LAPORAN
PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
POSDAYA (POS PEMBERDAYAAN KELUARGA )
MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN
KABUPATEN BATANG
OLEH:
1.
Riani Dwi
Ristiana 2101412127
2.
Indri Septiana 2401412079
3.
Bagus Eko Retnadi 2501411077
4.
Khoirunisa’ 2501412125
5.
Ernis
Rositarini 2601412010
6.
Riwan Sutandi 3101412084
7.
Siti Insaroh 3301412036
8.
Brillian Fajar Pradan 3401412122
9.
Putri Mei Wahyuni 4401412034
10.
Indah
Puji Lestari 5302412091
11.
Yulia
Ratna 6102412001
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TAHUN 2015
LEMBAR
PENGESAHAN
Laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) mahasiswa Universitas Negeri Semarang tahun 2015/2016 di Desa/Kelurahan Cablikan, Kecamatan
Reban,
Kabupaten/Kota Batang pada hari : Sabtu, tanggal : 13 Desember 2015.
Kepala Desa Cablikan
Setiyati
|
DosenPembimbing Lapangan,
Suratman, S.Pd., M.Pd.
NIP.
197002032005011002
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cablikan, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dapat diselesaikan dengan baik.
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1.
Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2.
Prof. Dr. Totok
Sumaryanto F., M. Pd., M.Si., Ketua
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unnes.
3. Drs.
Sukirman, M. Si., selaku Dosen Koordinator Kecamatan KKN di
Kecamatan Reban,
Kabupaten Batang.
4.
Suratman, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Negeri Semarang.
5.
Setiyati, selaku Kepala Desa Cablikan.
6.
Segenap
Perangkat Kecamatan Batang yang telah memberikan informasi kepada mahasiswa selama
KKN.
7.
Segenap Perangkat
Desa Cablikan yang telah membantu dan membimbing mahasiswa selama KKN.
8.
Seluruh
Warga Masyarakat Desa Cablikan, Kecamatan Reban, yang kami hormati dan kami banggakan, serta semua
pihak yang tidak tersebutkan dan telah membantu terlaksananya KKN Lokasi Tahap
II UNNES 2015
ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Batang, 3 Desember 2015
TIM KKN UNNES DESA CABLIKAN
RINGKASAN
Pembangunan yang dilaksanakan
Indonesia belum sepenuhnya merata dan juga belum dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, khususnya yang berada di pedesaaan. Pembangunan
merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa serta membutuhkan kerja keras dan pengabdian seluruh masyarakat. Peran Perguruan Tinggi dalam pembangunan tidak saja mendidik generasi muda dalam menyiapkan dirinya menjadi manusia pembangunan dan mengkaji serta mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin bahwa IPTEKS yang relevan dengan kebutuhan pembangunan itu benar-benar sampai kepada masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Perguruan
Tinggi, melalui berbagai kegiatan Tri Dharmanya, dapat membuktikan bahwa IPTEKS
memang relevan,
dapat diterima dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pembangunan. Kuliah Kerja Nyarta (KKN) merupakan sebuah media yang
efektif dalam pembelajaran mahasiswa dalam situasi bermasyarakat serta dapat
memberikan pemberdayaan dalam pembangunan pedesaan.
Desa
Cablikan adalah salah satu desa di Kecamatan Reban,
Kabupaten Batang. Di Desa Cablikan terdapat permasalahan. Dari hasil permasalahan dilapangan dibentuklah program- program yang akan diberikan. Program-program
tersebut terdiri atas empat bidang yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan dan infranstruktur
lingkungan.
Program
yang didasari dari beberapa bidang tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Masyarakat Desa Cablikan sangat antusias terhadap kegiatan yang diberikan Tim KKN Unnes. Terbentuknya posdaya di Desa Cablikan yang bergerak dibidang pendidikan dan kesehatan dengan nama MAKMUR KONSERVASI.
DAFTAR ISI
Halaman
Judul...............................................................................................
Halaman
Pengesahan....................................................................................
Kata
Pengantar..............................................................................................
Ringkasan......................................................................................................
Daftar
Isi........................................................................................................
Daftar
Tabel..................................................................................................
Daftar
Lampiran............................................................................................
|
i
ii
iii
iv
v
vi
vii
|
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................
1.1
Latar Belakang.........................................................................
1.2
Deskripsi
Situasi dan Lokasi Desa Cablikan...........................
|
1
1
2
|
BAB II PERMASALAHAN,
PENDEKATAN SOSIAL, RENCANA PROGRAM KERJA.................................................................................
2.1
Identifikasi Masalah.................................................................
2.2
Rumusan Masalah....................................................................
2.3
Pendekatan Sosial....................................................................
2.4
Rencana Program Kerja...........................................................
|
9
9
11
11
12
|
BAB III PELAKSANAAN
PROGRAM KERJA....................................
3.1
Pembuatan Posdaya..................................................................
3.2
Bidang Garapan Posdaya.........................................................
3.3
Program Konservasi.................................................................
|
18
18
22
24
|
BAB IV PEMBAHASAN........................................................................
4.1
Program Posdaya Bidang Pendidikan......................................
4.2
Program Posdaya Bidang Ekonomi..........................................
4.3
Program Posdaya Bidang Kesehatan........................................
4.4
Program Posdaya Bidang Lingkungan dan Infrastruktur..........
|
25
25
30
32
39
|
BAB V PENUTUP...................................................................................
5.1
Simpulan..................................................................................
5.2
Saran........................................................................................
|
45
45
46
|
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1
|
Pembagian Wilayah Desa
Cablikan...........................................
|
3
|
Tabel 1.2
|
Jumlah
Penduduk Desa Cablikan
berdasarkan Jenis Kelamin...
|
3
|
Tabel 1.3
|
Jumlah Penduduk Desa
Cablikan Berdasarkan Rentang Usia dan Jenis Kelamin......................................................................
|
4
|
Tabel 1.4
|
Jumlah
Kepala Keluarga Desa Cablikan
Berdasarkan Kesejahteraan Keluarga..............................................................
|
4
|
Tabel 1.5
|
Jumlah
Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan
Pekerjaan.........
|
5
|
Tabel 1.6
|
Jumlah
Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan
Tingkat Pendidikan Masyarakat..............................................................
|
5
|
Tabel 2.1
|
Program Kerja KKN Posdaya Desa Cablikan............................
|
13
|
Tabel 3.1
|
Klasifikasi
Keluarga...................................................................
|
19
|
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
1..................................................................Biodata
Mahasiswa KKN
|
Lampiran
2....................................Tabel Register Pendataan Keluarga
Posdaya
|
Lampiran
3..........................................................Contoh Peta
Keluarga Posdaya
|
Lampiran
4............................................................................Data
Basis Posdaya
|
Lampiran
5..........................................SK Lurah tentang Pembentukan
Posdaya
|
Lampiran
6...................................................................Ringkasan
Data Posdaya
|
Lampiran
7...................................................................Tabel
Penanaman Pohon
|
Lampiran
8......................................................................................Peta
Wilayah
|
Lampiran 9.......................................Tabel
Program Kerja dan Jadwal Kegiatan
|
Lampiran
10..................................................Video Kegiatan
Pelaksanaan KKN
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pembangunan yang
dilaksanakan di Indonesia belum sepenuhnya merata dan belum dapat dinikmati
oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang berada di daerah pedesaan.
Pembangunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa serta
membutuhkan kerja keras dan pengabdian seluruh masyarakat. Apabila pembangunan
tidak berjalan dengan lancar, maka tingkat urbanisasi masyarakat desa ke kota
akan mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan dapat menghambat kelancaran
pembangunan, terutama pembangunan masyarakat di desa. Pembangunan Masyarakat
Desa (PMD) adalah kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa meliputi
seluruh aspek kehidupan masyarakat desa.
Peran Perguruan
Tinggi dalam pembangunan tidak saja mendidik generasi muda dalam menyiapkan
dirinya menjadi manusia pembangunan dan mengkaji serta mengembangkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
tetapi juga menjamin bahwa IPTEK yang relevan dengan kebutuhan pembangunan itu
benar-benar sampai kepada masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagaimana
mestinya. IPTEK hanya mempunyai makna apabila dapat diterima dan dimanfaatkan
secara luas oleh masyarakat yang memerlukan untuk dapat meningkatkan
kesejahteraannya. Perguruan Tinggi, melalui berbagai
kegiatan Tri Dharmanya, dapat membuktikan bahwa IPTEK memang relevan, dapat
diterima dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pembangunan.
Perguruan Tinggi
sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan Ilmu pengetahuan
dan teknologi,
bertujuan untuk mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta
kegairahan untuk meneliti dan memiliki sikap tanggung jawab yang besar terhadap
masa depan bangsa dan negara. Kiprah Perguruan
Tinggi
dan mahasiswa bagi usaha pembangunan nasional dan daerah ini perlu ditingkatkan
peranannya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang.
Oleh karena itu Perguruan Tinggi dituntut untuk lebih berorientasi dan menyerasikan
kurikulumnya terhadap kebutuhan pembangunan, sehingga dapat menghasilkan
sarjana yang dapat menghayati dan mengatasi masalah pembangunan dan kemasyarakatan
serta berfungsi sebagai penerus pembangunan. Hal ini sangat penting, karena
pada akhirnya iptek itu harus diabdikan
untuk kemaslahatan bersama dan pembangunan manusia seutuhnya.
Kompetensi
mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui kegiatan belajar di kampus, tetapi juga
di luar kampus, yaitu di lingkungan masyarakat. Untuk mempraktikkan ilmu dan
menerapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika, maka
diperlukan media yang mendukung. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah
media yang efektif dan edukatif. Mahasiswa diterjunkan di tengah-tengah
kehidupan masyarakat dengan harapan mahasiswa dapat menangkap dan menghayati
denyut nadi kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, Desa Cablikan Kecamatan
Reban Kabupaten Batang adalah salah satu
tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN.
1.2
Deskripsi Situasi dan Lokasi Desa Cablikan
1.
Kondisi Geografis Desa Cablikan
Secara geografis Desa Cablikan memiliki luas wilayah 195,797
Ha. Desa
Cablikan mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Desa Adinuso
Sebelah Selatan :
Desa Mojotengah
Sebelah Timur : Desa Surjo
Sebelah Barat : Desa Ngroto
Desa Cablikan merupakan desa yang
berada di daerah dataran tinggi. Sama halnya dengan desa-desa lain di
Indonesia, desa ini memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
Curah hujan di desa ini cukup tinggi. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung
terhadap pola tanam yang ada di Desa Cablikan. Penggunaan
tanah di Desa Cablikan
sebagian besar digunakan
untuk tanah pertanian,
perkebunan dan tegalan
sedangkan sisanya untuk
bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.
2.
Orbitasi
Desa
Cablikan
merupakan salah satu dari 19
desa di wilayah Kecamatan Reban. Letak Desa Cablikan yaitu 5 km ke arah
selatan dari kota kecamatan.
Waktu tempuh dari Desa Cablikan menuju Kecamatan Reban yaitu 9 menit jika
menggunakan kendaraan bermotor dan 1 jam jika berjalan kaki. Jarak Desa
Cablikan dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu 30 km dengan waktu tempuh 90 menit
jika menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak Desa Cablikan dengan Ibu
Kota Provinsi yaitu 60 km dengan waktu tempuh dengan kendaraan bermotor 2,5 jam.
