PERKEMBANGAN AWAL KEHIDUPAN MASYARAKAT DI
AUSTRALIA
ada Bab II ini akan dijelaskan mengenai bagaimana awal kehidupan
masyarakat di Australia. Pendapat-pendapat
tentang masuk
dan
corak kehidupan Aborigines
sampai
|
1. Penduduk Asli
Australia
Siapakah penduduk asli Australia, darimanakah mereka
berasal, bagaimana kehidupan mereka selanjutnya setelah
kedatangan orang-orang kulit putih ke Australia? Pertanyaan- pertanyaan itu tampaknya menarik
untuk dikaji.
Kita sering mendengar Canberra. Canberra adalah ibukota
Australia ternyata berasal dari bahasa
penduduk asli
Australia yang dalam bahasa Inggris berarti “a meeting place”. Oleh Elkin (1956)
penduduk asli Australia ini dimasukan pada ras Australoid. Secara fisik as ini memiliki
cirri: kulit berwarna coklat, rambut ikal bergelombang, muka dan tumbuh ditumbuhi oleh bulu-bulu yang lebat, dahi sempit atau mundur, rongga mata dalam, alis mata
menonjol, rahang menonjol,
mulut besar,
tulan tengkorak tebal,
tinggi
badan rata-rata adalah 5 kaki dan 5/6 inci. Ciri-ciri mereka tampaknya mirip dengan
suku
bangsa
Toala
di
Sulawesi, orang Sakai di Malaysia, orang Veddas di
Srilangka, dan suku asli India Selatan.
Masih menurut Elkin (1956) penduduk
asli
Australia memasuki
Australia dari arah utara. Diperkirakan pintu
masuknya adalah garis pantai utara, mulai dari
Semannjung York di sebelah Timur sampai
pantai daerah Kimberley di sebelah barat. Sementara itu Shaw (1969)
menjelaskan bahwa kemungkinan mereka
bergerak ke arah Australia
karena terdesak oleh bangsa yang
lebih kuat. Dari daratan India dan semenanjung Malaysia mereka bergerak ke arah selatan dan melalui Indonesia
(Laut
Timor, Laut
Arafuru, dan
Selat Tores) mereka
selanjutnya masuk
ke Australia.

Gambar 1.Aborigines, Kaji lebih dalam
cirri-ciri fisik mereka!
Kapan mereka mulai datang ke Australia
tidak dapat diketahui secara pasti. Ada yang menyebutkan seribu
atau beberapa ribu tahun yang lalu. Menurut Clark (1986)
berdasarkan tes karbon mereka diperkirakan sudah
dari
30.000 tahun yang
lalu. Hal tersebut senada dengan
pendapat
Bereson
dan
Rosenbalt
(1979). Sementara itu
dalam buku The Official
Bicentennial
Diary (1988). disebutkan mereka telah
datang sekitar 40.000 atau mungkin 70.000 tahun yang lalu.
Terlepas dari
kapan
mereka datang
ke Australia, namun yang pasti
mereka jauh awal datang dibandingkan orang-orang kulit putih.
Mereka
sesungguhnya yang berhak
disebut
sebagai penemu dan
pemilik benua itu. Ketika orang-orang kulit putih mulai datang
ke Australia, kehidupan penduduk
asli
yang masing food gathering tidak mampu menghadapi mereka yang
kehidupannya sudah lebih maju. Berawal dari kesalahfahaman, penangkapan, sampai pembunuhan, penduduk
asli lama-lama kehidupan mulai terdesak, mereka
tidak mampu bertahan, dan akhirnya musnah. Berikut ini
200
tahun tragedy
Aborigin.
