About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Saturday, 8 June 2019

Penguasaan Jepang Terhadap Oceania


Kelompok 4
Mifta Ulzanah (3101412053)
Rizki Amaliyah (3101412080)
Riwan Sutandi (3101412084)
M. Khairul Amri (3101412099)

Materi 1
Penguasaan Jepang Terhadap Oceania
Oceania adalah bagian luas di Samudera Pasifik yang terbentuk dari Hawai sampai New Zaeland dan dari Nugini sampai Pulau Paskah. Oceania terbagi dalam tiga daerah besar kebudayaan yaitu; Melanisia di barat daya, Micronesia di barat laut dan Polinesia di timur. Pulau-pulau di daerah ini merupakan sisa-sisa pegunungan Batu Karang dan bersifat fulkanik. Tumbuhan beraneka ragam dari hutan lebat sampai pohon Plaem yang jarang. Penduduk Oceania berasal dari Amerika Serikat. Oceania pertama-tama dikenal oleh bangsa Eropa melalui Magellan (1519), namun perjanjian meluas oleh James Cook dalam abad ke 18. Oceania akhirnya sebagian besar menjadi milik koloni Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Jepang. Jepang memiliki Aliansi Naval dengan Inggris. Ketika Perang Dunia I berkecamuk di Eropa, Jepang memasuki Perang di sisi Sekutu. Inggris pada awalnya terkejut dengan keinginan Jepang untuk memasuki Perang. Pejabat Jepang melihat beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari Perang, khususnya kesempatan merebut koloni Jerman. Ini berguna bagi Inggris karena memungkinkan Angkatan Laut Kerajaan untuk mempertahankan hanya satu skuadron kecil di Pasifik menghadapi Jerman. Pasukan Jepang, Inggris, dan Dominion merebut pos-pos Jerman. Perang Dunia I settlment ditugaskan koloni utara ke Jepang dan koloni selatan ke Australia. Orang Jepang yang kemudian memiliki Marianas Utara (Rota, Saipan dan Tinian). Para Americans terus mengontrol Guam ke selatan. Pulau-pulau tidak akan diperkaya. Orang Jepang mulai militaize pulau-pulau mereka, Amerika Serikat tidak. Jepang Administration dari Marianas Utara Orang Jepang melihat Marianas Utara berguna baik secara militer serta assett ekonomi. Marianas berguna dalam bidang dalam bidang penerbangan dan pangkalan laut untuk membangun perisai di sekitar Jepang. Secara ekonomi orang Jepang sangat tertarik pada tebu. Mereka melanjutkan dalam membersihkan kebun pohon kelapa ditanam oleh Chomoros sebagai hutan tropis juga asand. Ini termasuk banyak batu latte kuno penting bagi Chamoros. Sejumlah besar warga sipil Jepang dibawa untuk mengembangkan perekonomian. Hal ini terbukti sukses ekonomi. Operasi tebu Marianas yang memproduksi 60 persen dari pendapatan orang Jepang dihasilkan di Mikronesia. Orang Jepang juga mengubah Marianas Utara demografis. Ketika Jepang diperoleh pulau-pulau, ada sekitar 4.000 Chamorros. Populasi Jepang ketika Perang dimulai adalah 45.000, pekerja kebanyakan imigran. Marianas sehingga menjadi pulau dasarnya Jepang. Orang Jepang diciptakan kembali pulau-pulau amd kehidupan thgus ada menjadi mirip dengan yang di Jepang sendiri. Sekolah dibuka untuk anak-anak Jepang.
Pertempuran Laut Karang atau Pertempuran Laut Koral 4 Mei-8 Mei 1942 adalah pertempuran laut besar di medan Perang Pasifik antara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang melawan angkatan laut dan angkatan udara Sekutu dari Amerika Serikat dan Australia. Pertempuran ini merupakan pertempuran laut pertama antara dua armada yang melibatkan kapal induk, dan dicatat sebagai pertempuran laut pertama dalam sejarah yang melibatkan kapal-kapal perang kedua belah pihak yang tidak saling menembak secara langsung dari kapal ke kapal. Dalam usaha memperkuat posisi defensif wilayah Kekaisaran Jepang di Pasifik Selatan, Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menginvasi dan menduduki Port Moresby di Nugini dan Tulagi di tenggara Kepulauan Solomon. Rencana operasi ini disebut Operasi MO yang melibatkan beberapa unit utama dari Armada Gabungan Jepang, termasuk pesawat-pesawat dari dua kapal induk dan sebuah kapal induk ringan sebagai perlindungan udara armada invasi. Sebagai panglima tertinggi Jepang adalah Shigeyoshi Inoue. Amerika Serikat mengendus rencana Jepang lewat intersepsi radio dan mengerahkan dua gugus tugas kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat dan kekuatan gabungan kapal-kapal penjelajah Angkatan Laut Diraja Australia dan Amerika Serikat.