3.
Pembagian Wilayah
Wilayah Desa Cablikan terbagi menjadi 3 dukuh/ dusun dengan jumlah 2 RW dan 8 RT seperti tabel dibawah ini:
Tabel 1.1 Pembagian Wilayah Desa Cablikan
No.
|
Dukuh/Dusun
|
RW
|
RT
|
Keterangan
|
1
|
Cablikan
|
1
|
1,2,3,4
|
-
|
2
|
Simpar
|
2
|
5,6,7
|
-
|
3
|
Bumi Aji
|
2
|
8
|
-
|
4. Demografi
Jumlah
penduduk Desa Cablikan yaitu 1169 jiwa, yang tersebar di dua wilayah RW. Jumlah
kepala keluarga penduduk Desa Cablikan yaitu 353 KK. Kepadatan penduduk Desa
Cablikan yaitu 6 Jiwa/Ha. Berikut ini
merupakan data persebaran penduduk di Desa Cablikan secara terperinci.
Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Jenis Kelamin.
No
|
Kategori Jenis Kelamin
|
Jumlah
(Orang)
|
1
|
Laki-laki
|
601
|
2
|
Perempuan
|
568
|
Jumlah
|
1169
|
|
Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Rentang Usia dan Jenis
Kelamin.
No
|
Usia
|
Jumlah Penduduk
|
|
Laki-laki
(Orang)
|
Perempuan
(Orang)
|
||
1
|
Usia 0 - 6
Tahun
|
69
|
66
|
2
|
Usia 7 - 12
Tahun
|
50
|
53
|
3
|
Usia 13 - 18
Tahun
|
62
|
45
|
4
|
Usia 19 - 25
Tahun
|
76
|
62
|
5
|
Usia 26 - 40
Tahun
|
132
|
125
|
6
|
Usia 41 - 55
Tahun
|
111
|
131
|
7
|
Usia 56 - 65
Tahun
|
60
|
53
|
8
|
Usia 66 - 75
Tahun
|
25
|
19
|
9
|
Usia > 75
Tahun
|
16
|
14
|
Jumlah
|
601
|
568
|
|
Tabel 1.4 Jumlah Kepala Keluarga Desa Cablikan Berdasarkan Kesejahteraan
Keluarga.
No
|
Kategori Kesejahteraan Keluarga
|
Jumlah Kepala Keluarga (KK)
|
1
|
Keluarga Prasejahtera
|
303
|
2
|
Keluarga Sejahtera 1
|
24
|
3
|
Keluarga Sejahtera 2
|
17
|
4
|
Keluarga Sejahtera 3
|
9
|
5
|
Keluarga Sejahtera 3+
|
0
|
Jumlah Kepala Keluarga
|
353
|
|
Tabel 1.5 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Pekerjaan.
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Laki-Laki (orang)
|
Perempuan (orang)
|
Jumlah (Orang)
|
1
|
Petani
|
300
|
290
|
590
|
2
|
Buruh Tani
|
40
|
34
|
74
|
3
|
Buruh Migran
|
6
|
4
|
10
|
4
|
Pegawai
Negeri Sipil
|
4
|
1
|
5
|
5
|
Pengrajin
|
3
|
3
|
6
|
6
|
Pedagang
barang kelontong
|
0
|
0
|
0
|
7
|
Pedagang
Keliling
|
20
|
22
|
42
|
8
|
Pembantu
rumah tangga
|
0
|
17
|
17
|
9
|
Karyawan
Perusahaan Swasta
|
1
|
1
|
2
|
10
|
Purnawirawan/Pensiunan
|
3
|
0
|
3
|
Jumlah Total (Orang)
|
377
|
372
|
749
|
|
Tabel 1.6 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Masyarakat.
No
|
Tingkatan Pendidikan
|
Laki-Laki (orang)
|
Perempuan (orang)
|
Jumlah (Orang)
|
1
|
Tamat
SD/sederajat
|
300
|
303
|
603
|
2
|
Tamat
SMP/sederajat
|
86
|
85
|
171
|
3
|
Tamat
SMA/sederajat
|
20
|
18
|
38
|
4
|
Tamat
D-1/sederajat
|
0
|
2
|
2
|
5
|
Tamat D-2/sederajat
|
0
|
0
|
0
|
6
|
Tamat
D-3/sederajat
|
1
|
4
|
5
|
7
|
Tamat
S-1/sederajat
|
3
|
1
|
4
|
Jumlah Total (Orang)
|
410
|
413
|
823
|
|
5. Keadaan Ekonomi
Perekonomian
masyarakat Desa Cablikan masih bertaraf sedang hingga mendekati cukup. Sebagian
besar masyarakat Cablikan bermata pencaharian sebagai petani. Produk pertanian
unggulan di Desa Cablikan adalah cengkeh dan kopi. Selain petani, masyarakat
juga ada yang bermata pencaharian sebagai pedagang, PNS, dan wirausaha. Ada
beberapa keluarga yang memiliki industri rumah tangga. Jenis industri rumah
tangga yang ada di Desa Cablikan adalah industri opak singkong, krupuk, dan
kembang goyang.
6. Fasilitas dan Pelayanan Masyarakat Desa Cablikan
Fasilitas dan
pelayanan umum digunakan untuk menunjang peningkatan peribadatan, pendidikan,
dan kesehatan. Fasilitas dan pelayanan umum yang ada di Desa Cablikan adalah
sebagai berikut:
a.
Kantor Desa/Kelurahan
·
Gedung kantor : Ada
·
Kondisi :
Rusak
·
Balai Desa/Kelurahan/Sejenisnya : Ada
·
Listrik : Ada
·
Air bersih : Ada
·
Telepon : Ada
b.
Kesehatan
·
Polindes : 1
buah
·
Tenaga Kesehatan (Bidan) :
2 orang
·
Posyandu : 2
kelompok balita dan 2 kelompok lansia
c.
Pendidikan
·
Gedung
SD/sederajat : 1 buah
·
PAUD : 1 buah
·
Lembaga
Pendidikan Agama : 2 buah
d.
Peribadatan
·
Masjid : 2 buah
·
Mushola : 5 buah
e.
Transportasi
Jalan Desa/Kelurahan : 2,60 Km dalam
kondisi baik
1 Km dalam kondisi rusak
Jalan Antar Desa/Kelurahan/Kecamatan : 2,60 Km dalam kondisi baik
Km
dalam kondisi rusak
f.
Air Bersih
Sumur Pompa (Unit) :
0
Sumur Gali (Unit) :
0
Hidran Umum (Unit) :
0
Penampung Air Hujan (Unit) : 0
Tangki air Bersih (Unit) : 0
Embung (Unit) :
0
Mata air (Unit) :
3
Bangunan Pengolahan Air (Unit) : 0
g.
Irigasi
Panjang Saluran Primer (M) : 0
Panjang Saluran Sekunder (M) : 0
Panjang Saluran tersier (M) : 800
Pintu Sadap (Unit) :
0
Pintu Pembagi Air (Unit) : 0
h.
Sanitasi
SumurResapan Air Rumah Tangga (Rumah) : 0
MCK Umum (Unit) :
9
Jamban Keluarga (KK) :
80
i.
Olahraga
Lapangan Sepak
Bola (Lokasi) : 1
7. Struktur
Organisasi Pemerintahan Desa Cablikan
Potensi perangkat Desa Cablikan terdiri seperti bagan dibawah ini:
Bagan
1.1 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Cablikan
|
MUSLIKH
|
|
UNTUNG
|
|
MURWADI
|
|
Kaur Keuangan
|
|
Kaur Umum
|
|
DASURI
|
|
Sekertaris Desa
|
|
SETIYATI
|
|
Kepala Desa
|
|
Kasi Trantib & Linmas
|
|
|
|
Kasi Pertanian & Pengairan
|
|
PRAPTONO
|
|
MUCHLAYIM
|
|
PURWADI
|
|
Kasi Kesra
|
|
Kasi Pembangunan
|
|
Kasi Pemerintahan
|
|
|
|
SUTRISNO
|
|
Kadus
|
|
Kadus
|
|
BPD
|
BAB II
PERMASALAHAN, PENDEKATAN SOSIAL, RENCANA PROGRAM KERJA
2.1
Identifikasi Masalah
Kuliah
Kerja Nyata merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan
menerapkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada guna membantu
menangani masalah-masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan KKN
tentunya tidak lepas dari kultur akademik Perguruan Tinggi yang
dimanifestasikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan
pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pelaksanaan program
KKN juga harus dilaksanakan secara sinergis, professional dan ilmiah. Dalam hal
ini mahasiswa diharapkan mempunyai life skill
atau keterampilan hidup dan juga merupakan jembatan informasi.
Desa Cablikan merupakan desa yang kaya akan sumber daya alam, sumber daya sosial, dan
sumber daya manusia. Desa Cablikan selain memiliki
beraneka ragam potensi, desa ini tentunya juga masih memiliki banyak kekurangan
dan perm asalahan di berbagai bidang.
Tim KKN menggunakan keterpaduan dari tiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi
dengan program-program yang memadukan aspek-aspek pendidikan dan pengajaran,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Tim KKN
menggunakan pendekatan interdisipliner dan komprehensif yang sangat efektif
untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang masih terjadi di Desa Cablikan. Pemecahan
masalah yang terjadi di desa berupa pelaksanaan program melalui bidang garapan
pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan dan infrastruktur.
Desa
Cablikan dapat disebut desa yang
sudah maju, akan tetapi berdasar hasil survei dan penelitian masih terdapat beberapa permasalahan
yang berhubungan dengan Sumber
Daya Manusia dan pemanfaatan Sumber Daya Alam
yang kurang maksimal seperti kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kurangnya keterampilan untuk
memperbaiki ekonomi masyarakat setempat, kurangnya kepelatihan dan pengembangan
industri kecil, kurangnya
kesadaran akan kesehatan.
Dalam
melakukan identifikasi terhadap potensi
dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat
serta identifikasi terhadap Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia maka
mahasiswa perlu melakukan observasi untuk mengenali dengan baik tentang kehidupan
masyarakat dan bagaimana pemanfaatan SDA
dan SDM yang tersedia. Dalam hal ini mahasiswa melakukan observasi dengan terjun langsung ke
masyarakat. Observasi meliputi beberapa bidang antara lain pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur.
Dalam bidang pendidikan, observasi dilakukan di lembaga pendidikan yang
ada di Desa Cablikan antara lain, TK Adisiwi dan SDN Cablikan. Melalui kegiatan observasi maka mahasiswa akan
mendapat gambaran yang tepat mengenai kemampuan dasar yang dimiliki dan hal apa
saja yang mereka butuhkan.
Dalam
bidang ekonomi, mahasiswa melakukan penelitian melalui observasi
langsung ke masyarakat. Mahasiswa mencari tahu mengenai mata pencaharian
masyarakat Desa Cablikan. Hasilnya adalah sebagian besar mata pencaharian warga
Desa Cablikan adalah petani
dan wiraswasta.
Dalam
bidang kesehatan, observasi dilakukan dengan mendatangi perangkat
desa dan bidan desa untuk mencari informasi mengenai kesehatan masyarakat. Sehingga dengan observasi mahasiswa bisa mendapatkan
informasi dan data yang dibutuhkan.
