About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Friday, 7 June 2019

PEMBERONTAKAN DI/TII DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA



PEMBERONTAKAN DI/TII DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Kontemporer
Dosen Pengampu : Insane Fahmi Siregar, S.Ag., M.Hum
Kelompok :
Tri Maheni                  ( 3101412061)
Abdurahman khubaib (3101412066)
Sulton Muzaki            (3101412056)
Dita Desiana               ( 3101412060)
Lutfi arif w                  (3101412069)
Yoko Supriyanto         ( 3101412070)
PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Gagasan negara islam tumbuh dalam diri kartosuwiryo pada akhir 1920an saat ia bergabung dengan syariat islam, partai politik islam di indonesia yang bercita- cita menegakkan syariat islam di indonesia. Paham wahhabi masuk ke indonesia belasan tahun setelah wafatnya syaikh muhammad bin abdul wahhab, tokoh pendiri gerakan wahhabi. Berawal dari ibadah haji, pada 1803 tiga jamaah haji dari minangkabau pulang membawa oleh-oleh ajaran salafy. Mereka membentuk kelompok kaum padri dan menyebarkan ajaran ini di tanah minang. Kaum padri melarang masyarakatnya untuk melakukan minuman keras, sambung ayam dll1.
Gerakan NII ini yang bertujuan untuk menjadikan republik indonesia menjadi sebuah negara yang mnerapkan dasar agama islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinnya tertulis bahwa “ hukum yang berlaku di negara indonesia adalaukum islam” atau lebih jelasnya lagi, didalam undang-undang tertulis bahwa “ negara berdasarkan islam “ dan “ hukum tertinggi adalah al qur ‘an dan hadist”. Proklamasi negara islam indonesia (NII ) menyatakan dengan tegas bahwa kewajiban negara untuk membuat undang-undang berdasarkan syari’at islam.
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat berawal dengan ditandatanganinya Persetujuan Renville pada 17 Januari 1948 .Sekar Marijan Kartosuwiryo mendirikan Darul Islam (DI) bersama pasukannya yang terdiri atas Hizbullah dan Sabillah. Ia menolak untuk membawa pasukannya ke Jawa Tengah dan tidak mengakui lagi keberadaan RI. Sementara itu, pada september 1965 terjadi huru hara politik di indonesia sejumlah tentara berhaluan kiri menculik dan membunuh enam jendral serta seorang letnan. Dalam hitungan hari pasukan angkatan darat yang dipimpin mayjen soeharto berhasil melumpuhkan pasukan ini. PKI dituding berada dibalik aksi pembunuhan ini. Kaum pelajar, mahasiswa serta umat islam yang dibantu pasukan angkatan darat untuk membubarkan partai komunis indonesia dan menyuruh presiden soekarno untuk mundur dari jabatan sebagai presiden RI2.
1

2
Christine dobbin , gejolak ekonomi , kebangkitan islam dan gerakan padri, minangkabau 1784-1847 penerjemah liliana D. Tedjasudhana , komunitas bambu , depok  2008.
Suradi, haji agus salim dan konflik politik dalam sarekat islam, sinar harapan, jakarta, 1997.


Memasuki era 1950 an, pemberontakan DI/TII yang berpusat di jawa barat mendapat sambutan diberbagai daerah. Pada 20 januari 1952 kahar muzakar dari sulawesi selatan bersama pasukannya bergabung dengan DI/TII. Sulawesi selatan pun diklaim sebagai bagian dari DI/TII. Setahun kemudian, pada 20 september 1953 aceh diklaim sebagai bagian NII karena teungku daud beureueh beserta pengikutya juga bergabung DI/TII di jawa.

B.     Rumusan Masalah
1.        Apa itu pemberontakan DI/TII?
2.        Dimana saja Pemberontakan DI/TII dilakukan?
3.        Bagaimana berakhirnya DI/TII?


















