About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Friday, 7 June 2019

Sejarah Desa Cablikan, Reban, Batang, Jawa Tengah (LAPORAN KKN UNNES)


LAPORAN

PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
POSDAYA (POS PEMBERDAYAAN KELUARGA )
MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN
KABUPATEN BATANG

OLEH:
1.    Riani Dwi Ristiana                        2101412127   
2.    Indri Septiana                                2401412079   
3.    Bagus Eko Retnadi                        2501411077
4.    Khoirunisa’                                   2501412125
5.    Ernis Rositarini                             2601412010
6.    Riwan Sutandi                               3101412084
7.    Siti Insaroh                                   3301412036
8.    Brillian Fajar Pradan                     3401412122
9.    Putri Mei Wahyuni                        4401412034
10.      Indah Puji Lestari                          5302412091
11.    Yulia Ratna                                   6102412001

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
TAHUN 2015


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Semarang tahun 2015/2016 di Desa/Kelurahan Cablikan, Kecamatan Reban, Kabupaten/Kota Batang pada hari : Sabtu, tanggal : 13 Desember 2015.

Kepala Desa Cablikan



Setiyati

DosenPembimbing Lapangan,



Suratman, S.Pd., M.Pd.
NIP. 197002032005011002





















KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cablikan, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dapat diselesaikan dengan baik.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2.      Prof. Dr. Totok Sumaryanto F., M. Pd., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unnes.
3.      Drs. Sukirman, M. Si., selaku Dosen Koordinator Kecamatan KKN di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
4.      Suratman, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Negeri Semarang.
5.      Setiyati, selaku Kepala Desa Cablikan.
6.      Segenap Perangkat Kecamatan Batang yang telah memberikan informasi kepada mahasiswa selama KKN.
7.      Segenap Perangkat Desa Cablikan yang telah membantu dan membimbing mahasiswa selama KKN.
8.      Seluruh Warga Masyarakat Desa Cablikan, Kecamatan Reban, yang kami hormati dan kami banggakan, serta semua pihak yang tidak tersebutkan dan telah membantu terlaksananya KKN Lokasi Tahap II UNNES 2015 ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

                                                            Batang, 3 Desember 2015


TIM KKN UNNES DESA CABLIKAN




RINGKASAN

            Pembangunan yang dilaksanakan Indonesia belum sepenuhnya merata dan juga belum dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, khususnya yang berada di pedesaaan. Pembangunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa serta membutuhkan kerja keras dan pengabdian seluruh masyarakat. Peran Perguruan Tinggi dalam pembangunan tidak saja mendidik generasi muda dalam menyiapkan dirinya menjadi manusia pembangunan dan mengkaji serta mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin bahwa IPTEKS yang relevan dengan kebutuhan pembangunan itu benar-benar sampai kepada masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Perguruan Tinggi, melalui berbagai kegiatan Tri Dharmanya, dapat membuktikan bahwa IPTEKS memang relevan, dapat diterima dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pembangunan. Kuliah Kerja Nyarta (KKN) merupakan sebuah media yang efektif dalam pembelajaran mahasiswa dalam situasi bermasyarakat serta dapat memberikan pemberdayaan dalam pembangunan pedesaan.
            Desa Cablikan adalah salah satu desa di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Di Desa Cablikan terdapat permasalahan. Dari hasil permasalahan dilapangan dibentuklah program- program yang akan diberikan. Program-program tersebut terdiri atas empat bidang yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan dan infranstruktur lingkungan.
            Program yang didasari dari beberapa bidang tersebut dapat terlaksana dengan baik. Masyarakat Desa Cablikan sangat antusias terhadap kegiatan yang diberikan Tim KKN Unnes. Terbentuknya posdaya di Desa Cablikan yang bergerak dibidang pendidikan dan kesehatan dengan nama MAKMUR KONSERVASI.






DAFTAR ISI
Halaman Judul...............................................................................................
Halaman Pengesahan....................................................................................
Kata Pengantar..............................................................................................
Ringkasan......................................................................................................
Daftar Isi........................................................................................................
Daftar Tabel..................................................................................................
Daftar Lampiran............................................................................................
i
ii
iii
iv
v
vi
vii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................
1.1    Latar Belakang.........................................................................
1.2    Deskripsi Situasi dan Lokasi Desa Cablikan...........................
1
1
2
BAB II PERMASALAHAN, PENDEKATAN SOSIAL, RENCANA PROGRAM KERJA.................................................................................
2.1    Identifikasi Masalah.................................................................
2.2    Rumusan Masalah....................................................................
2.3    Pendekatan Sosial....................................................................
2.4    Rencana Program Kerja...........................................................

9
9
11
11
12
BAB III PELAKSANAAN PROGRAM KERJA....................................
3.1    Pembuatan Posdaya..................................................................
3.2    Bidang Garapan Posdaya.........................................................
3.3    Program Konservasi.................................................................
18
18
22
24
BAB IV PEMBAHASAN........................................................................
4.1    Program Posdaya Bidang Pendidikan......................................
4.2    Program Posdaya Bidang Ekonomi..........................................
4.3    Program Posdaya Bidang Kesehatan........................................
4.4    Program Posdaya Bidang Lingkungan dan Infrastruktur..........
25
25
30
32
39
BAB V PENUTUP...................................................................................
5.1    Simpulan..................................................................................
5.2    Saran........................................................................................
45
45
46



DAFTAR TABEL

Tabel 1.1
Pembagian Wilayah Desa Cablikan...........................................
3
Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Desa Cablikan berdasarkan Jenis Kelamin...
3
Tabel 1.3
Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Rentang Usia dan Jenis Kelamin......................................................................

4
Tabel 1.4
Jumlah Kepala Keluarga Desa Cablikan Berdasarkan Kesejahteraan Keluarga..............................................................

4
Tabel 1.5
Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Pekerjaan.........
5
Tabel 1.6
Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Masyarakat..............................................................

5
Tabel 2.1
Program Kerja KKN Posdaya Desa Cablikan............................
13
Tabel 3.1
Klasifikasi Keluarga...................................................................
19



















DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1..................................................................Biodata Mahasiswa KKN
Lampiran 2....................................Tabel Register Pendataan Keluarga Posdaya
Lampiran 3..........................................................Contoh Peta Keluarga Posdaya
Lampiran 4............................................................................Data Basis Posdaya
Lampiran 5..........................................SK Lurah tentang Pembentukan Posdaya
Lampiran 6...................................................................Ringkasan Data Posdaya
Lampiran 7...................................................................Tabel Penanaman Pohon
Lampiran 8......................................................................................Peta Wilayah
Lampiran 9.......................................Tabel Program Kerja dan Jadwal Kegiatan
Lampiran 10..................................................Video Kegiatan Pelaksanaan KKN





















             


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia belum sepenuhnya merata dan belum dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang berada di daerah pedesaan. Pembangunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa serta membutuhkan kerja keras dan pengabdian seluruh masyarakat. Apabila pembangunan tidak berjalan dengan lancar, maka tingkat urbanisasi masyarakat desa ke kota akan mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan dapat menghambat kelancaran pembangunan, terutama pembangunan masyarakat di desa. Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) adalah kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat desa.
Peran Perguruan Tinggi dalam pembangunan tidak saja mendidik generasi muda dalam menyiapkan dirinya menjadi manusia pembangunan dan mengkaji serta mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin bahwa IPTEK yang relevan dengan kebutuhan pembangunan itu benar-benar sampai kepada masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. IPTEK hanya mempunyai makna apabila dapat diterima dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat yang memerlukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya. Perguruan Tinggi, melalui berbagai kegiatan Tri Dharmanya, dapat membuktikan bahwa IPTEK memang relevan, dapat diterima dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pembangunan.
Perguruan Tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, bertujuan untuk mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta kegairahan untuk meneliti dan memiliki sikap tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Kiprah Perguruan Tinggi dan mahasiswa bagi usaha pembangunan nasional dan daerah ini perlu ditingkatkan peranannya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang.
Oleh karena itu Perguruan Tinggi dituntut untuk lebih berorientasi dan menyerasikan kurikulumnya terhadap kebutuhan pembangunan, sehingga dapat menghasilkan sarjana yang dapat menghayati dan mengatasi masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta berfungsi sebagai penerus pembangunan. Hal ini sangat penting, karena pada akhirnya iptek itu harus diabdikan untuk kemaslahatan bersama dan pembangunan manusia seutuhnya.
Kompetensi mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui kegiatan belajar di kampus, tetapi juga di luar kampus, yaitu di lingkungan masyarakat. Untuk mempraktikkan ilmu dan menerapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika, maka diperlukan media yang mendukung. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah media yang efektif dan edukatif. Mahasiswa diterjunkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dengan harapan mahasiswa dapat menangkap dan menghayati denyut nadi kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, Desa Cablikan Kecamatan Reban Kabupaten Batang  adalah salah satu tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN.

1.2              Deskripsi Situasi dan Lokasi Desa Cablikan
1.      Kondisi Geografis Desa Cablikan
Secara geografis Desa Cablikan memiliki luas wilayah 195,797 Ha. Desa Cablikan mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara                :  Desa Adinuso
Sebelah Selatan :  Desa Mojotengah
Sebelah Timur               :  Desa Surjo
Sebelah Barat                :  Desa Ngroto
            Desa Cablikan merupakan desa yang berada di daerah dataran tinggi. Sama halnya dengan desa-desa lain di Indonesia, desa ini memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Curah hujan di desa ini cukup tinggi. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Cablikan. Penggunaan tanah di Desa Cablikan sebagian besar digunakan untuk tanah pertanian, perkebunan dan tegalan sedangkan sisanya untuk bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.
2.      Orbitasi
Desa Cablikan merupakan salah satu dari 19 desa di wilayah Kecamatan Reban. Letak Desa Cablikan yaitu 5 km ke arah selatan dari kota kecamatan. Waktu tempuh dari Desa Cablikan menuju Kecamatan Reban yaitu 9 menit jika menggunakan kendaraan bermotor dan 1 jam jika berjalan kaki. Jarak Desa Cablikan dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu 30 km dengan waktu tempuh 90 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak Desa Cablikan dengan Ibu Kota Provinsi yaitu 60 km dengan waktu tempuh dengan kendaraan bermotor 2,5 jam.
3.      Pembagian Wilayah
Wilayah Desa Cablikan terbagi menjadi 3 dukuh/ dusun dengan jumlah 2  RW dan 8 RT seperti tabel dibawah ini:
Tabel 1.1 Pembagian Wilayah Desa Cablikan
No.
Dukuh/Dusun
RW
RT
Keterangan
1
Cablikan
1
1,2,3,4
-
2
Simpar
2
5,6,7
-
3
Bumi Aji
2
8
-




