About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Saturday, 8 June 2019

Peran Politik dari Gabungan Pimpinan PERAN POLITIK : SUBSTANSIF DAN PENASIHAT


Peran Politik dari Gabungan Pimpinan
PERAN POLITIK : SUBSTANSIF DAN PENASIHAT
Keterlibatan politik dari sebuah institusi kepimimpinan militer seperti Gabungan Pimpinan memiliki dua bentuk yang berbeda. Para pemimpin militer mungkin menganut atau merekomendasikan kebijakan-kebijakan yang berasal dari sumber-sumber nonmiliter dan yang tidak ada hubungannya atau bertentangan dengan pandangan militer profesional. Dalam hal ini para pemimpin militer menerima sebuah peran politik yang substansif. Secara bergantian, para  pemimpin militer memainkan bagian yang aktif dalam pembelaan publik atau memperlengkap kebijakan (tidak menyangkut isi pokoknya) di hadapan Kongres dan publik. Keterlibatan politik dalam hal ini tidak berasal dari pandangan yang sebenarnya mengenai para pemimpin militer tetapi dari tempat, sikap, waktu, dan pengaruh dari ungkapan mereka mengenai pandangan-pandangan itu. Hal ini merupakan sebuah peran penasihat politik.
Selama pemerintahan Truman, pandangan Gabungan Pimpinan mengenai kebijakan sejalan dengan luasnya etika militer profesional. Para pimpinan Truman jelas-jelas terlibat dalam peran penasihat politik sebagai pembela kebijakan di hadapan Kongres dan Publik. Dalam dua tahun pertama pemerintahan Eisenhower, di sisi lain, kebalikannya juga benar. Sekalipun menerima sebuah peran politik substantif, para pimpinan Eisenhower sangat pendiam dibandingkan dengan para pendahulu mereka pada saat pendapat mereka diekspos di muka umum. Dalam jangka panjang, tentu saja, lingkungan nasional yang sifatnya menentukan, tetapi dalam jangka pendek kedua lingkungan tersebut mungkin berbeda. Perbedaan antara Kepala Staf Truman dan Eisenhower berasal dari perbedaan antara pengaturan lingkungan pemerintahan Truman dan Eisenhower.
GABUNGAN PIMPINAN DI DALAM PEMERINTAHAN TRUMAN
DUALITAS. Dua alasan sikap perilaku Gabungan Pimpinan Truman dapat ditemukan di dalam salah satu sifat yang paling menonjol dari pemerintahan Truman : pemisahan kepribadiannya antara masalah luar negeri dan pertahanan, di satu pihak, dan permasalahan dalam negeri, dilain pihak. Dalam permasalahan dalam negeri, pemerintahan berusaha untuk mengejar suatu kebijakan reformasi liberal yang dirumuskan dan dilaksanakan oleh suatu susunan pejabat. Dalam permasalahan luar negeri, pemerintahan mengikuti suatu kebijakan konservatif yang dirumuskan dan dilaksanakan oleh suatu susunan pejabat yang berbeda.
Dualitas ini mungkin paling tercermin dengan baik di dalam diri personil yang diperkerjakan oleh pemerintahan untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan di dalam dua bidang pada sisi dalam negeri, Truman bersandar pada tipe yang sama dari para pejabat yang hadir selama New Deal diadakan. Situasinya berbeda dari sisi kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan Truman. Para pimpinan kebijakan luar negeri dan asisten mereka berbeda dengan para pimpinan kebijakan dalam negeri, yang hampir benar-benar terpisah dari politik partisan.
PERTAHANAN KONSERVATISME. Pentingnya dikotomi yang tajam di dalam personil antara sisi luar negeri dan dalam negeri pemerintahan Truman terletak pada perbedaan tajam di dalam kebijakan yang dicerminkannya. Tujuannya adaah pembentukan “keadaan  kuat”, persekutuan angkatan persenjata, dan penguatan pemerintahan non-komunis.
Sumber-sumber dari kebijakan luar negeri yang konservatif empat kali lebih banyak. Hal yang terutama adalah presiden. Liberal di dalam negeri, Harry Truman dianggap konservatif dalam hal luar negeri. Sumber kedua dari kebijakan konservatisme luar negeri pemerintahan Truman berada di puncak kepimiminan sipil pemerintah. Latar belakang para bankir dan pengacara memberikan mereka sebuah cara pandang terhadap berbagai permasalahan sedikit berbeda dari yang biasa dikemukakan oleh kelompok industrialis Amerika. Kelompok industrialis biasanya adalah tipe orang pejuang, seorang ‘operator’. Yang bertujuan untuk membangun barang dengan biasaya yang sekecil-kecilnya dalam jangka waktu yang paling singkat.