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pemberontakan DI/TII
Sekarmadji maridjan kartosoewirjo demikian nama lengkapnya. Ia dilahirkan pada tanggal 7 januari 1907 di cepu, sebuah kota kecil antara blora dan bojonegoro yang menjadi daerah perbatasan antara jawa timur dan jawa tengah. Berbeda dengan tokoh agama yang lainnya ia tak mempunyai latar belakang agama. Pendidikan formalnya memang dihabiskan dalam sistem pendidikan belanda. Kartosuwiryo beruntung pekerjaan orang tuannya yang sebagai pegawai candu, membuat ia disekolahkan di pendidikan belanda. Interaksi dengan sang paman yang bernama marko kartodikromo, menumbuhkan kesadaran politik kartosuwiryo. Pada tahun 1925 kartosuwiryo ikut organisasi pemuda islam JIB (jong islamienten bond) di jawa. diorganisasi inilah ia mulai berkenalan dengan tokoh-tokoh islam seperti agus salim dan oemar said tjokroaminoto menawari kartosuwiryo menjadi sekertaris pribadinnya.
Saat kartosuwiryo aktif di PSI ia mulai aktif mempelajari bahasa islam, namun karena belum fasih terhadap bahasa islam ia mulai belajar buku-buku islam yang berbahasa belanda. Selain itu juga pada tahun 1930 ia sempat menimba ilmu agama kepada beberapa ulama di garut yang juga para aktivis PSI, yaitu kyai ardiwisastera, yang kelak menjadimertuannya. Kesemua gurunya adalah ulama tradisional, bukan ulama modernis, atau penganut ajaran salafy3.
Interaksi dengan tjokroaminoto, keterlibatannya dengan PSI,dan pelajaran agama dari guru-gurunya di garut inilah yang membangun pemahaman keislaman kartosuwiryo. Ia terinspirasi gagasan negara islam yang diperjuangkan oleh PSI dan berusaha memperjuangkannya4. PSI memang sebuah partai yang “menuntut akan berlakunnya syari’at islam, di dalam arti kata yang seluas-luas dan sesempurna-sesempurnanya, menurut contoh dan teladan yang nyata di dalah sunnah rasulullah. PSI sendiri tak sekedar berniat mendirikan negara islam indonesia , tapi juga menganut paham pan-islamisme . pan-islamisme adalah gagasan untuk menyatukan seluruh umat diseluru dunia dalam satu kekhalifahan. Awalnya PSI cukup serius dalam memperjuangkan ide ini, namun setelah kejatuhan khalifah turki Usmani pada 1924, PSI ikut membentuk komite  khalifah, semacam komite untuk memperjuangkan kembali khalifah, dan tokoh PSI wondoamiseno sebagai ketuannya. Belakangan bersama dengan meningkatnya pemahaman agama kartosuwiryo tentang pentingnya umat islam mendirikan sebuah negara islam dimana masyarakat dapat melaksanakan syari’at islam, baik syari’at islam yang bersifat pribadi maupun sosial. Ia juga yakin negara islam yang ia sebut darul islam bisa menaikkan harkat dan martabat bangsa.
 

