran strateginya yang lama. NSC
(NSC, National Security Council) sidang dewan keamanan nasional,
menyadari bahwa PKI sudah mendapat kepercayaan nasional yang tak termakzulkan.[12]
Partai ini terorganisasi dengan sangat baik, berdisiplin tinggi, dan luar biasa
populer. Menurut penilaian NSC, PKI “mungkin sekali akan tumbuh sebagai partai
terbesar di Indonesia” jika Sukarno tidak menangguhkan pemilu yang dijadwalkan berlangsung
pada 1959. Angkatan Darat tidak bisa asal menyerang kaum komunis dengan cara
berangasan, “Tindakan terang-terangan menindas PKI akan sulit dibenarkan atas
dasar politik dalam negeri, dan akan menghadapkan pemerintahan siapa pun yang
mengambil tindakan tersebut kepada tuduhan telah takluk kepada tekanan Barat.”
Angkatan Darat harus mendekati PKI dengan kelihaian musang berbulu ayam. Setiap
serangan terhadap PKI harus bisa dibenarkan sesuai dengan rambu-rambu
nasionalisme Indonesia yang diperjuangkan oleh partai itu sendiri.
Pemerintah AS menjadi sangat mengharapkan terjadinya
bentrokan antara Angkatan Darat dan PKI pada 1965 karena hubungan AS dengan
pemerintah Sukarno dengan cepat memburuk. Para demonstran militan menyerang
banyak kantor konsulat dan perpustakaan pemerintah AS. Reaksi Sukarno yang
ogah-ogahan terhadap serangan-serangan pada Februari dan Maret ini mengesankan
bahwa ia mengipasi demonstrasi- demonstrasi itu. Amerika Serikat menempuh apa
yang dinamai “low-posture policy” (kebijakan merunduk). Kebijakan
ini memerlukan penarikan mundur sebagian besar personil kedutaan besar (yang
mencapai empat ratus orang pada April dan tiga puluh lima orang pada Agustus),
penghentian bantuan kepada pemerintah Sukarno, dan kelanjutan hubungan dengan pimpinan
Angkatan Darat dengan harapan mereka akan bertindak melawan PKI dan Sukarno.
Pos CIA tetap dipertahankan dengan kontingen lengkap beranggotakan dua belas
orang (delapan staf operasional dan empat staf administrasi) agar badan ini
bisa meneruskan kegiatan rahasia mereka.[13]
3) Indikasi
Keterlibatan Angkatan Darat
Siasat yang digunakan adalah terus-menerus
memprovokasi PKI agar melakukan tindakan gegabah yang akan menampilkan partai
tersebut sebagai antinasional. Dokumen NSC tahun 1959 menekankan bahwa dalam
memberikan bantuannya kepada Angkatan Darat Amerika Serikat harus
memprioritaskan “permintaan bantuan untuk program dan proyek yang akan membuka
kesempatan untuk mengisolasi PKI, menggiring partai ke posisi bertentangan
secara terang-terangan dengan pemerintah Indonesia, sehingga dengan demikian
terciptalah alasan-alasan untuk melakukan tindakan represif yang secara politik
bisa dibenarkan dari sudut kepentingan Indonesia sendiri.”[14]
Strategi tetap AS dari 1959 sampai 1965 ialah membantu para perwira Angkatan
Darat mempersiapkan diri untuk melakukan serangan hebat terhadap PKI. Howard
Jones, Duta Besar di Jakarta selama tujuh tahun (1958-1965) dan salah seorang
arsitek utama kebijakan tersebut, memasok anasir kesinambungan yang penting
bagi tiga pemerintahan AS, Eisenhower-Kennedy-Johnson.
Sejalan dengan kebijakan pembangunan Angkatan Darat
sebagai benteng perlawanan terhadap PKI, pemerintah AS memberi pelatihan kepada
perwira-perwira Angkatan Darat di Amerika Serikat, memberi sumbangan dan
menjual persenjataan, serta memberi bantuan keuangan. Panglima Angkatan Darat
Jenderal Nasution adalah “anak mas” Amerika; kegigihan semangat antikomunisnya
meyakinkan para pembesar di Washington bahwa Angkatan Darat benar-benar
merupakan harapan paling baik untuk menjinakkan PKI. Berulang kali Nasution
memberi jaminan kepada para pejabat AS bahwa Angkatan Darat tidak akan pernah
membiarkan PKI merebut kekuasaan. Gabungan kepala-kepala staf AS memberi
pembenaran bantuan untuk Angkatan Darat Indonesia pada 1958 sebagai dorongan
bagi Nasution agar “melaksanakan ‘rencana’- nya untuk mengendalikan kaum
komunis.”
Sesudah
Sukarno menyingkirkan Nasution pada Juni 1962, mengangkatnya untuk jabatan
administratif sebagai panglima angkatan bersenjata, dan dengan demikian
membebaskannya dari jabatan sebagai panglima pasukan, penggantinya, Letnan
Jenderal Yani, meneruskan sikap antikomunis yang sama.
Dalam Agustus 1958 Amerika Serikat
memulai program bantuan militer dengan memasok perlengkapan untuk militer,
khususnya Angkatan Darat, dan melatih para perwira di Amerika Serikat. Dari
1958 sampai 1965 Amerika Serikat setiap tahun mengeluarkan sekitar $10 juta
sampai $20 juta untuk bantuan militer Indonesia.[15]
Melalui pendidikan ini Amerika Serikat bisa membangun kontak-kontak yang luas
dengan Angkatan Darat Indonesia. Tentu saja tidak semua perwira yang
disekolahkan di Amerika Serikat menjadi pengikut-pengikut setia perjuangan
antikomunis. Tapi program yang berskala sedemikan besar tentu membawa pengaruh
terhadap wawasan politik sementara perwira. Pada awal 1960-an para pejabat AS
memang merasa telah memperoleh sukses dengan program itu. Pada 1964 Dean Rusk
menulis sebuah memo kepada Presiden Johnson untuk menjelaskan bahwa bantuan AS
kepada tentara Indonesia dari sudut kemiliteran kecil saja artinya tapi “memungkinkan
kita untuk menjalin hubungan tertentu dengan elemen-elemen kunci di
Indonesia yang menaruh perhatian dan mampu melawan perebutan kekuasaan
oleh kaum komunis” (kursif penegas sesuai aslinya). Angkatan Darat
Indonesia mengikuti strategi gaya Gramsci dalam versinya sendiri: menerabas
ranah-ranah strategis dalam masyarakat sipilsebelum melancarkan usaha merebut
kekuasaan negara.
4) Indikasi
keterlibatan Soeharto
Kedutaan Besar AS juga mentransfer sejumlah besar
uang untuk front sipil ciptaan Angkatan Darat yang disebut Kesatuan Aksi
Pengganyangan Gerakan 30 September (KAP-Gestapu). Aksi-aksi organisasi ini,
seperti dicatat Dubes Green, “Sepenuhnya sejalan dengan dan dikoordinasi oleh
Angkatan Darat.” Untuk membantu KAP-Gestapu mengadakan demonstrasi-demonstrasi
dan melaksanakan “tindakantindakan represif yang ditujukan terhadap PKI saat
ini,” dalam awal Desember 1965 Green memerintahkan pemberian dana sebesar 50
juta rupiah kepada wakil KAP-Gestapu, Adam Malik.[16]
Pada awal November Green juga mengerti bahwa Suharto tidak mendongkel Sukarno
untuk memulihkan demokrasi dan membangun kembali pemerintahan sipil. Sesuai
dengan ajaran Nasution dan Suwarto, Suharto sedang meletakkan dasar-dasar untuk
tatanan politik yang secara keseluruhan didominasi Angkatan Darat. Green
menyampaikan kepada Washington, “Angkatan Darat tidak hanya berpikir dari sudut
militer saja atau bermaksud menyerahkan hari depan politik Indonesia kepada
elemen-elemen sipil.
Dari sejak awal ia mengambil kekuasaan negara pada
Oktober 1965, Suharto ingin menautkan Indonesia dengan Amerika Serikat dan
mengakhiri politik luar negeri Sukarno yang bebas aktif. Suharto bertujuan
mencapai pertumbuhan ekonomi, syarat mutlak untuk kediktatoran yang bisa tahan
lama, melalui penggabungan yang sangat erat dengan perekonomian Barat. Di
sinilah tempat pemerintah Amerika Serikat dan para ekonom Indonesia
berpendidikan Amerika Serikat memainkan peranan penting. Wakil-wakil Angkatan
Darat mulai mendekati Kedutaan Besar AS pada November 1965, meminta pengiriman
beras secara rahasia.
Segera sesudah Suharto mendemisionerkan kabinet
Sukarno pada pertengahan Maret 1966, dengan memenjarakan lima belas menteri
serta mengangkat pengganti mereka – sementara itu tetap membiarkan Sukarno
sebagai presiden – Amerika Serikat membuka keran bantuan ekonominya: konsesi
penjualan 50.000 ton beras pada April, dan 75.000 ton kapas, serta $60 juta
kredit pertukaran mata uang asing secara cepat dari Jerman, Jepang, Inggris,
dan Amerika Serikat padaJuni.84 Suharto mengangkat para ekonom berpendidikan
Amerika Serikat untuk menduduki kementerian-kementerian yang berkaitan dengan
masalah perekonomian. Mereka menebarkan sambutan hangat untuk investasi asing
dan mengarahkan ekonomi negeri di sekitar produksi ekspor untuk pasar dunia
Barat.[17]
Kudeta merangkak Suharto terhadap Sukarno berjalan
mulus karena pimpinan tertinggi Angkatan Darat sudah menyusun rencana. Enam
orang jenderal dari pimpinan tertinggi menjadi korban G-30-S (suatu akibat yang
sesungguhnya tidak dibayangkan di dalam rencana), tapi mereka yang selamat,
seperti Suharto, Nasution, dan Sukendro, bisa meneruskan rencana dan mulai
melaksanakannya. Sementara mereka tak pelak lagi menghadapi beberapa peristiwa
yang tidak diharapkan dan pada saat-saat tertentu harus mengubah rencana
semula, mereka mempunyai strategi dan seperangkat tujuan yang pasti.
Suharto bahkan menggunakan instruksi presiden
sebagai pembenaran untuk menahan lima belas menteri anggota kabinet Sukarno dan
mengangkat menteri-menterinya sendiri. Sukarno, tentu saja, memprotes bahwa
perintah yang diberikannya pada 11 Maret 1966 bukan merupakan pemindahan
kekuasaan, tapi kata-kata saja tidak mampu menghentikan langkah Suharto terus
ke depan.93 Suharto sangat cermat dalam mengolah prosedur konstitusional,
seperti misalnya sidang MPRS yang memilihnya sebagai pejabat presiden pada
Maret 1967 (parlemen yang telah dipadati dengan wakil-wakil pilihannya
sendiri), sehingga perebutan kekuasaan negara oleh Angkatan Darat tidak akan
menampak seperti apa yang sejatinya: kudeta.[18]
5) Indikasi
Keterlibatan Soekarno
Soekarno dijatuhkan dan diganti oleh
soeharto. Tapi peralihan kekuasaan ini penuh intrik dan berlumuran darah.
Setengan juta orang menjadi korban menjelang pergantian tahun 1965/1966. TAP
MPRS no XXXIII/1967 menyebutksan bahwa “ ada petunjuk- petunjuk, yang presiden
soekarno telah melakukan kebijakan yang secara tidak langsung menguntungkan
G30S/PKI”.[19] Menjelang periungatan 100
tahun kelahiran soekarno tahun 2001 telah muncul tuntutan agar nama baik bung
karno direhabilitas seperti dilakukan oleh partono karnen. Dalam peristiwa G30S
terdapat banyak unsur yang masih perlu diteliti dengan mendalam dan obyektif,
mulai dari keterlibatan PKI sampai kepada peran soeharto.sejak tahun 1965
diluar negeri tulisan- tulisan mengenai peran seokarno dalam peristiwa G30S
muncul dalam jumlah besar misalanya langenberg menemui 232 sumber yang membahas
G30S dan pendapat p[endapat mengenai ikut sertanya peran soekarno jauh berbeda.
Bahkan dibawah peran Orde baru di indonesia peran Soekarno tidak dilukiskan
dengan seragam.
Adanya baik bukti maupun argumen yang
berlawanan dan bertentangan dalam setiap versi ysng menyalahkan salah satu
unsur tunggal. Disamping itu, situasi politik saat itu sangat rumit. Keterlibatan Soekarno didasarkan pada
sejumlah Ada fakta-fakta yang sudah tidak dipersoalkan lagi seperti
penculikan jenderal dan kehadiran
Presiden Soekarno di Halim pada pagi hari tanggal 1 Oktober 1965. Fakta-fakta
yang diperiksa lebih mendalam oleh
Kerstin menyangkut masa sebelum, pada hari dan setelah kudeta. Mengenai periode sebelum kudeta diuraikan
tentang 1) hubungan Soekarno dengan PKI,
2) hubungan Soekarno dengan AD, 3) Isu-isu yang
beredar (dokumen Gilchrist, Dewan Jenderal dan kesehatan BK, 4) Kegiatan Soekarno menjelang kudeta. Menyangkut kejadian selama kudeta, dibahas 1)
Kegiatan Soekarno sebelum tiba di Halim, 2) Kronologi kejadian di Halim 1 Oktober 1965, 3) Laporan Soepardjo dan reaksi Soekarno, 4)
Soekarno di mata kelompok Untung, 5) Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan di
Halim, 6) Pengangkatan Pranoto, 7)
Keberangkatan dari Halim.[20]
Keberadaan Sukarno di Halim yang
digunakan sebagi markas kelompok Untungselam kudeta berjalan dan sikapnya
selama di Halim dianggap sebagi petunjuk atas keterlibatnya. Sukarno
memerintahkan orang-orang yang dipercayainya untuk menyiapkan dan melaksanakan
penculikan para jenderal. Dake (1973) dan Soerojo (1988) berpendapat bahwa
pembunuhan para jenderal juga dilakukan berdasarkan perintah Sukarno. Pada hari
berikutnya, ia sendiri ke Halim untuk mengendalikan situasi.direncanakan
mengumumkan melalui RRI bahwa sebuah dewan Jenderal yang merencanakan kudeta
terhadap pemerintahan tlah dinetralisasi, dan bahwa presiden aman dan bertugas
seperti biasa. Keberatan: Petunjuk-petunjuk atas kegiatan Sukarno yang
mencurigakan dianggap tidak dapat dipercayai. Tafsiran dan perilaku Sukarno,
terutamanya yang dikemukakan oleh Dake dianggap subyektif. Motivasi Sukarno
untuk melakukan kudetapun diangggap tidak ada.
6)
Indikasi Keterlibatan Inggris
Menurut
Asvi, sebenarnya tidak hanya Amerika Serikat yang terlibat dalam kasus G 30 S/PKI,
tetapi Inggris dan Australia pada saat itu juga ikut bermain untuk membantu
upaya pemberantasan komunisme.[21]
Lebih lanjut, Asvi menyatakan, ada pertemuan pada tahun 1964 di Filipina yang
merumuskan skenario Amerika Serikat untuk Indonesia. Yaitu skenario supaya
Indonesia tidak jatuh kepada Komunis PKI. Kalau hal itu terjadi, maka posisi
Amerika yang saat itu bertempur melawan Vietnam akan semakin terjepit.
