About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Saturday, 8 June 2019

Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman batu, Mesopotamia, Mesir, India dan Cina


MAKALAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA PURBA
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah IPTEK

Dosen Pengampu :
Bp. Abdul Munthalib, Bp. Karyono

Disusun oleh :
Nur Hikmah                          3101412072
Eko S.W. Nugroho                3101412078
Siti Rahmawati                      3101412079
Dedi Arliyanto W.                 3101412091
Andika Lingga P.                  31014120…

JURUSAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Makalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Purba”. Walaupun dari sisi pengerjaan penulis tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan.
Maksud dan tujuan dalam pembuatan makalah ini di buat dalam rangka untuk memenuhi salah satu syarat tugas kelompok yang sekaligus sebagai tugas pada mata kuliah Sejarah IPTEK. Seiring dengan usaha kerja keras penulis, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, karena tanpa bimbingan dan dorongannya, penulis tidak akan menghasilkan karya tulis ini dengan baik.
Penulis menyadari dengan sepenuhnya akan penulisan makalah ini yang masih memiliki kekurangan- kekurangan dan sangat jauh sekali dari kata sempurna. Hal tersebut mungkin di karenakan penulis masih sangat terbatas, dari segi kemampuan maupun ilmu pengetahuan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya dapat membangun dari pembaca semua.
Akhir kata penulis menyampaikan terima kasih. Semoga makalah ini dapat di terima dengan baik dan mempunyai tanggapan yang positif. Harapan selanjutnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Amin Ya Robbal Alamin.



                                                                                           Semarang, 30 Maret 2015



       Penyusun                         





BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Dilihat dari sejarahnya, proses kemenangan akal manusia dari kekuatan mistis dimulai dari zaman Yunani Kuno. Setelah periode ini perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat lagi karena penemuan yang satu sering menyebabkan terjadinya penemuan penemuan lainnya. Diperkirakan ilmu berkembang dua kali lipat tiap jangka waktu sepuluh tahun (Luthans).
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak terpusat pada suatu tempat atau wilayah tertentu saja. Selain di Eropa dunia Timur juga terbukti memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Banyak penemuan yang terjadi di dunia Timur yang baru dikembangkan belakangan di dunia Barat. Oleh karena itu, perlu diadakannya periodisasi. Periodisasi perkembangan ilmu yang disusun di daerah Mesopotamia, Mesir, India dan Cina. Karena pemikiran dan kebudayaan yang berkembang di wilayah wilayah tersebut pada masa itu juga merupakan rangkaian panjang sejarah peradaban umat manusia yang dengan kemampuan akal pikirannya selalu berusaha melangkah maju.

B.           Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman batu ?
2.      Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan bangsa di Mesopotamia, Mesir, India dan Cina ?






BAB II
PEMBAHASAN

1.      Zaman Purba ( abad 15-7 SM )
Usaha mula mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh Bangsa Mesir. Banjir sungai Nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak, geometri dan kegiatan survey. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh Bangsa Babilonia dan India yang memberikan sumbangan sumbangan yang berharga meskipun tidak seintensif kegiatan bangsa Mesir.
Pada dasarnya manusia di zaman purba hanyalah menerima semua peristiwa sebagai fakta. Sekalipun dilaksanakan pengamatan, pengumpulan data dan sebagainya, namun mereka sekedar menerima pengumpulan saja. Fakta-faktanya hanya diolah sekedarnya, hanya untuk menemukan soal yang sama, yaitu common denominator, itu pun barangkali tanpa sengaja, tanpa tujuan. Kalaupun ada penegasan atau keterangan, maka keterangan itu senantiasa dihubungkan dengan dewa-dewa dan mistik. Oleh karena itu pengamatan dilakukan oleh manusia pada zaman purba, yang menerima fakta sebagai brute facts atau on the face value, menunjukkan bahwa manusia di purba masih berada pada tingkatan sekedar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran.
Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat dirunut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke 15 SM Terutama zaman batu. Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Sesuai dengan namanya zaman batu, pada masa itu manusia menggunakan batu sebagai peralatan. Hal itu tampak dari temuan temuan seperti kapak yang digunakan untuk memotong dan membelah. Selain menggunakan alat alat yang terbuat dari batu, manusia pada zaman itu juga menggunakan tulang binatang. Seiring perkembangan waktu, benda benda yang dipergunakan pun mengalami kemajuan dan perbaikan. Penemuan dilakukan berdasarkan pengamatan, dan mungkin dilanjutkan dengan percobaan percobaan tanpa dasar, menuruti proses trial and error. Akhirnya, dari proses trial and error yang memakan waktu ratusan bahkan ribuan tahun inilah terjadi perkembangan dan penyempurnaan pembuatan alat alat yang digunakan, sehingga manusia menemukan bahan dasar pembuatan alat yang baik dan kuat serta hasilnya pun menjadi lebih baik.
Perkembangan kebudayaan terjadi lebih cepat setelah manusia menemukan dan menggunakan api dalam kehidupan sehari hari. Api kemudian digunakan untuk memasak dan perlengkapan dalam berburu. Perkembangan pengetahuan secara lebih cepat terjadi beberapa ribu tahun sebelum masehi. Peristiwa ini terjadi ketika manusia berada pada zaman batu muda (neolithikum). Pada masa ini mulailah revolusi besar dalam cara hidup manusia. Manusia mulai pengenal pertanian, mengenal kehidupan, bermukim membangun rumah, mengawetkan makanan, memulai irigasi dan mulai beternak hewan. Pada masa itu telah muncul kemampuan menulis, membaca dan berhitung.
Secara umum dapat dinyatakan bahwa pengetahuan pada zaman purba ditandai dengan adanya lima kemampuan, yaitu (1) pengetahuan didasarkan pada pengalaman (empirical knowledge), (2) pengetahuan berdasarkan pengalaman itu diterima sebagai fakta dengan sikap receptive mind, dan kalau pun ada keterangan tentang fakta tersebut, maka keterangan itu bersifat mistis, magis, dan religius (3) kemampuan menemukan abjad dan sistem bilangan alam sudah menampakkan perkembangan pemikiran manusia ke tingkat abstraksi (4) kemampuan menulis, berhitung, menyusun kalender yang didasarkan atas sintesa terhadap hasil abstraksi yang dilakukan (5) kemampuan meramalkan peristiwa peristiwa fisis atas dasar peristiwa peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi, misalnya gerhana bulan dan matahari.