4.      Demografi
Jumlah penduduk Desa Cablikan yaitu 1169 jiwa, yang tersebar di dua wilayah RW. Jumlah kepala keluarga penduduk Desa Cablikan yaitu 353 KK. Kepadatan penduduk Desa Cablikan yaitu 6 Jiwa/Ha.  Berikut ini merupakan data persebaran penduduk di Desa Cablikan secara terperinci.
Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Jenis Kelamin.
No
Kategori Jenis Kelamin
Jumlah
(Orang)
1
Laki-laki
601
2
Perempuan
568
Jumlah
1169

Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Rentang Usia dan Jenis Kelamin.
No
Usia
Jumlah Penduduk
Laki-laki
(Orang)
Perempuan
(Orang)
1
Usia 0 - 6 Tahun
69
66
2
Usia 7 - 12 Tahun
50
53
3
Usia 13 - 18 Tahun
62
45
4
Usia 19 - 25 Tahun
76
62
5
Usia 26 - 40 Tahun
132
125
6
Usia 41 - 55 Tahun
111
131
7
Usia 56 - 65 Tahun
60
53
8
Usia 66 - 75 Tahun
25
19
9
Usia > 75 Tahun
16
14
Jumlah
601
568

Tabel 1.4 Jumlah Kepala Keluarga Desa Cablikan Berdasarkan Kesejahteraan Keluarga.
No
Kategori Kesejahteraan Keluarga
Jumlah Kepala Keluarga (KK)
1
Keluarga Prasejahtera
303
2
Keluarga Sejahtera 1
24
3
Keluarga Sejahtera 2
17
4
Keluarga Sejahtera 3
9
5
Keluarga Sejahtera 3+
0
Jumlah Kepala Keluarga
353




Tabel 1.5 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Pekerjaan.
No
Jenis Pekerjaan
Laki-Laki (orang)
Perempuan (orang)
Jumlah (Orang)
1
Petani
300
290
590
2
Buruh Tani
40
34
74
3
Buruh Migran
6
4
10
4
Pegawai Negeri Sipil
4
1
5
5
Pengrajin
3
3
6
6
Pedagang barang kelontong
0
0
0
7
Pedagang Keliling
20
22
42
8
Pembantu rumah tangga
0
17
17
9
Karyawan Perusahaan Swasta
1
1
2
10
Purnawirawan/Pensiunan
3
0
3
Jumlah Total (Orang)
377
372
749

Tabel 1.6 Jumlah Penduduk Desa Cablikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Masyarakat.
No
Tingkatan Pendidikan
Laki-Laki (orang)
Perempuan (orang)
Jumlah (Orang)
1
Tamat SD/sederajat
300
303
603
2
Tamat SMP/sederajat
86
85
171
3
Tamat SMA/sederajat
20
18
38
4
Tamat D-1/sederajat
0
2
2
5
Tamat D-2/sederajat
0
0
0
6
Tamat D-3/sederajat
1
4
5
7
Tamat S-1/sederajat
3
1
4
Jumlah Total (Orang)
410
413
823


5.      Keadaan Ekonomi
Perekonomian masyarakat Desa Cablikan masih bertaraf sedang hingga mendekati cukup. Sebagian besar masyarakat Cablikan bermata pencaharian sebagai petani. Produk pertanian unggulan di Desa Cablikan adalah cengkeh dan kopi. Selain petani, masyarakat juga ada yang bermata pencaharian sebagai pedagang, PNS, dan wirausaha. Ada beberapa keluarga yang memiliki industri rumah tangga. Jenis industri rumah tangga yang ada di Desa Cablikan adalah industri opak singkong, krupuk, dan kembang goyang.
6.      Fasilitas dan Pelayanan Masyarakat Desa Cablikan
Fasilitas dan pelayanan umum digunakan untuk menunjang peningkatan peribadatan, pendidikan, dan kesehatan. Fasilitas dan pelayanan umum yang ada di Desa Cablikan adalah sebagai berikut:
a.       Kantor Desa/Kelurahan
·         Gedung kantor : Ada
·         Kondisi            : Rusak
·         Balai Desa/Kelurahan/Sejenisnya       : Ada
·         Listrik  : Ada
·         Air bersih         : Ada
·         Telepon            : Ada
b.      Kesehatan
·         Polindes           : 1 buah
·         Tenaga Kesehatan (Bidan)      : 2 orang
·         Posyandu         : 2 kelompok balita dan 2 kelompok lansia
c.       Pendidikan
·         Gedung SD/sederajat  : 1 buah
·         PAUD : 1 buah
·         Lembaga Pendidikan Agama  : 2 buah
d.      Peribadatan
·         Masjid : 2 buah
·         Mushola           : 5 buah
e.       Transportasi
Jalan Desa/Kelurahan                                 : 2,60 Km dalam kondisi baik
                            1 Km dalam kondisi rusak
Jalan Antar Desa/Kelurahan/Kecamatan  : 2,60 Km dalam kondisi baik
                                                                      Km dalam kondisi rusak
f.        Air Bersih
Sumur Pompa (Unit)                                  : 0
Sumur Gali (Unit)                                      : 0
Hidran Umum (Unit)                                 : 0
Penampung Air Hujan (Unit)                     : 0
Tangki air Bersih (Unit)                             : 0
Embung (Unit)                                           : 0
Mata air (Unit)                                           : 3
Bangunan Pengolahan Air (Unit)              : 0
g.      Irigasi
Panjang Saluran Primer (M)                      : 0
Panjang Saluran Sekunder (M)                  : 0
Panjang Saluran tersier (M)                       : 800
Pintu Sadap (Unit)                                     : 0
Pintu Pembagi Air (Unit)                           : 0
h.      Sanitasi
SumurResapan Air Rumah Tangga (Rumah) : 0
MCK Umum (Unit)                                   : 9
Jamban Keluarga (KK)                              : 80
i.        Olahraga
Lapangan Sepak Bola (Lokasi)                  : 1




7.      Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Cablikan
Potensi perangkat Desa Cablikan terdiri seperti bagan dibawah ini:
Bagan 1.1 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Cablikan


MUSLIKH

UNTUNG

MURWADI

Kaur Keuangan

Kaur Umum

DASURI

Sekertaris Desa

SETIYATI

Kepala Desa

Kasi Trantib & Linmas



Kasi Pertanian & Pengairan

PRAPTONO

MUCHLAYIM

PURWADI

Kasi Kesra

Kasi Pembangunan

Kasi Pemerintahan



SUTRISNO

Kadus

Kadus

BPD
 


































BAB II
PERMASALAHAN, PENDEKATAN SOSIAL, RENCANA PROGRAM KERJA

2.1    Identifikasi Masalah
Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada guna membantu menangani masalah-masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan KKN tentunya tidak lepas dari kultur akademik Perguruan Tinggi yang dimanifestasikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pelaksanaan program KKN juga harus dilaksanakan secara sinergis, professional dan ilmiah. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan mempunyai life skill atau keterampilan hidup dan juga merupakan jembatan informasi.
Desa Cablikan merupakan desa yang kaya akan sumber daya alam, sumber daya sosial, dan sumber daya manusia. Desa Cablikan selain memiliki beraneka ragam potensi, desa ini tentunya juga masih memiliki banyak kekurangan dan perm  asalahan di berbagai bidang. Tim KKN menggunakan keterpaduan dari tiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program-program yang memadukan aspek-aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Tim KKN menggunakan pendekatan interdisipliner dan komprehensif yang sangat efektif untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang masih terjadi di Desa Cablikan.  Pemecahan masalah yang terjadi di desa berupa pelaksanaan program melalui bidang garapan pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan dan infrastruktur.
Desa Cablikan dapat disebut desa yang sudah maju, akan tetapi berdasar hasil survei dan penelitian masih terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang kurang maksimal seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kurangnya keterampilan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat setempat, kurangnya kepelatihan dan pengembangan industri kecil, kurangnya kesadaran akan kesehatan.
Dalam melakukan identifikasi terhadap potensi dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat serta identifikasi terhadap Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia maka mahasiswa  perlu melakukan observasi  untuk mengenali dengan baik tentang kehidupan masyarakat dan bagaimana pemanfaatan SDA dan SDM yang tersedia. Dalam hal ini mahasiswa melakukan observasi dengan terjun langsung ke masyarakat. Observasi meliputi beberapa bidang antara lain pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur.
Dalam bidang pendidikan, observasi dilakukan di lembaga pendidikan yang ada di Desa Cablikan antara lain, TK Adisiwi dan SDN Cablikan. Melalui kegiatan observasi maka mahasiswa akan mendapat gambaran yang tepat mengenai kemampuan dasar yang dimiliki dan hal apa saja yang mereka butuhkan.
Dalam bidang ekonomi, mahasiswa melakukan penelitian melalui observasi langsung ke masyarakat. Mahasiswa mencari tahu mengenai mata pencaharian masyarakat Desa Cablikan. Hasilnya adalah sebagian besar mata pencaharian warga Desa Cablikan adalah petani dan wiraswasta.
Dalam bidang kesehatan, observasi dilakukan dengan mendatangi perangkat desa dan bidan desa untuk mencari informasi mengenai kesehatan masyarakat. Sehingga dengan observasi mahasiswa bisa mendapatkan informasi dan data yang dibutuhkan.
Dalam bidang lingkungan dan infrastruktur, mahasiswa meneliti keadaan lingkungan Desa Cablikan. Oleh karena itu, mahasiswa dapat mengetahui gambaran lingkungan dan infrastruktur Desa Cablikan, sehingga mahasiswa mengetahui apa yang harus dilakukan dalam pemberdayaan kepada masyarakat.
Setelah melakukan observasi dan identifikasi permasalahan serta dengan melihat kondisi diatas maka dapat disusun program kerja yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, khususnya dalam peningkatan pemanfaatan Sumber Daya Alam dan kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Karena dengan meningkatkan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang tersedia di masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan desa pada umumnya, Selain itu dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.