200 TAHUN TRAGEDI ABORIGIN
- Saat pendatang Inggris mengembangkan daerah koloni koloni di Sydney
tahun 1788, sudah ada sebanyak 750.000
warga aborigin yang sudah 40-
70.000 tahun
menghuni Australia
- Virus yang dibawa keturunan Inggris ditemukan merebak di permukaan
Aborigin yang menewaskan
ratusan
orang pada tahun 1789
- Pemerintah memberi
hak
berupa kepemilikan lahan
kepada pendatang Inggris di sektar Sydney,
yang sekaligus
menjadi awal penggusuran Aborigin. Ini dimulai 1791. langkah serupa
meluas
hingga ke seantero
Australia, yang mengakibatkan terjadinya konflik
antara aborigin dan
pendatang Inggris. Konflik
ini
mengakibatkan puluhan ribu kematian aborigin dibandingkan
dengan hanya ratusan kematian pendatang Inggris
- Negara persemakmuran Australia resmi berdiri pada 1 Januari 1901 tetapi
Aborigin tidak memiliki hak hukum karena dianggap sebagai bagian dari
fauna
- Pada 1910, pemerintahan di
berbagai negara bagian mengeluarkan
kebijakan untuk memisahkan keturunan Aborigin berdarah campuran dari
keluarga yang
tidak memiliki darah campuran. Alasannya, anak2 berdarah
campuran itu akan lebih baik keadaannya. Masalahnya, rasa Aborigin akan
dibumihanguskan. Ada sekita 60.000 Aborigin
berdarah campuran pada
tahun 1910
- Data: satu dari 10
anak2
diambil paksa dari keluarganya
- Tingkat harapan
hidup
Aborigin 17 tahun
rendah daripada kulit putih
- Tak ada Aborigin
yg menduduki kursi parlemen
tingkat nasional
- Hanya ada 460.000 warga Aborigin dari total 21 juta penduduk Australia,
dan pada umumnya pada oposisi yg terpinggirkan dgn tingkat kematian yg
tinggi dan
banyak penganggur,
menjadi
narapidana, terlibat kekerasan
rumah tangga serta kecanduan alkohol karena
tindakan marginalisasi
pem Australia
- Pada th 1937 asimilasi Aborigin lewat perkawain an campuran, jika perlu
akan
dilakukan secara paksa. Sementara itu warga Aborigin yg hidup secara
tradisioal akan
dimasukan ke
tempat2 penampungan khusus
- Pada th 1967, lewat refererendum, Australia memilih agar Aborigin diberi hak2 hukum, termasuk
hak memilih dan akhiri diskrimainasi yg dinyatakan dlm hukum
- Th 1970, pemerintah mencabut hukum yg memberi kuasa kpd aparat utk
memisahkan diri anak dari keluarganya. Namun , praktik
pemeisahan anak dari keluarganya masih
terus berlanjut dan anak2 itu mengalami siksaan
- Pada
tahun 1976, pemerintah pusat memberi hak hukum kpd Aborigin utk
kepemilikan lahan di Northern
Territory, ini adalah sebuah
langkah hukum yg berpihak pada Aborigin
- Th 1992, MA Australia memberi hak
hukum pd Aborigin sbg pemilik
lahan milik mrk, sebelum pendatang
Inggris
memasuki Australia
- 1997,
PM John Howard menolak meminta
maaf
- 2007, PM
Kevin Rudd mau
meminta maaf kpd
Aboriin
Sumber : Kompas
2009
Gambar 2. Corroboree in Australia
2. Kedatangan Orang-orang
Kulit Putih
Ke
Australia
Sampai abad
ke-15,
orang-orang kulit putih
(Eropa) masih berbeda
pendapat tentang bentuk bumi. Ada yang
setuju dengan
pendapat bumi
itu berbentuk bulat dan terbagi
dua
secara seimbang
antara belahan bumi
utara dan selatan. Pendapat lain berpendapat bumi itu berbentuk rata sebagaimana diungkap oleh ahli agama Katolik.
Dari pendapat-pendapat
tersebut,
ternyata sampai akhir abad ke-16 masih mempengaruhi
pandangan orang-orang Eropa.
Apabila mengacu
pada
pendapat pertama bahwa bumi
itu
bulat, sebenarnya telah diungkap
oleh
Ptolemy ( ahli matematika dan geografi) pada abad ke-2
masehi. Ia menyebut Terra Australis Incognita (daratan selatan yang belum dikenal) sebagai suatu daratan luas di selatan sebagai penyeimbang
daratan yan ada di sebelah utaranya. Sementara itu ahli agama menentang pendapat
itu dikarenakan salah satunya tidak ada disebutkan dalam kitab suci (Bible). Perbedaan pendapat itu pun dengan
sendirinya mempengaruhi pendapat tentang
keberadaan benua Australia. Berikut ini ada empat buah peta yang diterbitkan di
Eropa dalam abad ke-16.
Peta 1

Pada Peta 1 yang
dibuat oleh Robert Thorne tahun 1527 nampak
bagian-bagian dunia seperti Asia, Eropa, Afrika, dan sebagian Amerika.
Benua
Australia tampak masih
kosong/tidak terpetakan.