2.      Perkembangan pengetahuan di Daerah  Timur Tengah
Peradaban kuno di Timor meliputi peradaban kuno di wilayah Mesopotamia yang pada masa lalu terdapat beberapa kerajaan diantaranya Kerajaan Babilonia yang terletak di Sungai Eufrat dan Tigris sebelah selatan (4000 SM-1300 SM) dan Kerajaan Asyiria yang terletak di lembah sungai Eufrat dan Tigris sebelah utara (1300 SM-606 SM). Selain itu terdapat Kerajaan Persia dari abad ke-6 SM sampai 332 SM dan Kerajaan Mesir pada abad 3000 SM sampai 332 SM. Mereka mulai bertani dalam jumlah besar. Mereka menggunakan binatang dan bajak untuk membajak tanah, memiliki perahu dan kendaraan beroda untuk keperluan transportasi. Pada masa itu mereka juga memperoleh kemajuan besar dalam mengolah dan memanfaatkan perunggu sebagai alat dalam kehidupan sehari hari. Selain itu mereka juga mampu membuat keramik.

1.      Bangsa Sumeria
Pada 1922 sampai 1934 Leonard Woolley dari The British Museum dan University of Pensylvania memimpin sebuah penggalian arkeologis di tengah padang pasir antara Baghdad dengan Teluk Persia. Pada penggalian dari permukaan tanah hingga lima meter kebawah yang berisi berbagai benda yang terbuat dari perunggu dan perak. Bangsa sumeria telah mampu membuat benda dari logam. Bangsa Sumeria mengembangkan kehidupan dan peradabannya dengan mengusahakan pertanian. Pengolahan tanah pertanian dilakukan dengan membajak menggunakan tenaga hewan yaitu keledai dan lembu. Untuk mengangkut hasil panen dan keperluan yang lain, bangsa Sumeria membuat kereta atau gerobak yang diberi roda sehingga bangsa Sumeria dikenal sebagai bangsa yang pertama kali menggunakan roda.
Bangsa Sumeria juga telah mengenal tulisan paku atau cunei form. Bangsa Sumeria menggunakan sekitar 350 tanda gambar dan setiap gambar merupakan satu suku kata. Huruf huruf paku dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulisi menggunakan karang yang keras dan berujung tajam. Huruf paku sudah dikenal sejak tahun 3000 SM digunakan untuk mencatat hasil panen, harta benda serta urusan perdagangan. Bangsa Sumeria juga memberikan sumbangan yang penting bagi dunia dalam bidang matematika. Mereka mengembangkan hitungan dengan dasar 60 (disebut sixagesimal). Penemuan mereka tentang hitungan lingkaran adalah 360º, satu jam adalah 60 menit, 1 menit adalah 60 detik dan masih digunakan smpai sekarang. Pengetahuan di atas menjadi dasar untuk penghitungan waktu untuk satu hari adalah 24 jam, satu bulan adalah 30 hari, satu tahun adalah 12 bulan.
2.      Bangsa Babilonia
Kerajaan babilonia mengalami perkembangan kebudayaan yang pesat. Banyak sekolah didirikan untuk memberikan latihan bagi para pemuka agama. Matematika semakin berkembang dan geometri juga telah menjadi pengetahuan yang berguna bagi bagi Babilonia terutama dalam melaksanakan pengukuran panjang. Selain satuan ukuran panjang, mereka memiliki pula satuan ukuran berat dengan menggunakan logam tembaga dan perak. Bukti bukti perkembangan pengetahuan Bangsa Babilonia :
a.       Pergantian musim yang dikaitkan dengan waktu untuk bercocok tanam.
b.      Membagi waktu dalam satuan hari.
c.       Pengamatan terhadap bentuk bulan.
d.      Mampu membagi hari dalam jam serta menyatakan bahwa 1 tahun = 365 hari (2000 SM)
Pengamatan terhadap angkasa dilakukan oleh para pemuka agama. Mereka memberi nama pada kelompok binatang binatang dengan Pisces, Gemini, Scorpio, dan lain lain. yang sekarang dikenal dengan nama zodiak. Melalui penemuan tersebut, mereka mencoba meramalkan nasib seseorang yang dikaitkan dengan hari kelahirannya.
Ø  Bidang Kedokteran
Tahun 2350 SM telah dikenal Dokter di Babylonia Selatan. tetapi masih berkaitan dengan roh-roh jahat sebagai penyebab penyakit. Oleh karena itu, pengobatannya dilakukan melalui obat dan mantera. Hal ini diketahui dari buku buku kedokteran yang memuat tulisan yang berisi campuran antara resep dan matera.
Ø  Bidang Ekonomi
o    Mengenal perdagangan
o    Pinjam meminjam uang ( telah mengenal uang )
