About Me

My photo
Riwan Sutandi dari manna bengkulu selatan Pendidikan Sejarah UNNES(Universitas Negeri Semarang) 2012, Rombel 2 PRADA.

Blog Archive


Friday, 7 June 2019

Sejarah partai politik masa reformasi II


b.   PAN (Partai Amanat Nasional)
Pendiri Partai Amanat Nasional dibadani oleh beberapa tokoh gerakan reformasi yang bergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA). MARA merupakan organisasi yang ditujukan untuk mewadahi kerja sama berbagai organisasi dan perorangan serta memiliki komitmen terhadap gerakan reformasi. Kemudian MARA dideklarasikan pada 14 Mei 1998 di News Café, Jakarta. Setelah pendeklarasian MARA, orang-orang sempat mempertanyakan apakah MARA akan menjadi partai atau tidak . pertanyaan itu akhirnya terjawab , ketika pada tanggal 5–6 Agustus 1998 di Mega Mendung, Bogor, mereka sepakat membentuk Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN).[1]1
PAN bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan material, dan spiritual. Cita-cita partai berakar pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan. Selebihnya PAN menganut prinsip non-sektarian dan non-diskriminatif. Untuk terwujudnya Indonesia Baru, PAN pernah melontarkan gagasan wacana dialog bentuk negara federasi sebagai jawaban atas ancaman disintegrasi. Titik sentral dialog adalah keadilan dalam mengelola sumber daya sehingga rakyat seluruh Indonesia dapat benar-benar merasakan sebagai warga bangsa.1[2]