Peta 2

Pada Peta 2 yang dipublikasikan di
Paris tahun 1587, benua Australia
masih belum tampak. Tempat yang seharusnya Australia berada masih
digambarkan sebagai lautan terbuka yang kosong tanpa
daratan.
Peta 3

Peta 3 di atas yang diterbitkan
di
Amsterdam tahun 1594 telah menggambarkan daratan yang
sangat luas dengan nama Terra Australis. Daratan itu seolah menghubungkan ujung selatan Afrika
dan
ujung selatan Amerika.
Peta 4

Peta 4 yang dibuat oleh Hondius tahun 1595 nampak Terra Australis yang terpisah dengan Irian.
Berdasarkan keempat peta yang terbit pada abad ke-16 tersebut, apa
yang dapat Kalian simpulkan?
JIka kita perhatikan, perubahan politik sesudah
tahun 1453 telah
mendorong terjadinya perubahan baru dalam
mencari
dan
menemukan jalan ke sumber
barang-barang dagangan yang dibutuhkan oleh orang-orang Eropa, seperti sutera, rempah-rempah,
emas, permata,
gula, dan barang-barang lainnya. Portugis berhasil memetakan garis pelayaran Eropa: Tanjung Pengharapan – pantai
timur Afrika smapai ke Ormuz – India –
Malaka – Maluku. Kalau diperhatikan posisi
Australia dalam garis pelayaran Portugis tidak
Nampak, tetapi setidaknya merupakan langkah penting ke arah
penemuan benua Australia. Jika
ditarik garis ke selatan dari Maluku akan dijumpai benua
Australia. Orang Ambon sendiri menyebut daratan Australia dengan Osse Tara Lia . Itu berarti orang Ambon sebelum Portugis datang
ke Maluku telah mengadakan kontak
hubungan dengan Australia.
Bangsa Spanyol
berhasil
memetakan garis pelayaran dari arah
barat ke timur. Mereka juga dari Spanyol – ujung
selatan Amerika – Samudera Pasifik – Filipina – Maluku. Penemuan jalan laut oleh bangsa Spanyol ini pun penting
ke arah penemuan benua Australia.
Luis
de Torres seorang
perwira yang
menjadi wakil ekspedisi de
Quiros berhasil berlayar memasuki
perairan di sebelah selatan Irian. Namanya telah diabadikan pada nama selat yang memisahkan Australia dengan Irian yaitu Selat Torres.
De Quiros sendiri dalam
buku
pelayarannya mengatakan telah menemukan daratan selatan
yang dicari-cari. Daratan itu hendaklah disebut Austrialia del Espiritu
Santo sebagai penghormatan kepada Raja Spanyol.
Selanjutnya pelayaran yang
dilakukan oleh orang-orang
Belanda jauh lebih baik dalam menemukan
benua Austalia. Setelah berhasil
sampai ke Indonesia, orang-orang Belanda mulai
menyelidiki, memetakan ,
dan
mempublikasikan hasil temuan pelayarannya. Penemuannya itu berhasil
memetakan
garis besar
pantai utara
dan
barat benua Australia
yang
terletak di sebelah
selatan kepulauan Maluku. Tokoh penting
orang Belanda yang berhasil
mengunjungi Australia di antaranya Willem Jansz yang
memotong Selatan Torres hingga sampai
ke semenanjung York.
Tempat yang disinggahinya diberi nama Tanjung Keerweer (turn
back). Dirk Hatog secara kebetulan mendarat di Hartog‟s
Islands. Frederick de Houtman sampai di pantai barat Australia di sebelah
kota
Perth sekarang. Abel Tasman sendiri telah sampai
di pantai
barat South Island (New Zealand/ Staten Land), Van Diemen‟s Land.
Oleh
bangsa Belanda,
daratan Australia
selanjutnya disebut dengan
New Holland. Penemuan-penemuan
mereka tidak ditindaklanjuti
dengan pendudukan karena dianggap gersang
dan
akan dianggap
pemborosan keuangan. Berikut ini
peta pelayaran yang dilakukan
orang-orang Belanda dalam penemuan benua Australia.
Peta Pelayaran ornag-orang Belanda ke Australia
Penjelajahan Belanda selanjutnya disusul oleh pengusaha
sekaligus bajak laut Inggris
William Dampier. Kapten James Cook berlayar menelusuri seluruh panjang pantai timur di tahun 1770, lalu
berhenti di Botany Bay
di tengah perjalanannya; dan tak lama
kemudian ia
mengklaim benua ini untuk Inggris dan menamakannya New South Wales.