Dalam
bidang lingkungan dan infrastruktur, mahasiswa meneliti keadaan lingkungan Desa Cablikan. Oleh karena itu, mahasiswa dapat mengetahui gambaran lingkungan dan infrastruktur Desa Cablikan, sehingga mahasiswa mengetahui apa yang harus
dilakukan dalam pemberdayaan kepada masyarakat.
Setelah
melakukan observasi dan identifikasi permasalahan serta dengan melihat
kondisi diatas maka dapat disusun program kerja yang diharapkan dapat membantu
menyelesaikan permasalahan yang ada, khususnya dalam peningkatan pemanfaatan Sumber Daya Alam dan kualitas
Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Karena dengan meningkatkan
pemanfaatan Sumber Daya Alam yang tersedia di masyarakat bisa menciptakan
lapangan kerja dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan desa pada
umumnya, Selain itu dengan meningkatnya kualitas
Sumber Daya Manusia maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.
2.2
Rumusan Masalah
Dari identifikasi masalah di atas, kami menemukan
beberapa permasalahan antara lain:
1.
Bagaimana cara untuk meningkatkan mutu pendidikan
di Desa Cablikan?
2.
Bagaimana cara untuk memperbaiki perekonomian di
Desa Cablikan?
3.
Bagaimana cara untuk meningkatkan tingkat kesehatan
masyarakat Desa Cablikan?
4.
Bagaimana cara meningkatkan pembangunan
infrastruktur di Desa Cablikan?
2.3 Pendekatan
Sosial
Pendekatan
sosial dilakukan dengan berusaha melibatkan masyarakat baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam penyusunan program kerja KKN. Dengan melibatkan
masyarakat dalam penyusunan program kerja, maka dapat diidentifikasi berbagai
ekspektasi, kebutuhan dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
Pendekatan sosial dalam tahap pelaksanaan, terutama dilakukan oleh peserta KKN
dengan cara membangun komunikasi dan hubungan sosial yang harmonis untuk secara
bersama-sama mengimplementasikan setiap rencana yang telah disusun. Dalam tahap
ini pendekaataan sosial memegang peranan penting terhadap tim KKN.
Pada
tahap evaluasi berkaitan erat dengan partisipasi masyarakat untuk memberikan
data yang obyektif atas kegagalan dan keberhasilan program kerja KKN. Kegagalan
dalam melakukan pendekatan sosial akan berdampak terhadap tingkat keberhasilan
dari program KKN tersebut. Sebagus apapun program yang dirancang, jika tanpa
didukung pendekatan sosial yang memadai, maka program tersebut akan berjalan
kurang efektif.
Dalam
melaksanakan pendekatan sosial ada banyak kendala yang dihadapi karena sifat
masyarakat yang beragam. Respon yang masyarakat berikan terhadap kegiatan KKN
juga beragam, ada yang menanggapi secara positif, acuh tak acuh, bahkan ada
yang memberikan respon secara negatif. Untuk itu, mahasiswa harus bisa memahami
karakter dari tiap masyarakat sehingga interaksi sosial antara warga dan
mahasiswa dapat terjalin dengan baik.
Pendekatan sosial yang kami lakukan yaitu dengan
cara berkunjung ke rumah-rumah warga, mengikuti perkumpulan rutin di desa untuk
silaturahmi dan memperoleh informasi. Hal ini merupakan salah satu hal yang
penting dalam proses pelaksanaan KKN, sebab disanalah tim akan memperoleh suatu ide dan juga
masukan dari warga masyarakat setempat mengenai program-program apa saja yang
sekiranya tepat dan sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat Desa Cablikan. Sehingga harapannya pelaksanaan program akan
memperoleh sasaran yang tepat dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.
2.4
Rencana Program Kerja
Berdasarkan
paparan diatas, tim KKN UNNES mengadakan program kerja sebagai berikut:
1.
WASIS (Wayahe Sinau
Sareng) untuk siswa SD Cablikan.
2.
Pelatihan tari untuk
siswa SD Cablikan.
3.
Pelatihan menggambar
untuk siswa SD Cablikan.
4.
Pelatihan IT untuk
perangkat desa Cablikan.
5.
Packaging dan
Pemasaran A (Observasi).
6.
Packaging dan
Pemasaran B (Pengemasan).
7.
Packaging dan
Pemasaran C (Pemasaran).
8.
Optimalisasi Posyandu
untuk Balita Desa Cablikan.
9.
Penyuluhahan Sikat
gigi dan cuci tangan untuk siswa TK dan SD Cablikan.
10.
Penyuluhan HIV AIDS
dan ANEMIA untuk remaja desa Cablikan.
11.
Penyuluhan tumbuh
kembang untuk ibu dan balita desa Cablikan.
12.
Kerja bakti untuk
masyarakat desa Cablikan.
13.
Pemanfaatan barang
bekas untuk media tanam untuk kelompok tani dan ibu PKK.
14.
Penanaman Pohon.
Tabel 2.1 Program Kerja KKN Posdaya Desa Cablikan
No
|
Nama
Program
|
Lokasi
|
Waktu
|
Sasaran
|
PJ
|
Uraian Kegiatan yang akan dilakukan
|
|
A.
Bidang Pendidikan
|
|||||||
1.
|
WASIS (Wayahe Sinau Sareng) untuk siswa SD Cablikan.
|
POSKO KKN
Cablikan dan SD Cablikan
|
Minggu ke 2
sampai ke 5
Pada hari
Senin – Kamis pukul 19.30 – 20.30
|
Siswa SD
Cablikan
Kelas 1 – 6
|
Riani
Siti I
Bagus
|
Kegiatan WASIS adalah kegiatan belajar
bersama yang diperuntukan untuk siswa SD Cablikan.
Kegiatan yang dilakukan adalah
mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung bagi siswa
kelas 1, maupun belajar yang lain.
|
|
2.
|
Pelatihan IT pada perangkat desa
|
Kantor Kepala Desa Cablikan
|
Mingguke 3, 4 dan ke 5
|
Perangkat desa Cablikan
|
Indah
Yulia
Riani
|
Membantu perangkat desa agar dapat menggunakan komputer (pelatihan MS
Word & MS Excel)
|
|
3.
|
Pelatihan tari untuk siswa SD Cablikan.
|
SD Cablikan
|
Minggu ke-2, 3,
4, dan 5.
Pada hari Kamis
dan Sabtu, pukul 13.00-15.00.
|
Siswa kelas 1
smpai kelas 6
|
Nisa
Ernis
Riwan
|
Pelatihan tari merupakan sarana bagi
pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam bidang seni tari. Ada tiga
macam tari yang akan diajarkan kepada siswa-siswa SD Cablikan, meliputi Tari
Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
|
|
3.
|
Pelatihan gambar untuk siswa SD Cablikan.
|
SD Cablikan
|
Minggu ke 2
sampai ke 5
|
Siswa kelas 1
smpai kelas 6
|
Indri
Brillian
Putri
|
Pelatihan menggambar dilakukan untuk
mengembangkan bakat dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni,
khususnya seni rupa.
|
|
B. Bidang Ekonomi
|
|||||||
1.
|
Packaging dan Pemasaran A (Observasi).
|
Rumah produksi
Opak
(Bp. Suyatno)
|
Mingguke 2
|
Masyarakat
|
Siti
Bagus
Nisa
Ernis
|
Packaging Opak dan Pemasaran A berupa
kegiatan observasi di rumah pembuatan opak. Kegiatan ini berupa pengamatan
pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan opak, harga opak dan rencana
pengemasan opak.
|
|
2.
|
Packaging dan Pemasaran
B (Packaging).
|
Rumah produksi
Opak
(Bp. Suyatno)
|
Mingguke 3
|
Masyarakat
|
Riwan
Indri
Brillian
Putri
|
Packaging Opak dan Pemasaran B berupa
kegiatan pengemasan opak, meliputi tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu
kemasan, pemberian pelabelan, dan cara pengemasannya.
|
|
3.
|
Packaging dan Pemasaran C (Pemasaran).
|
Reban, Limpung
dan sekitarnya
|
Mingguke 4
|
Masyarakat
|
Indah
Yulia
Riani
Siti
|
Packaging Opak dan Pemasaran C berupa
kegiatan memasarkan opak di alun-alun, beberapa toko, dll.
|
|
C. Bidang Kesehatan
|
|||||||
1.
|
Optimalisasi Posyandu untuk Balita Desa Cablikan.
|
POSKO KKN
Cablikan dan Rumah warga
|
Mingguke 3
|
Ibu-ibu
pemilik balita di Desa Cablikan
|
Bagus
Nisa
Ernis
|
Optimalisasi posyandu berupa kegiatan
membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan
balita.
|
|
2.
|
Penyuluhahan Sikat gigi dan cuci tangan untuk siswa TK
dan SD Cablikan.
|
SD Cablikan dan
TK Adisiwi
|
Mingguke 2
|
Siswa-siswa SD
Cablikan dan TK Adisiwi.
|
Riwan
Indri
Brillian
|
Penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan
merupakan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan
kebersihan yang meliputi kebersihan tangan dan gigi.
|
|
3.
|
Penyuluhan HIV AIDS dan ANEMIA untuk remaja desa
Cablikan.
|
Balai Desa
|
Minggu ke 4
|
Remaja Desa
Cablikan
|
Putri
Indah Yulia
|
Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
merupakan kegiatan memberikanpengetahuantentangbahaya penyakit HIV AIDS dan anemi.
|
|
4.
|
Penyuluhan tumbuh kembang untuk ibu dan balita desa
Cablikan.
|
Posko KKN dan
Rumah warga
|
Minggu ke 3
|
Ibu-ibu
pemilik balita di Desa Cablikan
|
Riani
Siti
Bagus
|
Penyuluhan tumbuh
kembang berupa kegiatan pemberian pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu
pemilik balita mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan
perkembangan.
|
|
D.
Bidang Lingkungan dan Infrastruktur
|
|||||||
1.
|
Kerja Bhakti
|
Lingkung-an Desa
Cablikan
|
Minggu ke
2
|
Masyarakat Desa
Cablikan
|
Ernis
Riwan
Nisa
|
Melakukan penanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan.
|
|
2.
|
Penanaman Pohon
|
Lingkung-an Desa Cablikan
|
Minggu ke 6
|
Masyarakat Desa
Cablikan
|
Brillian
Indri
Putri
|
Penananaman pohon berupa kegiatan menanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan.
Pohon yang ditanam adalah pohon sengon,
cengkeh, dan suren.
|
|
3.
|
Pemanfaatan
Barang Bekas Sebagai Media Tanam
|
TK Adisiwi Desa
Cablikan
|
Minggu ke 5
|
Masyarakat Desa
Cablikan
|
Yulia
Indah
Riani
|
Pemanfaatan
barang bekas sebagai media tanam merupakan kegiatan menanam yang dilakukan
dengan memanfaatkan barang bekas seperti plastik bekas detergen, plastik
bekas minyak, kantong kresek, dll. Sebagai media tanam. Adapun tanaman yang
ditanam meliputi sawi, cabai, kunyit, jahe, daun seledri, dan kencur.
|
|
BAB III
PELAKSANAAN
PROGRAM KERJA
3.1 Pembentukan
Posdaya
Posdaya
adalah forum komunikasi, silaturahmi, advokasi penerangan dan pendidikan
sekaligus wadah penguatan fungsi
keluarga secara terpadu, dan apabila
memungkinkan posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara
terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausaha, dan perkembangan lingkungan yang memudahkan
keluaraga berkembang secara mandiri. Pembentukan posdaya dilakukan dengan
tahapan sebagai berikut:
1.