3         Deliar noer, gerakan modern islam di indonesia 1900-1924, LP3ES jakarta.
4         Holk dengel, op cit. Hlm. 153S.M kartosuwiryo, “sikap hijrah PSII 2, majlis takhim partai syarikat islam indonesia, 1963” yang dilampirkan dalam buku Al chaidar, pemikiran politik proklamator negara islam indonesia S.M kartosuwiryo, darul falah, jakarta,1999, hlm 424.
Dalam sejarah indonesia modern, bisa dikatakan kartosuwiryo lah yang pertama kali menggunakan istilah dan menyamakan dengan negara islam. Menurut mohammad natsir pada tahun 1930an belum dikenal istilah tersebut. Negara islam selalu disebut dengan istilah negara berdasarkan islam. Keterlibatan kartosuwiryo dalam PSI juga membangun watak anti kompromi pada dirinya. Saat karto suwiryo bergabung dengan syarikat islam, PSI sedang bersemangat menerapkan politik nonkooperasi terhadap pemerintah kolonial belanda. Nonkooperasi artinya tidak bekerjasama dengan pemerintah kolonial dalam hal pemerintahan, maupun semacam dewan rakyat seperti volksraad yang dibentuk pemerintah belanda termasuk menolak bantuan dari pemerintah belanda. Penerapan politik nonkooperasi menjadi salah satu pecahnya hubungan antara muhammadiyah dengan PSI, hal ini disebabkan karena Muhammadiyah menerima bantuan pemerintah kolonial belanda5.
Selepas dikeluarkan dari PSI pada 1939, kartosuwiryo pindah ke malangbong garut.bersama kyai jusuf taujiri dam kamran, ia mendirikan komite pertahanan kebenaran PSII. Komite ini menggunakan anggaran dasar dan peraturan PSII dan menggangap dirinya sebagai sarekat islam yang sebenarnya.Pada tahun 1940, ia membentuk lembaga pengkaderan yangdisebut institut suffah. Kelak, sebagian alumnki institut suffah ini menjadi pengikut setia kartosuwiryo saat mendirikan gerakan darul islam. Pengkaderan di institut suffah berhenti karena dibubarkan oleh jepang yang pada saat itu sedang datang ke indonesia pada 1942. Pendudukan jepang di indonesia selain membuat kesengsaraan juga membuka peluang bagi kartosuwiryo untuk melanjutkan apa yang sudah dikerjakan di institut suffah. Namun kali ini berbeda bukan pembentukan kader-kader partai tapi kader-kader militer. Pada 1945 ia segera mengaktifkan kembali lembaga suffah untuk mengembleng para pemuda yang bergabung dengan hizbullah, para pemuda di persenjatai dan digembleng militer.
Secara resmi DI/TII sudah berdiri sejak mei 1948, namun baru di proklamasikan oleh kartosuwiryo pada 7 agustus 1949 di cisampak, kecamatan cilugagar, kabupaten tasikmalaya. Bunyi proklamasinya, “ kami umat islam indonesia menyatakan berdiri negara islam indonesia. Maka hukum yang berkuasa atas negara islam indonesia adalah hukum islam.” Dalam penjelasan teks proklamasi yang terdiri dari 10 butir itu disebutkan antara lain, negara islam indonesia merupakan negara islam dimasa perang atau darul islam fi waqtil harb. Sementara hukum yang berlaku adalah hukum islam6. Hukum islam yang diterapkan oleh DI/TII bisa dilihat dalam kitab undang-undang hukum pidana negara islam indonesia (UUHPNII). Untuk melaksanakan UUHPNII ini, darul islam telah membagi wilayah indonesia menjadi tiga wilayah yaitu: daerah I (D.I), daerah II (D II) dan daerah III (D III). Namun pembagian darul islam dan darul harb ini menjadi masalah ketika diterapkan diwilayah di Indonesia. Pasalnya mayoritas penduduk di indonesia dalah muslim. Sementara itu, darul harb sendiri merujuk kepada wilayah yang ditempati orang-orang kafir harby ( yang boleh diperangi.
 

4.        lihat tulisan S.M kartosuwiryo, “ memboeta toeli” yang dilampirkan dalam buku Al Chaidar, pemikiran politik proklamator negara islam indonesia S.M kartosuwiryo, hlm 234-237.
5.        Irfan s awwas, jejak jihad S.M Kartosuwiryo, uswah, yogyakarta, 2007, hal 123-125

B.     DI/TII di Berbagai Daerah

1.      Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat

Pada tanggal 7 Agustus 1949 Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo secara resmi menyatakan bahwa organisasi Negara Islam Indonesia (NII) berdiri berlandaskan kanun azasi, dan pada tanggal 25 Januari 1949, ketika pasukan Siliwangi sedang melaksanakan hijrah dari Jawa Barat ke Jawa Tengah, saat itulah terjadi kontak senjata yang pertama kali antara pasukan TNI dengan pasukan DI/TII. Memasuki1950an pemberontakan DI/TII yang berpusat di jawa barat mendapat sambutan dibeberapa daerah. Semisal kasus di daerah sulawesi yang disebabkan bukan karena masalah agama tetapi karena masalah kesenjangan sosial yang dilakukkan oleh pemerintah karena hanya dilakukan di pusat saja7.