Apakah
G 30 S didalangi pihak asing yang berkepentingan terhadap terjadinya suksesi di
Indonesia? hal ini memang tidak dapat dilepaskan dari situasi politik dunia
tahun 1960-an, ketika komunisme global mengalami ekspansi dan pihak barat
(AS-Inggris) gencar menanamkan pengaruh di dunia ketiga untuk membendung
pengaruh komunis. Soekarno menunjukan identitasnya sebagai pemimpin dunia
ketiga yang berkarakter. Pengaruh soekarno cukup disegani Negara-negara barat.
AS
mulai menajamkan matanya membidik Soekarno setelah munculnya konfrontasi dengan
Malaysia pada paruh waktu 1964. Menyusul keterlibatan Inggris dalam konfrontasi
dengan Malaysia, pemerintah Indonesia segera menyikapi hal itu dengan
menasionalisasikan perusahaan Inggris. Ini adalah nasionalisasi kedua yang
dilakukan Indonesia setelah nasionalisasi perusahaan Belanda pada 1956 dan
1957.
Mengetahui
hal itu, pemerintah AS segera bertindak. Setelah beberapa waktu sebelumnya
menekan Indonesia untuk mengaitkan pencairan pinjamannya dengan program
stabilisasi IMF, AS kemudian mengaitkan pencairan pinjaman berikutnya dengan
tuntutan untuk mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia[22].
C. Analisis
Uu No.1 Tahun 1967
Pada masa
pemerintahan Soeharto muncul Undang-Undang yang berkaitan dengan penanaman
modal asing untuk pertama kalinya. Undang-Undang tersebut seperti membuka
gerbang bagi masuknya negara lan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang penanaman modal yang terdiri dari 13 BAB
31 pasal memuat berbagai ketentuan yang berkaitan dengan penanaman modal asing
mulai dari pengertian penanaman modal hingga ketentuan penutup.
Dalam
Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 pasal 1
dan 2 berisi mengenai pengertian penanaman modal asing yang dimaksud oleh
pemerintah tertuang dalam pasal ini, sedangkan pasal 3 dan 4 berisi mengenai
bentuk hukum, kedudukan, dan daerah berusaha dalam derah berusaha perusahaan
asing disebutkan jika pemerintah menetapkan derah berusaha perusahaan asing
dengan memperhatikan perkembangan ekonomi nasional maupun ekonomi daerah , ini
menandakan jika perusahaan yang menanamkan modal asing di Indonesia diharapkan
akan memberikan suatu angin segar dalam dunia ekonomi. kemudian pasal 5,6,7,
dan 8 berisikan tentang bidang usaha modal asing dijelaskan mengenai bidang
usaha apa saja yang tidak diperbolehkan di Indonesia namun tidak ditentukan
bidang-bidang usaha yang diperbolehkan dimasuki penanaman modal asing.
Tenaga kerja
dibahas pula dalam pasal ini yaitu pasal 9,10,11,12, dan 13 namun lagi-lagi
pada pasal tentang tenaga kerja ini memberikan tuang untuk para pemodal asing
untuk memiliki keleluasaan dalam hal tenaga kerja dan pemerintah tidak
memberikan batasan yang jelas. Pasal 14 berisikan tentang pemakaian tanah yang
bila ditelaah lebih jauh, para pemilik modal diberikan kebebasan seluas-luasnya
dalam hal menggunakan pajak dan negara tidak memberikan batasan yang mendasar.
Pasal 15,16, dan 17 berisikan tentang
kelonggran-kelonggaran perpajakan dan pungutan lainnya sehingga
perusahaan-perusahaan asing dapat terbebas dari beberapa hal salah satunya
yaitu pembebasan dari pajak perseroan atas keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan
bersangkutan di Indonesia, untuk jangka waktu tertentu
yang
tidak melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung dari saat penanaman kembali. Selain itu juga perusahaan asing mendapat keringanan
misalnya Dengan mengizinkan penyusutan yang dipercepat atas alat-alat perlengkapan tetap.
Dalam
Undang-Undang ini juga dibahas mengenai jangka waktu penanaman modal asing, hak
transper dan repatriasi yang tertuang dalam pasal 18,19, dan 20 dimana jangka
waktu yang ditentukan dalam Undang-Undang ini penanaman modal asing yang berupa
perushaan hanya diizinkan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun saja.
Dibahas pula mengenai cara kerja transfer yang dimana negara disebutkan
mendapatkan keuntungan. Pada pasal selanjutnya yaitu 21 dan 22 berisi mengenai
nasionalisasi dan kompensasi, sayangnya pada pasal ini dikatakan bahwa
pemerintah tidak akan melakukan nasionalisasi dan jika pemerintah melakukan
nasionalisasi makan perusahaan-perusahaan asing akan mendapatkan kompensasi.
Ini sangat disayangkan dilain pihak kerjasama ini menguntungkan kedua belah
pihak dan jika perusahaan-perusahaan penanam modal asing telah melewati batas
yang ditentukan Undang-Undang seharusnya negara memiliki kuasa untuk
memberhentikannya dengan cara nasionalisasi.
Kerja
sama antara modal asing dan modal nasional pula dibahas dalam pasal 23,24, dan
25. Pasal-pasal tersebut juga tidak membahas mengenai alur kerja antara modal
asing dan modal nasional yang dibicarakan hanya keuntungan bagi modal asing dan
keuntungan bagi modal nasional dan lagi-lagi dibahas mengenai kelonggaran
perpajakan dan jaminan atas nasionalisasi dan kompensasi. Ini sangat miris
karena dalam satu Undang-Undang yang membahas mengenai kelonggaran dan
keistimewaan hampir dibanyak pasal dan dalam berbagai bidang yang bahas.
Pasal
26 dan 27 membahas mengenai kewajiban-kewajiban lain bagi penanaman modal
asing. Pasal 28 dan 29 berisikan tentang
ketentuan-ketentuan lain dimana ketentuan dalam Udnag-Undang ini berlaku untuk
penanaman modal asing yang telah ada ataupun yang akan melakukan penanaman di
Indonesia guna pembaharuan dan perluasan. Pasal 30 berisikan tentang ketentuan
peralihan dan pasal 31 berisikan tentang ketentuan penutup.
Jika ditelaah
lebih lanjut dalam Undang-Undang no. 1 tahun 1967 terdapat ketentuan-ketentuan
dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penanaman modal asing, terdapat
pula ketentuan-ketentuan tentang pembebasan serta kelonggaran perpajakan
kemudian fasilitas-fasilitas lain yang ditawarkan untuk menarik pemodal asing
sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi nasional. Terlebih lagi
pada saat itu Indonesia yang tergolong negara baru memerlukan pembangunan
ekonomi nasional guna memajukan negara, karena jika mengandalkan pembangunan
tanpa bantuan dari bangsa asing dengan jalan masuknya modal asing memerlukan
waktu yang lama sedangkan stabilitas ekonomi memerlukan waktu yang relative
secepatnya.
2.
Perkembangan penanaman modal di Indonesia
A. Kebijakan Politik Soeharto
Dalam merumuskan rencana-rencana
pembangunan lima tahunnya yang berangkai yakni, Repelita I, Repelita II, dan
Repelita III, pemerintah telah memeperlihatkan kesadaran yang berangsur-angsur
semakin besar akan prinsip fundamental yang telah disebutkan di muka. Bahwa
sebelum Repelita I diumumkan pemerintah Orde Baru sudah mengambil
tindakan-tindakan besar untuk mengendalikan inflasi yang membawa bencana, yang
diwariskan oleh pemerintah Soekarno, dan untuk menggerakan kembali perekonomian
yang telah macet.Laju inflasi diturunkan dari kira-kira 639 persen pada 1966,
pada waktu pemerintah baru mulai bertugas menjadi 10 persen pada tahun 1969.
Selama tahun-tahun tersebut poduk domestic bruto negeri ini mengalami kenaikan
6 persen per tahun, ekspor sebesar 14 persen dan dari luar negeri mengalir pula
penanaman modal dan dana bantuan yang besar.
Repelita I, yang dilaksanakan mulai
tanggal 1 April 1969, menempatkan peningkatan produksi pertanian sebagai tujuan
pokok, umpamanya rencana tersebut mencanagkan kenaikan produksi produksi padi
sekitar 52 persen selama lima tahun. Rencana tersebut juga menitikberatkan
pengeluaran untuk irigasi dan pengangkutan, kedua-duanya berkaitan langsung
dengan pertanian, juga disamping itu dengan industry, pertambangan, tenaga
listrik, perhubungan, perusahaan-perusahaan Negara, pendidikan, kesehatan, dan
keluarga berencana.
Hasil-hasil yang dicapai selama
Repelita I pada umunya mengesankan, produk domestic bruto mengalami kenaikan
rata-rata lebih dari 7 persen setahun, dan untu pertama kalinya dalam masa tiga
dasawarsa pendapatan perkapita mengalami kenaikan yang besar. Kebanyakan target
produksi penting dapat dicapai, kecuali pupuk, semen, dan terutama beras, yang
disebabkan oleh musim kemarau dan mengalami penurunan yang sangat besar.
produksi minyak melampaui sasaran, kira-kira 700 industri baru atau perluasan
pabrik dapat diselesaikan, sebagian kekurangan tekstil yang selama ini sifatnya
menetap kini sudah dapat diatasi, dan kemajuan yang menonjol telah tercapai
dalam bidang peningkatan mutu jalan, bangunan, irigasi, da system pengangkutan
dan perhubungan. Tetapi penciptaan lapangan kerja cenderung untuk tertinggal
dibelakang kebutuhan.
Pengalaman selama masa Repeita I
terutama memepertegas sifat sukar dipecahkan dari pada dua diantara empat
persoalan yang disebut kan pada awal bab ini: masalah pangan dan masalah
lapangan kerja. Repelita II dimulai pada tanggal 1 Aril 1974, kembali harus
menghadapi masalah yang sangat luas ini bersama-sama dengan masalah-masalah
lainnya termasuk maslah distribusi pendapatan, pendidikan, dan pembangunan
daerah.
Repelita II ini melanjutkan
penitikberatkan pada pembangunan pertanian dan pedesaan, sekaligus difokuskan
pada perbaikan taraf rakyat banyak, terutama berkenaan dengan sandang, pangan,
perumahan, kesejahteraan social, dan lapangan pekerjaan. Pembangunan regional
dan daerah, pendidikan, kesehatan, dan keluarga berencana, dan transmigrasi,
semua memperoleh alokasi dana yang lebih besar dari pada yang diperoleh di
Repelita I.
Selama Repelita II, perekonomian
tetap mengalami pertumbuhan, walaupun dengan laju yang sedikit lebih rendah
dibandingkan dengan Repelita I, yakin 6,7 persen setahun, dan inflasi juga
tetap dapat dikendalikan.Walaupun inflasi dunia semakin memburuk, dan walaupun
krisis pertamina telah mengakibtkan kerugian yang sangat besar, namun
meningkatnya produksi minyak telah memungkinkan pemerintah meluaskan
usaha-usaha pembangunanya dan sekaligus memupuk cadangan devisanya. Sektor
industry memang mengalami peningkatan yang sangat cepat, tetapi sebagian
terbesar dari pada dananya adalah untuk proyek-proyek padat modal. Sebagian
disebabkan oleh musim kemarau dan serangan hama, produksi bahan pangan pada
umumnya dan produksi beras pada khususnya merosot jatuh di bawah target dan
impor pangan terpaksa diperbesar. Kesempatan kerja juga mengalami pertambahan
yang terlalu lambat untuk memenui kebutuhan.
Pada tanggal 15 November 1978,
sebelum berakhirnya masa Repelita II, pemerintah melepaskan kaitan antara
rupian Indonesia dan dollar Amerika Serikat, mendevaluasikan rupiah sebesar
33,6 persen terhadap dollar, dan membiarkannya mengambang di dalam batas-batas
yang dikendalikan. Walaupun devaluasi itu pada mulanya memperbesar tekanan
inflasi dan menimbulkan kekacauan yang besar bagi pasar-pasar dan bagi
perencanaan dunia usaha, namun pemerintah menganggapnya sebagai suatu tindakan
yang esensial untuk menggalakkan ekspor bukan minyak dan untuk memperkuat
landasan bagi rencana lima tahun berikutnya.[23]
Repelita III mulai dilaksanakan pada
tanggal 1 April 1979, berusaha memberikan titik berat yang lebih besar lagi
kepada keadilan social di bandigkan dengan kedua Repelita sebelumnya.Tetapi
sebagaimana dikemukakan oleh presiden Soeharto, “jika kita menekankan pembagian
yang lebih merata sedangkan kita tidak berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi
yang cukup tinggi, maka sesungguhnya apa yang kita bagikan lebih merata adalah
kemiskinan.Saya tidak berpendapat bahwa pembagian kemiskinan yang lebih merata
adalah strategi pembangunan yang baik. Dalam praktek, para perencana menetapkan
target laju pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 6,5 persen selama Repelita
III, hanya sedikit lebih rendah dari pada laju pertumbuhan yang dicapai selama
Repelita II.
Dalam Repelita III, pemerintah
menitikberatkan stabilitas moneter maupun pertumbuhan ekonomi dan pembagian
yang merata dari pada hasil-hasil pembangunan. Yang juga mendapat perhatian
yang banyak adalah usaha-usaha untuk mendorong sektor pertanian, termasuk
pengintensifan penanaman padi, penganekaragaman dengan tanaman-tanaman lain,
dan pembukaan lebih banyak darah pertanian di luar Jawa. Walaupun pemerintah
berharap dapat memepercepat pertumbuhan di beberapa sektor teutama industry,
konstruksi, dan pengankutan dan berhubungan namun ia juga sudah memperkirakan
menurunya laju pertumbuhan umum di bidang pertanian, pertambangan, dan ekspor
minyak bumi.
Pemerintah sudah mulai
memperhitungkan perlunya strategi pembangunan yang diorientasikan pada
penciptaan lapangan kerja, namun masalah kesempatan kerja masih tetap jauh dari
penyelesaian, dan hal yang sama juga berlaku bagi masalah pangan dan ekspor.
Dalam pada itu terdapat tanda-tanda bahwa pemikiran baru sedang muncul, di
dalam dan diluar pemerintah tidak kalah pentingnya, juga dikalangan mahasiswa.
Dan pemikiran-pemikiran mahasiswa tidak hanya dipusatkan pada dilemma-dilema
ekonomi seperti yang diutarakan di atas tetapi juga pada masalah-masalah yang
lebih luas, yang bertalian denagn hak-hak asasi manusia dan ideology nasional.