2.2    Rumusan Masalah
            Dari identifikasi masalah di atas, kami menemukan beberapa permasalahan antara lain:
1.        Bagaimana cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Desa Cablikan?
2.        Bagaimana cara untuk memperbaiki perekonomian di Desa Cablikan?
3.        Bagaimana cara untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Desa Cablikan?
4.        Bagaimana cara meningkatkan pembangunan infrastruktur di Desa Cablikan?
2.3    Pendekatan Sosial
Pendekatan sosial dilakukan dengan berusaha melibatkan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan program kerja KKN. Dengan melibatkan masyarakat dalam penyusunan program kerja, maka dapat diidentifikasi berbagai ekspektasi, kebutuhan dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Pendekatan sosial dalam tahap pelaksanaan, terutama dilakukan oleh peserta KKN dengan cara membangun komunikasi dan hubungan sosial yang harmonis untuk secara bersama-sama mengimplementasikan setiap rencana yang telah disusun. Dalam tahap ini pendekaataan sosial memegang peranan penting terhadap tim KKN.
Pada tahap evaluasi berkaitan erat dengan partisipasi masyarakat untuk memberikan data yang obyektif atas kegagalan dan keberhasilan program kerja KKN. Kegagalan dalam melakukan pendekatan sosial akan berdampak terhadap tingkat keberhasilan dari program KKN tersebut. Sebagus apapun program yang dirancang, jika tanpa didukung pendekatan sosial yang memadai, maka program tersebut akan berjalan kurang efektif.
Dalam melaksanakan pendekatan sosial ada banyak kendala yang dihadapi karena sifat masyarakat yang beragam. Respon yang masyarakat berikan terhadap kegiatan KKN juga beragam, ada yang menanggapi secara positif, acuh tak acuh, bahkan ada yang memberikan respon secara negatif. Untuk itu, mahasiswa harus bisa memahami karakter dari tiap masyarakat sehingga interaksi sosial antara warga dan mahasiswa dapat terjalin dengan baik.
Pendekatan sosial yang kami lakukan yaitu dengan cara berkunjung ke rumah-rumah warga, mengikuti perkumpulan rutin di desa untuk silaturahmi dan memperoleh informasi. Hal ini merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pelaksanaan KKN, sebab disanalah  tim akan memperoleh suatu ide dan juga masukan dari warga masyarakat setempat mengenai program-program apa saja yang sekiranya tepat dan sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat Desa Cablikan. Sehingga harapannya pelaksanaan program akan memperoleh sasaran yang tepat dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.

2.4    Rencana Program Kerja
            Berdasarkan paparan diatas, tim KKN UNNES mengadakan program kerja sebagai berikut:
1.      WASIS (Wayahe Sinau Sareng) untuk siswa SD Cablikan.
2.      Pelatihan tari untuk siswa SD Cablikan.
3.      Pelatihan menggambar untuk siswa SD Cablikan.
4.      Pelatihan IT untuk perangkat desa Cablikan.
5.      Packaging dan Pemasaran A (Observasi).
6.      Packaging dan Pemasaran B (Pengemasan).
7.      Packaging dan Pemasaran C (Pemasaran).
8.      Optimalisasi Posyandu untuk Balita Desa Cablikan.
9.      Penyuluhahan Sikat gigi dan cuci tangan untuk siswa TK dan SD Cablikan.
10.  Penyuluhan HIV AIDS dan ANEMIA untuk remaja desa Cablikan.
11.  Penyuluhan tumbuh kembang untuk ibu dan balita desa Cablikan.
12.  Kerja bakti untuk masyarakat desa Cablikan.
13.  Pemanfaatan barang bekas untuk media tanam untuk kelompok tani dan ibu PKK.
14.  Penanaman Pohon.


Tabel 2.1 Program Kerja KKN Posdaya Desa Cablikan
No
Nama
Program
Lokasi
Waktu
Sasaran
PJ
Uraian Kegiatan yang akan dilakukan
A.    Bidang Pendidikan
1.
WASIS (Wayahe Sinau Sareng) untuk siswa SD Cablikan.

POSKO KKN Cablikan dan SD Cablikan
Minggu ke 2 sampai ke 5
Pada hari Senin – Kamis pukul 19.30 – 20.30
Siswa SD Cablikan
Kelas 1 – 6
Riani
Siti I
Bagus

Kegiatan WASIS adalah kegiatan belajar bersama yang diperuntukan untuk siswa SD Cablikan.
Kegiatan yang dilakukan adalah mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung bagi siswa kelas 1, maupun belajar yang lain.
2.
Pelatihan IT pada perangkat desa
Kantor Kepala Desa Cablikan
Mingguke 3, 4 dan ke 5
Perangkat desa Cablikan
Indah
Yulia
Riani

Membantu perangkat desa agar dapat menggunakan komputer (pelatihan MS Word & MS Excel)
3.
Pelatihan tari untuk siswa SD Cablikan.

SD Cablikan
Minggu ke-2, 3, 4, dan 5.
Pada hari Kamis dan Sabtu, pukul 13.00-15.00.
Siswa kelas 1 smpai kelas 6
Nisa
Ernis
Riwan
Pelatihan tari merupakan sarana bagi pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam bidang seni tari. Ada tiga macam tari yang akan diajarkan kepada siswa-siswa SD Cablikan, meliputi Tari Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
3.
Pelatihan gambar untuk siswa SD Cablikan.

SD Cablikan
Minggu ke 2 sampai ke 5
Siswa kelas 1 smpai kelas 6
Indri
Brillian
Putri
Pelatihan menggambar dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni, khususnya seni rupa.
B.     Bidang Ekonomi
1.
Packaging dan Pemasaran A (Observasi).

Rumah produksi Opak
(Bp. Suyatno)
Mingguke 2
Masyarakat
Siti
Bagus
Nisa
Ernis
Packaging Opak dan Pemasaran A berupa kegiatan observasi di rumah pembuatan opak. Kegiatan ini berupa pengamatan pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan opak, harga opak dan rencana pengemasan opak.
2.
Packaging dan Pemasaran  B (Packaging).

Rumah produksi Opak
(Bp. Suyatno)
Mingguke 3
Masyarakat
Riwan
Indri
Brillian
Putri
Packaging Opak dan Pemasaran B berupa kegiatan pengemasan opak, meliputi tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu kemasan, pemberian pelabelan, dan cara pengemasannya.
3.
Packaging dan Pemasaran C (Pemasaran).

Reban, Limpung dan sekitarnya
Mingguke 4
Masyarakat
Indah
Yulia
Riani
Siti
Packaging Opak dan Pemasaran C berupa kegiatan memasarkan opak di alun-alun, beberapa toko, dll.
C.    Bidang Kesehatan
1.
Optimalisasi Posyandu untuk Balita Desa Cablikan.

POSKO KKN Cablikan dan Rumah warga
Mingguke 3
Ibu-ibu pemilik balita di Desa Cablikan
Bagus
Nisa
Ernis
Optimalisasi posyandu berupa kegiatan membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita.
2.
Penyuluhahan Sikat gigi dan cuci tangan untuk siswa TK dan SD Cablikan.

SD Cablikan dan TK Adisiwi
Mingguke 2
Siswa-siswa SD Cablikan dan TK Adisiwi.
Riwan
Indri
Brillian
Penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan merupakan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan kebersihan yang meliputi kebersihan tangan dan gigi.
3.       
Penyuluhan HIV AIDS dan ANEMIA untuk remaja desa Cablikan.

Balai Desa




Minggu ke 4
Remaja Desa Cablikan
Putri
Indah Yulia
Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia merupakan kegiatan memberikanpengetahuantentangbahaya penyakit HIV AIDS dan anemi.
4.       
Penyuluhan tumbuh kembang untuk ibu dan balita desa Cablikan.

Posko KKN dan Rumah warga
Minggu ke 3
Ibu-ibu pemilik balita di Desa Cablikan
Riani
Siti
Bagus
Penyuluhan tumbuh kembang berupa kegiatan pemberian pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu pemilik balita mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan.
D.    Bidang Lingkungan dan Infrastruktur
1.
Kerja Bhakti
Lingkung-an Desa Cablikan
Minggu ke 2
Masyarakat Desa Cablikan
Ernis
Riwan
Nisa
Melakukan penanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan.
2.
Penanaman Pohon
Lingkung-an Desa Cablikan

Minggu ke 6
Masyarakat Desa Cablikan
Brillian
Indri
Putri
Penananaman pohon berupa kegiatan menanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan. Pohon yang ditanam adalah pohon sengon, cengkeh, dan suren.
3.
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Tanam
TK Adisiwi Desa Cablikan
Minggu ke 5
Masyarakat Desa Cablikan
Yulia
Indah
Riani
Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam merupakan kegiatan menanam yang dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas seperti plastik bekas detergen, plastik bekas minyak, kantong kresek, dll. Sebagai media tanam. Adapun tanaman yang ditanam meliputi sawi, cabai, kunyit, jahe, daun seledri, dan kencur.


BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

3.1  Pembentukan Posdaya
Posdaya adalah forum komunikasi, silaturahmi, advokasi penerangan dan pendidikan sekaligus wadah penguatan fungsi  keluarga secara terpadu, dan apabila memungkinkan posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausaha, dan  perkembangan lingkungan yang memudahkan keluaraga berkembang secara mandiri. Pembentukan posdaya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1.         Penentuan Cakupan Wilayah Posdaya
Penentuan cakupan wilayah Posdaya bisa mencakup beberapa RT, RW/dukuh, maupun desa/kelurahan, atau bahkan bisa diperluas lagi di kemudian hari. Cakupan wilayah Posdaya yang ada di Desa Cablikan, yakni Posdaya “Makmur Konservasi” mencakupi seluruh wilayah Desa Cablikan. Wilayah posdaya ini terdiri atas 2 RW atau 8 RT.
2.         Penjajagan, Pendekatan, Advokasi, Sosialisasi, Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini merupakan awal kegiatan yang dilakukan oleh tim KKN terhadap suatu desa/ dukuh atau kelurahan/ RW untuk menjajagi tanggapan masyarakat, terutama para pemukanya melalui rapat atau pertemuan terbatas. Jika respon positif, maka proses pembentukan dilanjutkan, tetapi jika negatif, maka dianjurkan pindah ke desa/dukuh atau kelurahan/ RW lainnya dan memulai proses serupa.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif di Desa Cablikan, sehingga Tim KKN dengan warga masyarakat langsung bermusyawarah untuk membentuk Posdaya. Posdaya yang dibentuk di Desa Cablikan bernama “MAKMUR KONSERVASI”.
3.         Pemetaan Sasaran Kegiatan Posdaya
Kegiatan pemetaan sasaran kegiatan Posdaya dilakukan dengan cara melakukan pendataan terhadap seluruh keluarga yang berada dalam cakupan Posdaya yang bertanggung jawab di wilayah yang bersangkutan.  Pendataan ini dilakukan dengan tujuan melihat jumlah, persebaran dan klasifikasi keluarga sesuai tahap kesejahteraan. Hasil dari pemetaan ini berupa peta keluarga.Sasaran dari Posdaya ini dipusatkan pada usaha membantu keluarga muda dengan anak balita atau anak usia sekolah tetapi miskin atau tertinggal agar secara bertahap dan makin mandiri bisa menyelesaikan masalahnya.
Dari hasil pemetaan, terlihat bahwa jumlah jiwa yang berada di Desa Cablikan sebanyak 1169 jiwa atau 353 kepala keluarga, yang tersebar ke dalam 8 RT. Berdasarkan tahap kesejahteraan keluarga, sebagian besar masyarakat Desa Cablikan masuk ke dalam tahap keluarga prasejahtera. Berikut data pemetaan klasifikasi keluarga :
Tabel 3.1 Klasifikasi Keluarga
No
Klasifikasi Keluarga
Jumlah
1
Keluarga prasejahtera
303
2
Keluarga sejahtera 1
24
3
Keluarga sejahtera 2
17
4
Keluarga sejahtera 3
9
5
Keluarga sejahtera 3 plus
0
6
Total jumlah KK
353

