ASAL MULA DESA MUARA
PAYANG
Penduduk desa
Muara Payang berasal dari beberapa daerah yang berbeda-beda,dimana mayoritas
penduduknya yang paling dominan berasal dari desa Nengkayau,Dusun Tinggi,dan
Lubuk Panggung sebagai penduduk tertua. Adapun sebagian besar sebagai suku
serawai dan sebagian lagi dari masyarakat pendatang. Agama yang dianut sebagian
besar agama Islam ada juga yang menganut agama Kristen.
Desa Muara
Payang bermula tahun 1920 dengan
datangnya sekelompok masyarakat yang dari tiga dusun yaitu dusun Nangkayau,Lubuk
Panggung,dan Rantau Kandis. Pada zaman Belanda asal usul desa dinamakan desa
Muara Payang tersebut dikarenakan ada pohon kephayang yang besar hidup di Muara
Jangkang Bersinggar Dua. Dengan bergabung nya tiga desa sumbai,Jumlah penduduk
desa Muara Payang kira-kira berjumlah 30 jiwa dan sepuluh rumah dengan jumlah
10 KK.
Pada tahun
1925 dengan adanya penduduk yang semakin besar maka kemudian di bentuk Depati
hingga tahun 1930,yang pada saat itu dipimpin oleh JENAMUN. Depati kedua di
jabat oleh TERASIP yang mana pada tahun 1930 terjadi kebakaran hutan lahan.
Muara Payang melakukan pemilihan Depati ketiga yaitu dijabat oleh SA’IT tahun
1930. Pada tahun yang sama ada perpindahan sekitar 8 kepala keluarga ke Tanjung
Agung yang ingin membuat desa dengan nama Muara Pinang,sebutan Muara Pinang
karena banyak pohon pinang. Sedangkan Tanjung Agung berasal dari Tanjung Besar
dari Air Pulutan sampai keSawah Lebar
Banding Ulak Pajar Bulan. Pada tahun 1970 masyarakat desa Muara Payang
memilih depati yang ke 4 dan terpilih saudara Bakrim. Di masa jabatannya
dibangun sebuah sekolah. Pada tahun 1975 di adakan pemilihan kepala desa
pertama,pada saat itu kepala desa dijabat oleh BUYUNG SAHARI,kepala desa kedua
dijabat oleh MAULNA,pada masa jabatan kepala desa kedua dibangun balai desa.
Tahun 1980 diadakan pemilihan kepala
desa ketiga dan yang terpilih saudara DURMAN. Pada masa jabatannya desa Muara
Payang mendapat bantuan dari dinas sosial berupa kambing,itik,dan selanjutnya
mendapat IDT dan BRDP. Pada tahun 1998 kepala desa diganti oleh bapak RISWAN
masa kepemimpinan hingga tahun 2004,pada masa jabatannya dibangun sltp. Pada
tahun 2004 terjadi pemilihan kepala desa,pada saat itu kepala desa di jabat
oleh IMIN TARLIAN. Pada masa kepemimpinannya selama dua tahun enam bulan,kemudian
Muara Payang pecah menjadi dua desa yaitu desa Tanjung Agung yang pada masa itu
jumlah penduduk desa Muara Payang 1578 jiwa dan 294 rumah. Pada tahun 2010
diadakan pemilihan kepala desa dan terpilihlah saudara MUBIN yang menjabat
hingga kini.
PENULIS:YULIA
FRANSISKA DAN TRI WAHYUNI
SUMBER:DEVI
SULASTRI
Guru Pengampu: Riwan Sutandi

No comments:
Post a Comment