Program-program transmigrasi resmi
dari pada Indonesia dimulai pada tahun 1905, pada waktu Belanda membangun
daerah koloni di bagian selatan pulau Sumatera. Transmigrasi dalam artian resmi
ini dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk yang direncanakan dan
terpimpin dri pulau Jawa (dan pulau-pulau di dekatnya: Madura , Bali, dan
Lombok) yang padat penduduk ke pulau-pulau luar Jawa yang berpenduduk lebih
jarang. Dalam dasawarsa-dasawarsa menjelang perang dunia ke dua, Belanda
menempuh usaha-usaha lebih lanjut yang sporadic untuk menspnsori migrasi
seperti itu, tetapi hanyalah kecil-kecilan dan pada umumnya tidak
berhasil.Timbulnya perang telah menghentikan semua usaha seperti itu, tetapi
setelah kepulangan Jepang dan proklamasi kemerdekaan Indonesia, rezim Soekarno
mencoba melancarkan program-program transmigrasinya sendiri.Hasilnya pada
umumnya sangat sedikit.
Di atas kertas, pemerintah Orde Baru
memberikan tempat yang penting kepada transmigrasi dalam rencana pembangunan
lima tahunnya yang pertama, yang dimulai tahun 1969: tetapi hasilnya
mengecewakan. Hal yang hamper sama juga terjadi dalam rencana pembangunan lima
tahun yang kedua, yang dimulai ada tahun 1974: 250.000 keluarga direncanakan
untuk ditransmigrasikan oleh pemerintah selama Replita tersebut, tetapi dalam
praktek hanya kira-kira sepertiga target saja yang di capai. Rencana
pembangunan lima tahun ketiga dimulai pada 1979, mentargetkan jumlah yang lebih
jauh lebih ambisius lagi, hendak mentransmigrasikan 500.000 keluarga atau
kira-kira 2.500.000 orang. Bank dunia sudah menyanggupi, pada prinsipnya akan
memeberikan bantuan besar-besaran bagi program transmigrasi, dan pad tahun 1979
kesanggupan ini diulangi lagi sampai jumlah satu milyar dollar.
Walaupun sektor pertanian mempunyai
peranan penting bagi keberhasilan transmigrasi dan pembanguan luar Jawa, namun
pengalaman selama beberapa dasawarsa telah membuktikan dan mengingatkan agar
kita jangan terlalu mengandalkan sektor pertanian saja.Kini arus pemikiran
telah bergerak kea rah konsep pusat pengembangan yang bentuknya dapat beraneka
ragam.Pemerintah dapat, umpamanya mengaitkan perencanaan proyek transmigrasi
dengan perencanaan industry baru atau pengusahaan hutan atau pertambangan di
luar Jawa. Selanjutnya, pemerintah dapat merestui transmigrasi spontan, tanpa
disponsori sehubungan dengan proyek-proyek seperti itu, sekali sudah berhasil,
sebagaimana dibuktikan oleh pengalaman, maka ribuan oran yag semangat kerja
akna meninggalkan pulau Jawa yang memanfaatkan lapangan kerja baru yang
tersedia saat itu. Dalam banyak hal, perusahaan-perusahaan swasta memprakarsai
proyek-proyek penciptaan lapangan kerja seperti itu di bidang petanian maupun
bukan pertanian, dan perusahaan-perusahaan seperti itu biasanya berbentuk usaha
patungan yang meliputi para investor asaing yang sudah mendapat persetujuan
pemerintah.
Ringkasnya, transmigrasi yang
disponsori pemerintah memindahkan penduduk dari luar Jawacdan pulau-pulau di
dekatnya yang berpenduduk terlalu padat.Meringankan tekanan berat ekologikal
atas pulau-pulau tersebut.Mengandung potensi penting untuk mencipatakan
lapangan kerja, dan membantu peningkatan produksi pertanian dan bukan pertanian
untuk keperluan konsumsi dan ekspor.
Menurut Clapham, “dalam demologi
popular perusahaan-perusahaan multinasional adalah sekelompok kecil dari pada
banyak sekali perusahaan. Sesungguhnya bahwa jumlah mereka sangat banyak sekali
dan berpangkalan di sejumlah besar Negara.walaupun angka yang tepat sangat
sulit diperoleh, nmaun ia memperkirakan jumlah total perusahaan multinasional
di seluruh dunia.” Terletak antara 12.000-15.000.jumlah ini hanyalah
perusahaan-perusahaan induk saja. Jumlah otal kompani dalam kelompok-kelopok
multinasional tentu jauh lebih besar lagi.dugaan saya adlah lebbih dekat dengan
angka 200.000 dari pada dengan angka 100.000.
Dengan memperhaikan
pertimbangan-pertimbangan yang realistis ini, saya menggunakan definisi bahwa
suatu perusahaan multinasional ialah perusahaan yang melakukan atau
berpartisipasi dalam pemilikan atau pengendalian kegiatan-kegiatan di beberapa
Negara.Perusahaan-perusahaan multinasional memainkan peranan yang semakin
penting dalam perekonomian dunia sedang berkembang.
Sikap dan kebijaksanaan Indoesia
terhadap perusahaan-perusahaan multinasional asing, selama tahun-tahun sejak
1945, juga memperlihatkan perubahan-perubahan ynag besar. Dalam periode yang
menyusul proklamasi kemerdekaan, sebagaimana dikemukakan oleh Franklin B.
Weinstein, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta menakankan kebutuhan
Indonesia akan penanaman modal dan bantuan barat. Akan tetapi dalam dasawarsa
1950-an, semakin tegangnya hubungan dengan Belanda, tuduhan keterlibatan
Amerika dalam pemberontaan yang meletus di Sumatera dan Sulawesi, dan bertambah
kuatya PKI, semua inni membantu memeperburuk hubungan Indonesia dengan barat
termasuk masyarakat bisnis barat.
Kelompok-kelompok Inggris, Amerika,
Australia dan berbagai kelompok nasionalitas lainnya juga mempunyai semacam
kamar dagang di Indonesia, dan melalui badan-badan ini orang dapat membicarakan
persoalan-persoalan umum dan mengadakan kontak-kontal lebih lanjut. Juga
terdapat banyak sekali perusahaan yang berafiliasi barat dan konsultasi, dan [24]perusahaan-perusahaan
ini dapat melakukan studi-studi pendahuluan atau terperinci yang relevan.Dalam
pada itu kontak-kontak yang baik juga dapat diadakan dengan Badan Koordinasi
Penanaman Modal dan departemen-departemen yang bersangkutan.
Walaupun semua itu sudah ada, namun
para usahawan barat yang ingin mempelajari kesempatan-kesempatan penanaman
modal di Indonesia terlalu sering menempuh cara yang sama sekali salah. Iklim
penanaman modal tentu saja tergantung pada banyak faktor. Sebagai contoh,
demonstrasi-demonstrasi mahasiswa pada tahun 1974, mempunyai pengaruh yang
mendalam terhadap iklim penanaman modal pada waktu itu dan sekali lagi
membuktikan peranan yang sangt penting yang dimainkan oleh generasi muda dalam
masalah-maslah Indonesia.Demikian pula oleh hasil-hasil yang dicapai oleh
pemerintah dari usaha-usahanya mengendalikan inflasi atau mendorong ekspor
selanjutnya bereaksi kembali terhadap iklim penanaman modal.
Indonesia sangat berterimakasih
kepada para mahasiswanya, di masa lalu dan kini. Para mahasiswa yang termsuk
angkatan 45 telah ikut membantu Indonesia merebut kemerdekaanya. Para mahasiswa
yang termasuk angkatan 66 ikut membantu menakhlukan kaum komunis dan lahirnya
Orde Baru. Para mahasiswa angkatan 1970-an dan 1980-an telah dan akan
mempersiapkan diri untuk memainkan peranan mereka dalam pembangunan nasional
Indonesia.
Tetapi rasa terimakasih yang sama
juga berlaku sebaliknya. Pemerintah Orde Baru lah yang telah berjasa memperluas
secara besar-besaran fasilitas pendidikan pada semua tingkat di Indonesia sejak
tahun 1966. Pemerintah yang sama pulalah yang telah merencanakan dan
melaksanakan program-program pembangunan nasional yang sangat luas dan umum,
dan sebagian besar sudah berjalan dengan baik, sebagaimana dituangkan dalam
Repelita I dan II. Dan jika usaha-usaha pembangunan yang dilakukan oleh
pemerintah memerlukan perubahan arah yang besar, maka para mahasiswa pun
diharapkan membantu perwujudannya.
Indonesia adalah Negara yang sangat
muda, yakni sebagian terbesar penduduknya jauh melebihi Negara-negara barat,
terdiri dari golongan usia muda, dan golongan ini tentunya membutuhkan banyak
fasilitas persekolahan dan lapangan kerja yang layak. Pada umumnya disadari
bahwa tahun-tahun pra-sekolah, dan tahun-tahun awal sekolah, adalah sangat
penting dalam pembentukan watak anak.
3.
DAMPAK MASUKNYA MODAL ASING BAGI INDONESIA
A. Munculnya
kelompok kapitalis
Sejarah
kapitalisme itu sendiri pada awalnya dari manusia berkerja sendiri-sendiri
menghasilkan segalasesuatu yang dihayati untuk diri sendiri dan keluarganya.
Menggunakan dan mengkonsumsi apa yang telah didapat atau dihasilkan. Cara itu
merupakan kehidupan primitive yang terdapat pada permulaan sejarah hidup
manusia. Kemudian berangsur-angsur mengupulkan harta benda, maka mereka mulai
mempergunakan orang lain, diperkerjakan untuk memperbesar harta benda yang
dimilikinya. Keadaan ini terus berlangsung dengan hasil yang bertambah banyak,
barulah hasil yang diperoleh ditukarkan dengan hasil orang lain, maka terjadilah
pertemuan tukar-menukar itu sendiri yang dinamakan pasar.[25]
Untuk mempermudah proses tukar menukar barang maka diciptakanlah uang.
Penguasaan pasar kemudian dilakukan dengan adanya kongsi-kongsi untuk melakukan
kerjasama.
Pada masa Orde
Baru orientasi pembangunan diarahkan
kepada pembangunan ekonomi segala bentuk upaya diusahakan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi negara. Sebenarnya masalah poko ekonomi yang dihadapi
Indonesia antara tahun 1945-1950 pada dasarnya merupakan masalah perekonomian
pasca kolonial dan sbegaian akibat perang. Belum lagi laju ekonomi Indonesia
pada era 1960-an seperti jalan ditempat dan juga saat akan mencanangkan upaya
pembangunan memerlukan suatu upaya yang besar, baik dalam perencanaan yang
harus difikirkan secara mendetail maupun dalam pengaturan mekanisme
penyelenggaraannya. Kebijakan ekonomi Indonesia sudah mulai menetapkan sistem
aliran devisa bebas namun pada
kenyataannya penerapan sistem devisa bebas ini tidak semuanya bebas.
Strategi
pembangunan di Indonesia tidak mengenal pembedaan strategi yang ektrem[26]
sehingga lebih berorientasi pada pemerataan (keadilan), penghapusan kemiskinan
memang merupakan hal yang harus dicapai sesuai dengan cita-cita yang tertuang
dalam UUD 1945 namun hal itu tidak akan mungkin tercapai jika aspek pertumbuhna
ekonomi terlupakan. Pemerataan tanpa pertumbuhan sama saja dengan pemerataan
kemiskinan. Banyak persoalan negara baru yang tidak terpecahkan dengan tuntas
pada masa pemerintahan Soekarno sehingga pada masa pemerintahan Soeharto
masalah-masalah itu kembali muncul dengan wujud yang berbeda. Pertumbuhan
ekonomi nasional merupakan target utama yang dibidik oleh pemerintahan Soeharto
sehingga terkesan menghalalkan segala cara agar tujuan tersebut tercapai.
Untuk membiayai
pembangunan dan dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan , pemerintah
mengundang mengundang modal asing untuk berinvestasi di Indonesia. Corak
investasi modal asing maupun modal dalam negeri cenderung kearah industry
pengganti impor. Akibat dari penanaman modal besar-besaran adalah terjadi
ketimpangan pendapatan penduduk . bagi yang menguasai modal besar akan
memperolaeh bagian besar dari angka pertumbuhan ekonomi itu yang besar pula
jumlahnya dibandingkan dengan mereka yang hanya mampu menyumbnagkan sejumlah
kecil modalnya.[27]
Walaupun kelompok yang memiliki modal kecil sesungguhnya telah memberikan
kontribusi yang cukup besar yaitu dibidang manajemen, sumber daya manusia dan
teknologi karena golongan ini merupakan penggerak pasar didalam negeri.
Masalah yang
dihadapi dalam penanaman modal asing adalah ditransfernya keuntungan yang
diperoleh oelh perusahaan yang bersangkutan kenegara asal modal.arus masuknya
modal asing ke Indonesia termasuk alokasi Special
Drawing Right dan perkiraan sedang berjalan
pada periode 1970-1986 Indonesia telah menjadi eksportir modal dan bukan
importir modal.[28]
Yang artinyamodal asing yang masuk ke Indonesia terdiir dari investasi modal
asing dan memperhitungkan pembayaran cicilan utang luar negeri yang kemudian
mmeperhitungkan pembayaran cicilan luar negeri , bunga utang luar negeri dan
keuntungan yang ditransfer pihak asing keluar negeri, telah menunjukan nilai
kumulatif yang negatif.
Upaya mengejar
pertumbuhan ekonomi yang tinggi bertumpu pada penanaman modal asing sama halnya
seperti meninggalkan kualitas dalam unsur-unsur manajemen, sumber daya manusia
dan teknologi hal tersebut dikarenakan unsur tersebut bukan lagi menjadi fokus
pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Sehingga
memberikan dampak terhadap kemerosotan kualitas lingkungan, misalnya pertanian
mengalami keterbengkalaian. Selain itu akibat dari kebijaksanaan penanaman
modal asing yang sifatnya menghasilkan barang pengganti impor dengan segala
kebijakan yang mendukungnya sehingga dirasakannya adanya ekonomi biaya tinggi.
keadaan ini menyebabkan produk yang dihasilkan kurang dapat bersaing dipasaran
internasional. Perkembangan yang perlu mendapat perhatian sehingga dirasakan
perlunya pedoman dalam melaksanakan pembangunan. Dalam merancang suatu
pembangunan diperlukan suatu upaya untuk memperhatiakan perkembangan yang akan
terjadi.
Penciptaan
lapangan pekerjaan yang sering dikumandangkan seiring dengan program utama
industrialisasi namun sebenarnya lowongan kerja diciptakan untuk buruh yang mau dibayar murah dan juga menciptakan
proyek-proyek pembangunan yang sekedar padat karya, menyerap buruh banyak,
tetapi tidak memberikan indikasi pemerataan kemakmuran pada masyarakat
Indonesia. Lantas yang berkaitan dengan sumber daya manusia yang menguasai
teknologi dan berkeahlian tinggi didatangkan dari luar negeri. Sedangkan
masyarakat kita yang pada dasarnya tidak menguasai teknologi justru hanya
menjadi buruh dengan upah murah dan banyak. Sistem produksi semula yang
dikerjakan secara manual namun seiring
dengn berkembangnya teknologi maka diciptakannya alat-alat produksi.
Alat
produksi dapat berkerja harus
memperkerjakan orang lain, maka mulailah timbul kelas proletar (kaum buruh) dan
kaum borjuis yang lambat laun menggantikan kedudukan kaum feodalis.
Perkembangan selanjutnya mereka menjadi kaum kapitalis yang menguasai alat-alat
penghasil dan sumber-sumber kekayaan. Sehingga mereka dapat bertindak
menghasilkan secara besar-besaran, untuk mengisi pasar dunia yang semakin
besar.