Sumber terakhir dari konservatisme kebijakan asing pemerintahan Truman adalah pihak militer sendiri. Dengan memerhatikan tekanan dan keuangan militer, para Pimpinan Truman secara konsisten memberikan kepeluan pihak militer secara adil. Sebagai akibatnya, pemikiran strategis mereka seringkali terpisah dari realitias politik dan ekonomi. Biasanya tuntutan keuangan mereka mengalami pemotongan dana yang besar. Mengenai penerapan kekuatan militer, Gabungan Pimpinan Truman sepertinya sama-sama mengikuti perintah yang hati-hati dan konservatif.
IMPLEMENTASI. Kemampuan pemerintahan Truman untuk melaksanakan kebijakan luar negerinya yang konservatif tergantung pada besarnya sikap tidak peduli akan permasalahan luar negeri, di mana keputusan kebijakan luar negeri dapat digeser dari pengawasan publik, dan batasan di mana masyarakat tidak dapat mengalahkan cara pandang pemerintahan.
Faktor kunci pada pemerintahan adalah perbedaan yang relatif kecil para pendukung kebijakan luar negerinya. Jalan buntu dalam bidang politik yang ada di antara berbagai kepentingan koalisi memastikan bahwa tidak akan ada kelompok dominan yang memaksakan agar pendangannya berlaku baik di dalam kebijakan dalam negeri maupun luar negeri.
Pemerintah berusaha untuk mengisolasi kebijakan luar negeri sejauh mungkin dari pengawasan Kongres dan publik. Ironisnya, tradisi kepemimpinan eksekutif dan pembuatan keputusan yang dikembangkan Roosevelt untuk mengimplementasikan sebuah kebijakan dalam negeri yang dijalankan dan suatu kebijakan luar negeri perang yang liberal dilaksanakan pemerintahan Truman untuk melaksanakan suatu kebijakan luar negeri yang tidak berjalan dan konservatif.
Pemerintahan Truman menyatakan hak istimewa kepresidenan tidak seperti “mimbar masyarakat” Jackson, tetapi sebenernya lebih menyerupai perwakilan Bangsa Burke. Untuk hal hal yang sifatnya non-legislatif adalah untuk keputusan yang dibaut pertama kali dan kemudian diumumkan dihadapan publik dan diperdebatkan, diratifikasi, atau dimodifikasi di dalam kongres.
Terkadang pada pemerintahan Truman terjadi jurang pemisah yang serius antara kebijakan politik yang dikehendaki dengan kepentingan eksternal dan kebijakan yang secara politik mungkin untuk dijalankan. Seperti halnya digambarkan oleh sejarah dari “NSC 68”: rancangan untuk pembentukan persiapan kekuatan persenjataan Amerika pada musim dingin tahun 1949-1950 sebagai suatu reaksi terhadap peledakan bom atom Soviet. Kesimpulan dari NSC 68 pada umumnya didukung secara aktif oleh Departemen Luar Negeri dan oleh eselon militer Departemen Pertahanan. Dan pada musim semi tahun 1950 sebagai akibatnya pemerintahan memiliki dua kebijakan pertahanan: pertahanan publik terwujud di dalam anggaran pertahanan sebesar tiga belas juta dolar yang direkomendasikan untuk tahun fiskal berikutnya dan pertahanan swasta terwujud di dlaam NSC 68.
Pembulikasian pencegahan perluasan kekuasaan penduduk Amerika pada kenyataannya jauh dari sumber daya politik pada pemerintahan Truman. Presiden sendiri tidak memerintah dengan berwibawa dan menghargai betapa penting kedudukannya. Ketika para kaum Republik atau kaum konservatif Demokrat yang biasanya dinilai sebagai Pemerintahan Demokrat yang liberal, pimpinan masyarakat untuk urusan luar negeri secara politik menjadi steril. Anggota New Deal dan anggota partai Repubikan keduannya mencurigai Lovett ataupun Hoffman.
Sebagai akibatnya pemerintah dipaksa untuk beralih pada para militer profesional untuk menjelaskan dan menjustifikasi kebijakan kebijakan di hadapan Kongres dan publik. Dalam banyak hal, hal ini dilakukan dengan menunjuk orang orang seperti Marshall untuk posisi sipil. Kepercayaan ditempatkan pada Gabungan Pimpinan. Gabungan pimpinan masih tetap memegang gengsi yang begitu besar dari Perang Dunia II. Mereka menuntut perhatian khusus sebagai suatu badan profesional, tidak berkepentingan, dan sikap para anggotanya yang benar benar menjauh dari permasalahan umum sebelum tahun 1940 menjadikannya mustahil untuk bekerjasama dengan radikalisme atau bentuk politik kotor lainnya.