o    Pekerjaan makin teridrntifikasi ( bisa dibedakan )
Ø  Bidang Hukum
Bangsa Babilonia dikenal adalah Code Hammurabi yaitu Code Hukum Hammurabi yang ditemukan pada tahn 1902 yang menunjukkan bahwa bangsa Babilonia telah menggunakan perjanjian atau kontrak dalam perdagangan. Undang undang pidana juga telah dilaksaksanakan yaitu memberi hukuman yang setimpal atau hukuman pembalasan. Undang undang tersebut telah dipahat di atas batu atau tugu yang juga merupakan undang undang tertua di dunia. Selain hukum pidana juga terdapat hukum sipil yang mengatur tentang hak milik, hutang piutang, perkawinan, pengobatan, bangunan, penghasilan dan sebagainya.
3.      Mesir
Menelusuri sejarah Mesir telah bermula sejak 3400 SM yang lalu. Ketika itu, munculnya Revolusi Kebudayaan yang menjadi asas bagi negara ini mengorak langkah ke arah kemajuannya. Bermula daripada kemajuan pertanian, ia seterusnya membawa kepada perubahan corak hidup masyarakat yang sering berpindah pindah kepada masyarakat yang sudah memiliki penempatan yang tetap. Pada masa pemerintahan Raja Menes, berjaya pula satu bentuk tulisan yang dinamakan Hieroglyphics.
Pada tahun 2500 SM, di Mesir telah dibangun suatu piramida yang sisi sisinya tepat menghadap Barat, Timur, Utara dan Selatan. Dalam membangun suatu piramida tidak saja sisi sisinya harus menghadap arah mata angin, tetapi alasnya haruslah berbentuk bujur sangar yaitu segi empat yang bersisi sama panjang dan bersudut siku siku. Untuk membentuk 90º orang Mesir menggunakan tali. Tiga utas tali masing masing berukuran panjang 3.4 dan 5 satuan diikatkan satu dengan lainnya dan direnggangkan pada simpul simpul itu sehingga membentuk segitiga siku siku. Dengan demikian matematika telah digunakan untuk menghitung sudut elevasi piramida. Di samping itu matematika juga sering digunakan untuk menghitung isi gudang, membagi bahan makanan yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan binatang pada suatu orde tertentu, dan penyelesaian suatu persamaan dengan satu bilangan yang tak diketahui. Secara umum Mesir pada zaman purba sudah lebih maju :
Ø  Bidang Transportasi
·         Menemukan kereta beroda dan perahu layar.
·         Menemukan alat ukur berat ( timbangan )
·         Pembuatan tekstil dengan alat tenun.
Ø  Bidang Kedokteran
·         Ditemukan papirus yang memuat tulisan tentang cara cara pengobatan orang sakit
·         Mengenal denyut nadi, mekanisme pernafasan, daftar penyakit, dan resep-resep obat untuk penyakit mata, telinga, perut dll
·         Mulai menggunakan bahan kimia disamping resep-resp herbal
·         Mengenal ilmu bedah
·         Untuk penyakit jiwa pengobatannya diserahkan pada ahli pengusir roh jahat
·         Lemak hewan digunakan sebagai penumbuh rambut
Ø  Bidang pengolahan logam
·         Mengenal cara pemurnian emas, bijih besi ( 3000 SM ) ditemukannya benda benda dari logam yang berupa perhiasan atau senjata.
·         Mengenal perunggu, besi, timbal ( 2500 SM )
·         Mengenal raksa ( 1500 SM)
Ø  Bidang lainnya
o   Menganal cara pembuatan gelas dan keramik
o   Mengenal zat warna indigo yang digunakan untuk memberi warna ppada tekstil (4000 SM)
4.      Perkembangan Pengetahuan di India
Tidak banyak yang diketahui orang tentang kebudayaan di lemabah sungai Indus pada tahun 2000 SM. Agama Budha merupakan faktor penunjang perkembangan pengetahuan di India sebab Agama Budha didasarkan pada cinta kasih dan pengetahuan. Pengetahuan yang dikenal dilembah sumgai Indus adalah Astronomi matematika dan kedokteran.
Ø  Dalam bidang Astronomi
Para pengamat benda-benda angkasa telah mengamati posisi matahari, bulan dan bintang dan beberapa bintang. Dari pengamatan itu ditentukan banyaknya waktu dalam satu tahun dan satu bulan. Trigonometri serta lambang lambang bilangan juga dikembangkan dengan baik. Berhitung dengan menggunakan angka nol dan angka satu sampai angka sembilan berkembang dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.