Di tahun 1779, Joseph Banks (seorang naturalis dalam armada
Kapten Cook)
mengusulkan cara agar Inggris dapat mengatasi masalah kepadatan di penjara-penjaranya dengan mengirimkan
narapidana ke New South Wales. Di tahun 1787, armada pertama
berlayar menuju Botany Bay, terdiri dari
11 kapal dengan jumlah penumpang
1036 (736 narapidana dan 300 sipir). Armada ini tiba tanggal 26 Januari 1788, tapi segera berpindah ke utara ke Sydney
Cove, yang memiliki tanah serta air
yang
lebih baik. Bagi para pendatang
baru ini, New South
Wales
merupakan
tempat yang
panas, keras dan buruk, dan ancaman kelaparan menghantui koloni ini selama bertahun-tahun. Untuk berjuang melawan alam dan
pemerintah yang penuh tekanan, orang-orang
Australia baru ini membentuk sebuah
budaya yang kemudian menjadi dasar dari
legenda 'Aussie battler‟ .

Peta Eksplorasi lautan dan pendalaman
Dalam beberapa dekade kemudian, datanglah para pemukim bebas yang tertarik ke Australia,
tapi penemuan emas di 1850-anlah
yang secara permanen mengubah koloni ini.
Arus imigran yang besar
dan
beberapa penemuan emas yang
besar mendorong pertumbuhan
ekonomi dan mengubah struktur sosial
di
koloni.
Kaum Aborigin
terusir paksa dari tanah suku mereka, saat para pendatang merebut tanah untuk pertanian atau pertambangan.
3. Pembentukan Koloni-koloni Inggris di Australia dan
Lahirnya Commonwealth
of
Australia
Keberhasilan Inggris melakukan eksplorasi,
baik
coastal
exploration (eksplorasi pantai) maupun inland exploration (eksplorasi
pedalaman) telah membuka pintu bagi pembukaan dan perluasan koloni. Bukan saja perluasan koloni di New South
Wales dalam arti
area pemukiman, tetapi juga bagi kemunkinan
berdirinya koloni-koloni lain
di sudut-sudut Australia. Semuanya ini meletakkan jalan bagi
pendudukan seluruh daratan
Australia oleh Inggris yang akan diuraikan dalam
bagian ini.
Secara tradisional motif utama yang mendorong Pemerintah Inggris membuka koloni di Australia adalah untuk
memenuhi kebutuhan tempat pembuangan narapidana. Dimana pada akhir
abad
ke-17 kemiskinan dan kejahatan merupakan gejala yang selalu nampak
dalam kehidupan masyarakat Inggris, baik di daerah
pedesaan maupun di kota-kota. Banyaknya kejahatan menyebabkan
penuhnya penjara-penjara di Inggris. Untuk menambah kapasitas
penjara pemerintah
menampung dalam kapal-kapal yang sudah tidak
layak berlayar untuk dijadikan penjara terapung. Keadaan tersebut membuat pemerintah Inggris berpikir untuk
mencari tempat pembuangan
narapidana yang jauh
dari negeri
Inngris. Akhirnya
diputuskan New South Wales adalah
tanah yang cocok sebagai
tempat pembuangan narapidana.
Motif lainnya pembukaan koloni
di Australia, menurut para sejarawan lainnya adalah sebagai “naval supply and maritime base” hal
ini dikaitkan dengan “swing to the east”
dalam rangka peningkatan
pelayaran dan perdagangan Inggris dengan Cina melalui
pantai
timur
Australia sehubungan
di sebelah Barat
Australia sudah ada
kekuasaan Belanda di
Indonesia. Untuk itu pembukaan koloni di
New South Wales adalah untuk menyediakan tempat persinggahan dan pangkalan
pemasokan kapal-kapal Inggris yang melintasi Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik.
Setelah koloni New South
Wales berdiri, selanjutnya koloni ini
dipimpin oleh gubernur. Gubernur pertama adalah Arthur Philip dari
angkatan laut yang
berusaha menjadikan koloni itu “selfhelp” mampu
berdiri sendiri. Menurut dia jumlah
free
setller harus ditingkatkan agar mereka tenaga kerja yang produktif. Berbeda jika mereka statusnya
masih narapidana yang tergolong tenaga kerja tidak produkif yang
akan menghambat selfhelp.