Pada sisi permasalahan luar negeri pemerintahan, ketegangan antara militer profesional dan negarawan sipil yang telah menandai hubungan militer-sipil Amerika selama tujuh puluh lima tahun berubah menjadi kesatuan pandangan yang sama nyatanya seperti yang ada di dalam Perang Dunia II, tetapi jauh berbeda pada substansinya.
Untuk sementara Gabungan Pimpinan berhasil dalam peran mereka memberikan saran, memanfaatkan gabungan prestise pahlawan militer dan ahli bidang teknik. Kongres mendengarkan Bradley dan pada saat yang bersamaan melalaikan Acheson. Tapi pada akhirnya, nilai kemiliteran semakin senyap. Gabungan pimpinan tidak terelakan lagi harus membuka diri bagi penilaian anggota partai dengan cara membela dengan gigih penilaian anggota partai dengan cara membela denga gigih kebijakan di hadapan masyarakat umum atas nama pemerintahan yang telah mengadopsinya sebagai suatu arah politik.
Pelaksanaan kebijakan luar negeri konservatif selama enam tahun atas nama bangsa yang pada dasarnya bersifat liberal, merupakan keberhasilan politik yang cukup besar bagi pemerintahan Truman. Tetapi tidak terelakkan hal tersebut tidak berlangsung lama. Sama halnya dengan mustahilnya militer untuk tetap bersikap konservatif di dalam Perang Dunia II, mustahil pula bagi kantor kantor kebijakan luar negeri gabungan militer-sipil untuk dapat mempertahankan suatu kebijakan konservatif di dalam Perang Dingin. Permasalahan tersebut muncul sebelum terjadi Perang Korea dan barangkali merupakan elemen kunci kekalahan partai Demokrat pada tahun 1952.
PERANG KOREA: PARA JENDERAL PASUKAN DAN PUBLIK.
Perang Korea menghancurkan pola hubungan militer-sipil Truman. Hal tersebut membangkitkan ketertarikan masyarakat umum dan rasa marah atas kebijakan luar negeri, hal tersebut menstimulasi perlawanan, keberpihakan dan hal hal lainnya. Di dalam kongres hal tersebut melemahkan pengaruh politik Gabungan Pimpinan.
Perang bersifat luar biasa dalam segala hal, tetapi tidak demikian hanya dengan hubungan yang unik dalam pemerintahan yang melakukan perang, para jenderal yang memberikan pengarahan di medan perang, para pasukan yang bertempur digaris depan, dan orang orang yang mendukungnya di rumah. Keputusan mendasar pemerintahan Truman adalah melakukan perang demi tujuan politik yang terbatas untuk mempertahankan kemerdekaan Korea Selatan.
Pemerintahan mencapai sebuah keberhasilan dalam hal pasukan. Pada awal terjadinya perang, Angkatan Perang Amerika Serikat sangatlah lemah. Unit unit mengalami kesulitan ketika mendadak ditarik keluar dari kehidupan yang menyenangkan di daerah penjajahan Jepang dan dilempar ke dalam suatu pertempuran melawan begitu banyak musuh. Tujuan politik pemerintah adalah untuk tidak memberikan izin baik untuk mendorong atau memperlengkap kemenangan militer ataupun menarik pasukan dari peninsula. Sebagai akibatnya, yang menjadi masalah adalah pertahanan moral pasukan di dalam sebuah konflik yang tampaknya tidak menentu da meragukan di ujung bumi ini.
Hal yang sama pentingnya dalam mengamankan penerimaan perang oleh para pasukan adalah strategi pertukaran posisi yang membentuk kejiwaan para pasukan garis depan. Tidak seperti penyediaan keuntungan materi, hal ini mewakili suatu perubahan yang besar dari masa lalu Amerika. Di korea, perputaraan menghancurkan tujuan pribadi para pasukan dari tujuan politik pemerintah. Tujuan dari tujuan adalah sekedar mempertahankan masa sembilan bulan yang dimilikimya untuk berada di garis depan dan kemudian keluar dari sana.