Pada 3 Mei dan 4 Mei, Jepang berhasil menginvasi dan menduduki Tulagi, walaupun beberapa kapal perang tenggelam atau rusak akibat serangan mendadak dari pesawat-pesawat yang berbasis di kapal induk Yorktown. Setelah mengetahui keberadaan kapal-kapal induk Amerika Serikat, armada kapal induk Jepang memasuki Laut Koral (Laut Karang) dengan tujuan menemukan dan menghancurkan semua kekuatan laut Sekutu. Mulai 7 Juni, kapal induk dari kedua belah pihak saling melancarkan serangan udara selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, Amerika Serikat menenggelamkan kapal induk ringan Jepang Shōhō. Sebaliknya serangan Jepang menenggelamkan kapal perusak Amerika Serikat dan mengakibatkan sebuah tanker rusak berat hingga harus ditenggelamkan. Pada hari berikutnya, kapal induk Jepang Shōkaku rusak parah, sementara kapal induk Amerika Amerika Serikat Lexington harus ditenggelamkan setelah rusak berat, dan Yorktown mengalami kerusakan. Armada kedua belah pihak mengundurkan diri dari kawasan pertempuran setelah kedua belah pihak mengalami kerugian besar. Pesawat-pesawat hancur dan kapal induk tenggelam atau rusak. Setelah kehilangan perlindungan udara dari kapal induk, Inoue menarik mundur armada invasi Port Moresby dengan maksud mencoba kembali di lain hari.
Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan taktis pihak Jepang dalam hal jumlah kapal-kapal musuh yang berhasil ditenggelamkan. Namun sebaliknya, pertempuran ini berarti kemenangan strategis bagi pihak Sekutu berdasarkan beberapa alasan. Ekspansi wilayah Jepang yang sebelumnya tidak tertahankan, untuk pertama kalinya berhasil ditahan dalam Pertempuran Laut Koral. Jepang juga mengalami kerugian besar. Kapal induk Shōkaku rusak berat sementara Zuikaku kehabisan pesawat sehingga tidak dapat turut serta dalam Pertempuran Midway yang berlangsung bulan berikutnya. Hal tersebut mengakibatkan kekuatan udara Amerika Serikat dan Jepang menjadi berimbang hingga pertempuran laut di Midway berakhir dengan kemenangan Amerika Serikat. Empat kapal induk Jepang tenggelam di Midway sehingga usaha Jepang untuk kembali menginvasi Port Moresby dari laut terhenti. Dua bulan kemudian, Sekutu memanfaatkan kelemahan strategis Jepang di Pasifik Selatan untuk melancarkan Kampanye Militer Guadalkanal. Bersama dengan dilakukannya Kampanye Militer Nugini, Amerika Serikat akhirnya membobol pertahanan Jepang di Pasifik Selatan, dan akhirnya menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
Ekspansi Kekaisaran Jepang
Pada 7 Desember 1941, kapal-kapal induk Jepang menyerang Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii. Serangan tersebut menghancurkan atau melumpuhkan sebagian besar kapal-kapal tempur Armada Pasifik Amerika Serikat, sekaligus mengawali perang terbuka antara kedua negara. Dalam perang ini, pemimpin-pemimpin perang Jepang berusaha melenyapkan ancaman dari armada Amerika, merampas wilayah-wilayah jajahan Sekutu yang kaya sumber alam, dan menguasai pangkalan militer strategis untuk mempertahankan wilayah kekuasaan Jepang yang semakin besar. Pada saat yang hampir bersamaan dengan Pengeboman Pearl Harbor, Jepang menyerang Malaya hingga menyebabkan Kerajaan Bersatu, Australia, dan Selandia Baru bergabung dengan Amerika Serikat sebagai Sekutu dalam perang melawan Jepang. Sesuai dengan "Perintah Rahasia Nomor Satu" tertanggal 1 November 1941 yang dikeluarkan Armada Gabungan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, tujuan awal Jepang dalam perang adalah "(melumpuhkan) kekuatan Inggris dan Amerika dari Hindia Belanda dan Filipina, (serta) menetapkan kebijakan kemerdekaan ekonomi dan swasembada secara otonom.