2.      Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah

Selain di Jawa Barat, pasukan DI/TII ini juga muncul di Jawa Tengah semenjak adanya Majelis Islam yang di pimpin oleh seseorang bernama Amir Fatah. Amir Fatah adalah seorang komandan Laskar Hizbullah yang berdiri pada tahun 1946, menggabungkan diri dengan pasukan TNI Battalion 52, dan bertempat tinggal di Berebes, Tegal. Amir ini mempunyai pengikut yang jumlahnya cukup banyak, dan cara Amir mendapatkan para pasukan tersebut, yaitu. Dengan cara menggabungkan para laskar untuk masuk ke dalam anggota TNI. Setelah Amir Fatah mendapatkan pengikut yang banyak, maka pada tangal 23 Agustus 1949 ia memproklamasikan bahwa organisasi Darul Islam (DI) berdiri di desa pesangrahan, Tegal. Dan setelah proklamasi tersebut di laksanakan, Amir Fatah pun menyatakan bahwa gerakan DI yang di pimpinnya bergabung dengan organisasi DI/TII Jawa Barat yang di pimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Di Kebumen juga terdapat sebuah organisasi  bernama Angkatan Umat Islam (AUI) yang di dirikan oleh seorang kyai bernama Mohammad Mahfud Abdurrahman. Organisasi tersebut juga bermaksud untuk membentuk Negara Islam Indonesia (NII) dan bersekutu dengan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Sebenarnya, gerakan ini sudah di desak oleh pasukan TNI. Akan tetapi, pada tahun 1952, organisasi ini bangkit kembali dan menjadi lebih kuat setelah terjadinya pemberontakan Battalion 423 dan 426 di Magelang dan Kudus. Upaya untuk menumpas pemberontakan tersebut, pemerintah membentuk sebuah pasukan baru yang di beri nama Banteng Raiders dengan organisasinya yang di sebut Gerakan Banteng Negara (GBN). Pada tahun 1954 di lakukan sebuah operasi yang di sebut Operasi Guntur untuk menghancurkan kelompok DI/TII tersebut8.








 

6.        S.M kartosuwiryo, “sikap hijrah PSII 2, majlis takhim partai syarikat islam indonesia, 1963” yang dilampirkan dalam buku Al chaidar, pemikiran politik proklamator negara islam indonesia S.M kartosuwiryo, darul falah, jakarta,1999
7.        M.C ricklefs, sejarah indonesia modern 1200-2004, serambi, jakarta, 2008

3.      Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan

Pada bulan Oktober 1950 terjadi sebuah pemberontakan Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) yang di pimpin oleh seorang mantan letnan dua TNI bernama Ibnu Hajar. Dia bersama kelompok KRyT menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari organisasi DI/TII yang berada di Jawa Barat. Sasaran utama yang di serang oleh kelompok ini adalah pos-pos TNI yang berada di wilayah tersebut. Setelah pemerintah memberi kesempatan untuk menghentikan pemberontakan secara baik-baik, akhirnya seorang mantan letnan Ibnu Hajar menyerahkan diri. Akan tetapi, penyerahan dirinya tersebut hanyalah sebuah topeng untuk merampas peralatan TNI, dan setelah peralatan tersebut di rampas olehnya, maka Ibnu Hajar pun melarikan diri dan kembali bersekutu dengan kelompok DI/TII. Setelah itu, akhirnya pemerintahan RI mengadakan Gerakan Operasi Militer (GOM) yang di kirim ke Kalimantan selatan untuk menumpas pemberontakan yang terjadi di Kalimantan Selatan tersebut, dan pada tahun 1959, Ibnu Hajar berhasil di ringkus dan di jatuhi hukuman mati pada tanggal 22 Maret 1965.
Tokoh tokoh lokal itu bergabunbg dengan DI/TII umumnya bukan karena masalah agama. Mereka memberontak kepada RI karena kecewa dengan kebijakan- kebijakanyang diambil oleh pemerintah jakarta terhadap daerah atau kelompok mereka. Dan mereka beranggapan bahwa islam bisa menjadi sebuah perekat bagi pemimpin pemberontakan.