Sesudah Letnan Gubernur
Arthur Philip (1792-1795)
keadaan
di
koloni sempat dikuasai para
Perwira Corps. Mereka
memonopoli perdagangan, terutama perdagangan rum.
Setiap ada usaha yang
mengganggu
dan merugikan mereka
pasti akan ditentang. Begitu juga ketika datang
gubernur pengganti Arthur Philip,
mereka tidak
patuh pada keputusan gubernur.
Sebaliknya mereka sering berselisih
sampai pada
tiga gubernur selanjutnya.
Gubernur
Hunter dituduh tidak layak jadi gubernur, King dihina,
dan puncak
perselisihan terjadi ketika masa pemerintahan gubernur William Bligh yang dijebloskan
ke dalam penjara. Peristiwa itu terkenal dengan nama Rum Rebellion.
Selanjutnya di
bawah pemerintahan Lachlan Macquarie,
seorang perwira dari Angkatan Darat Inggris berhasil melumpuhkan
kekuasaan Perwira Corps. Mereka
tidak
lagi berkuasa penuh
sehingga Macquarie berhasil memacu koloni
kearah kemajuan yang pesat. Pengetahuan
tentang garis besar pantai Australia sudah
banyak dicapai dilanjutkan kea rah pedalaman. Great Dividing Range atau the Blue Mountains dapat ditembus leh Gregory
Balxland,
Lawson, dan
Wenworth. Ekplorasi itu memngkinkan perluasan koloni
dan
pembentukan koloni-koloni lainnya di Australia, yaitu sebagai berikut.
a. Tasmania
Koloni Tasmania mulai berkembang dari pemukiman yang dimulai di daerah Sungai Derwent yang kemudian berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang kemudian berpusat di
Lounceston. Pada awal pertumbuhannya kedua pemukiman itu maisng-masing dipimpin oleh seorang letnan gubernur yang mewakili
gubernur New South Wales.

Pelabuhan
Arthur,
Tasmania merupakan koloni terakhir
Australia
terbesar
Sejak tahun
1813 kedua pemukiman itu (Lounceston dan Hobart)
dtempatkan di
awah seorang letnan gubernur dan letnan gubernur yang pertama yang berkuasa atas kedua daerah itu adalah Kolonel
Davey. Dengan mendorong
kemajuan pertanian serta menjadikan
Hobart sebagai pelabuhan
bebas, Davey
berusaha menjadikan Tasmania sebagai koloni yang mampu memenuhi kebutuhannya
sendiri. Dalam usahanya ini ia berhasil. Saying sekali ia kurang disenangi gubernur New South Wales karena Davey adalah orang yang kurang disiplin, dan suka minum-minum
keras.
Sebagai bagian dari New South Wales, Tasmania pernah dijadikan sebaai
tempat pembuangan narapidana yang berkelakuan
palin
buruk, bahkan di Tasmania sempat dibangun satu penjara khusus
yaitu Macquarie Harbour,
di pantai barat pulau itu.
Pada tahun 1825 Tasmania dipisahkan dari New
South Wales. Dalam
perkembangan selanjutnya Tasmania mempunyai kedudukan setara dengan New South Wales, dan berhak mempunyai legislative council
seperti New South Wales. Ketika New South Wales mulai
mempersoalkan tranportasi narapidana,
Tasmania pun
mengajukan
tuntutan agar system narapidana di sana pun dihapuskan. Tuntutan
mereka ini menjadi
kenyataan pada tahun 1852.
Pada tahun 1855 koloni ini menyelenggarakan pemerintahan sendiri dan secara resmi
sejak itu mengubah namanya dari
Van
Diemen‟s Land menjadi Tasmania. Ditemukannya tambang
tembaga,
perak,
dan bahan-bahan mineral lainnya dalam decade
1870-an,
menambah pesatnya kemajuan yang
dialami oleh Tasmania. Ekberhasilannya dalam mengekspor
buah-buahan, serta bentuk pulaunya, menyebabkan Tasmania terkenal sebagai The Apple Isle.

b. Australia Barat
Daerah pantai Australia Barat sudah dienal oleh pelaut-pelau Belanda
sejak decade kedua abad ke-17. Kondisi
alamnya yang gersang tidak
merangsang prang-orang
Belanda
maupun Inggris untuk
mendudukinya.
Pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19 ekspedisi-
ekspedisi penyelidikan Prancis
mengunjungi daerah pantai Australia
Barat tersebut, lalu tersiar kabar yang tidak jelas bahwa Perancis bermaksud menduduki daerah itu. Khawatir didahului oelh Perancis, dan merasa terlalu jauh harus
mengawasi daerah itu dari Sydney, emndorong gubernur
Darling mengirimkan Mayor Lockyer mendirikan
pos di King George Sond (Alban)
pada tahun 1827.
Pada tahun yang
sama, James
Stirling menyelidiki
daerah Swan
River, dan sangat tertarik untuk mendudukinya. Gubernur Darling
mengutus Stirling ke Inggris untuk meminta kepada pemerintah agar
segera menduduki daerah Swam River. Pemerintah Inggris menolak.
Lalu Stirling berusaha menghubungi orang-orang pemilik modal untuk
beremigrasi
ke Swam River
dan
membuka usaha di sana.
Terpengaruh oleh Stirling,
Thomas
Peel membentuk kongsi
untuk
membuka kolni di Swam River. Rombongan Peel tiba di Swam River
pad
tahun 1829. Mula-mula mereka memndarat di suatu tempat di
mana
sekarang
berdiri
Fremantle, akan tetapi
kemudian
mereka
pindah kea rah utara ke tempat dimana sekarang berdiri kota Perth. Dari sinilah berkembang koloni Australia
Barat yang sekarang
menjadi salah satu Negara
bagian dalam Cmmonwealth of Australia.
Berbagai
factor
menyebabkan
sejarah
permulaan
koloni Australia Barat diisi oleh cerita-cerita kekecewaan yang lebih dekat kepada kegagalan. Salah satu sumbernya adalah kekurangan tenaga kerja.
Oleh
karena itu, ketika koloni-klni lain sudah menolak transportasi
narapidana Australia
Barat justru meminta. Sejak tahun 1980 dilakukan
transportasi
narapidana
ke
Australia
Barat yang baru
berakhir pada
tahun 1868. Dibanding dengan koloni-koloni
lain di
Australia, Asutralia Barat
adalah koloni
terakhir yang melakukan pemerintahan
sendiri sebagai
daerah otonom
dalam
lingkungan kekuasaan Inggris.

c. Queensland
untuk pertama kali Queensland dihuni oleh masyarakat kulit putih
pada tahun 1824.
Ditemukannya pemukiman yang baik di
Queensland sebagian besar merupakan
jasa para penjelajah
(eksplorer). John Oxley
misalnya menyelidiki
daerah Moreton Bay,
tempat pemukiman
pertama di Queensland. Pada tahun 1827 pemukiman baru di Darling Downs dibuka lagi oleh Allan Cunningham.
Pada mulanya pemukiman di Queensland tumbuh
dan
berkembang sebaai bagian dari New South
Wales. Setelah mengalami kemajuan-
kemajuan, Queensland akhirnya merasa tidak puas lagi berada di
bawah New South
Wales. Rakyat di Queensland menginginkan agar Queensland dipisahkan dari New South Wales. Keinginan mereka ini dikabulkan oleh Pemerintah Inggris
pada
tahun 1859.
Kondisi dan kekayaan Queensland sangat membantu kemajuan di sana.
Letak negerinya yang sebagian berada
di daerah
tropis,
emmungkinkan Queensland mengusahakan perkebunan kapas yang pernah sangat menguntungkan negeri itu dan juga perkebunan tebu. Dalam mengusahakan perkebunan tebu ini Queensland memerlukan
tenaga buruh yang tidak terlalu mahal. Akibatnya terjadilah apa yang
disebut “Kanakas Traffic” yang menimbulkan dilemma bagi negeri itu. Dengan pertimbangan-pertimbangan
keamanan,
Queensland meminta kepada
Pemerintah Inggris agar segera menduduki
Irian Timur, nemun permintaannya itu berkali-kali ditolak oleh Pemerintah Inggris.
Akhirnya
pada tahun
1883 Quensland
bertindak sendiri
mendudukinya dan menytakan Irian Timur sebagai milik Inggris. Pada
thaun 1884 Inggris menguatkan tindakan Queensland tersebut. Untuk
selanjutnya sampai tahun 1901 Irian Timur yang menjadi milik Inggris itu
diperintah dari Queensland.

