About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Monday, 25 February 2019

Asal Mula Desa Muara Payang, Bengkulu Selatan


ASAL MULA DESA MUARA PAYANG
         Penduduk desa Muara Payang berasal dari beberapa daerah yang berbeda-beda,dimana mayoritas penduduknya yang paling dominan berasal dari desa Nengkayau,Dusun Tinggi,dan Lubuk Panggung sebagai penduduk tertua. Adapun sebagian besar sebagai suku serawai dan sebagian lagi dari masyarakat pendatang. Agama yang dianut sebagian besar agama Islam ada juga yang menganut agama Kristen.

         Desa Muara Payang bermula  tahun 1920 dengan datangnya sekelompok masyarakat yang dari tiga dusun yaitu dusun Nangkayau,Lubuk Panggung,dan Rantau Kandis. Pada zaman Belanda asal usul desa dinamakan desa Muara Payang tersebut dikarenakan ada pohon kephayang yang besar hidup di Muara Jangkang Bersinggar Dua. Dengan bergabung nya tiga desa sumbai,Jumlah penduduk desa Muara Payang kira-kira berjumlah 30 jiwa dan sepuluh rumah dengan jumlah 10 KK.

         Pada tahun 1925 dengan adanya penduduk yang semakin besar maka kemudian di bentuk Depati hingga tahun 1930,yang pada saat itu dipimpin oleh JENAMUN. Depati kedua di jabat oleh TERASIP yang mana pada tahun 1930 terjadi kebakaran hutan lahan. Muara Payang melakukan pemilihan Depati ketiga yaitu dijabat oleh SA’IT tahun 1930. Pada tahun yang sama ada perpindahan sekitar 8 kepala keluarga ke Tanjung Agung yang ingin membuat desa dengan nama Muara Pinang,sebutan Muara Pinang karena banyak pohon pinang. Sedangkan Tanjung Agung berasal dari Tanjung Besar dari Air Pulutan sampai keSawah Lebar  Banding Ulak Pajar Bulan. Pada tahun 1970 masyarakat desa Muara Payang memilih depati yang ke 4 dan terpilih saudara Bakrim. Di masa jabatannya dibangun sebuah sekolah. Pada tahun 1975 di adakan pemilihan kepala desa pertama,pada saat itu kepala desa dijabat oleh BUYUNG SAHARI,kepala desa kedua dijabat oleh MAULNA,pada masa jabatan kepala desa kedua dibangun balai desa. Tahun  1980 diadakan pemilihan kepala desa ketiga dan yang terpilih saudara DURMAN. Pada masa jabatannya desa Muara Payang mendapat bantuan dari dinas sosial berupa kambing,itik,dan selanjutnya mendapat IDT dan BRDP. Pada tahun 1998 kepala desa diganti oleh bapak RISWAN masa kepemimpinan hingga tahun 2004,pada masa jabatannya dibangun sltp. Pada tahun 2004 terjadi pemilihan kepala desa,pada saat itu kepala desa di jabat oleh IMIN TARLIAN. Pada masa kepemimpinannya selama dua tahun enam bulan,kemudian Muara Payang pecah menjadi dua desa yaitu desa Tanjung Agung yang pada masa itu jumlah penduduk desa Muara Payang 1578 jiwa dan 294 rumah. Pada tahun 2010 diadakan pemilihan kepala desa dan terpilihlah saudara MUBIN yang menjabat hingga kini.


PENULIS:YULIA FRANSISKA DAN TRI WAHYUNI
SUMBER:DEVI SULASTRI
Guru Pengampu: Riwan Sutandi

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...