4.      Pemberontakan DI/TII di Aceh

Sesaat setelah Kemerdekaan Republik Indonesia di proklamasikan, di Aceh (Serambi Mekah) terjadi sebuah konflik antara kelompok alim ulama yang tergabung dalam sebuah organisasi bernama PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) yang di pimpin oleh Tengku Daud Beureuh dengan kepala adat (Uleebalang). Konflik tersebut mengakibatkan perang saudara antara kedua kelompok tersebut yang berlangsung sejak Desember 1945 sampai Februari 1946. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah RI memberikan status Daerah Istimewa tingkat provinsi kepada Aceh, dan mengangkat Tengku Daud Beureuh sebagai pemimpin/gubernur.

Setelah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indoneisa (NKRI) yang terbentuk pada bulan Agustus 1950. Pemerintahan Republik Indonesia mengadakan sebuah sistem penyederhanaan administrasi pemerintahaan yang mengakibatkan beberapa daerah di Indonesia mengalami penurunan status. Salah satu dari semua daerah yang statusnya turun yaitu Aceh, yang tadinya menjabat sebagai Daerah Istimewa, setelah operasi penyederhanaan tersebut di mulai, status Aceh pun berubah menjadi daerah keresidenan yang di kuasai oleh provinsi Sumatera Utara. Kejadiaan ini sangat mengecewakan seorang Daud Beureuh, dan akhirnya Daud Beureuh membuat sebuah keputusan yang bulat untuk bergabung dengan organisasi Negara Islam Indonesia (NII) yang di pimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 20 Spetember 1953. Setelah Daud Beureuh bergabung dengan NII, mereka melakukan sebuah operasi untuk menguasai kota-kota yang berada di Aceh, selain itu mereka juga melakukan propaganda untuk memperkeruh citra pemerintahan Republik Indonesia. Kasuspemberontakan di aceh ini menjadi perekat di antara para pemimpin yang memberontak10.
 

8.        Aminullah al mahady, sejarah masuk dan berkembangnnya islam di indonesia, tanpa tahun dan tanpa penerbit. Dokumen itu merupakan sejarah internal DI. Disebutkan juga sebelum sulawesi selatan, aceh dan kalimantan selatan menyambut DI/TII, simpati terhadap DI/TII dari luar jawa barat pertama kali di jawa tengah.
9.        Soal pemberontakan DI di aceh dan di sulawesi selatan lihat C. Van Dijk, rebelion under the banner of islam, Den haag. Lihat juga anhar gonggong, “abdul qahar mudzakar, dari patriot hingga pemberontak”.
5.      Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan

Selain pemberontakan DI/TII di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemberontakan DI/TII ini juga terjadi di Sulawesi Selatan yang di pimpin oleh Kahar Muzakar, organisasi yang sudah di dirikan sejak tahun 1951 tersebut baru bisa di runtuhkan oleh pemerintah pada Tahun 1965. Untuk menumpas organisasi tersebut di butuhkan banyak biaya, tenaga, dan waktu karena kondisi medan yang sangat sulit. Meski demikian, para pemberontak DI/TII sangat menguasai area tersebut. Selain itu, para pemberontak memanfaatkan rasa kesukuan yang berkembang di kalangan masyarakat untuk melawan pemerintah dalam menumpas organisasi DI/TII tersebut. Setelah pemerintahan Republik Indonesia mengadakan operasi penumpasan DI/TII bersama anggota Tentara Republik Indonesia. Barulah seorang Kahar Muzakar tertangkap dan di tembak oleh pasukan TNI pada tanggal 3 Februari 1965.

Pada akhirnya TNI mampu menghalau seluruh pemberontakan yang terjadi pada saat itu. Karena seperti yang kita ketahui Indonesia terbentuk dari berbagai suku dengan beragam kebudayaannya dan UUD 45 yang melindungi beberapa kepercayaan sehingga tidak mungkin untuk menjadikan salah satu hukum agama di jadikan hukum negara. Hal ini disebabkan oleh kahar muzakar yang membangkang karena pasukannya yang tergabung dalam Kesatuan Gerilyawan Sulawesi  selatan (KGSS) tidak mendapatkan tempat di APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia yang baru dibentuk11.