Penentuan Cakupan Wilayah
Posdaya
Penentuan cakupan
wilayah Posdaya bisa mencakup beberapa RT, RW/dukuh, maupun desa/kelurahan,
atau bahkan bisa diperluas lagi di kemudian hari. Cakupan wilayah Posdaya yang
ada di Desa Cablikan, yakni Posdaya “Makmur Konservasi” mencakupi seluruh
wilayah Desa Cablikan. Wilayah posdaya ini terdiri atas 2 RW atau 8 RT.
2.
Penjajagan, Pendekatan,
Advokasi, Sosialisasi, Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini merupakan awal kegiatan
yang dilakukan oleh tim KKN terhadap
suatu desa/ dukuh atau kelurahan/ RW untuk menjajagi tanggapan masyarakat,
terutama para pemukanya melalui rapat atau pertemuan terbatas. Jika respon
positif, maka proses pembentukan dilanjutkan, tetapi jika negatif, maka
dianjurkan pindah ke desa/dukuh atau kelurahan/ RW lainnya dan memulai proses
serupa.
Kegiatan ini
mendapatkan respon positif di Desa Cablikan, sehingga Tim KKN dengan warga
masyarakat langsung bermusyawarah untuk membentuk Posdaya. Posdaya yang
dibentuk di Desa Cablikan bernama “MAKMUR KONSERVASI”.
3.
Pemetaan Sasaran Kegiatan
Posdaya
Kegiatan pemetaan
sasaran kegiatan Posdaya dilakukan dengan cara melakukan pendataan terhadap seluruh
keluarga yang berada dalam cakupan Posdaya yang bertanggung jawab di wilayah
yang bersangkutan. Pendataan ini dilakukan dengan tujuan melihat jumlah,
persebaran dan klasifikasi keluarga sesuai tahap kesejahteraan. Hasil dari pemetaan ini berupa peta keluarga.Sasaran
dari Posdaya ini dipusatkan
pada usaha membantu keluarga muda dengan anak balita atau anak usia sekolah
tetapi miskin atau tertinggal agar secara bertahap dan makin mandiri bisa
menyelesaikan masalahnya.
Dari hasil pemetaan,
terlihat bahwa jumlah jiwa yang berada di Desa Cablikan sebanyak 1169 jiwa atau
353 kepala keluarga, yang tersebar ke dalam 8 RT. Berdasarkan tahap
kesejahteraan keluarga, sebagian besar masyarakat Desa Cablikan masuk ke dalam
tahap keluarga prasejahtera. Berikut data pemetaan klasifikasi keluarga :
Tabel 3.1 Klasifikasi Keluarga
No
|
Klasifikasi Keluarga
|
Jumlah
|
1
|
Keluarga prasejahtera
|
303
|
2
|
Keluarga sejahtera 1
|
24
|
3
|
Keluarga sejahtera 2
|
17
|
4
|
Keluarga sejahtera 3
|
9
|
5
|
Keluarga sejahtera 3 plus
|
0
|
6
|
Total jumlah KK
|
353
|
4.
Identifikasi Potensi
Wilayah Kegiatan Posdaya
Observasi lapangan juga dilakukan
untuk mengidentifikasi masalah berdasarkan hasil pendataan dan
menginventarisasi kelembagaan dengan melihat status atau kondisinya serta
kegiatan yang dilaksanakan, termasuk dukungan serta sumber-sumber yang bisa
dimanfaatkan.
Hasil identifikasi
potensi wilayah Posdaya yang ada di Desa Cablikan adalah sebagi berikut : di
bidang kesehatan melihat cakupan pelayanan kesehatan, aktivitas Posyandunya, dan kebutuhan
masyarakat tentang kesehatan; bidang ekonomi terkait
kegiatan usaha keluarga tidak mampu untuk
mengembangkan usahanya agar lebih maju; bidang pendidikan berkaitan dengan
peningkatan hasil belajar siswa dan membuat wadah berekspresi; bidang lingkungan
dan infrastruktur berkaitan dengan pemanfaatan barang bekas untuk media tanam.
5.
Penentuan Tujuan dan
Sasaran Pembangunan Dalam Setiap Pembentukan Posdaya
Penentuan tujuan dan
sasaran pembangunan dalam pembentukan Posdaya “Makmur Konservasi” telah disesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat Desa Cablikan. Dalam hal ini, kebutuhan-kebutuhan
tersebut terangkum ke dalam program-program kerja KKN yang terbagi dalam empat
bidang. Penentuan tujuan dan sasaran ini juga telah didasarkan atas target atau
sasaran yang nasional maupun secara global seperti sasaran MDGs seperti
pengurangan kemiskinan, mengurangi kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu
hamil, memerangi HIV/AIDS, memastikan kelangsungan lingkungan hidup, dll.
6.
Penyusunan Program Kerja
Posdaya
Penyusunan program
kerja dilakukan dengan didasarkan pada hasil observasi,
pendataan dan pemetaan sasaran. Substansinya
adalah pokok-pokok kegiatan sesuai arahan unsur-unsur dalam HDI atau IPM, yang
secara praktis dapat dilakukan oleh masyarakat setempat secara bertahap.
Program kerja yang
telah disusun untuk Desa Cablikan sebanyak 12 program, yang terbagi kedalam
empat bidang. Program-program kerja ini dapat dilihat pada lampiran 9.
7.
Lokakarya Mini/Musyawarah
Pembentukan Posdaya
Kegiatan ini berupa sarasehan antara
mahasiswa dibawah bimbingan Dosen Pembimbing dengan masyarakat bersama para
pemukanya untuk membuat perencanaan program kedepan serta menyepakati kegiatan,
sasaran dan program kerja, termasuk kepengurusan yang dibentuk.
8.
Legalitas Organisasi
Kegiatan Posdaya yang Dibentuk
Setelah ditetapkannya
struktur kepengurusan Posdaya baru dalam cakupan wilayah seluruh Desa Cablikan,
langkah selanjutnya adalan melegalkan kepengurusan Posdaya oleh Kepala Desa
Cablikan, dengan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah
setempat. Selajutnya data organisasi
diisikan dalam format databasis Posdaya yang bisa dibaca pada lampiran 4.
9.
Pelaksanaan Program
Posdaya dengan Pelatihan Pengurus/Kader.
Pelatihan pengurus menyangkut
pemberian materi organisasi dan manajemen Posdaya, ruang lingkup tugas
pengelolaan, utamanya pengertian bahwa program-program Posdaya diutamakan pada
program yang bisa diikuti oleh partisipasi sebanyak mungkin anggota
Pelatihan kader ditujukan untuk
menyiapkan tenaga yang akan melaksanakan penguatan fungsi-fungsi keluarga
dengan membentuk atau memperkuat lembaga atau kelompok fungsional dengan tujuan
memperkuat fungsi-fungsi
Musyawarah di desa atau kelurahan.
10. Pengembangan
Program Posdaya Secara Bertahap.
Untuk memperkuat fungsi-fungsi
keluarga secara paripurna, maka dalam melaksanakan program dengan memperkuat
lembaga yang yang ada, maka Tim Mahasiswa bersama masyarakat tidak perlu
sekaligus membentuk dan membina semua lembaga, tetapi dapat dimulai yang paling
mudah dan memilih yang paling diperlukan masyarakat, selanjutnya Posdaya
dikembangkan secara bertahap.
Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga)
di Desa Cablikan merupakan wadah kegiatan
sebagai sarana penerangan dan pendidikan serta kegiatan penguatan fungsi
keluarga secara terpadu. Posdaya di Desa Cablikan baru terbentuk pada tahun 2015 oleh swadaya masyarakat
secara nonformal.
Posdaya memiliki peran penting dalam
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut perlu adanya dasar kuat dalam
pembentukan Posdaya. Untuk
itu pada kesempatan KKN Lokasi Desa Cablikan
pendirian Posdaya tersebut diberikan dasar kuat sebagai landasannya yaitu Surat
Keputusan Tingkat Desa mengenai Pembentukan Posdaya.
Posdaya yang ada di Desa Cablikan adalah Posdaya Makmur Konservasi. Program kerja Posdaya
tersebut terdiri dari 4 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi/
kewirausahaan, dan lingkungan hidup.
3.2 Bidang
Garapan Posdaya
Berdasarkan rencana program KKN
yang telah disusun oleh Mahasiswa KKN UNNES Desa Cablikan, maka pelaksanaan program kerja KKN di Desa Cablikan
Kecamatan Reban Kabupaten Batang adalah sebagai berikut:
1. Bidang Pendidikan
1.
WASIS (Wayahe Sinau Sesarengan)
Kegiatan WASIS adalah kegiatan belajar bersama yang
diperuntukkan untuk siswa SD Cablikan. Kegiatan yang dilakukan adalah
mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung bagi siswa kelas
1, maupun belajar yang lain.
2.
Pelatihan IT Kepada Perangkat Desa
Program pelatiah IT kepada perangkat desa merupakan program yang dilaksanakan
dengan tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para perangkat desa tentang
dasar-dasar MS Word dan Ms Excel serta aplikasi penunjangnya. Dengan adanya
pelatihan ini diharapkan para perangkat desa dapat lebih efektif dan efisien
dalam memanfaatkan fasilitas kantor berupa komputer dan printer untuk menunjang
pekerjaannya sehari-hari dalam melayani masyarakat.
3.
Pelatihan Tari untuk Siswa SD
Cablikan
Pelatihan
tari merupakan sarana bagi pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam
bidang seni tari. Ada tiga macam tari yang diajarkan kepada siswa-siswa SD
Cablikan, meliputi Tari Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
4.
Pelatihan Menggambar untuk Siswa
SD Cablikan
Pelatihan menggambar dilakukan untuk mengembangkan bakat
dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni, khususnya seni rupa.
2. Bidang Kesehatan
1. Optimalisasi Posyandu
Program
Posyandu merupakan program yang bergerak dibidang kesehatan yang memfokuskan
sasaran pada kelompok balita, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Optimalisasi posyandu berupa
kegiatan membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi
badan balita. Posyandu dilaksanakan satu kali untuk tiap
bulannya.
2. Penyuluhan Tumbuh Kembang
Penyuluhan tumbuh kembang berupa kegiatan pemberian
pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu pemilik balita mengenai pentingnya
memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan.
3. Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan
Penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan merupakan kegiatan
memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan kebersihan yang
meliputi kebersihan tangan dan gigi.
4. Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
merupakan kegiatan memberikan pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV AIDS dan anemi.
3. Bidang Ekonomi/
Kewirausahaan
a) Packaging dan
pemasaran Opak
a.
Packaging Opak dan Pemasaran A berupa kegiatan observasi di rumah pembuatan
opak. Kegiatan ini berupa pengamatan pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan
opak, harga opak dan rencana pengemasan opak.
b.
Packaging Opak dan Pemasaran B berupa kegiatan pengemasan opak, meliputi
tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu kemasan, pemberian pelabelan, dan
cara pengemasannya.
c.
Packaging Opak dan Pemasaran C berupa kegiatan memasarkan opak di
alun-alun, beberapa toko, dll.
