Nama
: Riwan Sutandi
Nim
: 3101412084
Pengampu
Bapak Hamdan
Sejarah
Lisan
Ringkasan Materi Sejarah Lisan
Ø Pengertian
Sejarah Lisan : Sejarah Lisan adalah sebuah metode pengumpulan
informasi,kesejarahan, dan penyimpanan termasuk catatan-catatan hasil wawancara
dari orang-orang mengenai peristiwa masa lalu dan pandangan hidup.
Ø Cakupan
sejarah lisan yaitu sejarah lisan dalah kumpulan-kumpulan yang sistematik dari
kesaksian-kesaksian kehidupan seseorang mengenai pengalaman-pengalaman
pribadinya.
Ø Latar
belakang munculnya sejarah lisan di Indonesia
a. Adanya
penulisan sejarah Indonesia yang bersifat subyektif
b. Sejarah
lisan sebagai paradigma penulisan sejarah Indonesia
Ø Sejarah
lisan tidak diperoleh dengan sendirinya tetapi dicari dengan sengaja
Ø Sejarah
lisan diperkenalkan petama kali di colunbia university pada tahun 1957
Ø Cara
masyarakat mewariskan masa lalu:
a. Keluarga
·
Adat Istiaadat keluarga
·
Cerita dongeng
b. Masyarakat
·
Adat istiadat masyarakat
·
Pertunjukan
·
Kepercayaan masyarakat
Ø Tradisi
lisan
Cerita
rakyat yang diungkapkan melalui lisan dan dikembangkan secara beruntun juga
melalui lisan. Si pelisan tidak terikat,bersaksi,dan bertanggung jawab atas
ceritanya.
Ciri-ciri
tradisi lisan:
1. Penyebarannya
melalui lisan
2. Lahir
dari masyarakat yang bercorak desa atau masyarakat yang belum mengenal huruf
3. Tidak
mementingkan fakta akan tetapi lebih mementingkan pada khayalan
4. Bercorak
puitis, teratur dan berulang-ulang.
5. Tidak
diketahui siapa pengarangnya
6. Menggambarkan
ciri-ciri budaya suatu masyarakat
Ø Memori
adalah konsep psikologi yang berarti pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran
orang.
Wujud/bentuk
memori yaitu pengetahuan yang tersimpan dalam memori munculdalam dua bentuk,
yaitu declarotius memory dan procedural memory.
Ø Tiga
sumber permasalahan
1. Pengalaman
2. Teori
3. Literatur
Ø Pengalaman
didapatkan dari membaca, penelitian secara langsung,diskudi dll.
Ø Penelitian
sejarah dengan metode sejarah
Sejarah
lisan sebagai alat (instrument) pengganti/pengumpul data dan fakta sejarah
untuk tujuan rekontruksi sejarah (histiografi)
Fakta:
Pernyataan tentang kenyataan
Realita:
sesuatu yang benar-benar terjadi
Fiksi:
khayalan
·
Perencanaan penelitian “sejarah lisan”
Masalah yang luas dan banyaknya aspek yang
perlu direkam, maka penelitian haruslah direncanakan dengan baik.
a. Merumuskan
masalah
b. Identifikasi
masalah
Maka sebenarnya pengkisah dapat kita bagi
atas tiga kelas yang akan menjadi memberi keterangan.
Ø Dalam
penelitian dapat dilakukan jika ada masalah, cara mencari masalah yaitu
a. Pengalaman
b. Teori
c. Literatur
Ø Masalah
dalam sejarah lisan dapat didefinisikan sebagai berikut!
a. Apa
yang anda teliti ?
b. Mengapa
anda menelitinya?
c. Bagaimana
anda melakukan penelitian sejarah?
Untuk menjawab pertanyaan yang ke 2 yaitu:
1. Mengapa
itu penting : dipelajari, dibahas, dan diklarifikasi
2. Apa
yang kira-kira bisa disumbangkan
a. Pemecahan
masalah
b. Sumbangannya
bagi komunitas: sejarahwan, ilmu sosial, histiografi indonesia.
Ø Kritik
sejarah lisan
a. Reputasi/kejujuran
b. Kepentingan
langsung atau tidak dari si pengkisah terhadap masalah atau peristiwa yang
dikisahkannya
c. Kronologi
d. Anakronisme
e. Suasana
dan hubungan sosial kultural yang telah dialami pengkisah.
Ø Kritik
isi kisah
a. Apakah
terdapat konsistensi
b. Cross
checking/corra boration
c. Tempatkan
“rekonstruksi” sementara tersebut dalam konteks kesejarahan yang lebih luas.
Ø Hermeneutika
: Ilmu penafsiran
1. Klasik:
di dalam memaknai dikembalikan kepada si pembuat
2. Kontenporer:
makna dikembalikan kepada yang membaca teks.

No comments:
Post a Comment