4.         Identifikasi Potensi Wilayah Kegiatan Posdaya
Observasi lapangan juga dilakukan untuk mengidentifikasi masalah berdasarkan hasil pendataan dan menginventarisasi kelembagaan dengan melihat status atau kondisinya serta kegiatan yang dilaksanakan, termasuk dukungan serta sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan.
Hasil identifikasi potensi wilayah Posdaya yang ada di Desa Cablikan adalah sebagi berikut : di bidang kesehatan melihat cakupan pelayanan kesehatan, aktivitas Posyandunya, dan kebutuhan masyarakat tentang kesehatan; bidang ekonomi terkait kegiatan usaha keluarga tidak mampu untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju; bidang pendidikan berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa dan membuat wadah berekspresi; bidang lingkungan dan infrastruktur berkaitan dengan pemanfaatan barang bekas untuk media tanam.
5.         Penentuan Tujuan dan Sasaran Pembangunan Dalam Setiap Pembentukan Posdaya
Penentuan tujuan dan sasaran pembangunan dalam pembentukan Posdaya “Makmur Konservasi” telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Cablikan. Dalam hal ini, kebutuhan-kebutuhan tersebut terangkum ke dalam program-program kerja KKN yang terbagi dalam empat bidang. Penentuan tujuan dan sasaran ini juga telah didasarkan atas target atau sasaran yang nasional maupun secara global seperti sasaran MDGs seperti pengurangan kemiskinan, mengurangi kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, memerangi HIV/AIDS, memastikan kelangsungan lingkungan hidup, dll.
6.         Penyusunan Program Kerja Posdaya
Penyusunan program kerja dilakukan dengan didasarkan pada hasil observasi, pendataan dan pemetaan sasaran. Substansinya adalah pokok-pokok kegiatan sesuai arahan unsur-unsur dalam HDI atau IPM, yang secara praktis dapat dilakukan oleh masyarakat setempat secara bertahap.
Program kerja yang telah disusun untuk Desa Cablikan sebanyak 12 program, yang terbagi kedalam empat bidang. Program-program kerja ini dapat dilihat pada lampiran 9.
7.         Lokakarya Mini/Musyawarah Pembentukan Posdaya
Kegiatan ini berupa sarasehan antara mahasiswa dibawah bimbingan Dosen Pembimbing dengan masyarakat bersama para pemukanya untuk membuat perencanaan program kedepan serta menyepakati kegiatan, sasaran dan program kerja, termasuk kepengurusan yang dibentuk.
8.         Legalitas Organisasi Kegiatan Posdaya yang Dibentuk
Setelah ditetapkannya struktur kepengurusan Posdaya baru dalam cakupan wilayah seluruh Desa Cablikan, langkah selanjutnya adalan melegalkan kepengurusan Posdaya oleh Kepala Desa Cablikan, dengan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah setempat. Selajutnya data organisasi diisikan dalam format databasis Posdaya yang bisa dibaca pada lampiran 4.
9.         Pelaksanaan Program Posdaya dengan Pelatihan Pengurus/Kader.
Pelatihan pengurus menyangkut pemberian materi organisasi dan manajemen Posdaya, ruang lingkup tugas pengelolaan, utamanya pengertian bahwa program-program Posdaya diutamakan pada program yang bisa diikuti oleh partisipasi sebanyak mungkin anggota
Pelatihan kader ditujukan untuk menyiapkan tenaga yang akan melaksanakan penguatan fungsi-fungsi keluarga dengan membentuk atau memperkuat lembaga atau kelompok fungsional dengan tujuan memperkuat fungsi-fungsi Musyawarah di desa atau kelurahan.        
10.     Pengembangan Program Posdaya Secara Bertahap.
Untuk memperkuat fungsi-fungsi keluarga secara paripurna, maka dalam melaksanakan program dengan memperkuat lembaga yang yang ada, maka Tim Mahasiswa bersama masyarakat tidak perlu sekaligus membentuk dan membina semua lembaga, tetapi dapat dimulai yang paling mudah dan memilih yang paling diperlukan masyarakat, selanjutnya Posdaya dikembangkan secara bertahap.
Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) di Desa Cablikan merupakan wadah kegiatan sebagai sarana penerangan dan pendidikan serta kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Posdaya di Desa Cablikan baru terbentuk pada tahun 2015 oleh swadaya masyarakat secara nonformal.
Posdaya memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut perlu adanya dasar kuat dalam pembentukan Posdaya. Untuk itu pada kesempatan KKN Lokasi Desa Cablikan pendirian Posdaya tersebut diberikan dasar kuat sebagai landasannya yaitu Surat Keputusan Tingkat Desa mengenai Pembentukan Posdaya.
Posdaya yang ada di Desa Cablikan adalah Posdaya Makmur Konservasi. Program kerja Posdaya tersebut terdiri dari 4 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi/ kewirausahaan, dan lingkungan hidup.




3.2       Bidang Garapan Posdaya
Berdasarkan rencana program KKN yang telah disusun oleh Mahasiswa KKN UNNES Desa Cablikan, maka pelaksanaan program kerja KKN di Desa Cablikan Kecamatan Reban Kabupaten Batang adalah sebagai berikut:
1.      Bidang Pendidikan
1.             WASIS (Wayahe Sinau Sesarengan)
Kegiatan WASIS adalah kegiatan belajar bersama yang diperuntukkan untuk siswa SD Cablikan. Kegiatan yang dilakukan adalah mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung bagi siswa kelas 1, maupun belajar yang lain.
2.             Pelatihan IT Kepada Perangkat Desa
Program pelatiah IT kepada perangkat desa merupakan program yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para perangkat desa tentang dasar-dasar MS Word dan Ms Excel serta aplikasi penunjangnya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para perangkat desa dapat lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan fasilitas kantor berupa komputer dan printer untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari dalam melayani masyarakat.
3.             Pelatihan Tari untuk Siswa SD Cablikan
Pelatihan tari merupakan sarana bagi pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam bidang seni tari. Ada tiga macam tari yang diajarkan kepada siswa-siswa SD Cablikan, meliputi Tari Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
4.             Pelatihan Menggambar untuk Siswa SD Cablikan
Pelatihan menggambar dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni, khususnya seni rupa.

2.      Bidang Kesehatan
1.      Optimalisasi Posyandu
Program Posyandu merupakan program yang bergerak dibidang kesehatan yang memfokuskan sasaran pada kelompok balita, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Optimalisasi posyandu berupa kegiatan membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita. Posyandu dilaksanakan satu kali untuk tiap bulannya.
2.      Penyuluhan Tumbuh Kembang
Penyuluhan tumbuh kembang berupa kegiatan pemberian pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu pemilik balita mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan.
3.      Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan
Penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan merupakan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan kebersihan yang meliputi kebersihan tangan dan gigi.
4.      Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia merupakan kegiatan memberikan pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV AIDS dan anemi.

3.      Bidang Ekonomi/ Kewirausahaan
a)      Packaging dan pemasaran Opak
a.       Packaging Opak dan Pemasaran A berupa kegiatan observasi di rumah pembuatan opak. Kegiatan ini berupa pengamatan pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan opak, harga opak dan rencana pengemasan opak.
b.      Packaging Opak dan Pemasaran B berupa kegiatan pengemasan opak, meliputi tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu kemasan, pemberian pelabelan, dan cara pengemasannya.
c.       Packaging Opak dan Pemasaran C berupa kegiatan memasarkan opak di alun-alun, beberapa toko, dll.


4.      Bidang Lingkungan Hidup dan Insfrastruktur
a)      Kerja Bakti
Kegiatan yang dilakukan di kerja bakti adalah membantu warga masyarakat membangun masjid. Kegiatan yang dilakukan adalah membantu mengecor kubah masjid.
b)     Penanaman Pohon
Penananaman pohon berupa kegiatan menanaman pohon sebagai wujud konservasi lingkungan. Pohon yang ditanam adalah pohon sengon, cengkeh, dan suren.
c)      Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Tanam
Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam merupakan kegiatan menanam yang dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas seperti plastik bekas detergen, plastik bekas minyak, kantong kresek, dll. Sebagai media tanam. Adapun tanaman yang ditanam meliputi sawi, cabai, kunyit, jahe, daun seledri, dan kencur.

3.3  Program Konservasi
Program konservasi yang diangkat di Desa Cablikan merupakan program yang diambil dari program kerja yang ada di lokasi KKN Desa Cablikan. Program tersebut merupakan konservasi lingkungan hidup yakni program penanaman pohon. Program tersebut dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk melestarikan lingkungan dengan memberikan sumbangan untuk alam berupa penanaman pohon. Program tersebut dilakukan dengan menanam 3 pohon produktif perorang (one man three tree). Disamping itu, masih ada penanaman pohon dilokasi yang telah ditentukan. Seperti pohon cengkeh, pohon sengon dan pohon suren, yang nantinya hasil dari ketiga jenis pohon tersebut dapat dimanfaatkan dan di kelola oleh masyarakat sekitar.




BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  PROGRAM POSDAYA BIDANG PENDIDIKAN
              Program kerja yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan terurai dalam 4 program yaitu :
1.      WASIS (Wayahe Sinau Sesarengan)
Kegiatan WASIS adalah kegiatan belajar bersama yang diperuntukkan untuk siswa SD Cablikan. Kegiatan yang dilakukan adalah mendampingi siswa mengerjakan tugas sekolah, belajar calistung bagi siswa kelas 1, maupun belajar yang lain.
a.    Waktu
Waktu pelaksanaan program WASIS ini adalah pada pukul 19.30 setiap hari Senin-Kamis.
b.    Tempat
Tempat pelaksanaan program WASIS ini adalah di Posko KKN dan di SD Cablikan
c.    Sasaran
Sasaran pelaksanaan program WASIS ini adalah untuk siswa-siswa SD Cablikan kelas 1-6.
d.    Relevansi Kegiatan
Kegiatan Wasis ini didasari dengan perlunya pengarahan bagi siswa-siswa SD Cablikan ketika mengerjakan tugas maupun belajar yang lainnya. Siswa perlu mendapat bimbingan ketika belajar. Sehingga harapannya hasil belajar siswa dapat maksimal.
e.    Akseptabilitas
Kegiatan WASIS yang diadakan di Cablikan sangat mendapatkan respon positif di kalangan siswa-siswa SD Cablikan. Mereka dengan semangat mengikuti kegiatan ini pada malam hari.
f.     Partisipasi Sasaran
Partisipasi siswa SD Cablikan dalam mengikuti kegiatan ini cukup baik. Meskipun kegiatan diadakan malam hari, mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan ini.
g.      Kegunaan
Program ini berguna bagi siswa-siswa SD Cablikan. Karena mereka menjadi bersemangat ketika belajar, karena didampingi oleh KKN. Kegiatan ini sangat berguna bagi hasil belajar siswa.
h.    Dampak jangka panjang
Dalam jangka panjang, diharapkan siswa-siswa SD Cablikan dapat menjadi siswa yang berprestasi.
i.        Tindak Lanjut dan melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh guru-guru SD Cablikan dengan bekerja sama dengan orang tua siswa.

2.      Pelatihan IT Kepada Perangkat Desa
Program pelatiah IT kepada perangkat desa merupakan program yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para perangkat desa tentang dasar-dasar MS Word dan Ms Excel serta aplikasi penunjangnya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para perangkat desa dapat lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan fasilitas kantor berupa komputer dan printer untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari dalam melayani masyarakat.
a.       Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah pada minggu ke-3,4, dan 5, dilaksanakan setiap hari Senin.
b.      Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah di Balai Desa Cablikan.
c.       Sasaran
Sasaran pelaksanaan program pelatihan IT ini adalah untuk perangkat desa Cablikan.
d.      Relevansi Kegiatan
Pelatihan IT ini didasari dengan masih minimnya SDM dalam menguasai teknologi, khususnya pengoperasian software yang berkaitan dengan pekerjaan perangkat desa. Seperti pengoperasiaan Ms Word dan Ms Excel.
e.       Akseptabilitas
Pelatihan IT ini mendapatkan respon yang kurang baik bagi perangkat desa. Dari seluruh sasaran IT, hanya dua orang saja yang mau mengikuti kegiatan ini.
f.        Partisipasi Masyarakat
Kurangnya partisipasi perangkat desa dikarenakan hamir semua anggota perangkat desa telah berusia lanjut, sehingga mereka beranggapan bahwa ingin pensiun buat apa belajar tentang komputer lagi. Namun perangkat desa yang usianya masih muda lumayan antusias tentang pelatihan IT terutama tentang Microsoft Excel yang nantinya akan berguna sekali untuk pengolahan data khususnya tentang keuangan.
g.      Kegunaan
            Program kerja ini diharapkan mampu membuat perangkat desa mahir dalam mengoperasikan komputer karena di zaman sekarang semua yang berhubungan dengan administrasi desa diolah menggunakan software ataupun aplikasi yang terdapat di komputer. Isi  materi pengoperasian komputer ini lebih ditekankan pada penggunaan komputer untuk administrasi perangkat desa yaitu tentang microsoft word meliputi membuat surat dengan beberapa bentuk dan jenis surat yang berbeda, serta membuat surat yang ada kolom didalamnya. Sedangkan isi dari materi pengoperasian microsoft excel yaitu meliputi pembuatan daftar presensi kegiatan, membuat rancangan anggaran dan pelaporan serta membuat data kependudukan.
h.      Dampak jangka panjang
Dalam jangka panjang, diharapkan perangkat desa mampu mengolah data desa secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi atau software yang terdapat dalam  komputer dan juga mampu mengoperasikan komputer secara benar.
i.        Tindak Lanjut dan melanjutkan
Sebagai tindak lanjut dari program kerja ini diharapkan perangkat desa dapat melanjutkan pembelajaran mengenai komputer secara mandiri atau metode “tutor sebaya. Sehingga para perangkat desa nantinya dapat mengoperasikan Komputer terutama untuk software Microsoft Word dan Microsoft Excel secara baik sehingga dapat memudahkan dan meringankan dalam mengolah data desa.
Perangkat desa merupakan agen yang melanjutkan program kerja tersebut. Hal itu dikarenakan mereka harus sudah mulai sadar akan  pentingnya keterampilan  mengoperasikan komputer di zaman yang modern dan canggih ini. Dan juga diharapkan para perangkat desa lebih canggih dalam pengoperasian komputer dengan metode tutor oleh perangkat desa yang lainnya sehingga data desa dapat tersusun dengan baik.

3.      Pelatihan Tari untuk siswa SD Cablikan
Pelatihan tari merupakan sarana bagi pengembangan bakat dan minat siswa khususnya dalam bidang seni tari. Ada tiga macam tari yang akan diajarkan kepada siswa-siswa SD Cablikan, meliputi Tari Perang-Perangan, Tari Gembira, dan Tari Jatilan.
a.       Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah minggu ke-2, 3, 4, dan 5. Pada hari Kamis dan Sabtu
b.      Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah di ruang kelas SD Cablikan.
c.       Sasaran
Sasaran pelaksanaan program pelatihan Tari ini adalah untuk siswa-siswi SD Cablikan.
d.      Relevansi
     Mengajarkan tari kreasi kepada siswa-siswi SD Cablikan. Kelas 1-3 adalah tari perang-perangan. Kelas 4-6 adalah Tari gembira.
e.       Akseptabilitas
     Fungsi dari kegiatan ini adalah salah satu bentuk dalam upaya melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia, sehingga diharapkan siswa-siswa dapat menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
f.        Partisipasi
     Siswa-siswi SD Cablikan sangat berantusias dan memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Mereka selalu datang tepat waktu dan mengikuti kegiatan ini dengan serius.
g.      Kegunaan
     Kegiatan ini berguna bagi mengembangkan bakat dan minat siswa melalui kegiatan berkesenian, khususnya seni tari
h.      Dampak jangka panjang
     Dapat melatih kelenturan tubuh siswa.selain itu juga dapat menyehatkan tubuh. Karena menari dapat menghasilkan keringat.
i.        Tindak lanjut
     Tarian yang telah diajarkan dapat dipentaskan di acara-acara yang diadakan oleh sekolah. Peran serta pihak sekolah juga sangat penting. Pihak sekolah dpat mendampingi dan mengadakan kegiatan menari satu minggu sekali. Supaya siswa tidak lupa dengan gerakan yang sudah diajarkan.
j.        Yang melanjutkan
     Bapak Bambang Sukaca, S. Pd., selaku kepala SD Cablikan.

4.      Pelatihan Menggambar untuk siswa SD Cablikan
Pelatihan menggambar dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa SD Cablikan terhadap bidang seni, khususnya seni rupa.
a.       Waktu
Waktu pelaksanaan program pelatihan menggambar ini adalah minggu ke-2, 3, 4, dan 5. Pada hari Senin.
b.      Tempat
Tempat pelaksanaan program pelatihan menggambar ini adalah di ruang kelas SD Cablikan.
c.       Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah diperuntukkan untuk siswa-siswa SD Cablikan.
d.      Relevansi
Kegiatan ini diselenggarakan KKN untuk melihat dan menggembangkan potensi tentang menggambar yang dimiliki oleh anak-anak desa Cablikan.
e.       Akseptabilitas
Kegiatan mendapat respon positif oleh siswa-siswa SD.
f.        Partisipasi
Partisipasi dari anak-anak yang ada didesa cablikan cukup banyak. Karena kebanyakan dari mereka suka menggambar sehngga mereka antusias untuk mengikuti pelatihan menggambar.
g.      Kegunaan
Kegunaan diselenggarakannya kegiatan pelatihan menggambar ini dapat menggembangkan minat dan bakat anak untuk mengasah ketrampilan dalam seni melalui media gambar.
h.      Dampak kedepannya
Diharapkan anak-anak desa Cablikan dapat menggembangkan pengoptimalan otak kiri melaui media seni menggambar, dan juga dapat mengikuti lomba menggambar.
i.        Tindak lanjut : dilanjut oleh guru SD Cablikan

4.2  PROGRAM POSDAYA BIDANG EKONOMI
Program kerja yang dilaksanakan dalam bidang ekonomi terurai dalam 1 program yaitu Packaging Opak. Program ini merupakan program unggulan dari program kerja KKN UNNES Desa Cablikan 2015. Program tersebut dijelaskan dibawah ini.
1.      Packaging Opak dan Pemasaran A berupa kegiatan observasi di rumah pembuatan opak. Kegiatan ini berupa pengamatan pembuatan opak, ukuran opak, pelabelan opak, harga opak dan rencana pengemasan opak.
2.      Packaging Opak dan Pemasaran B berupa kegiatan pengemasan opak, meliputi tempat pengemasan, jumlah opak dalam satu kemasan, pemberian pelabelan, dan cara pengemasannya.
3.      Packaging Opak dan Pemasaran C berupa kegiatan memasarkan opak di alun-alun, beberapa toko, dll.
a.       Waktu
Minggu ke 3,4, dan 5.
b.      Tempat
Rumah Bapak Suyatno,  Limpung, dan Toko Oleh-oleh.
c.       Sasaran
Masyarakat
d.      Relevansi
Program ini dilatarbelakangi karena melihat bahwa opak yang menjadi salah satu makanan khas dari desa dan cukup banyak peminatnya masih menggunakan tampilan yang tradisional dan cenderung sederhana, sehingga harga yang dapat ditawarkan masih cukup minim dan terlihat kurang menguntungkan. Sehingga KKN berusaha memberikan gagasan ide untuk mengemas opak tersebut agar menjadi lebih bagus dan bernilai jual tinggi.
e.       Akseptabilitas
Dengan dilakukannya program ini diharapkan akan menambah nilai jual dari opak Cablikan tersebut.
f.        Partisipasi
Kegiatan ini di dukung oleh pihak produsen opak, para perangkat desa dan warga sekitar, karena pemasaran opak yang khas dari desa Cablikan yang dilakukan oleh KKn dapat membantu relasi dari produsen opak ke konsumen yang lebih luas dengan dipasarkannya opak ke luar dari wilayah desa Cablikan, reban. Sehingga hal ini dapat membantu produsen opak untuk menngkatkan hasil dari penjualan opak tersebut.
g.      Kegunaan
Kegiatan pemasaran opak dilakukan untuk membantu produsen opak untuk menggenalkan bahwa dari desa cablikan mempunya makanan khas yakni opak. Dan juga kegiatan pemasaran ini dapat membantu untuk menggembangkan dan memperluas daerah pemasaran dengan keluar dari wilayah desa.
h.      Dampak kedepannya
Dari pemasaran atau penjualan Opak yang telah dilakukan di Alun-alun Limpung dan sekitarnya diharapkan untuk kedepannya dapat terjangkau masyarakat yang lebih lanjut. Misalnya dapat dipasarkan diluar Batang seperti Pekalongan dan Semarang.
i.        Tindak lanjut
Untuk selanjutnya pemasaran opak dapat dilakukan dengan memasarkannya pada sebuah toko sekitar Limpung