4. Bidang Lingkungan Hidup dan
Insfrastruktur
a) Kerja Bakti
Kegiatan yang dilakukan di kerja bakti adalah membantu
warga masyarakat membangun masjid. Kegiatan yang dilakukan adalah membantu
mengecor kubah masjid.
b) Penanaman Pohon
Penananaman pohon berupa kegiatan menanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan.
Pohon yang ditanam adalah pohon sengon,
cengkeh, dan suren.
c) Pemanfaatan
Barang Bekas Sebagai Media Tanam
Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam merupakan
kegiatan menanam yang dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas seperti
plastik bekas detergen, plastik bekas minyak, kantong kresek, dll. Sebagai
media tanam. Adapun tanaman yang ditanam meliputi sawi, cabai, kunyit, jahe,
daun seledri, dan kencur.
3.3 Program
Konservasi
Program
konservasi yang diangkat di Desa Cablikan
merupakan program yang diambil dari program kerja yang ada di lokasi KKN Desa Cablikan. Program tersebut
merupakan konservasi lingkungan hidup
yakni program penanaman pohon. Program tersebut
dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk melestarikan lingkungan dengan
memberikan sumbangan untuk alam berupa penanaman pohon. Program tersebut
dilakukan dengan menanam 3 pohon produktif perorang (one man three tree). Disamping
itu, masih ada penanaman pohon dilokasi yang
telah ditentukan. Seperti
pohon cengkeh, pohon sengon dan pohon suren, yang nantinya hasil dari ketiga
jenis pohon tersebut dapat dimanfaatkan dan di kelola oleh masyarakat sekitar.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1 PROGRAM POSDAYA BIDANG PENDIDIKAN
Program kerja yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan terurai dalam 4 program
yaitu :
1. WASIS (Wayahe Sinau Sesarengan)
Kegiatan WASIS adalah kegiatan
belajar bersama yang diperuntukkan untuk siswa SD Cablikan. Kegiatan yang
dilakukan adalah mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung
bagi siswa kelas 1, maupun belajar yang lain.
a.
Waktu
Waktu pelaksanaan program WASIS ini adalah pada pukul 19.30 setiap hari
Senin-Kamis.
b.
Tempat
Tempat pelaksanaan program WASIS ini adalah di Posko KKN dan di SD Cablikan
c.
Sasaran
Sasaran pelaksanaan program WASIS ini adalah untuk siswa-siswa SD Cablikan
kelas 1-6.
d.
Relevansi Kegiatan
Kegiatan Wasis ini didasari dengan perlunya pengarahan bagi siswa-siswa SD
Cablikan ketika mengerjakan tugas maupun belajar yang lainnya. Siswa perlu
mendapat bimbingan ketika belajar. Sehingga harapannya hasil belajar siswa
dapat maksimal.
e.
Akseptabilitas
Kegiatan WASIS yang diadakan di Cablikan sangat mendapatkan respon positif
di kalangan siswa-siswa SD Cablikan. Mereka dengan semangat mengikuti kegiatan
ini pada malam hari.
f.
Partisipasi Sasaran
Partisipasi siswa SD Cablikan dalam mengikuti kegiatan ini cukup baik.
Meskipun kegiatan diadakan malam hari, mereka tetap bersemangat mengikuti
kegiatan ini.
g. Kegunaan
Program ini berguna bagi siswa-siswa SD Cablikan. Karena mereka menjadi
bersemangat ketika belajar, karena didampingi oleh KKN. Kegiatan ini sangat
berguna bagi hasil belajar siswa.
h.
Dampak jangka panjang
Dalam jangka
panjang, diharapkan siswa-siswa
SD Cablikan dapat menjadi siswa yang berprestasi.
i.
Tindak Lanjut dan
melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh
guru-guru SD Cablikan dengan bekerja sama dengan orang tua siswa.
2. Pelatihan IT
Kepada Perangkat Desa
Program
pelatiah IT kepada perangkat desa merupakan program yang
dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para perangkat
desa tentang dasar-dasar MS Word dan Ms Excel serta aplikasi penunjangnya.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para perangkat desa dapat lebih efektif
dan efisien dalam memanfaatkan fasilitas kantor berupa komputer dan printer
untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari dalam melayani masyarakat.
a. Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah pada minggu ke-3,4, dan
5, dilaksanakan setiap hari Senin.
b.
Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah di Balai Desa Cablikan.
c.
Sasaran
Sasaran pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah untuk perangkat desa
Cablikan.
d.
Relevansi Kegiatan
Pelatihan IT ini didasari dengan masih minimnya SDM dalam menguasai
teknologi, khususnya pengoperasian software yang berkaitan dengan pekerjaan
perangkat desa. Seperti pengoperasiaan Ms Word dan Ms Excel.
e.
Akseptabilitas
Pelatihan IT ini mendapatkan respon yang kurang baik bagi perangkat desa.
Dari seluruh sasaran IT, hanya dua orang saja yang mau mengikuti kegiatan ini.
f.
Partisipasi
Masyarakat
Kurangnya partisipasi perangkat desa dikarenakan hamir semua anggota
perangkat desa telah berusia lanjut, sehingga mereka beranggapan bahwa ingin
pensiun buat apa belajar tentang komputer lagi. Namun perangkat desa yang
usianya masih muda lumayan antusias tentang pelatihan IT terutama tentang
Microsoft Excel yang nantinya akan berguna sekali untuk pengolahan data
khususnya tentang keuangan.
g.
Kegunaan
Program kerja ini diharapkan mampu membuat perangkat desa
mahir dalam mengoperasikan komputer karena di zaman sekarang semua yang
berhubungan dengan administrasi desa diolah menggunakan software ataupun aplikasi yang terdapat di komputer. Isi
materi pengoperasian komputer ini lebih ditekankan pada penggunaan komputer
untuk administrasi perangkat desa yaitu tentang microsoft word meliputi
membuat surat dengan beberapa bentuk dan jenis surat yang berbeda, serta membuat
surat yang ada kolom didalamnya. Sedangkan isi dari materi pengoperasian microsoft
excel yaitu meliputi pembuatan daftar presensi kegiatan, membuat rancangan
anggaran dan pelaporan serta membuat data kependudukan.
h.
Dampak jangka panjang
Dalam jangka panjang,
diharapkan perangkat desa mampu mengolah data desa secara mandiri dengan
memanfaatkan aplikasi atau software
yang terdapat dalam komputer dan juga
mampu mengoperasikan komputer secara benar.
i.
Tindak Lanjut dan
melanjutkan
Sebagai tindak
lanjut dari program kerja ini diharapkan perangkat desa dapat melanjutkan
pembelajaran mengenai komputer secara mandiri atau metode “tutor sebaya”.
Sehingga para perangkat desa nantinya dapat mengoperasikan Komputer terutama
untuk software Microsoft Word dan Microsoft Excel secara baik sehingga dapat
memudahkan dan meringankan dalam mengolah data desa.
Perangkat desa merupakan agen yang melanjutkan program kerja
tersebut. Hal itu dikarenakan mereka harus sudah mulai sadar akan pentingnya
keterampilan mengoperasikan
komputer di zaman yang modern dan canggih ini. Dan juga diharapkan para perangkat desa lebih canggih
dalam pengoperasian komputer dengan metode tutor oleh perangkat desa yang
lainnya sehingga data desa dapat tersusun dengan baik.
3.
Pelatihan Tari untuk siswa SD
Cablikan
Pelatihan tari merupakan sarana
bagi pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam bidang seni tari. Ada
tiga macam tari yang akan diajarkan kepada siswa-siswa SD Cablikan, meliputi
Tari Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
a. Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah minggu ke-2, 3, 4, dan
5. Pada hari Kamis dan Sabtu
b.
Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah di ruang kelas SD
Cablikan.
c.
Sasaran
Sasaran pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah untuk siswa-siswi SD
Cablikan.
d. Relevansi
Mengajarkan
tari kreasi kepada siswa-siswi SD Cablikan. Kelas 1-3 adalah tari
perang-perangan. Kelas 4-6 adalah Tari gembira.
e. Akseptabilitas
Fungsi dari
kegiatan ini adalah salah satu bentuk dalam upaya melestarikan kebudayaan yang
ada di Indonesia, sehingga diharapkan siswa-siswa dapat menghargai keberagaman
budaya yang ada di Indonesia.
f.
Partisipasi
Siswa-siswi SD
Cablikan sangat berantusias dan memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan
ini. Mereka selalu datang tepat waktu dan mengikuti kegiatan ini dengan serius.
g. Kegunaan
Kegiatan ini
berguna bagi mengembangkan bakat dan minat siswa melalui kegiatan berkesenian,
khususnya seni tari
h. Dampak jangka panjang
Dapat melatih
kelenturan tubuh siswa.selain itu juga dapat menyehatkan tubuh. Karena menari
dapat menghasilkan keringat.
i.
Tindak lanjut
Tarian yang
telah diajarkan dapat dipentaskan di acara-acara yang diadakan oleh sekolah.
Peran serta pihak sekolah juga sangat penting. Pihak sekolah dpat mendampingi
dan mengadakan kegiatan menari satu minggu sekali. Supaya siswa tidak lupa
dengan gerakan yang sudah diajarkan.
j.
Yang melanjutkan
Bapak Bambang
Sukaca, S. Pd., selaku kepala SD Cablikan.
4.
Pelatihan Menggambar untuk siswa
SD Cablikan
Pelatihan menggambar dilakukan untuk mengembangkan bakat
dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni, khususnya seni rupa.
a. Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan menggambar ini adalah minggu ke-2, 3,
4, dan 5. Pada hari Senin.
b. Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan menggambar ini adalah di ruang kelas
SD Cablikan.
c. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah diperuntukkan untuk siswa-siswa SD Cablikan.
d. Relevansi
Kegiatan ini diselenggarakan KKN untuk melihat dan menggembangkan potensi
tentang menggambar yang dimiliki oleh anak-anak desa Cablikan.
e. Akseptabilitas
Kegiatan mendapat respon positif oleh siswa-siswa SD.
f.
Partisipasi
Partisipasi dari anak-anak yang ada didesa cablikan cukup banyak. Karena
kebanyakan dari mereka suka menggambar sehngga mereka antusias untuk mengikuti
pelatihan menggambar.
g. Kegunaan
Kegunaan diselenggarakannya kegiatan pelatihan menggambar ini dapat
menggembangkan minat dan bakat anak untuk mengasah ketrampilan dalam seni
melalui media gambar.
h. Dampak kedepannya
Diharapkan anak-anak desa Cablikan dapat menggembangkan pengoptimalan otak
kiri melaui media seni menggambar, dan juga dapat mengikuti lomba menggambar.
i.
Tindak lanjut :
dilanjut oleh guru SD Cablikan
4.2 PROGRAM POSDAYA BIDANG EKONOMI
Program kerja yang dilaksanakan
dalam bidang ekonomi terurai dalam 1 program yaitu Packaging Opak. Program ini merupakan program unggulan dari program kerja
KKN UNNES Desa Cablikan 2015. Program tersebut dijelaskan dibawah ini.
1.
Packaging Opak dan Pemasaran A berupa kegiatan observasi di rumah pembuatan
opak. Kegiatan ini berupa pengamatan pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan
opak, harga opak dan rencana pengemasan opak.
2.