Dalam perputaran
makro ekonomi kelompok penyumbang menajemen, sumber daya manusia dan teknologi
sebenarnya yang justru banyak membelanjakan pendapatannya, sebagai lapisan
konsumen terbesar yang mampu menyerap hasil produksi dalam negeri yang
diciptakan, sedangkan bagi penguasa modal tentunya tidak terlalu konsumtif
mengeluarkan pendapatannya, kecuali untuk kepentingan pribadi yang biasa
menghaburkan uang bersenang-senang keluar negeri yang memboroskan devisa. Jadi
kelompok manajemen, sumber daya manusia dan teknologi ini yang sebenarnya
justru berperan besar menggerakan pasar domestic kita di dalam negeri
Indonesia.
Hal ini
menimbulkan masalah bagi masyarakat Indonesia dimana terjadi ketimpangan
pendapatan terganggunya ekosistem, merosotnya kualitas lingkungan sumber daya alam, lahirnya
kelompok-kelompok Orang Kaya Baru (OKB) yang disebut sebagai konglomerat dimana
orang-orang tersebut berhasil memanfaatkan kebijaksaaan pemerintah untuk
membesarka keuntungan usahanya.[29]
Para penguasaha kemudian pada awal tahun 1980-an telah berhasil mewujudkan
dirinya menjadi para konglomerat Indonesia.
Kebijaksaan
ekonomi yang berkembang di Indonesia cenderung kearah sistem ekonomi kapitalis
terpimpin dimana faktor kepemimpinan pemerintah masih menonjol dengan dukungan
perusahaan-perusahaan negara dan penguasaan sumber daya alam dibawah
kewenangannya. Kemerdekaan individu dan kebebasan seseorang untuk menentukan
kesejahteraan hanya terjadi di negara yang menganut kapitalis.
Kebijakan
ekonomi Indonesia yang dikatakan sebagai demokrasi ekonomi namun kebijakan
ekonomi ini tidak akan demokratis sebaliknya akan terbebani watak kapitalistis
yang nyata dimana kebijakan dari beberapa orang yang mungkin baik untuk orang
banyak jika hal tersebut diiringi dengan teriakan berdikari diberi suatu penekanan
ekonomi yang merupakan kebijakan yang teguh berpegang pada kebenaran tinggi.
Karena berdikari merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk berjaya dengan
usaha yang dilakukan tanpa bantuan pihak lain atau negara lain.
Sebenarnya
penerapan kebijakasanaan ekonomi berjalan selama ini cenderung kearah sistem
ekonomi kapitalis terpimpin dimana faktor kepeminpinan pemerintah masih menonjol dan menjadi utama
denagn dukungan perusahaan-perusahaan negara, dan penguasaan sumber daya alam
dibawah wewenangnya. Tetapi cara kerja sektor negara yang penuh dengan berbagai
peraturan sehingga terkesan masih sangat kaku hal ini menjadi kendala bagi
pelaku ekonomi dimana jika berkembang dengan sehat sesuatu yang sangat mustahil
karena pelaku ekonomi yang ternyata tidak seluruhnya berjiwa enterpeneur tetapi lebih ke berjiwa
pegawai dimana berkerja atas perintah dan dibatasi oelh aturan sehingga ini
membelenggu kreativitas dan kebebasan inisiatif dalam menggerakan roda
perusahaan negara tersebut. Suka atau tidak suka pada akhirnya sistem
kapitalisme itulah yang berkembang di Indonesia.
Akomodasi modal
besar-besaran telah mendorong berkembngnya berbagai cabang kegiatan usaha baru
juga memicu timbulnya kelompok-kelompok bisnis baru sebagai hasil kerjasama.
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah konglomerat yang mampu menguasai pasar
atau pada tingkat yang menggerakan pasar dimana menguasai industry, sarana
angkut dan distribusi, bahkan yang lebih mencengangkan lagi berhasil membangun
imperium bisnis sampai pada institusi keuangan misalnya PT Salim Economis
Development Corporation.[30]
Sehingga tampak bahwa mekanisme pasar ditentukan oleh perusahaan-perusahaan
yang memiliki jalur pasar, mulai dari indutri, distribusi dan transportasi.
Proses keadilan
dan pemerataan pendapatan melalui instrument perpajakan dan hal tersebut mulai
diberlakukan di Indonesia dengan alasan partisipasi masyarakat atas
pembangunan. Sehingga akhirnya sumber pendapatan negara terbesar bersumber dari
penarikan pajak. Gejala kapitalisme nampak dalam kemampuan kekuatan ekonomi
untuk mempengaruhi jalannya politik ini mulai muncul di Indonesia jalannya
suatu pemerintahn yang seharusnya didominasi politik namun ekonomi memiliki
pengaruh. Adanya suatu ikatan yang erat subsistem dalam masayarakat antara sub
sistem politik dan subsistem ekonomi. Seperti halnya negara-negara kapitalis
seperti Amerika Serikat, Indonesia pula menetapkan pajak yang ditujukan untuk
pembangunan. Sehingga pembangunan yang didengungkan sebagian kecil biayanya
dari masyarakat kecil dengan menarik pajak.
Bentuk usulan
kongkrit dilahirkannya Undang-Undang Perpajakan
dimana seseorang bolah kaya, tetapi harus membayar pajak untuk tingkat
kekayaan yang dimilikinya. Keberhaasilan usaha yang hanya bisa dinikmati oleh
sebagian kecil masyarakat hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial maka perlu
dilakukan sebuah tindakan untuk membagi kemakmuran di kalangan elite kepada
saluran lapisan bawah. Ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk
menyalurkan dana yang dikumpulkan oleh orang-orang yang dibiarkan kaya
tersebut. Dan orang-orang yang idbiarkan kaya tersebut harus menyerahkan dana
yang perolehnya berupa pajak yang digunakan untuk pembangunan nasional.
Dengan kekuatan
modal yang dimiliki, kedudukan negara ditengah masyaraat menjadi semakin
dominan. Terjadi persamaan kepentingan antara kaum birokrasi dengan
kelompok-kelompok ekonomi swasta yang
akhirnya membentuk suatu arena bisnis sendiri untuk memperkaya diri
sendiri, karena pada dasarnya kaum birokratlah yang memegang dana rutin dan
dana pembangunan, maka fungsi birokrat sebagai penyalur Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara akan mewujudkan dirinya sebagai kekuatan ekonomi tunggal secara
nasional. Hal ini yang menyebabkan pemengang modal memegang kendali penuh atas
stabilitas ekonomi negara.
Melalui
perusahaan dana ini, pemerintah mempunyai peranan aktif demikian pula dalam hal
proses perpajakan, yang ternyata telah diatur dengan proporsi besar atau
kecilnya sebuah perusahaan dengan demikian maka proses
kapitalisme swasta dapat dihambat dengan berbagai kebijkasanaa dan peraturan
yang harus dipatuhi swasta. Sehingga kekuasaan perusahaan swasta terlebih lagi
pemilik modal dapat dikontrol sehingga negara tidak mengalami kerugian yang
besar.
Kekuatan sosial
yang paling kuat lahir pada era Orde Baru adalah persekutuan borjuasi asing,
Cina dan pribumi. Modal disediakan oleh borjuasi asing, sedangkan distribusi,
subkontrak dan seringkali pengelolaanya dilayani oleh Cina, sedangkan pejabat
pribumi menyajikan perlindungan politik. Usaha-usaha yang cepat berkembang
selalu ditandai dengan campur tangan pemerintah, secara praktis berupa
pemberian fasilitas dan perlindungan terhadap persaingan pasar bebas.
Penguasaha-penguasaha
swasta tersebut mendasarkan diri pada kekuatan capital yang telah dihimpunnya
dalam kegiatan bisnis yang sangat maju pesat selama masa pemerintahan Orde
Baru. Dengan kemampuan capital yang dimilikinya, mereka telah mampu pula
mewujudkan bantuan timbale balik antara pengusaha swasta pemegang kekuatan
pemerintah. Maka terjadilah suatu timbale balik yang mneguntungkan dimana
lapisan kelas kelas menengah tergantung pada lapisan atas, kemudian kelas
pekerja, nafkah hidupnya tergantung pada sukses para majikan ditingkat menengah
dan atas. Struktur saling bergantung inilah yang sekarang nampak terwujud di
negeri ini.
B. Etnis
Cina menguasai ekonomi
Berakhirnya
Demokrasi terpimpin mewariskan berbagai masalah serius pada Orde Baru, termasuk
kelangkaan bahan pangan dan pasokan bahan baku yang nyaris terhenti,
produksi dalam negeri yang nyaris
terhenti, hiperinflasi, tunggakan utang luar negeri (ULN) dll. Keadaan ekonomi
yang buruk dan ketidak stabilan politik bagi periode Orde Baru, membuat
pemerintah Orde Baru harus mengambil berbagai kebijakan untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi, terutama kebjakan di bidang ekonomi untuk mengatasi
berbagai masalah ekonomi yang semakin memburuk.
Salah satu kebijakan yang diambil oleh
pemerintah yaitu meninggalkan pola ekonomi komando versi Orde Lama dan
membiarkan kekuatan pasar sebanyak mungkin untuk menentukan keputusan-keputusan
ekonomi. Selain membiarkan kekuatan pasar untuk menentukan keputusan ekonomi,
pemerintah juga mengeluarkan paket-paket kebijakan, paket kebijakan ini adalah
tindak lanjut dari diterbitkannya Tap MPRS No.XXIII Tahun 1966 tentang
pembaruan Landasan Kebijakann Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan yang bertujuan
untuk menstimulir swasta masuk ke sektor-sektor strategis (Chaniago,2001).
Salah satu paket kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia selama
Orde Baru adalah UU Penanaman Modal Asing (UUPMA) dan Undang-Undang Penanaman
Modal Dalam Negeri (UUPMDN). Selain itu, pada masa Orde Baru
perusahaan-perusahaan yang dinasionalkan pada masa Orde Lama di kembalikan ke
pemiliknya.
Dengan adanya kebijakan yang di buat oleh
pemerintah mengenai Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UUPMA) dan
Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri (UUMPDN). Pemerintah Orde Baru
memberikan berbagai kemudahan bagi para investor yang memberikan keuntungan dan
perlakuan istimewa terhadap investor asing. Dengan adanya UUPMA dan UUMPDN juga
memberikan kesempatan bagi para pengusaha Tionghoa untuk dapat memperbesar
usaha mereka sehingga mereka memiliki peranan penting dalam perekonomian di
Indonesia. Seperti kita lihat bagaimana kekuatan etnis Tionghoa dalam
perekonomian di Indonesia, dengan banyaknya toko-toko yang dimiliki oleh etnis
Tionghoa di sepanjang jalan seluruh kota besar maupun kota kecil di seluruh
Indonesia. Berdasarkan kecenderungan tersebut maka pemerintah ingin melakukan
kerjasama dengan orang Tionghoa untuk menarik modal dari investor asing.
Pada
awal pemerintahan Soeharto tahun 1966-1967 warga etnis Tionghoa di beri peluang
untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah Indonesia, karena pada waktu itu
mereka dianggap memiliki akses keluar negeri untuk menarik modal investor
asing, khususnya etnis Tionghoa berkewarganegaraan Taiwan, Hongkong dan
Singapura. Kenyataan strategi yang diterapkan oleh pemerintahan Soeharto waktu
itu cukup berhasil menarik investor asing. Banyaknya investor asing yang pada
umunya memilih untuk bekerjasama dengan etnis Tionghoa, karena kelompok ini
dianggap menguasai jalur distribusi perdagangan dalam negeri dan dekat dengan
para elite pemerintahan Soeharto.
Sejalan
dengan adanya kebijakan UUPMA dan UUMPDN, pemerintah juga mengajurkan para
pengusaha Tionghoa untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta nasional
Indonesia. Dengan adanya pemberian kebebasan pengusaha bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan swasta maupun pemerintah tersebut pada akhirnya membawa
dampak negatif seperti lahirnya kerjasama yang dilakukan para pengusaha
Tionghoa dengan para elit pemerintahan. Kerjasama tersebut dimaksudkan dalam
rangka memberikan perlindungan keamanan dan pemberian fasilitas yang dilakukan
oleh pengusaha Tionghoa dengan memberikan jaminan uang sebesar-besarnya
terhadap perlindungan tersebut, guna memperlancar usaha mereka dalam bidang
perekonomian. Kerjasama semacam ini kemudian dinamakan dengan sistem cukong.
Sistem
percukongan ini terjadi karena meski pada awalnya para pengusaha etnis Tionghoa
diberikan kemudahan dan diberikan kesempatan untuk mengmbangkan usahanya dalam
rangka pembangunan ekonomi, mereka juga harus berhadapan dengan birokrasi dan
masalah keamanan usaha yang sedang mereka jalani dari ancaman pribumi yang
selalu meredam prasangka terhadap mereka, untuk menghindari kesulitan birokrasi
dan untuk keamanan banyak pengusaha etnis Tionghoa berkolaborasi atau kerjasama
dengan elit Indonesia terutama dengan puhak militer. Kolaborasi sama-sama
memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Dimana para pengusaha etnis Tionghoa
menanamkan modal dan mengelola usaha, sedangkan para elit memberikan lisensi
atau konsesi monopoli.
Maraknya
sistem cukong di masa Orde Baru kemudian memicu banyaknya praktek korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN). Pada akhirnya, kelompok inilah yang sebetulnya
menguasai ekonomi Indonesia. Hal ini muncul dengan hadirnya beberapa
konglomerat baik dari kalangan pengusaha etnis Tionghoa maupun dari para elit
pribumi yang memerankan peran sangat dominan dalam praktek tersebut.[31]
Meskipun
Kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah mengakibatkan banyaknya
percukongan tetapi juga memberikan banyak memberikan keuntungan bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya keterbukaan penanaman modal asing
yang mendorong terciptanya pasar bebas, yang pada akhirnya memunculkan dominasi
etnis Tionghoa dalam sektor perkonomian seiring dengan kondisi perekonomian
Indonesia yang terus membaik dan stabil. Namun, kondisi perekonomian Indonesia
yang terus membaik dan stabil tidak disertai dengan ekonomi bagi para pengusaha
pribumi yang merasa dirugikan dalam hal ini, sehingga banyak kritikan bahwa
kebijakan yng diambil oleh pemerintah lenih memihak etnis Tionghoa.
Berdasarkan
kritikan dan desakan yang dilakukan oleh pengusaha pribumi, maka pemerintah
mengurangi dominasi non pribumu dalam bidang perekonomian, usaha yang dilakukan
pemerintah untuk mengurangi dominasi non pribumi tercantum dalam Keppres 14
Tahun 1980, serta Keppres 18 Tahun 1981
yang memiliki ketentuan sebagai berikut:
1. Sekurang-kurangnya
50% dari permodalan perusahaan dimilki oleh pribumi.
2. Lebih
dari separuh komisaris perusahaan adalah pribumi dan lebih dari separuh direksi
adalah pribumi.
3. Dalam
hal perusahaan berbentuk perseroan komanditer atau maka lebih dari separuh
pimpinan perusahaan adalah pribumi.
