About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Saturday, 8 June 2019

DINAMIKA KEBUDAYAAN TIONGHOA DI INDONESIA “Pada Era Demokrasi Terpimpin sampai Orde Baru”


Kelompok 4
Mifta Ulzanah (3101412053)
Prita Wulandari (3101412059)
Syaiful Yuhdi (3101412074)
Intan Wahyuningsih (3101412077)
Siti Rahmawati (3101412079)
Aminatul Fitriah (3101412083)
Riwan Sutandi (3101412084)

DINAMIKA KEBUDAYAAN TIONGHOA DI INDONESIA
“Pada Era Demokrasi Terpimpin sampai Orde Baru”

Rumusan Masalah:
1)      Bagaimana kebijakan politik di Indonesia dalam mempengaruhi kebudayaan Cina di Indonesia pada era Demokrasi Terpimpin sampai Orde Baru ?
2)      Bagaimana peran tokoh-tokoh Indonesia terhadap Perkembangan kebudayaan Tionghoa ?
3)      Bagaimana Kebudayaan Tionghoa dalam mempengaruhi Perkembangan Ekonomi, sosial dan Budaya di Indonesia?

SUB JUDUL:
1)      Bagaimana kebijakan politik di Indonesia dalam mempengaruhi kebudayaan Tionghoa di Indonesia pada era Demokrasi Terpimpin sampai Orde Baru ?
a.       Sejarah Masuknya kebudayaan tionghoa Di Indonesia
b.      Perkembangan Kebudayaan tionghoa di Indonesia
c.       Pengaruh kebijakan politik pada masa demokrasi terpimpin terhadap kebudayaan tionghoa
d.      Pengaruh kebijakan politik pada masa orde baru terhadap kebudayaan tionghoa
e.       Dampak kebijakan politik terhadap kebudayaan tionghoa pada masa demokrasi terpimpin dan orde baru.

2)      Bagaimana peran tokoh- tokoh Indonesia terhadap perkembangan kebudayaan Tionghoa ?
a.       Soekarno dan kebudayaan tionghoa
b.      Soeharto dan kebudayaan tionghoa
c.       Abdurrahman wahid dan kebudayaan tionghoa

3)      Bagaimana Kebudayaan Tionghoa dalam mempengaruhi Perkembangan Ekonomi, sosial dan Budaya di Indonesia ?
a.       Pengaruh Kebudayaan Tionghoa dalam Perkembangan Ekonomi di Indonesia
b.      Pengaruh kebudayaan Tionghoa dalam perkembangan Sosial di Indonesia
c.       Pengaruh Kebudayaan Tionghoa dalam Perkembangan Budaya di Indonesia
d.      Bentuk-Bentuk  Kebudayaan Tionghoa di Indonesia.