Packaging Opak dan Pemasaran B berupa kegiatan pengemasan opak, meliputi
tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu kemasan, pemberian pelabelan, dan
cara pengemasannya.
3.
Packaging Opak dan Pemasaran C berupa kegiatan memasarkan opak di
alun-alun, beberapa toko, dll.
a.
Waktu
Minggu ke 3,4, dan 5.
b.
Tempat
Rumah Bapak Suyatno,
Limpung, dan Toko Oleh-oleh.
c.
Sasaran
Masyarakat
d.
Relevansi
Program ini dilatarbelakangi karena melihat bahwa opak
yang menjadi salah satu makanan khas dari desa dan cukup banyak peminatnya
masih menggunakan tampilan yang tradisional dan cenderung sederhana, sehingga
harga yang dapat ditawarkan masih cukup minim dan terlihat kurang menguntungkan.
Sehingga KKN berusaha memberikan gagasan ide untuk mengemas opak tersebut agar
menjadi lebih bagus dan bernilai jual tinggi.
e.
Akseptabilitas
Dengan dilakukannya program ini diharapkan akan
menambah nilai jual dari opak Cablikan tersebut.
f.
Partisipasi
Kegiatan ini di dukung oleh pihak produsen opak, para
perangkat desa dan warga sekitar, karena pemasaran opak yang khas dari desa
Cablikan yang dilakukan oleh KKn dapat membantu relasi dari produsen opak ke
konsumen yang lebih luas dengan dipasarkannya opak ke luar dari wilayah desa
Cablikan, reban. Sehingga hal ini dapat membantu produsen opak untuk
menngkatkan hasil dari penjualan opak tersebut.
g.
Kegunaan
Kegiatan pemasaran opak dilakukan untuk membantu produsen
opak untuk menggenalkan bahwa dari desa cablikan mempunya makanan khas yakni
opak. Dan juga kegiatan pemasaran ini dapat membantu untuk menggembangkan dan
memperluas daerah pemasaran dengan keluar dari wilayah desa.
h.
Dampak kedepannya
Dari pemasaran atau penjualan Opak yang telah dilakukan
di Alun-alun Limpung dan sekitarnya diharapkan untuk kedepannya dapat
terjangkau masyarakat yang lebih lanjut. Misalnya dapat dipasarkan diluar
Batang seperti Pekalongan dan Semarang.
i.
Tindak lanjut
Untuk selanjutnya pemasaran opak dapat dilakukan dengan
memasarkannya pada sebuah toko sekitar Limpung
4.3 PROGRAM POSDAYA BIDANG KESEHATAN
1. Optimalisasi Posyandu
Program
Posyandu merupakan program yang bergerak dibidang kesehatan yang memfokuskan
sasaran pada kelompok balita, ibu hamil dan menyusui, dan lansia. Optimalisasi posyandu berupa
kegiatan membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi
badan balita. Posyandu dilaksanakan satu kali perbulan.
a. Waktu
Waktu pelaksanaan program optimalisasi posyandu ini
adalah pada tanggal 17 dan 18 November 2015.
b. Tempat
Tempat pelaksanaan program optimalisasi posyandu ini
adalah di Posko KKN dan rumah siswa di Dukuh Simpar.
c. Sasaran
Sasaran pelaksanaan program ini adalah untuk balita dan
ibu-ibu pemilik balita.
b.
Relevansi
Kegiatan ini didasari oleh kurangnya perhatian ibu-ibu pemilik balita di
Desa Cablikan untuk mengukur pertumbuhan balita. Sehingga pertumbuhan balita
kurang terpantau.
c.
Akseptabilitas
Dengan adanya KKN, kegiatan optimalisasi posyandu mendapatkan respon yang
lebih baik dari waktu sebelumnya.
d.
Partisipasi
Partisipasi dari warga Cablikan cukup berantusias. Banyak warga yang datang
mengikuti kegiatan ini.kehadiran warga semakin meningkat.
e.
Kegunaan
Agar pertumbuhan balita dapat terpantau dengan baik. Sehingga dapat
melakukan tindakan yang tepat ketika mengetahui pertumbuhan balita kurang baik.
Sehingga nantinya dapat terjamin dengan baik.
f.
Dampak kedepannya
Diharapkan warga Cablikan khususnya ibu – ibu yang memiliki balita bisa
memperhatikan tumbuh kembang anaknya melalui posyandu.
g.
Tindak lanjut
Diperlukannya kesadaran dari ibu-ibu warga desa Cablikan tentang
pertumbuhan anak mereka agar rutin memeriksakan tumbuh kembang anaknya.
h. Yang melanjutkan
Bidan desa dan kader Posyandu.
2. Penyuluhan Tumbuh Kembang
Penyuluhan tumbuh kembang berupa
kegiatan pemberian pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu pemilik balita
mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan.
a.
Waktu
Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 dan 18 November 2015.
b.
Tempat
Kegiatan ini dilaksanakan di Posko KKN dan rumah warga di
Dusun Simpar
c.
Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah balita dan ibu-ibu
pemilik balita
d.
Relevansi kegiatan
Penyuluhan tumbuh kembang ini berupa pemberian
pengetahuan kepada ibu-ibu pemilik balita di Desa Cablikan. Kegiatan ini
didasari akibat kurangnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak
mereka.
e.
Akseptabilitas
Penyuluhan yang diberikan oleh ibu bidan desa, Vina
Permatasari, Amd., mendapat respon cukup positif oleh ibu-ibu pemilik balita.
Terbukti, sebanyak 53 ibu-ibu beserta balitanya datang dalam kegiatan ini.
f.
Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam program ini cukup baik.
Terbukti dengan keikutsertaan ibu-ibu dalam diskusi yang diselenggarakan.
Mereka menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh Bidan. Selain itu,
mereka juga bertanya mengenai apa yang ingin mereka ketahui.
g.
Kegunaan
Program tersebut dapat memberikan informasi tentang
pentingnya tumbuh kembang balita. Sehingga harapannya kesehatan balita akan
terjamin.
h.
Dampak Jangka Panjang
Dengan diadakanya kegiatan penyuluhan-penyuluhan tentang
kesehatan diharapkan akan dapat menciptakan generasi yang sehat, unggul dan
sejahtera.
i.
Tindak Lanjut
Kegiatan serupa akan dilakukan oleh bidan desa dan
masyarakat untuk tiap bulannya, dengan materi yang berbeda.
j.
Yang Melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh bidan desa dan kader
kesehatan/ Posyandu.
3. Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan
Penyuluhan sikat gigi dan cuci
tangan merupakan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai
pendidikan kebersihan yang meliputi kebersihan tangan dan gigi.
a.
Waktu
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah pada tanggal 10,
13, 23, dan 27 November 2015
b.
Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di SD Cablikan dan
TK Adisiwi.
c.
Sasaran
Sasarn pelaksanaan kegiatan ini adalah siswa SD Cablikan
dan siswa TK Adisiwi.
d.
Relevansi kegiatan
Kegiatan ini didasari dengan keluhan dari bidan desa
mengenai kebersihan siswa-siswa SD Cablikan. Sehingga harapannya dengan adanya
kegiatan yang sederhana ini bisa memulai dan menyadarkan arti pentingnya
kesehatan tubuh bagi anak-anak.
e.
Akseptabilitas
Kegiatan ini mendapatkan respon positif oeh seluruh pihak
SD Cablikan dan TK Adisiwi. Mereka mengikuti kegiatan dengan sangat semangat.
f.
Partisipasi
Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD Cablikan dan TK
Adisiwi dengan baik. Mereka menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Serta
mempraktikkan cara menggosok gigi dan mencuci tangan dengan benar.
g.
Kegunaan
Program ini berguna bagi kesehatan tubuh siswa-siswa SD
Cablikan dan TK Adisiwi. Dari kegiatan ini menyadarkan mereka akan pentingnya
menjaga kesehatan tubuh. Sehingga harapanya kesehatan anak-anak Cablikan dapat
terjamin.
h.
Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah
terpeliharanya kesehatan anak-anak Desa Cablikan. Dengan melakukan kegiatan ini
dengan teratur, nantinya akan membuat anak-anak terhindar dari penyakit
i.
Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah munculnya
kesadaran siswa akn pentingnya kesehatan tubuh. Kegiatan ini akan terus
berlanjut dengan mendapatkan dukungan dari pihak sekolah maupun orang tua.
j.
Yang Melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh bidan desa dengan
bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua siswa.
4. Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
a.
Waktu
Program Penyuluhan Anemia dan HIV AIDS dilakukan pada hari minggu tanggal
29 November 2015.
b.
Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di Balai Desa Cablikan.
c.
Sasaran
Program yang bergerak di bidang kesehatan ini memfokuskan sasaran pada
kelompok remaja yang berusia 13 – 19 tahun.
d.
Relevansi
Pada kegiatan ini, remaja diberikan informasi-informasi
mengenai penyakit yang biasa diderita oleh remaja yaitu penyakit Anemia dan
penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang sangat mematikan yaitu penyakit
AIDS. Informasi tersebut disampaikan oleh pemateri yang ahli di bidang kesehatan
yaitu Bidan Vina Permatasari, Amd.
Remaja perlu mendapatkan informasi mengenai AIDS agar
mereka dapat menghindarkan diri dari faktor-faktor penyebab penyakit tersebut
dan dapat memilih pergaulan yang baik. Oleh karena itu, informasi tentang kedua
penyakit ini sangat penting bagi remaja.
Fungsi penyuluhan anemia dan HIV AIDS adalah agar para
remaja sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya menjaga tubuh
agar terhindar dari penyakit Anemia dan AIDS. Melalui kegiatan ini, remaja
diberikan informasi mengenai pengertian, bahaya, ciri-ciri pengidap, penyebab
serta langkah pencegahan penyakit Anemia dan AIDS.
e.
Akseptabilitas
Kegiatan ini mendapat respon positif bagi remaja Desa Cablikan.
f.
Partisipasi
Remaja yang ada di desa Cablikan cukup banyak. Sebanyak
80 undangan penyuluhan Anemia dan HIV AIDS disebar untuk remaja Cablikan.
Respon positif muncul dari remaja Cablikan. Lebih dari 50% undangan, tepatnya
53 remaja hadir dalam acara penyuluhan
tersebut. Antusias remaja tak hanya dilihat dari banyaknya remaja yang datang
tetapi dapat dilihat juga dari keaktifan remaja saat penyuluhan berlangsung.
Remaja aktif untuk bertanya kepada pemateri terkait dengan penyakit anemia dan
AIDS.
Hambatan yang ditemui dari kegiatan ini adalah sebagian
besar remaja Cablikan sudah bekerja. Hanya beberapa saja yang masih sekolah di
bangku SMP maupun SMA. Selain itu,
kegiatan penyuluhan tentang penyakit ini jarang sekali diadakan sehingga remaja
merasa takut untuk mengikuti penyuluhan. Hal yang ditakutkan oleh remaja adalah
jika ada pemeriksaan kesehatan. Inilah yang menyebabkan tamu undangan tidak
100% hadir. Usaha yang telah dilakukan untuk menekan hambatan tersebut yaitu
mengumumkan kegiatan penyuluhan di acara Tahlilan. Acara tersebut diikuti oleh
ibu-ibu dan remaja putri. Selain memberikan pengumuman, tak lupa juga diberikan
pengertian bahwa pada kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AIDS peserta hanya
mendengarkan dan tidak ada kegiatan pemeriksaan penyakit AIDS.