Satu satunya tujuan perang yang tepat adalah kemenangan militer, dan mereka tidak dapat memahami mengapa hal ini seharusnya disangkal mereka. Jika Angkatan Darat diperintahkan untuk mundur dari pertempuran Perang Korea pada tahun 1939, maka tidak terdapat suatu keraguan selain hal tersebut, dari Kepala Staf sampai bawah dengan taat akan berperang dalam kondisi hal itu adalah perintah.
Suatu keadaan dimana para jenderal bertindak sebagai sebuah kelompok komandan di medan perang yang tidak bersimpati akan kebijakan pemerintah mungkin memiliki petunjuk dari kejadian masa lalu di dalam sejarah Amerika. Hubungan paralel terdekat yang ada dengan ketidakpuasaan masal dari para komandan di medan perang Korea adalah ketidakpuasaan para ilmuwan atom dengan kebijakan pemerintah terhadap konstruksi senjata nuklir dengan termonuklir.
Dalam analisis terakhir, kehidupan yang berlanjut dari kebijakan pemerintahan Truman tergantung pada penerimaannya oleh masyarakat umum. Tetapi mesti masyarakat mungkin mengambilnya untuk sementara waktu, masyarakat tidak ingin mengambilnya dengan perasaan yakin. Masyarakat Amerika masih berpegang pada sikap sikap yang diungkapkan secara intelektual oleh Harold Lasswell dalam tulisannya mengenai Garrison State. Tanggapan tradisional menolak untuk hilang begitu saja. Jika para pasukan memihak pemerintahan, maka masyarakat memihak para jenderal.
GABUNGAN PIMPINAN PADA DUA TAHUN PERTAMA PEMERINTAHAN EISENHOWER
PERSATUAN. Salah satu perubahan yang paling mendasar yang dilakukan oleh pemerintahan Eisenhower dalam pola pemerintahan para pendahulunya adalah menyatukan kembali kebijakan luar negeri dan dalam negeri sesuai dengan pandangan yang umum.
Tidak seperti pemerintahan Truman, tipe orang yang sama menjalankan kedua kantor dalam negeri tersebut dan unit pertahanan luar negeri pemerintah. Proposi para pelaku bisnis di dalam Departemen Pertahanan sama tingginya dengan proporsi di dalam Departemen Perdagangan. Pertahanan adalah para pelaku bisnis dan kaum eksekutif perusahaan.  Jurang pemisah yang tajam dalam hal latar belakang dan karakter pandangan pemerintahan Truman telah lenyap.
Persatuan pemerintahan Eisenhower mencerminkan perkembangan yang pesat dalam politik dan pendapat publik. Secara tradisional, liberalisme Amerika dipisahkan antara cabang Whig, yang mencerminkan kepentingan bisnis dan kelompok masyarakat yang lebih baik secara ekonomi, dan cabang demokrasi dari reformasi liberalisme yang akarnya ada pada para petani, bisnis kecil, dan kaum buruh.
LIBERALISME PERTANAHAN. Sikap alami tradisional dari liberalisme Amerika terwujud dalam kebijakan pertahanan pemerintahan Eisenhower melalui berbagai cara. Kebijakan pemerintahan dituntun oleh “sikap terbuka, kesederhanaan, dan kebenaran”.
Permusuhan tradisional liberal terhadap institusi militer dan kekuatan militer mewujudkan dirinya di dalam usaha yang besar sebagai suatu cara menuju keamanan nasional.
Pemerintahan Eisenhower mengharapkan Gabungan Pimpinan Staf memiliki pandangan yang sama dalam filsafat liberal ini. Hal ini berarti bahwa kualifikasi anggota JCS diinginkan oleh pemerintahan Eisenhower sangat berbeda dari pemerintahan yang lama. Pemerintahan Truman memerlukan para pimpinan militer yang mempunyai prestise politikm untuk memikul kebijakan pemerintahan. Sednagkan Pemerintahan Eisenhower menginginkan kesepakatan dan bukannya nasihat dari para pimpinan militer.
Diluar seluruh ragam usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan suatu cara pandang yang harmonis, pimpinan Gabungan baru membutuhkan waktu sejenak untuk menyesuaikan pemikiran mereka terhadap filsafat baru.
IMPLEMENTASI. Kekuatan politik pemerintahan Eisenhower, popularitas dari pimpinan militernya, dan popularitas kebijakannya menjadikannya tidak penting bagi Gabungan Pimpinan untuk dilibatkan di dalam pembelaan publik mengenai kebijakan atas segala sesuatu seperti skala para pendahulu mereka.
Kegagalan pemerintahan militer untu memanfaatkan pimpinan militer untuk berbagai tujuan advokasi mencerminkan kurangnya kebutuhan akan dukungan politik dari sumber ini.

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...