4. Dalam
hal perusahaan perorangan , maka perorangan yang bersangkutan adalah pribumi.
Pada dasarnya segala upaya yang dilakukan
pemerintah Orde Bru untuk mengurangi dominasi etnis Tionghoa di Indonesia untuk
membantu para pengusaha pribumi namun pada kenyataannya upaya ini sulit
dilaksanakan, keadaan ini sulit dilaksanakan terutama setalah jatuhnya harga
minyak. Melihat kenyataan ini pada akhirnya pemerintah menjalin kerjasama
kembali dengan para pengusaha Tionghoa yang pada dasrnya lebih berpengalaman
dibanding dengan pengusaha pribumi.
Melihat
kenyataan tentang besarnya peran serta pengusaha Tionghoa dalam perekonomian
Indonesia, terutama setelah kedatangan para investor asing yang menanamkan
modalnya dan bekerjasama dengan pengusaha Tionghoa hingga lahirnya parktik
percukongan yang menimbulkan KKN di tubuh elit kekuasaan dan para pengusaha
Tionghoa yang ikut terlibat didalmnya, maka muncul kritikan-kritikan terhadap
kebijkan pemerintah. Yang pada akhirnya memuculkan aksi demonstrasi, pada akhir
1973 situasi di kalangan mahasiswa memanas karena keresahan yang dialami rakyat
melihat perkembangan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerinta Orde Baru.
Isu-isu korupsi, percukongan, modal asing serta peranan Jepang menjadi sorotan
mereka. Mahasiswa menilai bahwa pelaksanaan pembangunan memberikan porsi
terlalu besar kepada modal asing, terutama modal Jepang sehingga menghancurkan
modal dalam negeri. Aksi-aksi demonstrasi tersebut berkembang menjadi aksi
rasialis anti Tionghoa dengan merusak dan menjarah toko-toko etnis Tionghoa.
Rangkaian
demontrasi ini akhirnya meledak dalam peristiwa
kerusuhan pada tanggal 15 Januari 1974 yang di kenal dengan Peristiwa
Malari (Malapetaka Lima Belas Januari). Peristiwa itu ditandai dengan
penghancuran toko-toko milik etnis Tionghoa dan pengrusakan produk-produk
Jepang. Semenjak saat itu pemerintah menjalankan kebijakan ekonomi mengenai
pembatasan dominasi Etnis Tionghoa dan juga pihak asing dalam aktivitas
perekonomian di Indonesia.
Setelah
peristiwa Malari, diskusi mengenai etnis Tionghoa dan juga penanaman modal
asing dibatasi. Hal ini untuk menghindari terjadinya aksi demonstrasi yang
mengarah pada etnis Tionghoa. Setelah masa itu pula, muncul istilah pribumi dan non pribumi. Untuk mengurangi ketegangan yang terjadi, pemerintah
Orde Baru mengeluarkan kebijkan ekonomi yang baru. Kebijakan ekonomi ini pada
intinya dalam rangka pemribumian atau Indonesiasi dengan tujuan membantu para
pengusaha pribumi agar dapat mengembangkan usahanya. Dalam upaya ini, pada
tahun 1974 di keluarkan suatu peraturan yang mengharuskan semua investasi asing
di Indonesia di kelola dalam bentuk patungan.
Adapun
peraturan akahir dalam upaya pemribumian atau Indonesiasi ini adalah dengan di
keluarkannya Keppers No. 14 yang di keluarkan tahun 1979, yang kemudian di
smepurnakan menjadi Keppers NO. 14A tahun 1980 yang menetapkan bahwa departemen
dan lembaga-lembaga pemerintah
memberikan prioritas kepada pengusaha dan kontraktor kelompok ekonomi
yang lemah (yaitu pribumi Indonesia) untuk membeli barang-barang dan mengadakan
kontrak. Untuk proyek besar usaha patungan antara pribumi dan non pribumi di
galakkan, akan tetapi pribumi harus mempunyai andil 50% dan ahrus aktif dalam
perusahaan tersebut.
Melalui
Keppers tersebut dan dengan adanya upaya pemerintah dalam hal merangsang
tumbuhnya pengusaha pribumi dalam usahanya, maka muncullah pengusaha-pengusaha
pribumi seperti Siswono Yudo Husodo, Fahmi Idris dan Pontjo Sutowo yang
terutama bergerak di sektor konstruksi. Disusul juga dengan munculnya
putra-putri Soeharto seperti Bambang Tri, Siti Hardiyati Rukmana, Sigit dan
Tommy Soeharto.
Akan
tetapi, walaupun ada aturan seperti Keppres No. 14A tahun 1980 ini secara
keseluruhan, pengusaha etnis Tionghoa ternyata lebih banyak tumbuh dan menjadi
besar. Hal ini karena, peraturan ini hanya membantu sebgaian pengusaha pribumi
saja, terutama mereka yang memiliki hubungan kekuasaan atau telah memiliki
kerjasama dengan pengusaha Tionghoa. Akhirnya, dominasi perekonomian Indonesia
tetap berada pada para pengusaha Tionghoa.
Dominasi
etnis Tionghoa dalam perekonomian semakin jelas terutama setelah jatuhnya harga
minyak sehingga mengakibatkan pemerintah kembali menjalin kerjasama dengan
pengusaha Tionghoa dalam upaya mendorong pendapatan bukan minyak. Bisnis etnis
Tionghoa diharapkan membantu program pemerintah Orde Baru. Hal ini tercermin
dalam pidato Soeharto sebagai berikut:
Pemerintah
hanya dapat menyediakan 54,1% dari keseluruhan biaya yang di butuhkan bagi
pembangunan tahap IV. Sementara sisanya 45,9%
diharapkan datang dari sektor swasta, terutama untuk menunjang pengadaan
lapangan kerja dan memperoleh dana bagi program pembangunan dari penerimaan
sektor non migas.
Berdasarkan
hal tersebut, kebijakan ini secara jelas ditujukkan kepada para pengusaha etnis
Tionghoa yang di lihat memiliki kemampuan secara finansial dan banyaknya para
pengusaha etnis Tionghoa yang bergerak dalam bidang non migas seperti industri
manufaktur. Dalam hal ini pemerintah menaruh harapan besar akan partisipasi
pengusaha Tionghoa, karena ketidak sanggupan pemerintah dalam menunjang
pembiayaan pembangunan tahap IV di masa Orde Baru akibat harga minyak yang
turun.
Peran
serta pengusaha Tionghoa dalam pembangunan masa Orde Baru yang memberikan
pengaruh bagi terciptanya ekonomi yang lebih stabil adalah menciptakan lapangan
pekerjaan melalui bidang industri. Dengan adanya lapangan pekerjaan di bidang
industri maka akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Hal ini berdampak pada
jumlah angka pengangguran yang menurun dan kesejahteraan meningkat. Melihat
kenyataan tersebut, maka adanya bantuan dari pengusaha etnis Tionghoa turut
serta menyukseskan pembangunan Orde Baru. Dengan melihat peranan pengusaha
etnis Tionghoa dalam membantu menyukseskan dalam pembangunan Orde Baru maka
pemerintah memberikan kemudahan bagi mereka untuk melakukan usaha atau melakuan
investasi di Indonesia.
Dengan
adanya kerjasama yang dilakukan antara pemerinrah Indonesia dengan etnis
Tionghoa banyak memunculkan konglomerat baru dan mendominasi perekonomian
Indonesia dan keterlibatan pengusaha Tionghoa juga ikut mempengaruhi
perkembangan perekonomian secara nasional, baik dari segi akumulasi modal
maupun dari segi jumlah pajak yang dibayarkan. Namun selain memunculkan
konglomerat baru kerjasama yang dilakukan antara pemerintah dengan etnis
Tionghoa juga memunculkan sistem cukong dan banyaknya KKN yang terjadi di
Indonesia.[32]
C.
Pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi masa orde baru
Situasi
ekonomi pada awal kepemimpinan Soeharto yang buruk telah mengantar
diterbitkannya ketetapan MPRS RI NO. XXIII/ MPRS/ 1966 tentang pembaruan
landasan kebijakan ekonomi, keungandan pembangunan. Namun, penerapan konsep
pembangunan ekonomi di indonesia era orde baru sebenarnya baru dimulai sejak
1969, setelah dewan stabilitasi ekonomi nasional menyusun cetak biru
pembangunan ekonomi indonesia dengan saebutan rencana pembangunan lima tahun
(Repelita) I, II, III, dan IV. Repelita ini didasari trilogi pembangunan yaitu
stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan. Sebelum pemerintahan Soeharto, cetak
biru pembangunan mengacu pada: (1) rencana dari panitia siasat pembangunan
ekonomi yang diketuai Mohammad Hatta pada masa Kabinet Syahrir tahun 1947; (2)
rencana urgensi perekonomian tahun 1951; (3) Rencana Djuanda tahun 1955; dan
rencana delapan tahun “Pembangunan Nasional Semesta Berencana ” pada masa
demokrasi terpimpin Soekarno. Kesemua rencana tidak dapat dilaksanakan karena
adanya problem politik dimana “politik mercusuar”. Soekarno telah mengakibatkan kebangkrutan
ekonomi indonesia. Namun, upaya- upaya perbaikan ekonomi sudah dimulai sejak
pertama Soeharto mendapat otoritas sebagai komando tertinggi pemulihan keamanan
RI tahun 1966 melalui supersemar.
Sepertinya
ada perbedaan yang mendasar antara pembangunan ekonomi indonesia masa Soeharto
dengan masa Soekarno. Ini dapat dilihat dari analisis yang dilakukan oleh
beberapa pengamat ekonomi politik indonesia pada masa tersebut, setidaknya,
dari apa yang mereka sampaikan menunjukkan kesan adanya keterputusan
kebijakan.ketika upaya yang dilakukan oleh rezim orde baru untuk menstabilkan
ekonomi makro indonesia, pertumbuhan ekonomi yang cepat, dan berfungsinya
mekanisme pasar, pada dasarnya untuk memperbaiki kekacauan pada masa orde lama
yang diwarnai dengan tingkat inflasi yang tinggi, stagnasi perekonomian dan
sistem intensif harga yang kacau. Namun, ini tidak berarti bahwa orde baru dan
orde lama berbeda ideologi, orde baru “kapitalis” dan orde lama “sosialis”,
bahwa tidaklah sepenuhnya dapat dibenarkan bergantinya rezim tersebut
secaraotomatis telah berubah atau terjadi pemutusan ideologi nasional. Antara
kedua era tersebut ada suatu kesinambungan yang berarti. Disitirnya ungkapan
Dr. J. Panglaikim, seorang ekonom dan pengusaha terkenal Indonesia bahwa pada
pertengahan tahun 1960 bisa dikatakan Indonesia
sebagai “negara sosialis yang paling liberal dalam menjalankan roda
ekonominya”. Seringnya pola kebijakan ekonomi Indonesia yang berubah sejak
1966, sebenarnya sebagai upaya mencari jati diri. Upaya pencarian tersebut
didasarkan pada dua pendapat yang berbeda yang disampaikan oleh panglaikim.
Pada satu sisi, ada yang berpendapat hal itu sebagai upaya untuk tidak menganut
sistem kapitalisme ataupun liberalisme, tetapi juga tidak boleh ada marxisme,
monopoli dan persaingan bebas. Sementara itu di pihak lain, ada pandangan bahwa
orde baru ekonomi Indonesia harus diatur sedemikian rupa, agar tidak ada lagi
kesenjangan antara kaya dan miskin, pertumbuhan cepat dan lain- lain. Pandangan
tersebut di atas tentang ketidaksetujuan atas kompetitisi bebas yang terjadi di
Indonesia.pendapat itu didukung oleh Sadli, bahwa” salah satu doktrin di zaman
orde baru adalah menentang kompetisi bebas, karena jika ini berkembang terlalu
jauh akan menjadi kapitalisme yang jelas tidak sesuai dengan keinginan orde
baru.
Secara
umum, pemulihan ekonomi indonesia tumbuh begitu pesat setelah terpuruk pada
paruh pertama periode 1960- an. Perkembangan sektoral mencerminkan
kecenderungan perubahan dalam perekonomian nasional, meskipun terdapat beberapa
pengecualian. Secara keseluruhan era Soeharto sektor industri tumbuh pesat dan
tidak dapat tampil sebagai leading
sector. Meskipun dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, seperti,
manufaktur, konstruksi, pertanian yang perkembangannya relatiflebih fluktuatif.
Pengecualian yang dimaksudkan adalah pertumbuhan industri meskipun pesat,
tetapi sempat melambat di akhir tahun 1970- an dan awal 1980-an, saat indonesia
bergabung dengan OPEC dan mendapat kuota tertentu. Sebagaimana diterangkan oleh
Hill, kebijakan ekonomi Indonesia dan pengaruhnya pada pembangunan indonesia
sejak awal hingga akhir kepemimpinan Soeharto dapat dibagi dalam beberapa
periode, di mana setiap periode mempunyai pengaruh yang besar pada polugri
(politik luar negeri). Periodisasi yang dimaksud sebagai berikut:
1)
Periode Rehabilitasi dan Pemulihan (1966-1970)
Periode ini merupakan awal kepemimpinan Soeharto, di
mana pemerintah sangat memperhatikan pengendalian tingkat inflasi, rehabilitasi
infrastruktur fisik dan membangun hubungan dengan negara atau lembaga donor
internasional. Dari awal dikonsentrasikan pada upaya- upaya penanggulangan
krisis keuangan negara selama pemerintahan Soekarno dengan pinjaman yang
diperkirakan mencapai 785,6 juta dolar AS. Sementara itu, pendapatan negara
pada waktu itu hanya mencapai sebesar 485 juta dollar AS. Hal itu sebagai
akibat dari berbagai pemberontakan di dalam negeri dan konfrontasi Indonesia-
Malaysia yang ternyata berlanjut pada merosotnya ekonomi Indonesia. Inflasi
mencapai sekitar 650%, rakyat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok sehari-
hari, karena harga beras mencapai sampai 500 kali.[33]
Untuk itu, upaya pertama yang ditangani oleh
pemerintah baru adalah dengan cara budget seimbang (balance budget). Dalam hal ini, pemerintah mencari kerja sama
ekonomi dengan pihak luar negeri dan minta penjadwalan ulang pinjaman dana,
khususnya dari negara- negara Eropa Timur. Utang terbanyak yang dilakukan oleh
Indonesia pada era orde lama adalah yang terkait untuk pembelian alat- alat
perang. Reaksi cepat pemerintah orde baru adalah total inward looking. Keadaan itu ditandai dengan perhatian yang
mengutamakan kepada potensi dan tantangan yang berasal dari dalam negeri. Hal
itu didasarkan pada ketetapan MPRS No. XXIII/ MPRS/ 1966 tentang pembaharuan
kebijakan landasan ekonomi keungan dan pembangunan, khususnya yang termuat
dalam Bab VII kebijakan pembiayaan pasal 47 dan Bab VIII hubungan ekonomi
internasional pasal 59, 60, 61 dan 64. Ketetapan ini antara lain memuat
ketentuan- ketentuan sebagai berikut:
·
Kekayaan
potensial yang terdapat dalam alam indonesia perlu digali dan diolah agar dapat
dijadikan kekuatan ekonomi riil (bab II pasal 8)
·
Potensi modal,
teknologi dan keahlian dari luar negeri dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan
kemerosotan ekonomi dan pembangunan indonesia (bab II pasal 10)
·
Dengan mengingat
terbatasnya modal dari luar negeri, perlu segera ditetapkan undang- undang mengenai
modal asing dan modal domestik (bab VIII pasal 62)
Kebijakan tersebut
diatas didasarkan pada pengalaman selama kurun waktu 1950- 1965, dimana
pemerintah sulit sekali mengembangkan segala potensi sumber daya alamnya, Jika
hanya mengandalkan modal nasional yang sangat terbatas. sumber daya alam
Indonesia yang sejak zaman Soekarno telah menjadi perhatian negara untuk
dimanfaatkan untuk meningkatkan devisa negara adalah minyak dan hutan. Adapun
pertambangan baru dimulai sejak tahun 1967. Hal itu diperkuat dengan adanya
kebijakan pemerintah orde lama yang termuat dalam instruksi presidium kabinet
ampera pada 15 agustus 1966, di mana untuk bidang pertambangan ditetapkan
sasaran di antaranya:
a)
Mengembalikan
kepercayaan pihak asing (yang berpartisipasi dalam kontrak karya).
b)
Membuka
kesempatan bagi kontraktor/ pihak asing untuk mengeksploitasi endapan minyak
bumi dan mineral serta menanamkan modalnya dalam usaha patungan atau usaha atas
dasar bagi hasil.