Hasil yang didapatkan dari kegiatan penyuluhan anemia dan
HIV AIDS ini adalah para remaja menjadi paham akan penyakit anemia dan AIDS, apa saja
gejalanya, apa bahayanya dan bagaimana cara pencegahannya. Remaja Cablikan juga
menjadi lebih sadar untuk selalu menjaga kesehatan.
g.
Kegunaan
Kegunaan kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AIDS adalah memberikan
informasi kepada remaja tentang penyakit Anemia dan AIDS serta menumbuhkan
kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan mencukupi kebutuhan
nutrisi, menjaga kekebalan tubuh dan menjauhi pergaulan bebas agar terhindar
dari penyakit Anemia dan AIDS. Selain itu agar remaja dapat menjadi lebih awas
dalam mendeteksi secara dini terhadap penyakit anemia dan AIDS serta mampu
bertindak secara tepat jika mengidap penyakit tersebut.
j.
Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AID adalah
kegiatan penyuluhan anemia dapat menekan angka gizi buruk. Dengan penyuluhan
ini, dapat membantu menyadarkan para remaja untuk memperhatikan pola makan dan
asupan gizi seimbang serta olahraga dan istirahat yang cukup. Dengan begitu,
para remaja dapat hidup dengan sehat tanpa kekurangan gizi, terhindar dari
penyakit Anemia dan dapat melakukan aktivitas sebagai mana mestinya. Sedangkan
penyuluhan HIV AIDS dapat menekan angka penderita AIDS dan angka kematian
akibat penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. Hal ini karena kegiatan
penyuluhan AIDS dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk melakukan berbagai
tindakan pencegahan. Para remaja akan lebih menyadari bahwa AIDS adalah
penyakit yang mematikan sehingga perlu menjaga kesehatan tubuh, menjauhi
pergaulan bebas seperti seks bebas, menato tubuh, memakai narkoba terutama yang
memakai suntik dan lain-lain.
k. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan ini dapat dilakukan oleh orang tua. Diperlukan
peran serta orang tua dari masing-masing remaja untuk mengingatkan dan
memberikan makanan yang bergizi agar remaja dapat terhindar dari penyakit
anemia. Selain itu diperlukan juga peran serta
orang tua untuk memantau pergaulan putranya. Hal ini dimaksudkan agar
remaja tersebut tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat menyebabkan
tertular penyakit AIDS.
l. Yang Melanjutkan
Kegiatan penyuluhan tentang
kesehatan remaja seperti ini sangat perlu untuk dilanjutkan. Mengingat
kesehatan adalah modal utama untuk melakukan semua aktivitas. Apalagi remaja
adalah aset bangsa dimana remaja sebagai generasi penerus bangsa. Maka,
kesehatan remaja perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kader kesehatan desa
Cablikan harus mampu melanjutkan kegiatan di bidang kesehatan ini.
4.4 PROGRAM POSDAYA BIDANG LINGKUNGAN DAN
INFRASTRUKTUR
1. Kerja Bakti
a. Waktu
Minggu
ke-2.
b. Tempat
Dukuh
Cablikan
c. Sasaran
Masyarakat
d. Relevansi
kegiatan
Membangun
sebuah masjid dengan menggunakan tenaga sendiri atau dilakukan oleh masyarakat
Desa Cablikan
e. Akseptabilitas
Fungsi
kerja bakti ini adalah untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong
kepada masyarakat Desa Cablikan. Sudah menjadi tradisi bahwa pada Desa Cablikan
ini diadakan kerja bakti yang memiliki tujuan. Program kerja bakti yang
dilaksanakan ini membangun sebuah masjid dengan tenaga masyarakat Desa Cablikan
tanpa yang diikuti oleh masyarakat sekitarnya.
f.
Partisipasi Masyarakat
Antusias
masyarakat Desa Cablikan sangatlah baik, masyarakat sangat senang dengan adanya
kerja bakti ini. Kerja bakti yang dilaksanakan sungguh banyak yang mengikuti
sehingga untuk membangun sebuah kubah hanya dilakukan sehari bisa
terselesaikan.
g. Kegunaan
Dari
program ini antara lain untuk meningkatkan rasa kebersamaan yang tinggi dan
gotong royong. Mempertemukan masyarakatuntuk menjalin silahturahmi yang baik
antar warga.
h. Dampak
jangka panjang
Memberitahukan
kepada masyarakat bahwa dengan diadakan kerja bakti maka rasa kebersamaan,
gotong royong dan silahturahmi semakin tinggi, serta masyarakat akan merasa ketagihan menjalankan
kerja bakti ini secara rutin.
i.
Tindak Lanjut dan Pihak
yang Melanjutkan
Diperlukan peran seseorang
yang dapat menjalankan atau menggerakan program kerja bakti supaya kegiatan
kerja bakti dapat berjalan rutin.Yang melanjutkanwarga masyarakat Desa Cablikan
2.
Pemanfaatan
barang bekas sebagai media tanam
a.
Waktu
Minggu
ke-5.
b.
Tempat
Halaman TK Adisiwi.
c.
Sasaran
Ibu-ibu
Pkk dan kelompok Tani
d.
Relevansi
Pelaksanaan
program pemanfaatan media bekas sebagai media tanam khususnya menggunakan
plastik bekas adalah karena melihat banyaknya limbah plastik yang banyak dan
tak ada tempat pembuangan akhir menjadikan mahasiswa KKN dengan bantuan
penyuluh kelompok tani untuk mengusungkan menanam menggunakan media plastik
bekas sebagai pengganti pot untuk menanam tanaman sayur maupun toga.
e.
Akseptabilitas
Program
ini diperuntukan sebagai salah satu cara untuk menangani masalah sampah
khususnya limbah plastic. Karena keterbatasan pengetahuan untuk mengolahnya
menjadi barang daur ulang sehingga terpikirkan plastic bekas tersebut dijadikan
sebagai media tanam pengganti pot atau sejenisnya, yang disamping mudah didapat
juga dapat mengurangi limbah sampah yang berserakan dan sukar musnah tersebut.
f.
Partisipasi
Pada
pelaksanaan program tersebut terlihat partisipasi yang cukup mengagumkan dari
para ibu PKK dan kelompok tani dari desa Cablikan meskipun pada saat itu kita
terhambat dengan adanya hujan yang turun lebat.
g.
Kegunaan
Memberikan
kegiatan positif terhadap warga untuk menjadikan barang-barang disekitar
sebagai media bercocok tanam, tanpa mengeluarkan biaya banyak.
h.
Dampak Kegiatan
Dampak
kedepan agar masyarakat sendiri lebih bias memilah milih mungkin mana sampah
yang masih bias di olah dan mana yang tidak. Semoga masyarakat lebih bisa
berpikir kreatif dalam menyikapi hal-hal yang berada di sekitar lingkungan
mereka.
i.
Tindak lanjut
Tindak
lanjut dari program pemanfaatan media bekas sebagai media tanam ini selain
memanfaatkan barang bekas di sekitar juga membantu para ibu-ibu dalam menghasilkan bahan untuk memasak atau
obat, tidak perlu beli, tapi bisa menanamnya sendiri dan hasilnya bisa di
gunakan sendiri. Yang melanjutkan adalah warga desa khususnya ibu-ibu PKK dan
kelompok tani.
3.
Penanaman Pohon
a. Waktu
Pelaksanaan
Program
Penanaman pohon merupakan program kerja KKN Unnes 2015 di bidang lingkungan dan
inftrastruktur. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka kepedulian
terhadap lingkungan sekitar lokasi KKN, serta sebagai salah satu wujud
konservasi yang dilakukan mahasiswa. Pohon yang ditanam dalam program ini
adalah pohon produktif antara lain cengkeh, suren dan sengon. Pohon produktif
artinya dapat dimanfaatkan pula oleh masyarakat setempat bukan hanya sekadar
untuk penghijauan lingkungan semata. Program ini dilaksanakan pada minggu ke-6
pelaksaaan KKN Lokasi II Unnes 2015 yaitu tepatnya pada hari Senin, 7 Desember
2015, bertempat di lapangan sepakbola (pinggir lapangan) Desa Cablikan,
Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Sasarannya yaitu masyarakat desa Cablikan
sendiri. Penanaman pohon dilaksanakan pada pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Dengan
rincian kegiatan yaitu pembersihan zona penghijauan, penggalian tanah dengan
kedalaman kurang lebih 1m, dan yang terakhir penanaman bibit pohon.
b. Hambatan
dan Usaha Mengatasi
Hambatan
yang didapat yaitu turun hujan saat penanaman pohon berlangsung sehingga
sedikit terhambat (waktu pelaksaan sedikit mundur) dari yang awalnya
dijadwalkan pukul 09.00 sudah dimulai, menjadi pukul 09.45. Selebihnya tidak
ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan program penanaman pohon dikarenakan
tempat dan lokasi penanaman sangat luas dan strategis.
c. Hasil
Hasil
yang dicapai yaitu bibit pohon yang sudah tertanam sebanyak 63 bibit pohon
dengan rincian bibit pohon cengkeh berjumlah 11, suren berjumlah 21, dan sengon
berjumlah 31. Hasil yang diharapkan dengan program penanaman pohon ini adalah
memberi manfaat jangka panjang dalam rangka meningkatkan konservasi lingkungan
khususnya di desa Cablikan.
d. Relevansi,
Akseptabilitas dan Partisipasi Masyarakat
Penanaman
pohon merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kondisi lingkungan
yang asri. Dengan adanya pohon maka lingkungan menjadi semakin rindang dan
udara juga makin terasa sejuk. Bukan hanya itu, dengan adanya pohon yang
ditanam kelak akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penanaman pohon ini
mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat sekitar. Hal ini terlihat
dari respon masyarakat yang berpartisipasi dalam penanaman pohon. Apalagi setelah
masyarakat tahu bahwa bibit yang akan ditanam sebagai wujud program konservasi
KKN Unnes 2015 adalah cengkeh, suren, dan sengon. Kondisi tanah di Desa Cablikan
memang berupa perbukitan dengan iklim sejuk, makaketiga bibit pohon yang
ditanam tersebut sangat cocok apabila ditanam di area Desa Cablikan.
e.
Kegunaan
Kegunaan
penanaman pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kerindangan lingkungan dan
tentunya menjadikan udara menjadi semakin sejuk dan bersih.
f.
Dampak Jangka Panjang
Dampak
jangka panjang yaitu bibit pohon yang ditanam akantumbuh dengan baik sehingga dapat
mencegah terjadinya tanah longsor, kemudian buahnya dapat menambah ekonomi
masyarakat, serta kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun
untuk industri meubel.
g.Tindak
Lanjut dan Pihak yang Melanjutkan
Tindak
lanjut dalam kegiatan ini diserahkan kepada masyarakat setempat untuk merawat
bibit pohon yang telah ditanam dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat
tersebut. Pihak yang akan melanjutkan program tersebut bisa dari masyarakat
desa Cablikan sendiri yang akan terus menanam bibit pohon produktif dan juga
oleh Mahasiswa KKN Unnes di tahun-tahun berikutnya.
BAB
V
PENUTUP
5.1 Simpulan
1.
Bidang
Pendidikan meliputi beberapa program yaitu :
a.