Gerak maju invasi Jepang di Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya mulai Desember 1941 hingga April 1942. Dalam usaha mencapai tujuan akhir perang, dalam beberapa bulan pertama tahun 1942, tentara Jepang menyerang dan berhasil mengambil alih Filipina, Thailand, Singapura, Hindia Belanda, Kepulauan Wake, Britania Baru, serta Kepulauan Gilbert dan Guam. Dalam proses pengambilalihan wilayah-wilayah tersebut, Jepang mengakibatkan kerugian besar bagi kekuatan darat, laut dan udara pihak Sekutu. Negara-negara taklukan Jepang menurut rencana akan dipakai sebagai pertahanan garis luar bagi Kekaisaran Jepang, sekaligus melancarkan taktik perang menghabiskan tenaga lawan dalam usahanya mengalahkan atau menghabisi serangan balasan Sekutu. Tidak lama setelah perang berlangsung, Staf Umum Angkatan Laut mengeluarkan rekomendasi untuk menginvasi Australia sebagai tindakan pencegahan agar Australia tidak dipakai sebagai pangkalan militer yang mengancam pertahanan garis luar Jepang di Pasifik Selatan. Namun rekomendasi ini ditolak Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang mengemukakan alasan bahwa Jepang tidak memiliki kapasitas kapal dan kekuatan militer yang cukup. Pada saat yang bersamaan, komandan Armada IV Angkatan Laut Jepang Laksamana Madya Shigeyoshi Inoue mengusulkan pendudukan Tulagi yang berada di tenggara Kepulauan Solomon dan Port Moresby di Papua Nugini. Usulannya membuat bagian utara Australia berada dalam jangkauan pesawat-pesawat terbang Jepang yang berpangkalan di darat. Sebagai pimpinan Armada IV yang juga disebut Armada Laut Selatan, Inoue membawahi unit-unit angkatan laut di kawasan Pasifik Selatan. Ia percaya bahwa pendudukan dan penguasaan lokasi-lokasi tersebut akan menjamin keamanan dan pertahanan bagi pangkalan utama Jepang di Rabaul, Britania Baru. Staf Umum Angkatan Laut dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang menerima proposal Inoue dan merencanakan operasi-operasi lanjutan. Dalam operasi lanjutan, lokasi-lokasi yang diusulkan Inoue akan dijadikan pangkalan militer pendukung dalam usaha berikutnya merebut Kaledonia Baru, Fiji, dan Samoa yang bila berhasil akan memutuskan jalur komunikasi dan perbekalan antara Australia dan Amerika Serikat.
Pada April 1942, angkatan laut dan angkatan darat menyusun rencana yang diberi nama Operasi MO. Menurut rencana ini, Port Moresby akan diserang dari laut dan harus dapat diamankan sebelum 10 Mei 1942. Rencana yang sama juga mencantumkan pengambilalihan Tulagi pada 2-3 Mei 1942. Angkatan Laut akan menjadikan Tulagi sebagai pangkalan bagi pesawat amfibi yang akan menyerang teritori dan tentara Sekutu di Pasifik Selatan. Setelah Operasi MO selesai disusun, angkatan laut menyusun rencana lain untuk Operasi RY yang bertujuan merebut Nauru dan Kepulauan Banaba yang kaya dengan fosfat pada 15 Mei 1942. Operasi RY akan dilancarkan memakai kapal-kapal yang berpangkalan di lokasi yang telah direbut dalam operasi MO. Operasi militer berikutnya yang disebut Operasi FS bertujuan merebut Fiji, Samoa, dan Kaledonia Baru, dan akan disusun setelah operasi MO dan RY selesai. Pada Maret 1942 pesawat-pesawat Sekutu yang berpangkalan di kapal induk dan di darat menyerang kapal-kapal perang Jepang yang melakukan invasi ke kawasan Lae-Salamaua dan mengakibatkan kerugian bagi Jepang. Oleh karena itu, Inoue meminta Armada Gabungan untuk mengirimkan kapal induk sebagai perlindungan dari udara bagi kekuatan militer Jepang dalam Operasi MO. Inoue terutama menyatakan kecemasannya terhadap pesawat pengebom Sekutu yang berpangkalan di Townsville dan Cooktown, Australia. Kedua pangkalam militer Sekutu tersebut berada di luar jangkauan pesawat pengebom Jepang yang berpangkalan di Rabaul dan Lae.