d. Victoria

Sebagai bagian dari New South Wales, Victoria semula disebut Distik
Port Philip. Kolonis
yang
mula-mula
dikirim ke daerah
ini
adalah
rombongan David Collins yang
ditugaskan membuka
pemukiman di
Sorento. Akan tetapi karena tempat ini kurang cocok untuk
ditempati,
Collins beserta rombongan pindah ke Tasmania.
Orang kulit putih yang mula-mula menetap di daerah ini ialah Henty
Bersaudara, yang menempati Teluk Portland pada tahun 1834. Kemudian dalam tahun 1835 Batman dan asosiasinya menduduki daerah Sungai Yarra, dan pada tahun yang sama kelompok Fawkner juga mendirikan pemukiman di tempat di
mana sekarang berdiri kota Melbourne. Sama
dengan Henty bersaudara, kedua kelompok yang
disebutkan terakhir juga berasal dari
Tasmania. Mereka menempati
Distrik Victoria tanpa
seiijin pemerintah sehingga mereka tergolong penghuni liar yang dalam sejarah Asutralia disebut squatter. Batman mempunyai
pengalaman yang unik dalam kehadirannya di daerah ini.
Pada tahun 1837 gubernur Bourke mengunjungi daerah ini
dan meresmikan nama-nama Kota
Williamstwon dan Melbourne. Sampai tahun 1850 Victoria masih merupakan bagian dari New South
Wales.
Untuk mewakili gubernur New South
Wales di sana diangkat seorang
superintendent (pengawas). Rasa tidak puas di bawah New South
Wales
mendorong rakyat di Distrik Port Philip menuntut pemisahan. Tuntutan itu
mula-mula dijawab dalam bentuk hak distrik dengan memilih 6 dari 24 anggota legislative council di New South Wales. Jawaban pemerintah ini tidak memuaskan mereka. Pada tahun 1850
Victoria dipisahkan dari New Saouth
Wales, dan sejak tahun 1851 menetapkan dan melaksanakan pemerintahan sendiri.
e. Australia Selatan
Kalau Australia Barat dapat disebut koloni
suatu kongsi,
maka
Australia Selatan
dapat disebut koloni suatu teori. Hal itu dikarenakan pembentukkannya didasarkan pada suatu teori yang dikemukakan oleh Wakefield. Astralia Selatan dibentuk dengan memotong areal
seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Romobongan kolonis pertama tiba pada tahun 1830, emndarat di Pulau Kangaroo, namun akhirnya memilih lokasi untuk menetap
di tempat di mana sekarang berdiri
kota Adelaide.
Pada awal berdirinya koloni ini, di sana berjalan dualism kekuasaan
yang
membawa berbagai komplikasi. Namun
akhirnya pemerintah Inggris mengahpuskan dualism tersebut dengan cara memamnggil kedua pejabat, gubernur dan komisaris residen, allu mengangkatnya gubernur
baru
yaitu Gawler.
Di sekitar tahun 1840 koloni itu hamper bangkrut, ntuk diselamatkan
oleh penemuan tambang tembaga di KApunda pada than
1842 dan kemudian tambang yang lebih kaya lagi
di Burra-burra. Gebernur
Grey, berusha menjadikan kolni ini
mampu berswasembada. Sebagai
seorang
gubernur yang berhasil, Grey mendapat
pujian dari Perdana Menteri Inggris
dalam pidatonya di
depan MAjelis
Rendah.
Sejak
tahun 1853, Australia Selatan mulai berusaha
mempersiapkan pemerintahan sendiri, namun baru berlaku secara efektif tahun 1856.

Bila kita
perhatikan
setelah tumbuhnya koloni-koloni di
Australia, pada tahun 1850
Pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang
ang disebut
dengan Australian Colinies Government
Act. Dalam undang-undang ini, setiap
koloni ditawari dengan
penyusunan pemerintahan sendiri. Selanjutnya mulai
tahun 1850, berdiirlah lima koloni yan masing-masing memiliki pemerintahan
sendiri, yaitu New
South
Wales,
Victoria, Tasmania,
Australia Selatan, dan Queensland. Koloni
terakhir
yang mejalankan pemerintahan sendiri adalah Australai
bagian barat.