C.     Berakhirnya pemberontakan DI/TII

1)      Pennyelesaiaan Pemberontakan DI/TII di jawa Barat
Pada awalnya pemerintah RI berupaya menyelesaikan pemberontakan melalui jalan damai yaitu mengutus Moh. Natsri untuk mengajak Kartosuwiryo kembali kepangkuan ibu pertiwi, akan tetapi misi damai berujung kegagalan. Pada 4 juni 1962, perjalanan rombongan Kartosuwiryo telah samapi disebuah lembah antara gunung sangkar dan gunung geber, disekitar bandung selatan. Pasukan DI/TII berteduh di tenda darurat karena kondisi sedang hujan. Tak disangka terdengar suara bunyi tembakan dari bawah bukit. Pasukan yang berkekuatan tiga peleton itu telah mengepung rombonga kartosuwiryo. Kartosuwiryo dalam keadaan payah an berbaring dilantai gubuk itu dan mengenakan jaket militer dan sebuah saeung. Meskipun saat ia ditangkap dia berusia 55 tahun, tapi dia kelihatan seperti seorang lelaki tua yang lebih dari umurnya12. Oleh karena itu operasi militer ditempuh oleh pemerintah. Operasi Bharatayudha dengan taktik Pagar Betis berhasil menangkap Kartosuwiryo di Gunung Geber, Majalaya Jawa Barat. Kartosuwiryo akhirnya dihukum mati pada tanggal 16 Agustus 1962.


 

10.     Soal pemberontakan DI di aceh dan di sulawesi selatan lihat C. Van Dijk, rebelion under the banner of islam, Den haag. Lihat juga anhar gonggong, “abdul qahar mudzakar, dari patriot hingga pemberontak”.

11.       Anhar gonggong, abdul qahhar mudzakar, dari patriot hingga pemberontak, hlm 393.

2)      Pennyelesaiaan Pemberontakan DI/TII di jawa tengah
Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia.
Pemberontkaan DI/TII Jawa Tengah ditumpas dengan Operasi Gerakan Banteng Negara (GBN) dipimpin oleh Letkol Sarbini (digantikan oleh Letkol M. Bachrun dan kemudian Ahmad Yani). GBN membentuk tentara khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Sedangkan guna menumpas pemberontkan Batalyon 426 pemerintah membentuk Operasi Merdeka Timur yang dipimpin Letkol Soeharto. Pada awal tahun 1952 pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah berhasil dipadamkan.
3)      Pennyelesaiaan Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan
Ibnu Hajar adalah mantan anggota TNI yang memberontak dengan membentuk KRYT. Kemudian Ibnu Hajar menyatakan bergabung dengan NII pimpinan Kartosuwiryo.Penyelesaian pemberontakan Ibnu Hajar dilakukan dengan jalan damai dan operasi militer. Pada tahun 1963, pasukan Ibnu Hajar dapat ditumpas dan Ibnu hajar dijatuhi hukuman mati13.

4)      Pennyelesaiaan Pemberontakan DI/TII di Aceh
Dalam pertemuan dibahas pentingnya memperluas kerjasama gerakan terutama dengan bekas DI sulawesi yang berganti namamenjadi Republik Persatuan Islam (RPI), serta bekas DI/TII Aceh. Aceng kurnia punya menantu orang DI sulawei. Selain itu juga ia mengenal gaos taufik, orang DI yang tinggal di medan yang merupakan orang kepercayaan tengku daud beureueh. Akhirnya disepakati bahwa aceng kurnia sendiri bertugas untuk bertemudaud beureueh14.Pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureuh mengeluarkan pernyataan bahwa Aceh termasuk bagian dari DI/TII Kartosuwiryo.Operasi militer dilakukan untuk menumpas pemberontakan DI/TII Aceh akan tetapi mengalami kegagalan. Atas prakarsa Kolonel M. Yasin, diadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-21 Desember 1962. Akhir pemberontakan DI/TII Aceh diselesaikan dengan cara damai.
 