Ø  Dalam ilmu kedokteran
Pengetahuan tentang kedokteran telah diketahui di India beberapa ratus tahun sebelum Masehi. Tulisan tentang pengetahuan kedokteran memuat beberapa cara pengobatan yang bebas dari pengaruh mistis. Tumbuh tumbuhan digunakan untuk keperluan pengobatan. Pengobatan penyakit dengan cara pembedahan juga telah lama dikenal.
5.      Perkembangan Pengetahuan di Cina
Perkembangan Cina diketahui dengan penemuan Arkeologi pada masa dinasti Shang (1523-1028 SM) dan dinasti Chon (1027-256 SM). Pada masa itu orang telah mengenal tulisan, pembuatan keramik, kendaraan beroda, cara bertanam padi, pembuatan sutra alam, dan pembuatan alat-alat dari perunggu dan besi. Perunggu telah dikenal pada abad ke 10 SM. Pengolahan teknologi di Cina mencapai kemajuan besar.
Ø  Dalam bidang Kedokteran
Telah mengenal bentuk pengobatan dengan mengunakan tusuk jarum (akupuntur). Pada tahun 1200 SM terdapat tulisan tentang asal mula benda yaitu dari YIN (membaw ciri buruk) dan YANG (membawa ciri baik). Di samping itu, dalam sebuah buku kuno yang ditulis pada tahun 1200 SM, terdapat tulisan tentang asal mula benda benda. Disebutkan bahwa benda benda berasal dari dua macam kekuatan yaitu Yin dan Yang. Yin membawa ciri buruk, sedangkan Yang membawa ciri baik. Sifat suatu benda tergantung dari jumlah Yin dan Yang yang terkandung dalam benda tersebut.





BAB III
PENUTUP

A.          Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak sampai kepada kita seperti sekarang. Perkembangannya melalui masa yang panjang yaitu pada masa Zaman Batu. Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat dirunut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke 15 SM Terutama zaman batu. Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Sesuai dengan namanya zaman batu, pada masa itu manusia menggunakan batu sebagai peralatan. Hal itu tampak dari temuan temuan seperti kapak yang digunakan untuk memotong dan membelah. Selain menggunakan alat alat yang terbuat dari batu, manusia pada zaman itu juga menggunakan tulang binatang. Seiring perkembangan waktu, benda benda yang dipergunakan pun mengalami kemajuan dan perbaikan. Penemuan dilakukan berdasarkan pengamatan, dan mungkin dilanjutkan dengan percobaan percobaan tanpa dasar, menuruti proses trial and error. Akhirnya, dari proses trial and error yang memakan waktu ratusan bahkan ribuan tahun inilah terjadi perkembangan dan penyempurnaan pembuatan alat alat yang digunakan, sehingga manusia menemukan bahan dasar pembuatan alat yang baik dan kuat serta hasilnya pun menjadi lebih baik.
Sampai pada masa Peradaban yang lebih maju yaitu perkembangan ilmu pengetahuan yang berada di wilayah Mesopotamia, Mesir India dan Cina yang dimana hasil penemuannya memberikan pengaruh hingga sekarang.



DAFTAR PUSTAKA

Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jurusan Sejarah FIS UNNES
Ismawati, M.A. 2012. Sejarah Timur Tengah (Sejarah Asia Barat). Yogyakarta. Ombak.
Khoirul 86. IPTEK. https://khoirul86.wordpress.com/category/perkembangan-iptek/. Diunduh pada tanggal 27 Maret 2015 jam 20.15 WIB

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...