Perkembangan selanjutnya, Australian
Colonies Government Act (1850) oleh Parlemen Inggris, dari satu sisi dipandang sebagai
historical accident (kecelakaan sejarah). Undang-undang
itu menjadi landasan hukum perpecahan di antara koloni
yang hamper berjalan
50 tahun. Menjelang
akhir abad ke -19
seluruh unsure yang menghendaki persatuan berhasil mengkontruksi landasan yang menghendaki
persatuan Australia. Faktor-faktor
pendorongnya antara lain:
munculnya kekuasaan
Eropa lain di daerah
Pasifik seperti
Jerman dan Perancis, keinginan mereka untuk menjaga agar benua ini
hanya diisi oleh orang-orang
kulit putih, hasratnya meningkatkan
kesejahteraan ekonomi melalui kerja sama
ekonomi, ketenagakerjaan, adanya perkembangan alat-alat komunikasi,
aspek militer, dan kebanggaan untuk disebut sebagai orang Australia dibandingkan nama orang Tasmania
, Victoria, dan sebagainya. Selanjutnya pada tanggal 1 Januari 1901, lahirlah Commonwealth
of Australia sebagai wadah yang
mempersatukan seluruh koloni Inggris di
Australia.
Penutup
Penduduk pertama Australia diperkirakan datang sekitar
42.000 dan
48.000 tahun yang
lalu. Orang Australia pertama yang menjadi nenek
moyang Penduduk Asli Australia yang dikenal juga sebagai Aborigin sekarang, tiba melalui jembatan-jembatan yang menghubungkan daratan atau lintasan laut dari benua yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara. Letnan James Cook memetakan Pantai
Timur Australia diatas kapal „‟HM Bark Endeavour‟‟ dan menyatakan tanah tersebut menjadi milik Inggris pada tahun 1770. Replika kejadian ini
lalu didirikan di Fremantle, Australia
Barat pada tahun 1988 sebagai peringatan ulang tahun Australia yang ke-200.
Namun ada catatan lain resmi tentang
penemuan benua Australia oleh orang Eropa. Ahli navigasi Belanda Willem Jansz sebenarnya menjadi orang pertama yang mencatat penemuan
(terlihatnya) garis pantai Semenanjung York
Peninsula di tahun 1606. Pada abad ke-17, Belanda memetakan seluruh garis pantai
barat dan utara dan menamakannya Holland Baru (New Holland), tetapi
mereka tidak
mencoba untuk
bermukim disana. Pada tahun 1770, saat James
Cook
berlayar menyusuri garis pantai
timur Australia, ia menamakannya New South
Wales dan menyatakan tanah tersebut milik Inggris. Ekspedisi
ini telah menghasilkan penemuan-penemuan penting yang menjadi
rangsangan untuk mendirikan koloni bagi para
terhukum Inggris, sebagai ganti hilangnya koloni-koloni
di Amerika (yang merdeka saat itu).
Wilayah Koloni Utama Inggris di New South Wales (NSW)
diawali dengan dibuatnya pemukiman di Pelabuhan Jackson oleh Kapten Arthur Phillip pada 26 Januari 1788. Tanggal ini kemudian
menjadi hari nasional Australia, dan dikenal sebagai Hari Australia. Selanjutnya
berdiri
koloni-koloni
Inggris di
Australia: Tasmania,
Queensland, Australia
Barat, Australia Selatan,
dan Victoria. Rasa tidak puas di bawah NSW,
telah mendorong rakyat di sana untuk
memisahkan diri.
Selanjutnya keluarlah
undang-undang
yang bernama Australian
Colonies Government Act yang di dalamnya
memberikan penawaran kepada
masing-masing
koloni untuk menyusun pemerintahan sendiri. Undang-undang itu pada perkembangannya menimbulkan
intercolonial
jealousy yang akan
terus menjadi pada masalah poliotik yang antagonis.
Sewjarah
Australia selama 50 tahun dapat dikatakn sebagai sejarah perpecahan sehingga pada akhir abad ke-19 dikehendaki persatuan
di
antara koloni dan lahirlah Commonwealth of Australia. Sekalipun
koloni itu sudah diberi kebebasan mengatur dirinya ke dalam, namun
urusan luar negeri
masih tetap berada
di
bawah Inggris. Selama Perang Dunia I, angkatan bersenjata Australia diperbantukan pada pasukan Inggris, bergabung dengan ANZAC, ikut bertempur di Gallipoli, Timur Tengah, dan daratan Eroopa. Pada PD II, menyadarkan Australia untuk bergabung dengan Amerika Serikat
dalam ANZUS dan SEATO. Mereka ikut dalam Piagam Pendirian
PBB dan aktif kerja sama dengan Negara-negara berkembang
antara lain
melalui Colombo Plan.

No comments:
Post a Comment