Kebijakan
investasi asing merupakan hal yang paling mendesak, karena melalui investasi
asing diharapkan dapat secara cepat mampu mendapatkan devisa negara.
Eksploitasi sumber daya alam (SDA) merupakan fokus penting sejak awal
kepemimpinan Soeharto dan mempengaruhi polugri ( politik luar negeri) pada
masanya. Pemerintahan mengupayakan pemanfaatan hutan- hutan tropis di luar jawa
dan pemanfaatan sumber daya tambang dan minyak bumi kepadsa pihak swasta. Untuk
itu pemerintah menerbitkan UU No. 1 tahun 1967 tentang penanaman modal asing.
Undang- undang ini merupakan upaya menarik investasi asing masuk ke Indonesia,
khususnya untuk eksploitasi sumber daya tambnag. Terbitnya UU tersebut kemudian
diikuti oleh terbitnya UU No. 11 tahun 1967 tentang pembangunan umum.
Hal
itu sebenarnya memanfaatkan dan menindaklanjuti kebijakan di akhir pemerintahan
Soekarno, di mana indonesia mengizinkan Freeport Sulfur Company (FSC) melakukan
penyelidikan di Ertsberg, Irian Jaya tahun 1960 berdasarkan izin eksplorasi
yang diberikan pemerintah belanda. Hal ini terjadi mengingat ketika tahun 1963
terjadi persetujuan peralihan kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda kepada
Indonesia yang ditengahi oleh PBB, yang menyebutkan bahwa Indonesia mempunyai
kewajiban untuk tetap menghormati konsesi yang telah dikeluarkan oleh
pemerintah Belanda sebelum tahun 1963. Kontrak karya pertambangan (KK) yang
didapat PT Freeport pada 1967 merupakan titik awal masuknya modal asing secara
besar- besaran ke Indonesia pada masa Soeharto. Secara umum, hampir secara
berturut- turut penanaman modal asing masuk mulai dari pengembangan timah pada
1966, disusul undangan untuk pengembangan nikel pada 1967, mineral secara umum
pada 1968 dan undangan investasi batu bara pada 1978.
KK
Freeport diatas tersebut dalam perkembangannya perlu dilakukan perbaikan isi
pasal- pasalnya, karena faktor suasana yang memang mendukung. Hal ini,
sebagaimana dinyatakan oleh Sadli sebagai berikut:
Ketika
kita mulai mencoba menarik investasi asing tahun 1967, semua jenis investasi
dan siapa pun investornya dapat diterima. Kita membutuhkan daftar nama dan mata
uang dollar untuk jenis investasi yang diinginkan, untuk memberikan kepercayaan
kepada peraturan kita. Perusahaan pertambangan yang pertama benar- benar
menulis sendiri kontraknya. Disebabkan oleh ketiadaan konsep kontrak yang
dibuat oleh perusahaan tersebut sebagai dasar negosiasi dan hanya akal sehat
dan hasrat untuk memohon kontrak pertama adalah pedoman kita.
Pada
tahun 1967pula terjadi perubahan yang sama dalam sektor minyak di mana timbul
upaya menarik investor asing di Indonesia yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Tahap
ini didukung dengan dimulainya perbaikan hubungan bilateral maupun multilateral
dengan negara- negara Barat, khususnya AS dan Jepang. Perabikan hubungan
tersebut disambut oleh AS dengan pinjaman sebesar 8,2 juta dollar AS dan Jepang
juga mengucurkan bantuan keuangan untuk pertama kali kepada indonesia sebesar
30 juta dollar AS.
Periode
pertama ini juga ditandai dengan keberhasilan pemerintah Soeharto mengatasi
persoalan ekonomi indonesia. Ekonomi tumbuh rata- rata 6,6 persen pada tahun
1966- 1967. Setelah rehabilitasi dilakukan oleh pemerintah, pada tahun 1968
merupakan dmulainya pemulihan ekonomi, yang ditandai dengan pertumbuhan
mencapai 10,9 persen.
Dengan
reaksi cepat dan tepat melalui kebijakan moneter dan fiskalnya, pemerintah orde
baru berhasil menekan inflasi hingga di bawah 10 persen pada tahun 1970.
Keberhasilan kelompok teknokrat ekonomi Indonesia mendapat pujian dan dukungan
dari dunia internasional, karena setelah itu kebutuhan pokok rakyat relatif mudah
didapat. Keberhasilan Indonesia menurunkan inflasi menjadi bagian dari strategi
selanjutnya untuk semakin menarik kepercayaan internasional kepada Indonesia,
termasuk penanaman modal asing yang telah diamanatkan sejak awal kepemimpinan
Soeharto.
2)
Periode Pertumbuhan (1971-1981)
Periode ini merupakan masa pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Peningkatan PDB Riil rata- rata tiap tahun sebesar 7, 7 persen
(secara keseluruhan mencapai 5 persen). Namun pada periode ini pula, juga
terjadi ‘badai’ perekonomian yang luar biasa pula. Berdasarkan data statistik
tahun 1967-1989, dana bantuan keuangan asing pada kenyataannya menjadi sumber
baru pendapatan negara, yang diperkirakan rata- rata mencapai 20 persen. Di
samping itu, pendapatan utama negara adalah dari minyak dan gas mencapai rata-
rata 40 persen per tahun. Sedangkan, pendapatan pajak hanya mencapai rata- rata
10 persen per tahun dan lainnya mencapai 10 persen per tahun.
Pada periode ini, pembangunan ekonomi Indonesia
mengalami ujian ketika terjadi krisis beras di Indonesia pada tahun 1972. Harga
beras mencapai dua kali lipat. Krisis ini dipicu oleh faktor kekeringan panjang
yang melanda jawa, sebagai daerah penghasil beras. Keadaan menjadi semakin
buruk, karena kekeringan ini tidak hanya melanda Indonesia, tetapi juga terjadi
di sebagian besar negara Asia. Padahal sebenarnya negara- negara tersebut
diharapkan dapat menutupi kekurangan beras di Indonesia, krisis beras ini
memicu kebijakan baru dengan menambah permintaan beras ke Jepang, meskipun
dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Pada kenyataannya, krisis ekonomi di atas membawa
dampak perubahan dinamika politik domestik. Mulai akhir 1972, para mahasiswa
melakukan demonstrasi di jalanan untuk memprotes inflasi, korupsi dan kebijakan
ekonomi yang bertumpu pada dana atau modal asing. Hal itu diungkapkan oleh para
mahasiswa dalam aksi demonstrasinya. Mereka lakukan itu, ketika menyambut
JJ.Pronk, Menteri kerja sama Belanda yang sekaligus juga ketua ICGI dalam
kunjungannya ke Indonesia pada pertengahan November 1973. Sebagaimana telah
disinggung diatas, akhirnya pecah peristiwa Malari pada awal 1974.
Menariknya, pada waktu yang sama, yaitu antara
september 1973- januai 1974, di Timur Tengah perang berlangsung dan
mengakibatkan harga minyak mentah dunia melambung. Indonesia sebagai penghasil
dan pengekspor minyak mentah juga memetik kenaikan harga tersebut hingga
mencapai 200 persen. Di samping itu juga, masuknya investor asing ke dalam
negeri untuk bidang pertambangan, kehutanan, perkebunan, dan juga tekstil serta
manufaktur dari negara- negara Barat, dan juga Jepang terus mengalir.
Namun demikian, pada saat itu sempat terjadi inflasi
yang cukup signifikan. Pakar ekonomi beranggapan bahwa respons pemerintah
terbatas saat itu. Hal itu ditunjukknya dengan adanya kebijakan “sebagaimana
kenaikan cadangan internasional dari minal itu disterilkan dalam program
pengeluaran pertamina”. Kebijakan ini menjadi pengalaman pahit Indonesia pada
1976. Akibatnya, tingginya harga minyak internasional tersebut juga
mengakibatkan timbulnya peningkatan kebijakan- kebijakan ekonomiyang
berorientasi nasional. Pada periode ini, kebijakan pemerintah memprioritaskan
dan memberi banyak fasilitas pada pengusaha- pengusaha pribumi dan adanya
rencana untuk ekspansi BUMN. Kebijakan terhadap investor dan perdagangan
internasional menjadi lebih ketat. Pada saat itu, pengusaha China- Indonesia
juga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun demikian, keberadaan pengusaha
China- Indonesia tersebut, pada dasarnya tidak lepas dari campurt tangan
penguasa orde baru. Sebagian dari pengusaha- pengusaha tersebut ternyata
dikendalikan oleh ABRI. Sebenarnya pengusaha China di Indoneisa telah ada dan
berkembang sejak zaman Belanda. Namun mereka berkembang sebagai the second class. Pada awal- awal orde
baru, anti-China masih berkembang kuat, sehingga mereka tidak [34]menunjukkan
kiprahnya secara dominan. Baru pada tahun 1970-an mereka mendapat beberapa previlege, karena mendapat “dukungan”
ABRI.
Campur tangan ABRI dalam koperasi yang berkembang
diberbagai wilayah, telah menempatkan ABRI menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari bisnis koperasi. Pembangunan infrastruktur menjadi andalannya.
Namun demikian, pembangunan ekonomi yang sedemikian kuat dikuasai negara, mulai
melupakan peran dan keberadaan masyarakatnya. Sebagaimana dijelaskan oleh
Robert Bates, bahwa pembangunan atau modernisasi membutuhkan akselerasi tinggi.
Masyarakat yang digambarkan sebagai bagian dari kelompok tradisional tidak akan
mampu mendukung dan mendorong akselerasi tersebut. Oleh karena itu, masyarakat
cenderung ditempatkan sebagai kelompok yang harus menerima kekuatan perubahan.
Akibatnya negara menjadi sangat kuat dan masyarakat menjadi statik, marginal
dan didominasi oleh kekuatan negara, yang dalam hal in rezim Soeharto dengan
kekuatan- kekuatan politik- politiknya., seperti ABRI dan Golkar.
Kekhawatiran akan turunnya minyak dunia,
mengakibatkan pemerintah mengeluarkan kebijakan devaluasi besar- besaran pada
bulan November 1978. Namun, kebijakan tersebut bukan dikarenakan
ketidakseimbangan neraca pembayaran Indonesia, tetapi lebih pada upaya
menyiapkan sektor non migas dalam upaya mengantisipasi pasar minyak dunia
melemah. Kebijakan tersebut ternyata tidak relevan, mengingat dalam empat tahun
berikutnya, harga minyak tidak melemah, bahkan menguat, karena dipicu oleh
perang Irak- Iran pada 1979.
Pelaksanaan kebijakan pembangunan ekonomi sarat akan
KKN dan hal itu diketahui oleh pihak negara- negara donatur. Namun demikian,
mereka sepertinya menutup mata. Mengingat pada waktu itu, isu Indonesia yang
anti komunisme lebih kuat sebagai dasar perhatian negara- negara Barat.
Akibatnya, buruknya pelaksanaan birokrasi di mas itu, tidak diperhitungkan
dalam memberikan bantuan maupun pinjaman dana ke Indonesia.
3)
Periode Pembangunan (Mulai Tahun 1980- an)
Periode
ini ditandai dengan kompleksitas dan kritisnya problem pembangunan akibat
orientasi Indonesia yang hampir total
inward looking dalam waktu yang lama. Jatuhnya harga minyak dunia
mengakibatkan meningkatnya utang luar negeri. Sebagian besar utang luar neger
yang diperoleh selama 15 tahun yang lalu sudah dalam penjadwalan pembayarannya.
Namun karena harga minyak anjlok, mengakibatkan ada kenaikan yang tajam
pembayaran pokok utang. Ketimpangan pembangunan tidak hanya terjadi antar
wilayah, tetapi juga antar sektor dan ketimpangan pendapatan antar golongan.
Walaupun
demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjadi dan dapat dipertahankan
di atas 7 persen pada 1980-an. Hal itu ditopang dengan meningkatnya kinerja
sektor pertanian, khususnya beras. Dikembangkannya teknologi intensifikasi dan
ekstensifikasi pada sektor pertanian. Untuk itu diterapkan program informasi
penyuluahan dan bimbingan yang disebut intensifikasi massal (inmas) dan
bimbingan masal (bimas). Program penyuluhan menggunakan teknologi radio dan
televisi, seperti temu wicara program klompencapir menjadi acar rutin dan
menarik bagi para petani. Pada saat itu, Indonesia mampu melipat gandakan
produk beras. Dibandingkan pada 1969 beras hanya mampu diproduksi sebesar 12,2
juta ton, sedangkan pada 1984 produksi beras mencapai 25,8 juta ton.
Pada puncaknya, 1984 Indonesia berhasil meraih
surplus produksi beras. Bahkan, dapat membantu Afrika yang kala itu sedang
dilanda kelaparan. Sehingga, pada 14 November 1985 Mr Edouard Saouma, Dirjen
Food A. Organization (FAO), memberikan penghargaan atas keberhasilan Indonesia
berswasembada beras. Pada waktu itu, sempat ada upaya pemakaian pupuk yang
lebih besar ukurannya sehingga lebih hemat (pupuk briket). Namun, program ini
terhenti karena berbagai kepentingan elit di sekitar Soeharto lebih
mendominasi, akibatnya program ini terhenti.
Masa
pembangunan ini, merupakan awal pengembangan teknologi industri yang diarahkan
pada substitusi impor. Seluruh pengembangan untuk memproduksi produk secara
mandiri. Mengapa demikian, karena pada 1970- an sebagian besar pabrik dibangun
oleh teknolog asing untuk menghasilkan produk substitusi impor. Namun
pengembangan teknologi yang terlalu melebar (broad- based strategy), tanpa memperhitungkan kapasitas dan politik
dalam negeri, akibatnya program tersebut tidak fokus.
