Asal Mula Desa
Tanjung Aur
Desa Tanjung Aur adalah nama suatu desa
di wilayah paling timur di kecamatan Bunga Mas kabupaten Bengkulu Selatan. Desa
ini merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan desa Lubuk Ladung
kecamatan Kedurang Ilir kabupaten Bengkulu Selatan serta dibatasi dengan sungai
air kedurang . posisi desa Tanjung Aur tepat pada muara sungai,dan terkenal
dengan Tanjung Aur Muara Kedurang.
Pada zaman dahulu kala hiduplah enam
kepala keluarga yaitu sering dipanggil dengan sebutan bapak Kutung atau Ramwun,bapak
Say,bapak Masui,bapak Bendarijat,bapak Darul,dan bapak Salna. Mereka tinggal di
suatu tempat yang menjorok ke arah laut dan muara atau tanjungan (Cukawur) dan
dikelilingi bambu aur duri. Mereka berpikir bambu itu akan melindungi dari
bahaya,dan akhirnya mereka sepakat untuk menamakan desa itu Tanjung Aur.
Pada sekitar tahun 1935 mereka sepakat
untuk turun kebawah dan mendirikan desa yang baru tetapi dekat dengan desa yang
mereka tinggalkan. Didesa yang sebelumnya mereka tinggal dalam satu
kelompok,berbeda dengan desa yang sekarang mereka tinggal terpisah-pisah tapi
mereka tetap satu desa. Tanjung Aur kedatangan penduduk baru yang dipanggil
dengan sebutan pak Jabalan,tetapi pak Jabalan tidak langsung tinggal didesa
Tanjung Aur melainkan tinggal di perbatasan desa tanjung mulyo yang berbatasan
dengan desa padang jawi tepat disebelah desa Tanjung Aur atau dinamakan dengan
desa Tambak Tulang. Dinamakan Tambak Tulang karena dulu disana banyak terdapat
tulang belulang yang menutupi tempat pembuangan air,sehingga membentuk genangan
air itulah yang dinamakan Tambak Tulang. pak
Jabalan adalah orang yang suka mencuri atau bahasa daerahnya adalah
Mujarau,oleh sebab itu dia memilih Tambak Tulang untuk bersembunyi dari
masyarakat. Dia mencuri untuk makan sehari-hari,karena dia malas untuk mencari
makan dari bertani atau berkebun. Setelah beberapa lama pak jabalan tinggal di
Tambak Tulang datanglah orang yang bernama pak Juntawun,dia adalah orang yang
kuat sehingga dia di percayai untuk memimpin Tambak Tulang.
Seiring berjalan nya waktu akhirnya pak
Jabalan dan pak Juntawun memilih untuk tinggal di desa Tanjung Aur. Setelah pak
Jabalan dan pak Juntawun datanglah pak Cawup dan tiga rekannya yang berasal
datang Sabakas kemudian ke Talang Randai barulah ke desa
Tanjung Aur. Tujuan mereka datang bukanlah untuk mencuri seperti yang dilakukan
pak Jabalan melainkan untuk bertani atau berkebun. setelah sekitar dua tahun
mereka menetap,akhirnya satu persatu dari mereka sepakat untuk pulang ketempat tinggal
mereka. Sedangkan pak Jabalan dan pak Juntawun tidak pergi dari desa Tanjung
Aur karena mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang menetap.
Setelah semua penduduk desa telah
mendirikan rumah dibawah atau didesa yang sekarang,datanglah Jepang ke desa
Tanjung Aur. Jepang datang ke Tanjung Aur bukanlah untuk mengganggu masyarakat
setempat melainkan untuk melawan Belanda. Jepang membuat beberapa benteng
pertahanan untuk melawan pasukan Belanda, seperti terowongan yang ada di dekat
Cukawur dan jembatan lama yang sekarang sudah tidak dipakai lagi. Mereka
membuat itu meminta bantuan dari masyarakat,tetapi jepang tidak lah semena-mena
memperlakukan masyarakat sehingga masyarakat masih menerima perlakuan jepang.
Seiring berjalan nya waktu penduduk
Tanjung Aur bertambah banyak,maka terbentuklah pemerintahan desa. Tetapi desa
Tanjung Aur belum memiliki kepala desa melainkan bergabung dengan desa Padang
Jawi. Tetapi masyarakat berpikir untuk berurusan sangat lah jauh dan akhirnya
mereka sepakat memilih kepala desa.
Urutan kepemimpinan:
1. Tahun 1964 kepala desa pertama
sdr.SAIBUL
2. Tahun 1977 pemerintahan PJS
Sdr.BASRUN
3. Tahun 1979 dijabat oleh sdr.MAHARDIN
4. Tahun 1989 Pemerintahan PJS sdr.ABDUL
HADI
5. Tahun 1991 dijabat oleh sdr.BAHIRMAN
6. Tahun 2004 dijabat oleh sdri.ERNANI
7. Tahun 2008 diteruskan oleh sdr.TAUFIK
SUGIARTO
8. Dan sekarang dijabat oleh SOHERMAN
Itulah sejarah singkat desa Tanjung
Aur apabila ada kesalahan saya mohon maaf.
Sumber:BUKU SEJARAH DESA TANJUNG
AUR, PERANGKAT
DESA TANJUNG AUR.
Penulis: BEBY CANTIKA SARI
Guru Pengampu: Riwan Sutandi
Penulis: BEBY CANTIKA SARI
Guru Pengampu: Riwan Sutandi

No comments:
Post a Comment