Wasis (Wayahe Sinau Sesarengan), hasil yang dicapai yaitu siswa Sd dan SMP
antusias mengikuti Wasis sehingga hasil belajar pada masing-masing siswa
meningkat.
b.
Sitar (Sinau Tari), hasil yang dicapai yaitu siswa SD Cablikan mampu menari
dan mengembangkan bakat menarinya. Siswa mampu menari tarian kreasi yaitu tari
perang-perangan dan tari gembira.
c.
Sigar (Sinau Gambar), hasil yang dicapai adalah siswa SD Cablikan mampu
mengekspresikan diri lewat gambar-gambar. Siswa mampu mengembangkan bakatnya
dan membuat karya seni yang kreatif.
d.
Klotok (Kelompok Pelatihan Komputer), hasil yang dicapai adalah terciptanya
perangkat desa yang berkompeten di bidang IT. Hal ini berpengaruh pada
peningkatan pelayanan masyarakat. Perangkat desa menjadi lebih mampu meberikan
pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat desa Cablikan.
2.
Bidang
ekonomi meliputi beberapa program yaitu :
a.
Packaging dan pemasaran opak, hasil yang dicapai adalah meningkatnya
perekonomian industri rumah tangga opak singkong. Pendapatan dapat meningkat
sekitar 100%.
3.
Bidang
Kesehatan meliputi beberapa program yaitu :
a.
Optimalisasi Posyandu, hasil yang dicapai adalah pertumbuhan dan perkembangan
balita terpantau karena saat posyandu dilakukan penimbangan berat badan dan
pengukuran tinggi badan.
b.
Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan, hasil yang dicapai adalah
meningkatnya kebiasaan baik siswa yaitu sikat gigi dua kali sehari dan mencuci
tangan dengan benar ketika tangan mulai kotor serta meningkatnya kesehatan
siswa SD Cablikan dan TK Adisiwi.
c.
Penyuluhan Anemia dan HIV AIDS, hasil yang dicapai adalah kesadaran para
remaja untuk selalu menjaga kesehatan dan pergaulannya agar terhindar dari
penyakit anemia dan AIDS.
d.
Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak, hasil yang dicapai adalah pemahaman ibu-ibu
mengenai pentingnya mengikuti posyandu serta pemahaman perkembangan balita
melalui KMS (Kartu Menuju Sehat). Selain itu ibi-ibu menjadi lebih memperhatikan
kesehatan anaknya.
4.
Bidang
Infrastruktur dan Lingkungan Hidup meliputi
beberapa program yaitu :
a.
Kerja Bakti, hasil yang dicapai adalah pembangunan masjid menjadi lancar
dan kubah masjid telah selesai dibuat. Selain itu, kegiatan inin juga meningkatkan
rasa kebersamaan yang tinggi terhadap sesame.
b.
Penaman Pohon, hasil yang dicapai adalah lingkungan menjadi lebih rindang
dan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Bibit
pohon yang ditanam adalah pohon yang
produktif artinya pohon yang ditanam bukan hanya berfungsi sebagai penghijau
lingkungan saja, namun juga dapat bermanfaat bagi masyarakat.
c.
Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Tanam, hasilnya adalah sampah
plastik dalam rumah tangga dapat berkurang, bahkan dapat dimanfaatkan kembali
sebagai media tanam. Tanaman yang
ditanam yaitu jahe, kunyit, sawi, cabai, daun bawang, dan kencur.
5.2
Saran
1. Bagi
Warga Masyarakat Desa Cablikan
Diharapkan dengan adanya program KKN
dari Universitas Negeri Semarang melalui tim KKN Lokasi UNNES 2015, warga masyarakat Cablikan dapat melanjutkan program
yang telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Mengembangkan lebih luas, berdaya-guna dan lebih bernilai demi kemajuan Desa Cablikan. Warga masyarakat lebih
aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cablikan, terutama dalam mengikuti kegiatan-kegiatan bermasyarakat.
2. Bagi
Kecamatan Reban
Diharapkan dengan adanya program KKN
dari Universitas Negeri Semarang melalui tim KKN Lokasi UNNES 2015, warga masyarakat
kecamatan Reban
dapat berbenah untuk menuju kesejahteraan melalui program posdaya yang
dilaksanakan oleh warga masyarakat sendiri dari adanya motivasi tim KKN UNNES
se-kecamatan Reban.
3. Bagi
Universitas Negeri Semarang
Diharapkan bagi Universitas Negeri Semarang
sebelum program KKN dimulai, sebaiknya dilakukan observasi langsung ke lokasi
KKN. Secara
resmi dilakukan baik itu dari pihak mahsiswa maupun panitia KKN, agar waktu
pembekalan KKN hal-hal hasil observasi ke lokasi KKN dapat dibahas dan
didiskusikan lewat forum pembekalan KKN.
Lampiran 1
BIODATA MAHASISWA KKN LOKASI TAHAP II
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN
KABUPATEN BATANG
1.
Nama :
Bagus Eko Retnadi
NIM :
2501411077
Jabatan : Kormades
TTL :
Tegal, 11 Maret 1994
Alamat :
Ds. Pagedangan, Kec. Adiwerna, Kab. Tegal
Jurusan :
Pend. Seni Drama, Tari dan Musik
Fakultas :
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas :
Universitas Negeri Semarang
No. Telp. :
085 640 446 335
2.
Nama :
Brillian Fajar Pradana
NIM : 3401412122
Jabatan : WaKormades
TTL : Purbalingga, 19 Desember 1993
Alamat : Kaligondang, RT 03 / RW 04, Kec.
Kaligondang, Kab.
Purbalingga
Jurusan : Sosiologi dan
Antropologi
Fakultas : Fakultas Ilmu
Sosial
Universitas : Universitas Negeri
Semarang
No. Telp. : 082 329 329 909
3.
Nama :
Siti Insaroh
NIM : 3301412036
Jabatan :
Sekertaris
TTL :
Tuban, 25 Oktober 1993
Alamat :
Ds. Demit, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban/
Jurusan :
PPKn
Fakultas :
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas :
Universitas Negeri Semarang
No.
Telp. :
085 784 472 625
4.
Nama :
Indah Puji Lestari
NIM :
5302412091
Jabatan :
Sekertaris
TTL : Semarang, 3 Maret 1994
Alamat : Jl. Menoreh 1 No. 4 Sampangan,
Semarang
Jurusan : Teknik Elektro
Fakultas :
Fakultas Teknik
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 640 937 286
5.
Nama :
Riani Dwi Ristiana
NIM : 2101412127
Jabatan : Bendahara
TTL : Wonosobo, 26 Agustus 1994
Alamat :
Karang Luhur 07/03, Kalianget, Wonosobo.
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 743 071 141
6.
Nama :
Ernis Rositarini
NIM : 2601412010
Jabatan : Bendahara
TTL : Wonogiri, 14 April 1994
Alamat : Ds.Mirahan Tanjung Sari, Kec. Jati
Srono, Kab. Wonogiri
Jurusan : Bahasa Jawa
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 600 480 873
7.
Nama :
Riwan Sutandi
NIM : 3101412084
Jabatan : Anggota
TTL : Manna, 30 Juni 1994
Alamat
: Jl. H. Awaludin (Jl. BLK), Manna Bengkulu Selatan,
Bengkulu
Jurusan : Sejarah
Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 0821 3875 4259
8.
Nama :
Putri Mei Wahyuni
NIM : 4401412034
Jabatan : Anggota
TTL : Tuban, 10 Juni 1993
Alamat
: Desa Tergambang, Kec. Bancar, Kab. Tuban
Jurusan : Biologi
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 600 288 590
9.
Nama :
Indri Septiana
NIM : 2401412079
Jabatan : Anggota
TTL : Pekalongan, 13 September 1995
Alamat
: Desa Kaliboja RT 01 RW 02, Paninggaran , Pekalongan
Jurusan : Seni Rupa
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 641 581 124
10. Nama : Khoirunnisa’
NIM : 2501412125
Jabatan : Anggota
TTL : Kulon Progo, 5 Oktober 1994
Alamat
: Pripih RT 57/16, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo
Jurusan : Pend. Seni Drama, Tari dan Musik
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : 085 743 947 742 / 089 630 206 556
11. Nama : Yulia
Ratnasari
NIM : 6102412001
Jabatan : Anggota
TTL : Rembang, 22 Juli 1993
Alamat
: Desa Sale, kec. Sale, Kab. Rembang
Jurusan : PJKR (Pend. Jasmani Kesehatan dan Rekreasi)
Fakultas : Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas : Universitas Negeri Semarang
No. Telp. : -
Lampiran 2
TABEL PENDATAAN REGISTER KELUARGA POSDAYA
“MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 3
PETA KELUARGA POSDAYA “MAKMUR
KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 4
DATA BASIS POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 5
SURAT KEPUTUSAN PEMBENTUKAN POSDAYA
“MAKMUR
KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
KECAMATAN
REBAN KELURAHAN CABLIKAN
JalanTembusBalaiKelurahanKodePos
50229 Kota Semarang
SURAT
KEPUTUSAN
Nomor :
1675/SK/GP/Tahun2012
Tentang
PEMBINAAN
POSDAYA DAN SUSUNAN PENGURUS
LURAH
CABLIKAN
MENIMBANG : Bahwa
untuk menjamin terlaksananya kegiatan
Pemberdayaan
Keluarga perlu dibentuk Pos Pemberdayaan
keluarga
(POSDAYA) Beserta susunan pengurusnya.
MENGINGAT : 1.Undang - UndangNomor 32
Tahun 2004 tentang
Pemerintahan
Desa
2.PeraturanPemerintah No 72 Tahun 2005
TentangDesa
3.Peraturan Menteri dalam Negeri No 5 Tahun
2007 tentang
Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan
4. KeputusanMenteridalamNegri
No 53 Tahun 2000
Tentang
Gerakan Pemberdayaaan dan
Kesejahteraan / Keluarga
MEMPERHATIKAN : Hasil Lokakarya Mini KKN Kelurahan Cablikan tanggal
November 2015
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
PERTAMA : MEMBINA Pos Pemberdayan Keluarga (POSDAYA)
“MAKMUR KONSERVASI” dengan susunan pengurus
seperti
tercantum dalam lampiran Surat Lampiran ini
KEDUA :
Menugaskan Kepada pengurus untuk mengelola dan
melaksanakan
kegiatan dalam pos daya
KETIGA : 1. Surat Keputusan ini berlaku sejak diterapkan
2. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat ini
akan di tinjau
kembali untuk diadakan perbaikan
Ditetapkan di : Ds. Cablikan
PadaTanggal :
Lurah :
Setyati
Lampiran 6
Ringkasan Data POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 7
€TABEL PENANAMAN POHON
POSDAYA “MAKMUR
KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Jenis Pohon
|
Jumlah Pohon
|
Lokasi Penanaman
|
Sumber Pohon
|
Estimasi Dana
(Rp)
|
Cengkeh
|
11
|
Di Sepanjang jalan Ds.
Bumiaji
|
||
Sengon
|
31
|
Di lapangan Ds. Bumiaji
|
||
Suren
|
21
|
Di lapangan Ds. Bumiaji
|
Lampiran 8
PETA WILAYAH
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 9
TABEL PROGRAM KERJA
POSDAYA “MAKMUR
KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG
Lampiran 10
FOTO KEGIATAN
KKN LOKASI UNNES
2015
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG

No comments:
Post a Comment