4.3  PROGRAM POSDAYA BIDANG KESEHATAN
1.      Optimalisasi Posyandu
Program Posyandu merupakan program yang bergerak dibidang kesehatan yang memfokuskan sasaran pada kelompok balita, ibu hamil dan menyusui, dan lansia. Optimalisasi posyandu berupa kegiatan membantu posyandu seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita. Posyandu dilaksanakan satu kali perbulan.
a.       Waktu
Waktu pelaksanaan program optimalisasi posyandu ini adalah pada tanggal 17 dan 18 November 2015.
b.      Tempat
Tempat pelaksanaan program optimalisasi posyandu ini adalah di Posko KKN dan rumah siswa di Dukuh Simpar.
c.       Sasaran
Sasaran pelaksanaan program ini adalah untuk balita dan ibu-ibu pemilik balita.
b.         Relevansi
Kegiatan ini didasari oleh kurangnya perhatian ibu-ibu pemilik balita di Desa Cablikan untuk mengukur pertumbuhan balita. Sehingga pertumbuhan balita kurang terpantau.
c.         Akseptabilitas
Dengan adanya KKN, kegiatan optimalisasi posyandu mendapatkan respon yang lebih baik dari waktu sebelumnya.
d.         Partisipasi
Partisipasi dari warga Cablikan cukup berantusias. Banyak warga yang datang mengikuti kegiatan ini.kehadiran warga semakin meningkat.
e.         Kegunaan
Agar pertumbuhan balita dapat terpantau dengan baik. Sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat ketika mengetahui pertumbuhan balita kurang baik. Sehingga nantinya dapat terjamin dengan baik.
f.          Dampak kedepannya
Diharapkan warga Cablikan khususnya ibu – ibu yang memiliki balita bisa memperhatikan tumbuh kembang anaknya melalui posyandu.
g.         Tindak lanjut
Diperlukannya kesadaran dari ibu-ibu warga desa Cablikan tentang pertumbuhan anak mereka agar rutin memeriksakan tumbuh kembang anaknya.
h.      Yang melanjutkan
Bidan desa dan kader Posyandu.


2.      Penyuluhan Tumbuh Kembang
Penyuluhan tumbuh kembang berupa kegiatan pemberian pengetahuan oleh bidan desa kepada ibu-ibu pemilik balita mengenai pentingnya memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan.
a.         Waktu
Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 dan 18 November 2015.
b.    Tempat
Kegiatan ini dilaksanakan di Posko KKN dan rumah warga di Dusun Simpar
c.    Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah balita dan ibu-ibu pemilik balita
d.    Relevansi kegiatan
Penyuluhan tumbuh kembang ini berupa pemberian pengetahuan kepada ibu-ibu pemilik balita di Desa Cablikan. Kegiatan ini didasari akibat kurangnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak mereka.
e.    Akseptabilitas
Penyuluhan yang diberikan oleh ibu bidan desa, Vina Permatasari, Amd., mendapat respon cukup positif oleh ibu-ibu pemilik balita. Terbukti, sebanyak 53 ibu-ibu beserta balitanya datang dalam kegiatan ini.
f.     Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam program ini cukup baik. Terbukti dengan keikutsertaan ibu-ibu dalam diskusi yang diselenggarakan. Mereka menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh Bidan. Selain itu, mereka juga bertanya mengenai apa yang ingin mereka ketahui.
g.    Kegunaan
Program tersebut dapat memberikan informasi tentang pentingnya tumbuh kembang balita. Sehingga harapannya kesehatan balita akan terjamin.
h.    Dampak Jangka Panjang
Dengan diadakanya kegiatan penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan diharapkan akan dapat menciptakan generasi yang sehat, unggul dan sejahtera.
i.      Tindak Lanjut
Kegiatan serupa akan dilakukan oleh bidan desa dan masyarakat untuk tiap bulannya, dengan materi yang berbeda.
j.      Yang Melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh bidan desa dan kader kesehatan/ Posyandu.
3.      Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan
Penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan merupakan kegiatan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan kebersihan yang meliputi kebersihan tangan dan gigi.
a.       Waktu
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah pada tanggal 10, 13, 23, dan 27 November 2015
b.    Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di SD Cablikan dan TK Adisiwi.
c.    Sasaran
Sasarn pelaksanaan kegiatan ini adalah siswa SD Cablikan dan siswa TK Adisiwi.
d.    Relevansi kegiatan
Kegiatan ini didasari dengan keluhan dari bidan desa mengenai kebersihan siswa-siswa SD Cablikan. Sehingga harapannya dengan adanya kegiatan yang sederhana ini bisa memulai dan menyadarkan arti pentingnya kesehatan tubuh bagi anak-anak.
e.    Akseptabilitas
Kegiatan ini mendapatkan respon positif oeh seluruh pihak SD Cablikan dan TK Adisiwi. Mereka mengikuti kegiatan dengan sangat semangat.
f.     Partisipasi
Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD Cablikan dan TK Adisiwi dengan baik. Mereka menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Serta mempraktikkan cara menggosok gigi dan mencuci tangan dengan benar.
g.    Kegunaan
Program ini berguna bagi kesehatan tubuh siswa-siswa SD Cablikan dan TK Adisiwi. Dari kegiatan ini menyadarkan mereka akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Sehingga harapanya kesehatan anak-anak Cablikan dapat terjamin.
h.    Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terpeliharanya kesehatan anak-anak Desa Cablikan. Dengan melakukan kegiatan ini dengan teratur, nantinya akan membuat anak-anak terhindar dari penyakit
i.        Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah munculnya kesadaran siswa akn pentingnya kesehatan tubuh. Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan mendapatkan dukungan dari pihak sekolah maupun orang tua.
j.        Yang Melanjutkan
Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh bidan desa dengan bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua siswa.
4.      Penyuluhan HIV AIDS dan Anemia
a.    Waktu
Program Penyuluhan Anemia dan HIV AIDS dilakukan pada hari minggu tanggal 29 November 2015.
b.      Tempat
Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di Balai Desa Cablikan.
c.       Sasaran
Program yang bergerak di bidang kesehatan ini memfokuskan sasaran pada kelompok remaja yang berusia 13 – 19 tahun. 
d.      Relevansi
Pada kegiatan ini, remaja diberikan informasi-informasi mengenai penyakit yang biasa diderita oleh remaja yaitu penyakit Anemia dan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang sangat mematikan yaitu penyakit AIDS. Informasi tersebut disampaikan oleh pemateri yang ahli di bidang kesehatan yaitu Bidan Vina Permatasari, Amd.
Remaja perlu mendapatkan informasi mengenai AIDS agar mereka dapat menghindarkan diri dari faktor-faktor penyebab penyakit tersebut dan dapat memilih pergaulan yang baik. Oleh karena itu, informasi tentang kedua penyakit ini sangat penting bagi remaja.
Fungsi penyuluhan anemia dan HIV AIDS adalah agar para remaja sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit Anemia dan AIDS. Melalui kegiatan ini, remaja diberikan informasi mengenai pengertian, bahaya, ciri-ciri pengidap, penyebab serta langkah pencegahan penyakit Anemia dan AIDS.
e.       Akseptabilitas
Kegiatan ini mendapat respon positif bagi remaja Desa Cablikan.
f.        Partisipasi
Remaja yang ada di desa Cablikan cukup banyak. Sebanyak 80 undangan penyuluhan Anemia dan HIV AIDS disebar untuk remaja Cablikan. Respon positif muncul dari remaja Cablikan. Lebih dari 50% undangan, tepatnya 53 remaja  hadir dalam acara penyuluhan tersebut. Antusias remaja tak hanya dilihat dari banyaknya remaja yang datang tetapi dapat dilihat juga dari keaktifan remaja saat penyuluhan berlangsung. Remaja aktif untuk bertanya kepada pemateri terkait dengan penyakit anemia dan AIDS.
Hambatan yang ditemui dari kegiatan ini adalah sebagian besar remaja Cablikan sudah bekerja. Hanya beberapa saja yang masih sekolah di bangku SMP maupun SMA.  Selain itu, kegiatan penyuluhan tentang penyakit ini jarang sekali diadakan sehingga remaja merasa takut untuk mengikuti penyuluhan. Hal yang ditakutkan oleh remaja adalah jika ada pemeriksaan kesehatan. Inilah yang menyebabkan tamu undangan tidak 100% hadir. Usaha yang telah dilakukan untuk menekan hambatan tersebut yaitu mengumumkan kegiatan penyuluhan di acara Tahlilan. Acara tersebut diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putri. Selain memberikan pengumuman, tak lupa juga diberikan pengertian bahwa pada kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AIDS peserta hanya mendengarkan dan tidak ada kegiatan pemeriksaan penyakit AIDS.
Hasil yang didapatkan dari kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AIDS ini adalah para remaja menjadi paham akan penyakit anemia dan AIDS, apa saja gejalanya, apa bahayanya dan bagaimana cara pencegahannya. Remaja Cablikan juga menjadi lebih sadar untuk selalu menjaga kesehatan.
g.      Kegunaan
Kegunaan kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AIDS adalah memberikan informasi kepada remaja tentang penyakit Anemia dan AIDS serta menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, menjaga kekebalan tubuh dan menjauhi pergaulan bebas agar terhindar dari penyakit Anemia dan AIDS. Selain itu agar remaja dapat menjadi lebih awas dalam mendeteksi secara dini terhadap penyakit anemia dan AIDS serta mampu bertindak secara tepat jika mengidap penyakit tersebut.
j.           Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang dari kegiatan penyuluhan anemia dan HIV AID adalah kegiatan penyuluhan anemia dapat menekan angka gizi buruk. Dengan penyuluhan ini, dapat membantu menyadarkan para remaja untuk memperhatikan pola makan dan asupan gizi seimbang serta olahraga dan istirahat yang cukup. Dengan begitu, para remaja dapat hidup dengan sehat tanpa kekurangan gizi, terhindar dari penyakit Anemia dan dapat melakukan aktivitas sebagai mana mestinya. Sedangkan penyuluhan HIV AIDS dapat menekan angka penderita AIDS dan angka kematian akibat penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. Hal ini karena kegiatan penyuluhan AIDS dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan. Para remaja akan lebih menyadari bahwa AIDS adalah penyakit yang mematikan sehingga perlu menjaga kesehatan tubuh, menjauhi pergaulan bebas seperti seks bebas, menato tubuh, memakai narkoba terutama yang memakai suntik dan lain-lain.
k.    Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari kegiatan ini dapat dilakukan oleh orang tua. Diperlukan peran serta orang tua dari masing-masing remaja untuk mengingatkan dan memberikan makanan yang bergizi agar remaja dapat terhindar dari penyakit anemia. Selain itu diperlukan juga peran serta  orang tua untuk memantau pergaulan putranya. Hal ini dimaksudkan agar remaja tersebut tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat menyebabkan tertular penyakit AIDS.
l.      Yang Melanjutkan
Kegiatan penyuluhan tentang kesehatan remaja seperti ini sangat perlu untuk dilanjutkan. Mengingat kesehatan adalah modal utama untuk melakukan semua aktivitas. Apalagi remaja adalah aset bangsa dimana remaja sebagai generasi penerus bangsa. Maka, kesehatan remaja perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kader kesehatan desa Cablikan harus mampu melanjutkan kegiatan di bidang kesehatan ini.