Komandan Armada Gabungan Jepang, Laksamana Isoroku Yamamoto secara bersamaan menyusun operasi militer untuk bulan Juni 1942 yang dimaksudkan agar kapal-kapal induk Amerika Serikat yang belum hancur di Pearl Harbor masuk perangkap dan bertemu dengan armadanya dalam pertempuran menentukan di Samudra Pasifik dekat Atol Midway. Sebagai dukungannya terhadap Operasi MO, Yamamoto mengerahkan beberapa kapal perang besar, termasuk dua kapal induk, satu kapal induk ringan, sebuah divisi kapal penjelajah, dan dua divisi kapal penjelajah, serta menunjuk Inoue sebagai komandan armada.

Materi 2
Selama Perang Dunia I, Jepang memperoleh control atas Jerman di mikronesia. Dan setelah Perang, Liga Bangsa-bangsa membagi kepemilikan Jerman pada Jepang, Australia dan New Zealand. Perang Dunia II Jepang kembali menjadikan Pasifik sebagai lahan  pertempuran dan terlihat untuk memperluas kekaisarannya. Hal ini membuat beberapa  Negara besar membangun pangkalan militer di kawasan Pasifik Barat Daya karena diyakini  jika Jepang menguasai daerah ini maka kemungkinan besar dia akan menguasai dunia. Setelah perang, kawasan Pasifik Barat Daya dijadikan sebagai tempat yang bagus untuk lahan percobaan nuklir. Hal inilah yang membuat banyak Negara-negara besar membangun  pusat-pusat laboratorium baik yang Nampak maupun yang tersembunyi. Melihat dari sejarah yang terjadi di Pasifik Barat Daya maka kita dapat menyimpulkan  bahwa adanya kesinambungan antara apa yang terjadi pada masa lalu dengan yang terjadi sekarang. Salah satu keterkaitan yang paling jelas adalah bagaimana Negara-Negara besar mempunyai Negara-Negara satelit di kawasan Pasifik Barat Daya ini karena proses aneksasi dan kolonialisasi yang mereka lakukan. Banyak Negara-Negara yang mengadopsi  bentuk-bentuk system berdasarkan Negara yang mengkoloni mereka. Bahkan sampai sekarang mereka terus bergantung dan dieksploitasi oleh Negara-negara besar tersebut. Hanya beberapa saja yang memakai sistemnya sendiri seperti Tokelau.
       Selama 1941-1945 Jepang berhasil menduduki beberapa kawasan di Oceania
      Jepang berhasil menduduki Nauru, Kiribati, beberapa bagian PNG, dan masuk ke beberapa wilayah Australia
      Pasca PD II kawasan menjadi perwalian PBB dan diserahkan ke beberapa wilayah
Australia mendapat PNG,  Inggris memperoleh Fiji, Tonga, Tuvalu, Kiribati, Solomon, dan Vanuatu (bersama Perancis)
Sebagian besar sisa kepulauan Caroline ke Jerman pada 1899. Kontrol dilewatkan ke Jepang pada tahun 1914 dan selama perang dunia 2 kepulauan diambil oleh Amerika Serikat pada tahun 1944 dengan mahal pertempuran Peleliu antara 15 September dan 25  November ketika lebih dari 2000 orang Amerika dan 10000 oang tewas. Pupau-pulau lulus secara resmi ke Amerika Serikat di bawah naungan PBB pada tahun 1947 sebagai bagian dari wilayah perwalian kepulauan Pasifik.

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...