Program
pembangunan kemandirian industri dalam negeri yang dibangun tersebut tidak
hanya untuk melakukan substitusi impor. Tujuan utamanya untuk meningkatkan
produksi ekspor non migas. Ekspor non migas pada tahun 1988 telah mampu
menggantikan ekspor migas sebagai sumber utama pendapatan negara. Selain itu
juga, telah terjadi penguatan, pendalaman serta keragaman sumber- sumber
kapital yang merupakan sumber ekonomi Indonesia. Pesatnya pertumbuhan lembaga
perbankan dan non- perbankan tumbuh pesat mulai tahun 1984 hingga 1966. Paket-
paket kebijakan deregulasi, swastanisasi terbatas, debirokratisasi menjadi
andalan dalam penyelesaian masalah penting di bidang ekonomi. [35]Namun,
dalam praktiknya perkembangan tersebut terasa sangat lamban, bahkan ketika
persoalannya menyangkut masalah politik menjadi sangat sensitof dan prosesnya
terhenti tidak jelas.
Sementara
itu tahun 1980- an, dunia internasional sudah memasuki era globalisasi dan
liberalisasi, Indonesia masih reaktif dalam melakukan perencanaan pembangunan
nasional. Kebijakan liberalisasi, swastanisasi, debirokratisasi dan
transparansi politik mulai dilakukan pada 1983. Langkah- langkah tersebut
diambil lebih karena tuntutan lembaga- lembaga negara donor dan lembaga
internasional atas kinerja Indonesia sebagai penerima bantuan. Tuntutan atas economic structural adjustment and political
transparancy sebenernya bukan semata- mata bagi Indonesia, tetapi juga
diberlakukan bagi negara- negara dunia ketiga yang melakukan pinjaman dari
negara- negara Barat. Kebijakan tersebut sebenarnya tidak lain sebagai suatu
upaya negara donor untuk menyelamatkan pinjamannya akibat inefisiensi
industrialisasi dan kebocoran dana pembangunan. Sebenarnya dari awal, negara-
negara Barat dan lembaga donatur internasional telah menyadari persoalan
tersebut. Namun, adanya anggapan kuat bahwa semua itu merupakan bagian dari
ongkos untuk membendung berkembangnya komunisme, negara- negara atau lembaga
donor menutup mata.
Bila
melihat dari segala macam dinamika pembangunan ekonomi masa Soeharto, rezim
orde baru telah melakukan banyak reformasi lebih dari sepuluh tahunan, termasuk
menggeser orientasi ekonomi dengan mlihat ‘keluar’ (pasar global). Namun
ternyata, masih terdapat tujuh persoalan utama terkait pembangunan ekonomi
Indonesia pada masa kepemimpinan Soeharto. Persoalan- persoalan tersebut
meliputi penurunan moral pimpinan (korupsi- kolusi- nepotisme/ KKN),
ketidakpastian dan penegakan hukum, rendahnya toleransi dan solidaritas sosial,
jurang sosial ekonomi, hilangnya demokrasi rakyat, rendahnya hak pekerja,
pandangan yang stereotip atas pimpinan masa Soeharto oleh generasi muda. Hal
itu tidak lagi bisa ditutupi, mengingat setelah tahun 1983, persoalan tidak
lagi pada government failure, tetapi
lebih pada private failure.Salah satu
korupsi skala mega yang terungkap adalah skandal Bapindo Eddy Tanzil pada 1990-
an. Skandal ini memunculkan bentuk baru korupsi, terutama setelah terjadi shifting aset negara kepada perorangan
yang menjadi pemiliki dari usaha swasta yang bersifat konglomerasi. Hal itu
didukung dengan maraknya praktik mark up
proyek ratusan persen. Artinya, dana publik selama ini telah dimanipulasi
menjadi aset swasta dan perorangan. Sehingga bentrokan dan kerusuhan sosial
pada bulan Mei 2007 tidak lagi dapat dihindari dan memakan banyak korban.
Sementara
itu, pertumbuhan ekonomi dari 1987 hingga 1992 mencapai rata- rata 6,7 persen,
dapat dikatakannya kondisi ekonomi Indonesia sudah cukup stabil. Bahkan pada
waktu itu Indonesia mampu mengekspor industri secara signifikan, mengikuti
negara- negara Asia Timur. Sejak 1987, pertumbuhan kekuatan komersial dan
indenpendensi sektor swasta meningkat. Seiring dengan melunaknya proteksi
pemerintah pada sektor tertentu, pemerintah Indonesia telah mampu menjadi motor
penggerak pertumbuhan. Kemampuan tersebut telah membawa Indonesia mampu
bertahan dari krisis utang pada awal 1990- an. Namun pada saat yang sama,
semakin berkurangnya peran teknokrat dan diganti dengan teknolog yang dipimpin
Habibie. Di samping itu juga, rakyat merasa semakin dimarjinalkan dan semakin
kuat kecurigaannya adanya koneksi antara konglomerat dengan pemerintah.
Dengan
demikian, menjadi suatu tanda tanya, mengapa ketika krisis moneter Indonesia
langsung terpuruk pada 1997. Banyak spekulasi yang timbul, seperti yang disampaikan
oleh Forrester, bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kejatuhan Soeharto,
antara lain, memburuknya kesehatan Soeharto, ketidkharmonisan sipil dan elit
militer dan terutama dikarenakan praktik- praktik kelompok kepentingan yang
meruntuhkan perekonomian Indonesia. Yang pasti, sejak pertengahan tahun 1997,
reaksi pasar terhadap krisis ekonomi Asia mempengaruhi fluktuasi mata uang
rupiah terhadap dollar menjadi pemdangan yang mencekam. Dapat dipastikan, bahwa
rezim Soeharto harus mengakhiri kekuasaannya pada mei 1998 salah satunya karena
tidak mampu mengantisipasi dinamika mata uang Indonesia atas dollar.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
penjelasan materi diatas dapat disimpulkan bahwa Penanaman modal asing (PMA)
mulai gencar dicanangkan pada masa orde baru dibawah pemerintahan Presiden
Soeharto. Lebih tepatnya setelah dikeluarkannya undang-undang no 1 tahun 1967
tentang penanaman modal asing. Selain itu ada juga beberapa latar belakang yang
menyebabkan modal asing bisa masuk ke Indonesia, diantaranya peristiwa
kembalinya Irian Barat ke Indonesia. peristiwa tersebut tidak bisa lepas dari
pengaruh Amerika Serikat yang menekan Belanda agar melepas Irian Barat dan
mengembalikannya ke Indonesia. Akan
tetapi setelah Irian Barat kembali ke Indonesia, pihak Amerika bisa dibilang
tidak terlalu mendapat keuntungan dan merasa di khianati oleh Soekarno yang
saat itu masih menjabat sebagai Presiden RI, hal ini pula yang mendasari
kedekatan Amerika dengan Soeharto yang kala itu masih berada di TNI AD. Peristiwa
lain yang melatarbelakangi PMA yaitu peristiwa G30S, dimana pada saat itu ada
upaya kudeta atas Soekarno. Yang bermuara dengan turunnya supersemar yang dibarengi dengan Soeharto menjadi
Presiden. Dan kemudian dibuatlah undang-undang no 1 tahun
1967, yang bisa diibaratkan sebagai kran penanaman modal asing di Indonesia.
Banyaknya
modal asing yang masuk banyak dipengaruhi oleh kebijakan politik pada saat itu,
dan dengan banyaknya modal asing yang masuk ke Indonesia memberikan beberapa
dampak bagi Indonesia, baik itu yang positif maupun negative. Dari segi
negative yaitu munculnya kapitalisme, tak sedikit pula yang memanfaatkan kebijakan pemerintah ini untuk
memperkaya diri mereka sendiri, bagi mereka yang mampu mengelola modal secara
besar-besran maka mereka bisa menjadi konglomerat dalam waktu singkat, tetapi
bagi masyarakat kecil akan semakin melarat. Sehingga mengakibatkan ketimpangan
social yang sangat mencolok. Hal ini juga yang terjadi pada
etnis china, dimana mereka dipercaya untuk mengelola modal yang besar, sehingga
mereka bisa bertumbuh dengan pesat, sedangkan rakyat pribumi tidak diberi modal
layaknya ethnis china karena pribumi dianggap kurang mampu untuk mengelola
modal yang begitu besar. Namun secara keseluruhan kebijakan PMA juga
meningkatkan perekonomian Indonesia, walaupun pada akhirnya pemerintahan Orde
Baru meninggalkan hutang luar negeri yang begitu banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin & Adento
Jesus de Soares.
2003. Perjuangan Amungme Antara Freeport dan Militer.Jakarta.
Beise, Kerstien. 2004. Apakah Soekarno Terlibat G 30 S, Jakarta: ombak.
Hamid, Edy Suandi. 2004. Sistem Ekonomi Utang Luar Negeri Dan Isu-Isu Ekonomi Politik Indonesia.
Yogyakarta: UII Press.
Nuryanti, Reni. 2008. Tragedi
Sukarno: Dari kudeta sampai kematiannya. Yogyakarta: ombak
Soefihara,Endin AJ.2002. Rekonstruksi Masa Depan Indonesia Persefektif Politik dan Ekonomi. Jakarta:
Pustaka Sinar Harapa
Rossa,
John. 2008. Dalih
Pembunuhan Massal Dan Gerakan 30 September Dan Kudeta Soeharto. Jakarta: hasta
mitra
Rudianto, Doddy. 1996. Pembangunan Ekonomi dan Perkembangan Bisnis di Indonesia. Jakarta :
PT. Golden Trayon Press
Scott, Peter
Dale, 2007, Peran CIA dalam Penggulingan Soekarno (Edisi revisi),
Jakarta : PT Buku Kita
Setiono, Benny. G. 2003. Tionghoa Dalam Pusaran Politik: Mengungkap
Fakta Sejarah Tersembunyi Orang Tionghoa Di Indonesia. Jakarta.
Siregar,Muchtarudin. 1991. Pinjaman Luar Negeri &Pembiayaan Pembangunan di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia
Subekti, Iskandar. 1972. Jalan
Pembebasan Rakyat Indonesia. Jakarta:
Pledoi.
Tambunan,Tulus. 2006. Perekonomian Indonesia Sejak Orde Lama Hingga Pasca Krisis. Jakarta
: Pustaka Quantum
R Ridhani. 2009. Mayor Jenderal Soeharto: Panglima
Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. PT Pustaka Sinar Harapan
Lisa
Pease.
Artikel. “JFK,
Indonesia, CIA & Freeport Sulphur”
Gunadi, Hidayat dan Gatot, Tetesan Emas Raksasa Tambang, Gatra, no.
17 tahun XII, 11 maret 2006
[1] Artikel Lisa Pease “JFK, Indonesia, CIA &
Freeport Sulphur”
[2] Aminuddin &
Adento Jesus de Soares.2003.Perjuangan
Amungme Antara Freeport dan Militer.Jakarta.hal: 45
[3] Hidayat Gunadi dan Gatot, Tetesan Emas Raksasa Tambang,
Gatra, no. 17 tahun XII, 11 maret 2006, hal. 24
[4] Artikel Lisa
Pease “JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur”
[5] Leith,
Denise.2000. Politik Kekuasaan Freeport, Soeharto Indonesia. Sydney.
Universitas Macquarie. Yogyakarta INSISTPress.
[6]
John rossa,
Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan
Kudeta Suharto, Cetakan 1 Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta
Mitra, 2008 hal 8-9
[7]
Ia menulis, “Saja pribadi terlibat dalam G-30-S jang gagal.”
Dan, “tokoh-tokoh PKI terlibat langsung dalam G-30-S.” Sudisman, Uraian
Tanggung Djawab, hal 9-18.
[10] John rossa, Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta
Suharto, Cetakan 1 Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra,
2008 hal 253
[15] Ibid
261
[25] Rudianto, Doddy. 1996. Pembangunan Ekonomi dan Perkembangan Bisnis di Indonesia. Jakarta :
PT. Golden Trayon Press hlm 53
[31] Tulus
tambunan. 2006. perekonomian indo sejak
orde lama sampai pasca krisis. jakarta. PT Pustaka Quantum hal 19-22.
[32] Benny. G. Setiono. 2003.
Tionghoa Dalam Pusaran Politik: Mengungkap Fakta Sejarah Tersembunyi Orang
Tionghoa Di Indonesia. jakarta, hal 1002

Aku Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman dapat diandalkan yang SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya Rp900,000,000 dari SANDRAOVIALOANFIRM sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui SANDRAOVIALOANFIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak SANDRAOVIALOANFIRM. menghubungi mereka melalui email:. (Sandraovialoanfirm@gmail.com)
ReplyDeleteAnda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (widyaokta750@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.
Halo, saya Ainah Ann, saat ini saya tinggal di indonesia. Saya hampir muak dengan kehidupan beberapa bulan yang lalu karena saya membutuhkan uang untuk membayar tagihan saya, dan karena situasi saya, saya sangat ingin mendapatkan pinjaman untuk membayar tagihan saya yang sudah dikeluarkan dan membiayai bisnis saya. Semua usaha saya untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan pinjaman swasta dan korporasi internet ini benar-benar sia-sia.
ReplyDeletePoin terakhir saya untuk mengatakan selamat tinggal pada pencarian pinjaman adalah ketika Tuhan menyerahkan kepada saya sarana rezeki saya untuk bisnis dan mata pencaharian saya sampai saat ini, yang memberi saya pinjaman sebesar 750 juta Rupee Indonesia. Saya hanya harus bersaksi secara online ini karena saya tahu ada banyak orang di luar sana yang mencari jenis perbuatan baik ini, dan pada saat yang sama saya harus menceritakan dunia tentang kesempatan besar yang menanti mereka.
Mengamankan pinjaman tanpa jaminan, Tidak ada pemeriksaan kredit, tidak ada penandatanganan, dan tidak ada biaya pinjaman, hanya dengan tingkat bunga 2% saja dan rencana pembayaran dan jadwal yang lebih baik. Jangan buang waktu lagi, dan bayar tagihan Anda dengan bantuan Maureen Kurt Financial Service. Anda dapat menghubungi dia melalui (maureenkurtfinancialservice@gmail.com). Dia wanita yang baik hati dan kebajikan, jadi jangan takut untuk bertemu dengannya untuk meminta bantuan. Jika ada keraguan atau ketakutan, Anda selalu bisa menghubungi saya melalui ainahann10@gmail.comHalo, saya Ainah Ann, saat ini saya tinggal di indonesia. Saya hampir muak dengan kehidupan beberapa bulan yang lalu karena saya membutuhkan uang untuk membayar tagihan saya, dan karena situasi saya, saya sangat ingin mendapatkan pinjaman untuk membayar tagihan saya yang sudah dikeluarkan dan membiayai bisnis saya. Semua usaha saya untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan pinjaman swasta dan korporasi internet ini benar-benar sia-sia.
Poin terakhir saya untuk mengatakan selamat tinggal pada pencarian pinjaman adalah ketika Tuhan menyerahkan kepada saya sarana rezeki saya untuk bisnis dan mata pencaharian saya sampai saat ini, yang memberi saya pinjaman sebesar 750 juta Rupee Indonesia. Saya hanya harus bersaksi secara online ini karena saya tahu ada banyak orang di luar sana yang mencari jenis perbuatan baik ini, dan pada saat yang sama saya harus menceritakan dunia tentang kesempatan besar yang menanti mereka.