4.4  PROGRAM POSDAYA BIDANG LINGKUNGAN DAN INFRASTRUKTUR
1.      Kerja Bakti
a.       Waktu
      Minggu ke-2.
b.      Tempat
      Dukuh Cablikan
c.       Sasaran
      Masyarakat
d.      Relevansi kegiatan
      Membangun sebuah masjid dengan menggunakan tenaga sendiri atau dilakukan oleh masyarakat Desa Cablikan
e.       Akseptabilitas
      Fungsi kerja bakti ini adalah untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong kepada masyarakat Desa Cablikan. Sudah menjadi tradisi bahwa pada Desa Cablikan ini diadakan kerja bakti yang memiliki tujuan. Program kerja bakti yang dilaksanakan ini membangun sebuah masjid dengan tenaga masyarakat Desa Cablikan tanpa yang diikuti oleh masyarakat sekitarnya.
f.        Partisipasi Masyarakat
      Antusias masyarakat Desa Cablikan sangatlah baik, masyarakat sangat senang dengan adanya kerja bakti ini. Kerja bakti yang dilaksanakan sungguh banyak yang mengikuti sehingga untuk membangun sebuah kubah hanya dilakukan sehari bisa terselesaikan.
g.      Kegunaan
      Dari program ini antara lain untuk meningkatkan rasa kebersamaan yang tinggi dan gotong royong. Mempertemukan masyarakatuntuk menjalin silahturahmi yang baik antar warga.
h.      Dampak jangka panjang
      Memberitahukan kepada masyarakat bahwa dengan diadakan kerja bakti maka rasa kebersamaan, gotong royong dan silahturahmi semakin tinggi, serta  masyarakat akan merasa ketagihan menjalankan kerja bakti ini secara rutin.
i.        Tindak Lanjut dan Pihak yang Melanjutkan
      Diperlukan peran seseorang yang dapat menjalankan atau menggerakan program kerja bakti supaya kegiatan kerja bakti dapat berjalan rutin.Yang melanjutkanwarga masyarakat Desa Cablikan

2.      Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam
a.    Waktu
Minggu ke-5.
b.    Tempat
Halaman TK Adisiwi.
c.    Sasaran
Ibu-ibu Pkk dan kelompok Tani
d.    Relevansi
Pelaksanaan program pemanfaatan media bekas sebagai media tanam khususnya menggunakan plastik bekas adalah karena melihat banyaknya limbah plastik yang banyak dan tak ada tempat pembuangan akhir menjadikan mahasiswa KKN dengan bantuan penyuluh kelompok tani untuk mengusungkan menanam menggunakan media plastik bekas sebagai pengganti pot untuk menanam tanaman sayur maupun toga.
e.    Akseptabilitas
Program ini diperuntukan sebagai salah satu cara untuk menangani masalah sampah khususnya limbah plastic. Karena keterbatasan pengetahuan untuk mengolahnya menjadi barang daur ulang sehingga terpikirkan plastic bekas tersebut dijadikan sebagai media tanam pengganti pot atau sejenisnya, yang disamping mudah didapat juga dapat mengurangi limbah sampah yang berserakan dan sukar musnah tersebut.
f.     Partisipasi
Pada pelaksanaan program tersebut terlihat partisipasi yang cukup mengagumkan dari para ibu PKK dan kelompok tani dari desa Cablikan meskipun pada saat itu kita terhambat dengan adanya hujan yang turun lebat.
g.    Kegunaan
Memberikan kegiatan positif terhadap warga untuk menjadikan barang-barang disekitar sebagai media bercocok tanam, tanpa mengeluarkan biaya banyak.
h.    Dampak Kegiatan
Dampak kedepan agar masyarakat sendiri lebih bias memilah milih mungkin mana sampah yang masih bias di olah dan mana yang tidak. Semoga masyarakat lebih bisa berpikir kreatif dalam menyikapi hal-hal yang berada di sekitar lingkungan mereka.
i.      Tindak lanjut
Tindak lanjut dari program pemanfaatan media bekas sebagai media tanam ini selain memanfaatkan barang bekas di sekitar juga membantu para ibu-ibu  dalam menghasilkan bahan untuk memasak atau obat, tidak perlu beli, tapi bisa menanamnya sendiri dan hasilnya bisa di gunakan sendiri. Yang melanjutkan adalah warga desa khususnya ibu-ibu PKK dan kelompok tani.

3.      Penanaman Pohon
a. Waktu Pelaksanaan
Program Penanaman pohon merupakan program kerja KKN Unnes 2015 di bidang lingkungan dan inftrastruktur. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan sekitar lokasi KKN, serta sebagai salah satu wujud konservasi yang dilakukan mahasiswa. Pohon yang ditanam dalam program ini adalah pohon produktif antara lain cengkeh, suren dan sengon. Pohon produktif artinya dapat dimanfaatkan pula oleh masyarakat setempat bukan hanya sekadar untuk penghijauan lingkungan semata. Program ini dilaksanakan pada minggu ke-6 pelaksaaan KKN Lokasi II Unnes 2015 yaitu tepatnya pada hari Senin, 7 Desember 2015, bertempat di lapangan sepakbola (pinggir lapangan) Desa Cablikan, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Sasarannya yaitu masyarakat desa Cablikan sendiri. Penanaman pohon dilaksanakan pada pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Dengan rincian kegiatan yaitu pembersihan zona penghijauan, penggalian tanah dengan kedalaman kurang lebih 1m, dan yang terakhir penanaman bibit pohon.
b.   Hambatan dan Usaha Mengatasi
Hambatan yang didapat yaitu turun hujan saat penanaman pohon berlangsung sehingga sedikit terhambat (waktu pelaksaan sedikit mundur) dari yang awalnya dijadwalkan pukul 09.00 sudah dimulai, menjadi pukul 09.45. Selebihnya tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan program penanaman pohon dikarenakan tempat dan lokasi penanaman sangat luas dan strategis.
c.  Hasil
Hasil yang dicapai yaitu bibit pohon yang sudah tertanam sebanyak 63 bibit pohon dengan rincian bibit pohon cengkeh berjumlah 11, suren berjumlah 21, dan sengon berjumlah 31. Hasil yang diharapkan dengan program penanaman pohon ini adalah memberi manfaat jangka panjang dalam rangka meningkatkan konservasi lingkungan khususnya di desa Cablikan.

d.   Relevansi, Akseptabilitas dan Partisipasi Masyarakat
Penanaman pohon merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kondisi lingkungan yang asri. Dengan adanya pohon maka lingkungan menjadi semakin rindang dan udara juga makin terasa sejuk. Bukan hanya itu, dengan adanya pohon yang ditanam kelak akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penanaman pohon ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari respon masyarakat yang berpartisipasi dalam penanaman pohon. Apalagi setelah masyarakat tahu bahwa bibit yang akan ditanam sebagai wujud program konservasi KKN Unnes 2015 adalah cengkeh, suren, dan sengon. Kondisi tanah di Desa Cablikan memang berupa perbukitan dengan iklim sejuk, makaketiga bibit pohon yang ditanam tersebut sangat cocok apabila ditanam di area Desa Cablikan.
e.                       Kegunaan
Kegunaan penanaman pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kerindangan lingkungan dan tentunya menjadikan udara menjadi semakin sejuk dan bersih.
f.                        Dampak Jangka Panjang
Dampak jangka panjang yaitu bibit pohon yang ditanam akantumbuh dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya tanah longsor, kemudian buahnya dapat menambah ekonomi masyarakat, serta kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun untuk industri meubel.
g.Tindak Lanjut dan Pihak yang Melanjutkan
Tindak lanjut dalam kegiatan ini diserahkan kepada masyarakat setempat untuk merawat bibit pohon yang telah ditanam dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat tersebut. Pihak yang akan melanjutkan program tersebut bisa dari masyarakat desa Cablikan sendiri yang akan terus menanam bibit pohon produktif dan juga oleh Mahasiswa KKN Unnes di tahun-tahun berikutnya.






