ASUMSI AWAL:
1.      Bagaimana kebijakan politik di Indonesia dalam mempengaruhi kebudayaan Tionghoa di Indonesia pada era Demokrasi Terpimpin sampai Orde Baru ?
Perkembangan kebudayaan tionghoa di Indonesia tidak serta merta mulus tanpa ada hambatan. Dimana pada saat kekuasaan di tangan penguasa maka segala sesuatu ditentukan oleh penguasa yang bersangkutan dalam memenuhi kepentingannya untuk menjalankan roda pemerintahan. Yaitu salah satunya kebijakan politik yang diambil oleh penguasa pada saat itu, dimana kebijakan politik pada saat itu sangat menentukan bagaimana perkembangan kebudayaan tionghoa pada saat itu. Etnis Tionghoa adalah etnis yang sejak lama ada di Indonesia yang merupakan etnis nomor dua setelah masyarakat kulit putih pada masa era kolonial, baru kemudian etnis pribumi, atau warga Indonesia asli. Di Indonesia masyarakat Tionghoa dibagi menjadi dua yaitu masyarakat Tionghoa asli (totok), atau yang memang datang langsung dari China, sehingga masih kaku dan sulit berbahasa Indonesia dan berbudaya Indonesia. Kemudian yang kedua adalah masyarakat Tionghoa peranakan yang merupakan masyarakat Tionghoa keturunan, atau tidak langsung datang dari China. Sehingga sudah seperti rakyat Indonesia sendiri (penduduk pribumi). Pada saat Orde Baru terjadi diskriminasi terhadap kebudayaan Tionghoa, hal tersebut bisa dilihat dalam beberapa bidang
1.         Budaya
Pada masa Orde Baru warga keturunan Tionghoa dilarang berekspresi. Sejak tahun 1967, warga keturunan Tionghoa dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia kedudukannya pun berada di bawah warga pribumi. Pelarangan terhadap Kesenian barongsai secara terbuka, perayaan hari raya Imlek, Etnis Tionghoa harus mengganti nama Tionghoa mereka, pelarangan penggunaan bahasa sehari-hari yang jelas mempersulit mereka untuk melestarikan bahasa sosial antar sesama etnis, pengobatan Tionghoa tradisional dan pemakaian Bahasa Mandarin.
2.         Agama
Agama yang dianut oleh para etnis Tionghoa yaitu Kong Hu Cuisme. Agama Kong Hu Chuisme dipermasalahkan oleh pemerintah pada saat zaman Soeharto. Pada Bulan April 1979 Pemerintah Indonesia bersama Menteri Agama Alamsjah Perwiranegara membuat kebijakan bahwa  agama Kong Hu Cu akan dikelola di bawah Dirjen Hindu dan Budha.
3.         Politik
Para pelaksana birokrasi melakukan praktik diskriminatif kepada WNI keturunan Tionghoa. Biro-biro pelayanan umum sengaja mempersulit pelayanan kepada etnis Tionghoa. Adanya penerapan ketentuan administratif  tentang Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia  (SBKRI),dan tujukan kepada warga negara Indonesia (WNI) etnis Tionghoa beserta keturunan-keturunannya. Namun penerapan SBKRI sama artinya dengan upaya yang menempatkan WNI Tionghoa pada posisi status hukum WNI yang "masih dipertanyakan".
4.         Sosial
Pemerintah ingin membentuk sebuah masyarakat multietnis menjadi sebuah bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Motto Bhineka Tunggal Ika (Persatuan dalam perbedaan) mengakui berbagai kelompok etnis di Indonesia. Moto tersebut berlaku terhadap minoritas pribumi regional ini tetapi tidak berlaku terhadap etnis Tionghoa. Tujuan kebijakan Indonesia ini adalah menyerap Etnis Tionghoa ke dalam kelompok pribumi.
 Surat kabar pun yang berbahasa Mandarin yang ada di Indonesia yang diizinkan terbit hanya Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia, dimana surat kabar ini biasanya terdiri dari 8 halaman, 4 halaman ditulis dengan menggunakan Bahasa Mandarin/Tionghoa sedangkan halaman yang lain ditulis dengan Bahasa Indonesia. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI.
2.      Bagaimana peran tokoh- tokoh Indonesia terhadap perkembangan kebudayaan Tionghoa ?
3.      Bagaimana Kebudayaan Tionghoa dalam mempengaruhi Perkembangan Ekonomi, sosial dan Budaya di Indonesia ?
Masuknya kebudayaan asing ke dalam suatu daerah tidak serta merta hanya sebagai penghias atau penambah koleksi budaya di daerah tersebut. Dimana kebudayaan yang masuk pasti akan mempengaruhi setiap bidang kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, baik di bidang ekonomi, sosial, dan Budaya. Kebudayaan tionghoa yang masuk ke indonesia juga mempengaruhi perkembangan bidang-bidang tersebut. Di dalam bidang ekonomi kita ketahui pada saat pemerintahan soekarno maupun soeharto hampir di setiap daerah di Indonesia perekonomiannya di dominan oleh orang-orang tiongho terutama di dalam perdagangan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena ketekunan dan keuletan orang-orang tionghoa dalam menjalankan prinsip mereka dalam berdangan, yaitu “Boleh untung sedikit tapi laku banyak”. Hal inilah yang juga banyak ditiru oleh orang-orang indonesia dalam melakukan usaha-usaha mereka. Di bidang sosial dan kebudayaan, kebudayaan tionghoa juga mempengaruhi kebudayaan Indonesia, dimana kita temukan akulturasi-akulturasi dari 2 kebudayaan sehingga menjadi lebih menarik. Selain itu juga prilaku sosial kehidupan masyarakat indonesia seperti makan menggunakan sumpit dan masuknya makanan-makanan khas tionghoa juga mempengaruhi kehidupan sosial dan mata pencaharian baru bagi masyarakat Indonesia.


No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...