12.     Anhar gonggong, abdul qahhar mudzakar, dari patriot hingga pemberontak, hlm 394.
13.     Laksus pangkopkamtib daerah jawa barat, “berkas acara pemerikaan dodo muhammad darda”, bandung, 18 april 1977

5)      Pennyelesaiaan Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan
Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar mengirim surat kepada pemerintah agar tentara KGSS dapat bergabung dengan APRIS. Pemerintah pusat menyalurkan tentara KGSS kedalam Korps Cadangan Nasional. Pada tanggal 17 Agustus 1951, Kahar Muzakar beserta anak buahnya melarikan diri ke hutan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII Kartosuwiryo.Untuk mengatasi pemberontakan Kahar Muzakar, pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Pemberontakan Kahar Muzakar cukup sulit untuk ditumpas, mengingat pasukan Kahar Muzakar sangat mengenal medan pertempuran. Akhirnya pada bulan februari 1965 Kahar Muzakar tewas dalam sebuah pertempuran. Pembrontakan benar-benar dapat ditumpas pada Juli 1965.
Selain itu pada awal 1973, terjadi pertempuran antara dodo muhammad darda dengan utusan republik persatuan islam (RPI) di jakarta. Pertemuan dilakukan dirumah menatu aceng kurniawan di daerah kalibaru, tanjung priok. Tokoh RPI itu yang bernama Ali Achmad Tholib yang akrab disapa Ali A.T bahwa sulawesi masih ada kekuatan bersenjata yang belum turun gunung. Mereka berada dibawah pimpinan sanusi daris, bekas menteri pertahanan PRTI. Pasukan ini masih aktif melakukan gerilya di hutan hutandan gunung-gunung di sulawsi selatan. Dalam pertemuan itu kaso Ganidan sanusi daris, yang ditugaskan untuk menghubungi orang-orang  DI di jawa Barat. Dalam dialog tersebut disepakati kerjasama antara RPI sulawesi dengan tokoh-tokoh DI jawa barat dengan prinsip terselengaranya syari’at islam di Indonesia15.











 

14.     Laksus pangkopkamtib daerah jawa barat, “berkas acara pemerikaan dodo muhammad darda”, bandung, 18 april 1977

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Sejak kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Sukarno dan Muhammad Hatta atas nama bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan baik oleh Portugis, Belanda, Jepang, maupun Inggris yang telah menjajah bangsa selama  ini. Sejak saat itulah kita memiliki negara yang merdeka, berdaulat adil dan makmur bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu pemberontakan paling besar yang pernah terjadi di tanah air adalah DI/TII (Daarul Islam/Tentara Islam Indonesia). DI/TII Jawa Barat dipimpin oleh Sekar Marijan Kartosuwiryo dengan tujuan menentang penjajah Belanda di Indonesia. Akan tetapi, setelah makin kuat, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949 dan tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII), DI/TII Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah di bagian utara, yang bergerak di daerah Tegal, Brebes dan Pekalongan. Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah kemudian diangkat sebagai komandan pertemburan Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal Tentara Islam Indonesia.
DI/TII Aceh di dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh yang pada tanggal 20 September 1953 memproklamasikan daerah Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo. DI/TII Sulawesi Selatan di pimpin Kahar Muzakar tujuannya agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953.
Pada tanggal 1 April 1962, dilancarkan operasi Bharatayudha untuk menumpas DI/TII Kartosuwiryo. DI/TII semakin terdesak dan satu-persatu komandannya menyerahkan diri.  Penyebab Tertangkapnya S.M Kartosuwiro yaitu diperolehnya keterangan dari pimpinan TII yang telah berada dalam tangan TNI dan ini merupakan tipu muslihat TNI, sebab informasi yang diberikan meliputi rahasia-rahasia pimpinan tertinggi TII dan rahasia jama’ah Umat Islam Bangsa Indonesia, dihadirkannya masa dalam operasi tersebut (Pagar Betis).





DAFTAR PUSTAKA
Solahudin. 2011. NII sampai JI. Jakarta: komunitas bambu.
Anhar gonggong, abdul qahhar mudzakar, dari patriot hingga pemberontak
Rasyid Soraya.2010.sejarah islam masa modern. Jakarta: ombak
Susmihara.2011.sejarah peradaban islam. Jakarta: ombak
http://remajanovia.blogspot.com/2013/05/makalah-sejarah-posisi-indonesia-di.html







No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...