Mengamankan pinjaman tanpa jaminan, Tidak ada pemeriksaan kredit, tidak ada penandatanganan, dan tidak ada biaya pinjaman, hanya dengan tingkat bunga 2% saja dan rencana pembayaran dan jadwal yang lebih baik. Jangan buang waktu lagi, dan bayar tagihan Anda dengan bantuan Maureen Kurt Financial Service. Anda dapat menghubungi dia melalui (maureenkurtfinancialservice@gmail.com). Dia wanita yang baik hati dan kebajikan, jadi jangan takut untuk bertemu dengannya untuk meminta bantuan. Jika ada keraguan atau ketakutan, Anda selalu bisa menghubungi saya melalui ainahann10@gmail.com
Saya adalah Widya Okta dari SURABAYA, saya ingin memberi kesaksian tentang karya bagus Tuhan dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan sebagian lain dari kata tersebut, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara.
ReplyDeleteApakah mereka mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman yang curang di sini di internet, tapi mereka tetap asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6-kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
Saya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan teman saya yang saya jelaskan situasi saya, kemudian mengenalkan saya ke perusahaan pinjaman yang andal yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM dengan tarif rendah 2% dalam 24 jam yang saya gunakan tanpa tekanan atau tekanan. Jika Anda membutuhkan pinjaman Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam melakukan proses pinjaman, Anda juga bisa menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah terpenuhi dalam pembayaran cicilan bulanan sesuai kesepakatan dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya bagus Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
Kabar baik!! pencari pinjaman !!!
ReplyDeleteNama saya Alfred Daniel Nehemia dari bali Indonesia, roti CEO Daniel di Malaysia, Pertama-tama saya akan mengatakan bahwa Tuhan harus memberkati wanita jane karena mengenalkan saya kepada perusahaan pinjaman yang jujur dan halal sehingga saya benar-benar percaya bahwa Anda memberi tahu rekan kerja yang saya miliki Ide bagus untuk memulai bisnis tunggal saya sendiri karena mendapat pekerjaan tidak mudah jadi saya pergi ke bank untuk mendapatkan pinjaman (Rp800 juta) tapi mereka semua meminta uang muka setara dengan jumlah pinjaman saya tapi satu-satunya properti yang saya miliki adalah motor saya, yang membuat saya merasa kecewa
Jadi saya mencari perusahaan pinjaman online tapi kebanyakan curang dan curang, saya hampir kehilangan harapan dan kepercayaan diri sampai saya membaca artikel tentang lady jane tapi saya tidak sempat menutup tapi membaca artikelnya jadi saya mencoba pencarian online lain yang disebut craigslist. org dimana saya melihat iklan perusahaan Dangote Loan jadi saya memutuskan untuk melamar dan menghubungi lady jane juga
Dangote Loan Company memberikan pinjaman dengan suku bunga 2% dan tidak kurang dari Rp20 juta
Saya mengikuti prosedur di sana, memberikan semua yang diminta, saya juga sangat takut, tapi untuk kemuliaan tuhan, doa saya dijawab dan uang pinjaman saya ditransfer kepada saya tanpa masalah.
jadi jangan buang waktu anda kontak Dangote perusahaan pinjaman Via dangotegrouploandepartment@gmail.com
Anda juga bisa mencari di google untuk informasi lebih lanjut, ini nyata dan sangat nyata atau hubungi saya juga melalui email di alfreddaniel324@gmail.com dan juga di BBM: 7AEA8FA5
Halo
ReplyDeletenama saya Novi setyaningsih dari kota megalang, indonesia. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu semua orang dalam kelompok ini untuk mencari pinjaman agar berhati-hati karena ada scammers dimana-mana. Beberapa bulan yang lalu, saya mengalami kerugian finansial dan saya memutuskan untuk mencari pinjaman dari Man in syngapore dan saya scammed oleh orang di syngapore. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya menghubungi saya kepada pemberi pinjaman yang sangat andal dan tulus bernama Mrs. Emiliana, pemberi pinjaman pribadi yang meminjamkan saya pinjaman dengan jumlah 700 juta tanpa tekanan pada tingkat bunga 2% yang merupakan bunga yang terjangkau. tingkat untuk saya
Setelah pengalihan pinjaman saya ke rekening bank saya, saya sangat terkejut saat memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan telah dikirim langsung ke rekening saya oleh Nyonya Emaluasi tanpa penundaan. Karena saya berjanji kepada ibu bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apapun, silakan hubungi Ibu Emiliana via email: emilianawilson111@gmail.com
saya menggunakan waktu ini untuk menginformasikan semua itu bahwa Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: setyaningsihnovi1990@gmail.com
dan Mrs. Aisha bukafia yang mengenalkan saya dan bercerita tentang Mrs.Emiliana, Dia juga mendapatkan pinjaman baru dari Ibu Emiliana Anda dapat juga menghubungi dia via email: mrsaishabukafia@gmail.com
Sekarang, yang kesemuanya akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.
saya ingin berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa karena menggunakan Ibu Emiliana untuk mengubah cerita keuangan saya dan sekarang saya adalah pemilik bisnis saya yang bangga, semoga Allah terus memberkati Nyonya Emiliana dan terus menggunakannya untuk membantu kita semua dalam kesulitan keuangan.
Halo, nama saya Aishyah Bin syafiq, saya masih shock karena saya tidak pernah dalam hidup saya percaya bahwa ada pinjaman pinjaman online nyata akibat pengalaman buruk saya terhadap saya ditipu oleh perusahaan palsu di filipina, tapi saya Teman Sharifah Amirul mengenalkan saya pada dr Robert, permata langka dan pemberi pinjaman pinjaman sejati yang meminjamkan pinjaman sebesar Rp150.000.000 Sharifah Amirul kepada saya tentang dr. Robert. bagaimana dia mendapat pinjaman dari dr. Robert finance firm dan menunjukkan bukti transfer pinjaman dari dr. Akun perusahaan Robert saat pinjamannya disetujui
ReplyDeleteSaya masih ragu sampai saya menghubungi dr. Robert dengan sangat ketakutan di hati saya, tapi kejutan terbesar saya adalah untuk berhasil dan menerima pinjaman dan memulai bisnis yang baik dan mengejutkan saya, permintaan pinjaman saya disetujui oleh dr, Robert dan dalam waktu 48 jam setelah diproses, saya mendapat pinjaman saya. ditransfer ke rekening bank saya dan sampai sekarang saya masih shock dan saya telah bersumpah bahwa setiap perusahaan pinjaman yang meminjamkan pinjaman kepada saya, saya akan bersaksi tentang perusahaan pinjaman itu.
Jadi saya menggunakan kesempatan ini untuk memberi nasehat kepada seluruh saudara laki-laki dan perempuan indonesia saya yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi dr. Robert lewat
email: robertwestradefinancefirm@gmail.com
dan Anda juga bisa menghubungi saya via saya
email: aishyahsyafiq1985@gmail.com atau anda juga bisa menghubungi teman saya yang mengenalkan saya ke dr. Robert lewat
email: sharifahamirul05@gmail.com untuk informasi lebih lanjut
semoga Allah Yang Mahakuasa terus memberkati dr. Robert untuk mengubah kondisi keuangan saya menjadi lebih baik dan saya ingin dia berumur panjang
KABAR BAIK!!!
ReplyDeleteNama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.
Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.
Saya Widya Okta, saya ingin memberi kesaksian tentang karya bagus Tuhan dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan sebagian lain dari kata tersebut, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman yang curang di sini di internet, tapi mereka tetap asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6-kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
ReplyDeleteSaya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan teman saya yang saya jelaskan situasi saya, kemudian mengenalkan saya ke perusahaan pinjaman yang andal yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM dengan tarif rendah 2% dalam 24 jam yang saya gunakan tanpa tekanan atau tekanan. Jika Anda membutuhkan pinjaman Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam melakukan proses pinjaman, Anda juga bisa menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah terpenuhi dalam pembayaran cicilan bulanan sesuai kesepakatan dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya bagus Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
Saya adalah Ibu Nur Amalina, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka adalah banyak scammers dan pemberi pinjaman pinjaman palsu di internet. Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan menolong saya dengan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman asli, setelah itu saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang kemudian menyebut saya sebagai pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Mrs. Charity meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 750 juta rupiah Indonesia (Rp750.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan dan hanya dengan suku bunga 2% saja.
ReplyDeleteSaya sangat terkejut saat memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya ajarkan dikirim langsung ke akun saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, silakan hubungi dia melalui email: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) dan dengan rahmat Tuhan dia tidak akan mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda memenuhi persyaratannya.
Anda juga bisa menghubungi saya di email saya: (nuramalinasofiyani05@gmail.com) Akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
Saya Widya Okta, saya ingin memberi kesaksian tentang karya bagus Tuhan dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan sebagian lain dari kata tersebut, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman yang curang di sini di internet, tapi mereka tetap asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6-kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
ReplyDeleteSaya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan teman saya yang saya jelaskan situasi saya, kemudian mengenalkan saya ke perusahaan pinjaman yang andal yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM dengan tarif rendah 2% dalam 24 jam yang saya gunakan tanpa tekanan atau tekanan. Jika Anda membutuhkan pinjaman Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam melakukan proses pinjaman, Anda juga bisa menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah terpenuhi dalam pembayaran cicilan bulanan sesuai kesepakatan dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya bagus Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
Halo,
ReplyDeleteIni untuk memberi tahu masyarakat bahwa Nyonya Charity White, pemberi pinjaman swasta memiliki kesempatan finansial untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan, membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis baru atau untuk meningkatkan bisnis Anda. Kami memberikan pinjaman dengan bunga sebesar 2% kepada perusahaan dan perorangan. Ini tidak memerlukan banyak dokumen, juga syarat dan ketentuan yang jelas dan peka. Hubungi kami via e-mail: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) Kami akan memberikan layanan terbaik kami.
Aku indriaty manirjo, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman reliabl yang MAGRETSPENCERLOANCOMPANY. Saya mendapat pinjaman saya Rp850,000,000 dari MAGRETSPENCERLOANCOMPANY sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui MAGRETSPENCERLOANCOMPANY dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak MAGRETSPENCERLOANCOMPANY. menghubungi mereka melalui email:. (magretspencerloancompany@gmail.com)
ReplyDeleteAnda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (indriatymanirjo010@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.
Apakah Anda membutuhkan kredit yang mendesak?
ReplyDelete* Transfer Sangat Cepat dan Instan ke rekening bank Anda
Bayar kembali bulan setelah Anda mendapatkan pinjaman di bank Anda
akun bank
* Suku bunga rendah 2%
* Pembayaran jangka panjang (1-30) Tahun Panjang
* Pinjaman fleksibel dan gaji bulanan
*. Berapa lama untuk membiayai? Setelah mengajukan pinjaman
Anda mungkin mengharapkan jawaban awal kurang dari 24 jam
pembiayaan dalam 48 jam setelah menerima informasi yang mereka butuhkan
Dari para kru Di perusahaan pinjaman ROSSA STANLEY, kami adalah perusahaan pembiayaan yang berpengalaman yang menyediakan fasilitas pinjaman yang mudah, tulus, serius, korporasi, hukum dan publik dengan bunga 2%. Kami memiliki akses ke koleksi uang tunai untuk diberikan kepada perusahaan dan mereka yang memiliki rencana untuk memulai bisnis tidak peduli seberapa kecil atau besar, kami memiliki uang tunai. Yakinlah bahwa kesejahteraan dan kenyamanan Anda adalah prioritas utama kami, mengapa kami di sini untuk mengurus pemrosesan pinjaman Anda.
Hubungi perusahaan pinjaman yang sah dan dapat dipercaya dengan rekam jejak layanan yang memberikan kebebasan finansial kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Untuk informasi lebih lanjut dan pinjaman yang diminta untuk mengatur bisnis Anda, beli rumah, beli mobil, liburan, hubungi kami melalui,
E-mail resmi: rossastanleyloancompany@gmail.com
Instagram resmi: Rossamikefavor
Twitter Resmi: Rossastanlyloan
Facebook resmi: rossa stanley mendukung
CSN: +12133153118
untuk respon cepat dan cepat.
Silakan mengisi formulir aplikasi di bawah ini dan kami akan menghubungi Anda lagi, Kami tersedia 24/7
DATA PEMOHON
1) Nama Lengkap:
2) Negara:
3) Alamat:
4) Jenis Kelamin:
5) Status Perkawinan:
6) Pekerjaan:
7) Nomor Telepon:
8) posisi di tempat kerja:
9) Penghasilan Bulanan:
10) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan:
11) Jangka Waktu Pinjaman:
12) nama facebook:
13) Nomor Whatsapp:
14) Agama:
15) Tanggal lahir:
SALAM,
Mrs.Rossa Stanley Favor
ROSSASTANLEYLOANCOMPANY
Email rossastanleyloancompany@gmail.com
Saya Widya Okta, saya ingin memberi kesaksian tentang karya bagus Tuhan dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan sebagian lain dari kata tersebut, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman yang curang di sini di internet, tapi mereka tetap asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6-kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
ReplyDeleteSaya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan teman saya yang saya jelaskan situasi saya, kemudian mengenalkan saya ke perusahaan pinjaman yang andal yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM dengan tarif rendah 2% dalam 24 jam yang saya gunakan tanpa tekanan atau tekanan. Jika Anda membutuhkan pinjaman Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam melakukan proses pinjaman, Anda juga bisa menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah terpenuhi dalam pembayaran cicilan bulanan sesuai kesepakatan dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya bagus Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
Saya ingin berbagi kesaksian tentang kehidupan saya yang sebenarnya di sini di platform sehingga semua warga negara Indonesia akan berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet dari NIGERIA dan bagian lain AFRIKA,
ReplyDeleteSetelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online tetapi menipu dan kehilangan IDR 18,7 juta, untuk seorang wanita di Arab Saudi dan Nigeria.
Saya menjadi putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya Ny. Rika Nadia (rikanadia6@gmail.com) yang kemudian memperkenalkan saya kepada Lady Esther, manajer Cabang Access Loan Firm, jadi teman saya meminta saya untuk melamar dari LADY ESTHER, jadi I Screams menuangkan dan menghubungi LADY ESTHER. via email: (estherpatrick83@gmail.com)
Saya mengajukan pinjaman sebesar Rp. 200 juta dengan tingkat bunga 2%, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk transfer pinjaman, saya perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari satu setengah jam uang pinjaman telah dimasukkan ke dalam rekening bank saya .
Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah Rp200 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan telah menjawab doa saya dengan buku pinjaman dengan pinjaman awal saya, yang telah memberi saya keinginan hati saya.
Semoga Tuhan memberkati LADY ESTHER untuk mewujudkan kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. LADY ESTHER dengan baik melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) atas pinjaman Anda
Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca kehidupan saya yang sebenarnya, kesaksian kesuksesan saya dan doa untuk kehendak Anda dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (nurulyudianto2@gmail.com) Salam