c.       PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
Lahirnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak bisa dilepaskan dari konflik yang terjadi di dalam tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan menguatnya sosok Megawati Soekarnoputri di panggung politik. PDI lahir pada 10 Januari 1973, sebagai fusi dari 5 partai politik pasca Pemilu 1971.1[3]
PDI-P didirikan setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie yang bertujuan untuk menyongsong Pemilu 1999. Kongres I PDI-P berlangsung di SemarangJawa Tengah pada tahun 2000. Pada pemilu 1999, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan. Hal ini dikarenakan kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.
Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Pada Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden. Pada Pemilu Legislatif 2009, perolehan suara PDI-P kembali turun ke peringkat ke-tiga dengan jumlah kursi sebanyak 94 kursi. PDI-P kemudian bersama dengan Partai Gerindra mengusung pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2009.
Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 kali ini, PDI-P berhasil meraih peringkat pertama dan mendapatkan perolehan suara sebanyak 18.95% dan perolehan kursi DPR sebanyak 109 kursi. PDI-P bersama dengan Partai NasDemPartai Kebangkitan BangsaPartai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dalam Pemilihan Presiden 2014 kali ini mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. 1[4]
d.      PPP (Partai Persatuan Pembangunan)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Pada saat pendeklarasiannya pada tanggal 5 Januari 1973, partai ini merupakan hasil gabungan dari empat partai keagamaan yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Perti dan Parmusi. Ketua sementara saat itu adalah Mohammad Syafa'at Mintaredja. Penggabungan keempat partai keagamaan tersebut bertujuan untuk penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia dalam menghadapi Pemilihan Umum pertama pada masa Orde Baru tahun 1973. 1[5]
e.       PBB (Partai Bulan dan Bintang)
Sesudah Partai Masyumi dibubarkan oleh pemerintah Orde Lama tahun 1960, para pendukung dan pengikut Masyumi kemudian menamakan diri mereka Keluarga Bulan Bintang, sebuah komunitas yang mendambakan di Indonesia ini terlaksana syariat Islam, ajaran-ajaran Islam.[6] Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998. Partai ini telah ikut pemilu selama empat kali yaitu pada Pemilu tahun 19992004 ,2009 dan 2014. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.
Partai ini sebelumnya diketuai oleh Yusril Ihza Mahendra, tokoh yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara di massa PresidenSBY. Tokoh ini mempunyai ciri tahi lalat di wajahnya dan dikenal sebagai tokoh yang memelopori amandemen Konstitusi Pasca Reformasi, di tengah tuntutan Federalisme dari beberapa tokoh. Berikutnya MS Kaban dipilih sebagai ketua umum pada 1 Mei 2005. MS Kaban ketika itu menjabat Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I.
Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini memeroleh suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% sehingga berakibat pada tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI , meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Pada pemilu legislatif 2014, partai ini diloloskan KPU sebagai peserta pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14. PBB meraih suara sebesar 1 sampai 2 persen yang dianggap tidak lolos bersama PKPI. Namun, partai yang memperjuangkan syari'at Islam masuk dalam sistem hukum di Indonesia sebagai icon perjuangannya ini, masih memiliki sekitar 400 Anggota DPRD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Sejak Muktamar ke-3 pada April 2010 di Medan, partai ini telah menetapkan kembali MS Kaban sebagai Ketua Umum, sedangkan BM Wibowo Hadiwardoyo mantan Sekjen Organisasi massa Islam Hidayatullah diangkat sebagai Sekretaris Jenderal. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. menjabat sebagai Ketua Majelis Syura sedangkan DR. Fuad Amsyari sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai. 1[7]
  1. PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
Partai Keadilan Sejartera (PKS) merupakan partai yang berasaskan Islam yang pendiriannya terkait dengan prtumbuhan aktivitas dakwah Islam semenjak awal tahun delapan puluhan. Juga merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada 20 Juli 1998. Tercatat bahwa terdapat lebih dari 50 pendiri partai ini dan menjadikan Nur Mahmudi Ismail kemudian menjadi Presiden Partai Keadilan, sedangkan Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai. 1[8]
            Dalam pemilu 1999, PKS mendapat 7 kursi DPR, 21 kursi DPRD Tingkat I, dan 160 DPRD Tingkat II. Dengan hasil perolehan 1.436.565 suara, dan menempati peringkat ke 7 dari 48 partai politik. Bersama dengan 41 partai politik lainnya, Partai Keadilan mempelopori tuntutan perubahan ketentuan Undang-undang Pemilu tentang electoral threshold yang dirasakan tidak adil oleh mereka. PKS memiliki visi khusus yaitu partai berpengaruh baik secara kekuatan politik, partisipasi maupun opini yang mewujudkan masyarakat Indonesia yang Madani. Dengan bekal visi itu, partai ini mendasarkan prinsip kebijakannya sebagai Partai Dakwah. Artinya, dakwah menjadi poros utama seluruh gerak partai, sekaligus menjadi karateristik perilaku paraaktivisnya dalam berpolitik.
g.      Partai Demokrat
Partai ini didirikan pada 9 September 2002 di Jakarta. Latar belakang berdirinya partai ini tidak terlepas dari peristiwa kekalahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan wakil presiden guna mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputeri pada Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Juli 2001. Dengan adanya peristiwa kekalahan ini beberapa anggota MPR untuk mendirikan sebuah partai sebagai kendaraan politik bagi mantan Kepala Staf Teritorial TNI (1998-1999) untuk maju dalam pemilihan Presiden tahun 2004. Selain itu, kurangnya perhatian partai-partai politik yang ada saat ini dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, hal ini juga ikt melatabelakangi berdirinya Partai Demokrat. 1[9]
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa lahirnya gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaiki tatanan perikehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakann reformasi di Indonesia disebabkan oleh penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa sebelumnya. Penyimpangan-penyimpangan tersebut telah mengakibatkan terjadinya krisis di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, dan kepercayaan. Pada masa reformasi, kehidupan politik Indonesia berjalan mengarah kepada hal yang lebih baik jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. Hal ini dapat dilihat dari adanya sistem kepartaian yang baru. Dampak dari adanya sistem kepartaian yang baru dapat terlihat secara menyeluruh dalam kehidupan perpolitikan Indonesia.
Partai politik yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta pemilihan umum tahun 1999 hanya 48 partai saja. Hasilnya tidak ada partai yang secara tunggal mendominasi dan memegang posisi mayoritas mutlak yang dapat mengendalikan pemerintahan. Partai politik yang lolos seleksi untuk menjaadi peserta pemilu 2004 hanya 24 partai. Pada pemilihan umum ini, terdapat 7 partai yang memenuhi electoral threshold. Partai-partai tersebut adalah Golkar, PAN, PDIP, PPP, PBB












BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Lahirnya gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaiki tatanan perikehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gerakann reformasi di Indonesia disebabkan oleh penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa sebelumnya. Penyimpangan-penyimpangan tersebut telah mengakibatkan terjadinya krisis di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, dan kepercayaan. Pada masa reformasi, kehidupan politik Indonesia berjalan mengarah kepada hal yang lebih baik jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. Hal ini dapat dilihat dari adanya sistem kepartaian yang baru. Dampak dari adanya sistem kepartaian yang baru dapat terlihat secara menyeluruh dalam kehidupan perpolitikan Indonesia.
Partai politik yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta pemilihan umum tahun 1999 hanya 48 partai saja. Hasilnya tidak ada partai yang secara tunggal mendominasi dan memegang posisi mayoritas mutlak yang dapat mengendalikan pemerintahan. Partai politik yang lolos seleksi untuk menjaadi peserta pemilu 2004 hanya 24 partai. Pada pemilihan umum ini, terdapat 7 partai yang memenuhi electoral threshold. Partai-partai tersebut adalah Golkar, PAN, PDIP, PPP, PBB
  1. SARAN
Sistem politik dengan sistem multi partai membuat terciptanya wadah untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan minat dan pahamnya. Partai politik yang beragam akan menimbulkan berbagai paham dan ideologi partai. Paham dan ideologi yang dicanangkan setiap partai akan menarik massa pendukung. Massa pendukung ini akan menentukan keberhasilan partai dalam mendapatkan jabatan. Jabatan ini merupakan jalan untuk mewujudkan cita-cita partai dan bangsa.
Partai politik yang beragam membuat peta perpolitikan semakin berwarna. Apabila diakomodasi secara benar dan disatukan persepsinya, warna-warni politik ini akan menjadi kekuatan yang sangat hebat dalam mewujudkan cita-cita nasional. Cita-cita nasional akan cepat terwujud jika semua komponen bangsa dapat bahu-membahu, tidak terkecuali partai politik. Begitu juga sebaliknya, apabila komponen-komponen bangsa tidak dapat disatukan. Maka dari itu, akan jauh lebih baik apabila semua komponen bangsa bersatu padu, bahu membahu dalam mewujudkan cita-cita     























[1]1 Tim Litbang Kompas, Partai-partai Politik Indonesia (Ideologi dan Program 2004-2009). Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, hlm. 228
1[2] alfi fadlan http://www.catatansejarah.com/2011/07/sejarah-berdiri-partai-amanat-nasional.html ) di akses Jumat, 10 Oktober 2014, pukul 23.39 WIB

1[3] Tim Litbang Kompas, Partai-partai Politik Indonesia (Ideologi dan Program 2004-2009). Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, hlm. 228

1[4] wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrasi_Indonesia_Perjuangan di akses Jumat, 10 Oktober 2014, pukul 23.45 WIB.
1[5] Ibid,. hlm. 85

1[6] Ibid,. hlm. 54
1[7] partai bulan dan bintang http://bulan-bintang.org/partai/sejarah-singkat/  di akses, Sabtu 11 Oktober 2014,  pukul  00.30 WIB.

1[8] Ibid,. hlm. 301
1[9] Ibid,. hlm. 172

No comments:

Post a Comment

4 SISWA SMPN 9 KAUR MEWAKILI KAB.KAUR DI IGORNAS TINGKAT PROVINSI BENGKULU

Siswa SMPN 9 Kaur kembali menorehkan prestasi di Kabupaten Kaur. Kegiatan IGORNAS yang akan diselenggarakan dari tanggal 22 Nove...