BAB V
PENUTUP

5.1    Simpulan
1.   Bidang Pendidikan meliputi beberapa program yaitu :
a.         Wasis (Wayahe Sinau Sesarengan), hasil yang dicapai yaitu siswa Sd dan SMP antusias mengikuti Wasis sehingga hasil belajar pada masing-masing siswa meningkat.
b.        Sitar (Sinau Tari), hasil yang dicapai yaitu siswa SD Cablikan mampu menari dan mengembangkan bakat menarinya. Siswa mampu menari tarian kreasi yaitu tari perang-perangan dan tari gembira.
c.         Sigar (Sinau Gambar), hasil yang dicapai adalah siswa SD Cablikan mampu mengekspresikan diri lewat gambar-gambar. Siswa mampu mengembangkan bakatnya dan membuat karya seni yang kreatif.
d.        Klotok (Kelompok Pelatihan Komputer), hasil yang dicapai adalah terciptanya perangkat desa yang berkompeten di bidang IT. Hal ini berpengaruh pada peningkatan pelayanan masyarakat. Perangkat desa menjadi lebih mampu meberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat desa Cablikan.
2.   Bidang ekonomi meliputi beberapa program yaitu :
a.       Packaging dan pemasaran opak, hasil yang dicapai adalah meningkatnya perekonomian industri rumah tangga opak singkong. Pendapatan dapat meningkat sekitar 100%.
3.   Bidang Kesehatan meliputi beberapa program yaitu :
a.         Optimalisasi Posyandu, hasil yang dicapai adalah pertumbuhan dan perkembangan balita terpantau karena saat posyandu dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
b.        Penyuluhan Sikat Gigi dan Cuci Tangan, hasil yang dicapai adalah meningkatnya kebiasaan baik siswa yaitu sikat gigi dua kali sehari dan mencuci tangan dengan benar ketika tangan mulai kotor serta meningkatnya kesehatan siswa SD Cablikan dan TK Adisiwi.
c.         Penyuluhan Anemia dan HIV AIDS, hasil yang dicapai adalah kesadaran para remaja untuk selalu menjaga kesehatan dan pergaulannya agar terhindar dari penyakit anemia dan AIDS.
d.        Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak, hasil yang dicapai adalah pemahaman ibu-ibu mengenai pentingnya mengikuti posyandu serta pemahaman perkembangan balita melalui KMS (Kartu Menuju Sehat). Selain itu ibi-ibu menjadi lebih memperhatikan kesehatan anaknya.
4.      Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup meliputi beberapa program yaitu :
a.       Kerja Bakti, hasil yang dicapai adalah pembangunan masjid menjadi lancar dan kubah masjid telah selesai dibuat. Selain itu, kegiatan inin juga meningkatkan rasa kebersamaan yang tinggi terhadap sesame.
b.      Penaman Pohon, hasil yang dicapai adalah lingkungan menjadi lebih rindang dan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon yang produktif artinya pohon yang ditanam bukan hanya berfungsi sebagai penghijau lingkungan saja, namun juga dapat bermanfaat bagi masyarakat.
c.       Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Tanam, hasilnya adalah sampah plastik dalam rumah tangga dapat berkurang, bahkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam. Tanaman  yang ditanam yaitu jahe, kunyit, sawi,  cabai, daun bawang, dan kencur.

5.2    Saran
1.      Bagi Warga Masyarakat Desa Cablikan
Diharapkan dengan adanya program KKN dari Universitas Negeri Semarang melalui tim KKN Lokasi UNNES 2015, warga masyarakat Cablikan dapat melanjutkan program yang telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Mengembangkan lebih luas, berdaya-guna dan lebih bernilai demi kemajuan Desa Cablikan. Warga masyarakat lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cablikan, terutama dalam mengikuti kegiatan-kegiatan bermasyarakat.
2.      Bagi Kecamatan Reban
Diharapkan dengan adanya program KKN dari Universitas Negeri Semarang melalui tim KKN Lokasi UNNES 2015, warga masyarakat kecamatan Reban dapat berbenah untuk menuju kesejahteraan melalui program posdaya yang dilaksanakan oleh warga masyarakat sendiri dari adanya motivasi tim KKN UNNES se-kecamatan Reban.
3.      Bagi Universitas Negeri Semarang
Diharapkan bagi Universitas Negeri Semarang sebelum program KKN dimulai, sebaiknya dilakukan observasi langsung ke lokasi KKN. Secara resmi dilakukan baik itu dari pihak mahsiswa maupun panitia KKN, agar waktu pembekalan KKN hal-hal hasil observasi ke lokasi KKN dapat dibahas dan didiskusikan lewat forum pembekalan KKN.



















Lampiran 1

BIODATA MAHASISWA KKN LOKASI TAHAP II
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN
KABUPATEN BATANG

1.      Nama                 : Bagus Eko Retnadi
NIM                   : 2501411077
Jabatan               :  Kormades
TTL                    : Tegal, 11 Maret 1994
Alamat               : Ds. Pagedangan, Kec. Adiwerna, Kab. Tegal
Jurusan               : Pend. Seni Drama, Tari dan Musik
Fakultas             : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 640 446 335

2.      Nama                 : Brillian Fajar Pradana
          NIM                   : 3401412122
          Jabatan               : WaKormades
          TTL                    : Purbalingga, 19 Desember 1993
          Alamat               : Kaligondang, RT 03 / RW 04, Kec. Kaligondang, Kab.
                                      Purbalingga
          Jurusan               : Sosiologi dan Antropologi
          Fakultas             : Fakultas Ilmu Sosial
          Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 082 329 329 909

3.      Nama                 : Siti Insaroh
NIM                   : 3301412036
Jabatan               : Sekertaris
TTL                    : Tuban, 25 Oktober 1993
Alamat               : Ds. Demit, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban/
Jurusan               : PPKn
Fakultas             : Fakultas Ilmu Sosial
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 784 472 625

4.      Nama                 : Indah Puji Lestari
NIM                   : 5302412091
Jabatan               : Sekertaris
TTL                    : Semarang, 3 Maret 1994
Alamat                : Jl. Menoreh 1 No. 4 Sampangan, Semarang
Jurusan               : Teknik Elektro
Fakultas             : Fakultas Teknik
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 640 937 286

5.      Nama                  : Riani Dwi Ristiana
NIM                   :  2101412127
Jabatan               : Bendahara
TTL                    : Wonosobo, 26 Agustus 1994
Alamat               : Karang Luhur 07/03, Kalianget, Wonosobo.
Jurusan               : Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas             : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 743 071 141

6.      Nama                  : Ernis Rositarini
NIM                   :  2601412010
Jabatan               : Bendahara
TTL                    : Wonogiri, 14 April 1994
Alamat               : Ds.Mirahan Tanjung Sari, Kec. Jati Srono, Kab. Wonogiri
Jurusan               : Bahasa Jawa
Fakultas             : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 600 480 873

7.      Nama                  : Riwan Sutandi
NIM                   : 3101412084
Jabatan               : Anggota
TTL                    : Manna, 30 Juni 1994
Alamat               : Jl. H. Awaludin (Jl. BLK), Manna Bengkulu Selatan,
                              Bengkulu
Jurusan               : Sejarah
Fakultas             : Fakultas Ilmu Sosial
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 0821 3875 4259

8.      Nama                  : Putri Mei Wahyuni
NIM                   : 4401412034
Jabatan               : Anggota
TTL                    : Tuban, 10 Juni 1993
Alamat               : Desa Tergambang, Kec. Bancar, Kab. Tuban
Jurusan               : Biologi
Fakultas             : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 600 288 590

9.      Nama                  : Indri Septiana
NIM                   : 2401412079
Jabatan               : Anggota
TTL                    : Pekalongan, 13 September 1995
Alamat               : Desa Kaliboja RT 01 RW 02, Paninggaran , Pekalongan
Jurusan               : Seni Rupa
Fakultas             : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 641 581 124

10.  Nama                  : Khoirunnisa’
NIM                   : 2501412125
Jabatan               : Anggota
TTL                    : Kulon Progo, 5 Oktober 1994
Alamat               : Pripih RT 57/16, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo
Jurusan               : Pend. Seni Drama, Tari dan Musik
Fakultas             : Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : 085 743 947 742 / 089 630 206 556

11.  Nama                  :  Yulia Ratnasari
NIM                   :  6102412001
Jabatan               : Anggota
TTL                    : Rembang, 22 Juli 1993
Alamat               : Desa Sale, kec. Sale, Kab. Rembang
Jurusan               : PJKR (Pend. Jasmani Kesehatan dan Rekreasi)
Fakultas             : Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas         : Universitas Negeri Semarang
No. Telp.            : -







Lampiran 2

TABEL PENDATAAN REGISTER KELUARGA POSDAYA
“MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN  KABUPATEN BATANG


























Lampiran 3

PETA KELUARGA POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG



























Lampiran 4

DATA BASIS POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG



























Lampiran 5

SURAT KEPUTUSAN PEMBENTUKAN POSDAYA
 “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG


PEMERINTAH KABUPATEN BATANG           
 KECAMATAN REBAN  KELURAHAN CABLIKAN     
 JalanTembusBalaiKelurahanKodePos 50229 Kota Semarang
 

SURAT KEPUTUSAN
Nomor : 1675/SK/GP/Tahun2012

Tentang
PEMBINAAN POSDAYA DAN SUSUNAN PENGURUS
LURAH CABLIKAN

MENIMBANG          :  Bahwa untuk menjamin terlaksananya kegiatan
 Pemberdayaan Keluarga perlu dibentuk Pos Pemberdayaan    
 keluarga (POSDAYA) Beserta susunan pengurusnya.

MENGINGAT            :  1.Undang - UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang
                         Pemerintahan Desa
  2.PeraturanPemerintah No 72 Tahun 2005 TentangDesa
  3.Peraturan Menteri dalam Negeri No 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan
4. KeputusanMenteridalamNegri No 53 Tahun 2000
Tentang Gerakan Pemberdayaaan dan      Kesejahteraan  /  Keluarga

MEMPERHATIKAN : Hasil Lokakarya Mini KKN Kelurahan Cablikan tanggal 
         November  2015
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
PERTAMA     : MEMBINA Pos Pemberdayan Keluarga (POSDAYA)
             “MAKMUR KONSERVASI” dengan susunan pengurus                          
              seperti tercantum dalam  lampiran Surat Lampiran ini
KEDUA          : Menugaskan Kepada pengurus untuk mengelola dan
              melaksanakan kegiatan dalam pos daya
KETIGA         : 1. Surat Keputusan ini berlaku sejak diterapkan
                          2. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat ini akan di tinjau
                  kembali untuk diadakan perbaikan


Ditetapkan di  : Ds. Cablikan
PadaTanggal   :
Lurah               :





                                                                        Setyati


  Lampiran 6

Ringkasan Data POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG



























Lampiran 7

€TABEL PENANAMAN POHON
 POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG

Jenis Pohon
Jumlah Pohon
Lokasi Penanaman
Sumber Pohon
Estimasi Dana
(Rp)
Cengkeh
11
Di Sepanjang jalan Ds. Bumiaji


Sengon
31
Di lapangan Ds. Bumiaji


Suren
21
Di lapangan Ds. Bumiaji


















Lampiran 8

PETA WILAYAH
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG





























Lampiran 9

TABEL PROGRAM KERJA
 POSDAYA “MAKMUR KONSERVASI”
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG















Lampiran 10

FOTO KEGIATAN
 KKN LOKASI UNNES 2015
DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG



No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...